Promiscuity After

Promiscuity After
Bala Bantuan


__ADS_3

Ibu-ibu di halte tadi memanggil seseorang untuk membantu Hera, kebetulan ada seorang pemuda yang sedang makan kue apem.


Plak


Si Ibu berlari dan langsung memukul lengan pemuda itu dengan keras. Hingga kue apem yang hampir masuk ke dalam mulut, jatuh dengan sia-sia.


Anjiiir apem gue...baru juga beli batin si pemuda


"Tole...," panggil ibu itu sambil mengatur napasnya


"Nama saya Andy Gibratal Bu bukan Tole," sahut si pemuda tadi


Si ibu malas berdebat soal 'tole', karena dia berasal dari Semarang.


"Itu tolongin! Ada cewek cakep mau di kerjain preman di sana tuh," ucap Ibu seraya menunjuk arah kemana Preman itu membawanya


"Yee si Ibuk, minta tolong polisi aja napa?"


"Kelewatan banget sih gak mau nolongin. Kantor polisi jauh!" ceramah si ibu


"Ye iye aye tolongin, premannya ada berape?" tanya Andy


"Ada dua, badannya gede-gede,"


"Ya salam, aye ceking gini Bu, sekali tebas langsung melayang,"


"Cemen amat sih," ujar si Ibu


"Yaudah kita tolongin sama-sama ya," pinta Andy


Akhirnya si Ibu itu ikut membantu, mereka mencari-cari kemana preman itu membawanya Terakhir Ibu itu lihat, mereka berbelok ke arah belokan dekat halte, lalu kemana setelah belokan. Rupanya ada beberapa meter dari tempat mereka berdiri.


Si ibu dan Andy bersembunyi di dekat tong sampah yang sudah kosong isinya. Namun masih meninggalkan bau tak sedap. Andy menutupi hidungnya dengan kaos, tetapi masih bau juga. Sementara si Ibu, tidak menutupi hidungnya.


Hebat si ibu ini, sampah bau gini idungnya ga di tutup atau penciumannya rada eror ya? Atau jangan-jangan dah terbiasa nyium aroma ketek suaminya hihi batin Andy


"Buruan!" suruh si ibu dengan berbisik


"Bentar Bu, saya cari sound dulu," Andy mengutak-atik hapenya dan mencari suara sirine polisi. Lalu menyuruh si ibu untuk membunyikannya saat ada aba-aba darinya.


Andy bersiap berlari, sambil memberikan aba-aba untuk membunyikannya.


Bunyi sirine pun berkumandang


"Polisi....! Razia gelandangan pemulung preman ...lari...! woyy polisi...," teriak Andy


Lalu dia mendekati si preman.

__ADS_1


"Bang razia bang! Kabuur bang daa polisi!" pekik Andy.


Kedua preman tidak langsung pergi, tetapi mengintip dahulu dimana posisi polisi tersebut. Tak berapa lama suara sirine tadi berubah menjadi suara iklan shopee.


Mampus, pake acara iklan lagi, batin Andy kemudian langsung pergi


"Woy mau ngibulin kite lu ye!" Si preman mengejar Andy.


Andy langsung kabur secepat mungkin. Sementara si Ibu tadi mengendap-endap menghampiri tempat si preman.


"Astaga, ayo nak buruan kabur," Si ibu melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Hera lalu mereka segera lari menjauh.


Andy sudah ngos-ngosan. Dia tidak bisa bela diri, apalagi melihat preman-preman tersebut yang tubuhnya tiga kali lebih besar dari dirinya.


Ia pun berhenti sebentar melepaskan sepatunya lalu melempari si preman.


Lemparan pertama tidak kena. Lemparan kedua, mengenai preman yang berbaju hitam yang berada paling belakang.


"Sialan tu bocah!" serunya saat sepatu itu menghantam matanya hingga si preman berhenti mengejar karena penglihatannya langsung kabur.


Sementara preman yang berjaket jeans masih mengejar. Andy segera melepaskan kaos kakinya. Lalu melemparkannya ke arah preman.


Kebetulan nih kaos kaki gak ganti semingguan, semoga langsung tepar, batin Andy


Whuuuss


Kaos kaki berhasil lepas dari kaki, Andy memeganginya sampai jijik


Kaos kaki pun ia lempar dan melayang ke udara lalu menancap tepat di muka si preman.


