Promiscuity After

Promiscuity After
Sroot


__ADS_3

Cassie mengambil selimut dari dalam kamarnya yang saat ini ditempati Mama Dina dan Papa Jovan. Dia membuka pintu dan melangkah masuk dengan pelan-pelan. Rupanya mereka sudah tidur. Cepat-cepat ia mengambil selimut lain dari dalam lemari. Ada banyak selimut tebal karena cuaca disana sangat dingin.


Saat Cassie kembali ke tenda, Mbak mar sudah tidur duluan karena kelelahan. Cassie menyelimuti mbak Mar hingga ke batas dada. Tiba-tiba muncul pikiran nakal dari gadis itu.


Papa udah tidur, Mama, papa Jo dan orang tuan om Bewok juga udah tidur, Mbak Mar malah udah ngorok. Jadi....bisa berduaan deh Ama Om, batin Cassie


Kenakalan gadis yang beranjak dewasa itu pun muncul. Ia menyelinap masuk ke dalam tenda Barra. Rupanya pria itu belum tidur, ia masih memainkan ponselnya sambil tidur rebahan, mengecek laporan dari email.


"Om Bewok,ā€ panggil Cassie dengan berbisik


Barra terbangun kemudian duduk, "Cassie, kok kamu ke..."


Belum selesai pria itu berkata, Cassie sudah menghamburkan dirinya duduk diatas Barra dan mengecup bibir tunangannya.


"Cassie,.." panggil Barra ia ingin menghentikan sikap agresif Cassie yang menciumnya tiba-tiba.


Tetapi bukan itu masalahnya. Cassie menciumnya dengan memaju mundurkan duduknya, sebenarnya Cassie tidak sadar. Dia hanya keasikan mencium bibir Barra.


Barra melepaskan ciuman Cassie menyentuh rahang nya dan berkata.


"Cassie kamu bisa pindah posisi dulu gak? Kamu bikin saya tegang,"


"Hah?" Cassie tidak mengerti


"Kamu dudukin punya saya," Barra menunjukkan miliknya dibawah dan menunjuknya dengan lirikan mata.


Cassie mengikuti arah mata kemana ia tuju

__ADS_1


"Astaga pantes kok ada yang keras hehee, abis enak sih sayang," Cassie langsung duduk disamping Barra.


"Nanti aja kalau mau gituan, kan bentar lagi nikah,"


"Ih siapa juga yang ngebet mau gituan,"


"Nah itu tadi apa, pake maju mundur sampai saya ga bisa napas saking enaknya hemm," Barra mencubit hidung Cassie


"Alamiah itu, insting karena enak, hehe," Jawab Cassie asal


"Udah sana tidur, sakit nih," ucap Barra dengan suara berbisik


"Emangnya sakit ya," Cassie malah ingin menyentuhnya.


Barra menepisnya, "Jangan sentuh, belum waktunya sayang,"


"Katanya sakit, gimana sih?"


"Nanti juga tahu sendiri, udah sana tidur," suruh Barra


"Ya, ya... tapi peluk bentar," Cassie memeluknya langsung tanpa menunggu dia diijinkan atau tidak.


"Cassie kangen banget, Om Bewok gak tahu sih betapa susahnya aku disini sendiri. Untung ada teman-teman. Dan untungnya lagi karena aku punya calon suami yang pengertian dan selalu nyemangatin aku. Aku sayang kamu, my Barra," ucap Cassie


Barra membalas pelukan Cassie dan mengecup pucuk rambutnya yang wangi.


"Saya juga rindu kamu, tetap semangat ya demi masa depan kamu. Semua soal waktu. Sekarang tidur ya," ucap Barra

__ADS_1


"Iya, yaudah aku balik ke tenda sana," Cassie melepaskan pelukannya dan merangkak keluar dari tenda.


Sementara Barra mengelus miliknya yang tegang tetapi miliknya tidak bisa diajak kompromi. Mau tidak mau, dia ke kamar mandi dan mengeluarkan formula putihnya


Sroot.


Ahhh dasar Cassie...batin Barra mengeluarkannya sambil memikirkan Cassie serta miliknya yang indah meski pria itu belum pernah melihatnya.


(Haha ngakak sendiri🤣)


Disisi lain.


Waktu Indonesia


Hera merokok di teras depan rumah kontrakannya yang baru. Dia baru saja pindahan dari Jakarta ke Bandung.


Memikirkan Andy yang menghilang tiba-tiba


"Korban ghosting nih gue, atau dia sakit hati ya karena gue tolak?" pikir Hera yang kelelahan setelah mengangkut barang-barang miliknya.


Masih ada beberapa kardus lagi didepan teras, tetapi Hera kelelahan dan memilih untuk merokok dulu.


Dia memindahkan semua barangnya dengan menyewa mobil pick up. Karena rumahnya yang di Jakarta harus segera dikosongkan karena sudah laku. Hasil penjualan rumah itu dibagi rata oleh keluarga mantan suaminya.


Padahal menurut hukum itu adalah hak Hera sepenuhnya karena suaminya sudah memberikannya pada Hera saat suaminya sakit-sakitan. Biarlah Tuhan yang menghukum bagaimana hukumnya memakan uang warisan.


Hera menghisap rokoknya sampai batangnya habis, lalu membuangnya begitu saja di depan teras. Ia beranjak dari duduk dan mengangkat kardus didepannya

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah kaki dengan sepatu sneakers putih menginjak rokok itu hingga apinya padam.


__ADS_2