"Huekk busuk amat nih kaos kaki," si preman langsung membuangnya namun kepalanya jadi pening dan dia pun menabrak tiang listrik di depannya. Preman kedua oleng dan jatuh.


"Selamet," gumamnya


Lalu Andy yang sudah berlari jauh tiba-tiba teringat ponselnya di bawa oleh si ibu tadi.


"Waduh hape gue," Andy berbalik tetapi dia mengambil jalan lain agar tidak bertemu si preman lagi, namun akibatnya dia harus berjalan dengan rute yang lebih jauh.


Berlari tanpa alas kaki, semoga saja hapenya juga aman.


Andy kembali ke tempat semula dimana dia dan ibu bersembunyi.


"Haduh kemana tuh ibu tadi yak?" Andy menggaruk-garuk kepala yang memang gatal.


Andy mencari di sekeliling, tetap tidak ada.


"Astaga hape gue... Buu... Ibu oiii.., nasib dah," Andy pun menyusuri jalan dimana ia bertemu dengan si Ibu.

__ADS_1


Ia melihat di ujung jalan, di depan sebuah Warung ada si ibu tadi yang sedang duduk dengan wanita yang tadi pagi ia temui.


Dengan napas tersengal-sengal, ia mendekati si ibu.


"Haduh Buu, saya cariin rupanya disini," Andy mengatur napasnya yang tersengal-sengal.


"Nah ini loh anak laki-laki yang nolongin kamu tadi," ucapnya pada Hera.


Hera menatap Andy sambil memegang gelas berisi teh hangat.


"Terimakasih ya," ucap Hera pada Andy sambil tersenyum


Senyumannya maut banget batin Andy


"I-iya sama-sama," Andy juga tersenyum kepada Hera


"Nih hape kamu, hmmm bauk apa nih," ucap si Ibu, mengembalikan ponsel Andy seraya mencari sesuatu yang bau.


"Anu tadi saya masuk ke bak sampah, jadi bauk deh," alibi si Andy agar tidak malu-maluin di depan wanita.


"Astaga segitunya ya demi bisa lari dari kejaran preman, trus sepatu kamu kemana?" tanya Hera


"Wah saya salut sama kamu le," puji si ibu


"Ya sepatunya buat mukul tu preman," jawab Andy , "Saya Andy Bu... Andy Gibratal, jangan le le dong," sahutnya sedikit kesal karena dari tadi ibu itu memanggilnya tole


"Haha Tole itu panggilan untuk anak laki-laki yang lebih muda dalam bahasa Jawa. Panggilan 'tole' juga biasa diserukan orang tua kepada anak-anak kecil, meskipun tidak ada hubungan darah. Begitu...," jelas ibu itu


"Ooh begitu, trus nama ibu siapa?" Tanya Andy


"Nama saya Endah, yaudah saya pulang dulu ya, kamu hati-hati nak! Ini Jakarta, jangan pake pakaian terlalu ketat dan mini kayak gitu," ucap ibu itu sambil beranjak dari duduknya.


Nasihat ibu itu membuat Hera menunduk sedikit malu lalu membenahi pakaiannya. Mengancing Blazernya namun masih terlihat seksi


"Makasih ya Bu," sahut Hera melambaikan tangan saat si ibu mau melangkah pergi.


Andy duduk dengan kaki tanpa alas serta aroma tak sedap sedikit menguap karena aromanya terbawa angin.


"Nama kamu Andy...Makasih ya, Aku jadi gak enak karena pagi tadi udah bikin kamu di pukul orang. Sekarang malah udah bikin kamu di kejar Preman," Hera mengubah panggilannya lebih sopan kepada Andy.


"Kayaknya lebih enakan 'Lo-gue' deh dari pada 'aku-kamu',"


"Umur aku udah tua loh, gak sopan kamu manggil aku 'Lo'," ujar Hera


"Oh ya, berapa?"


"Udah 35 tahun. Janda dua kali, yang satu cerai hidup, yang satunya cerai mati. Sekarang lagi sibuk cari kerjaan, sedih banget kan hidup gue...," Hera menunduk tiba-tiba saja dia curhat dengan orang yang baru ditemuinya.

__ADS_1


"Jangan sedih ya Tante, Aku baru 21 sih. Insyaallah kita berjodoh," ucap Andy asal ceplos, sambil mengusap punggung Hera


"Hah maksud Loh,?" tanya Hera seraya mengernyitkan dahinya


__ADS_2