Promiscuity After

Promiscuity After
Merelakan


__ADS_3

Wibi mengundang kedua orang tua Cassie makan malam di restoran mahal. Mereka berbicara di ruangan VVIP untuk membicarakan soal perjodohan anaknya.


"Maaf Pak Wibi, sebelumnya. Setelah saya memikirkan, bagaimana kalau sebelum kita jodohkan, kita tanyakan dahulu pada anaknya. Takutnya Cassie atau Bram menolak perjodohan ini," saran Rio.


"Loh Pak Rio tidak mau ya besanan dengan saya?" tanya Wibi


"Bukan begitu pak, haha masalahnya ini kan soal masa depan anak kita. Kita tidak tahu kan mereka cocok atau tidak, saling suka atau tidak," jelas Rio yang langsung merasa tidak enak.


"Sudah pasti suka lah, Cassie dan Bram kan sudah saling kenal. Mereka juga sering jalan bareng, ya kan pak Wibi," ucap Dina yang langsung di benarkan eh Wibi


"Betul Bu Dina. Lagi pula kita tidak menikahkannya langsung, ada tahapnya seperti pertunangan lebih dahulu. Nah dari situ kita memberikan waktu untuk mereka mengenal lebih dekat," ujar Wibi.


Hemm aku gak yakin, Cassie mau menerima perjodohan ini. Gara-gara Dina ini lihat besannya kaya langsung aja di gak mau menyia-nyiakan kesempatan, batin Rio


"Ya sudah kita lakukan pertunangan saja dulu. Karena mereka juga masih mahasiswa," ucap Rio


"Nah gitu dong, lalu kapan kita akan selenggarakan pertunangannya?" tanya Dina.


"Lebih cepat lebih baik, bagaimana jika besok, lusa saat ulang tahun Bram. Kita langsung saja mengadakan acara pertunangan itu saat acara ulang tahunnya, sebagai surprise," Wibi memberikan ide yang sangat membuat Rio tidak nyaman.


Takutnya Cassie atau Bram menolak dan malah mengacaukan acara. Tapi Rio takut mengatakan pendapatnya karena Wibi sudah membantu bisnisnya.


Akhirnya dia pun hanya bisa pasrah.


Dina menghubungi Cassie agar segera pulang. Dia tidak mengatakan soal perjodohan itu. Awalnya Cassie malas, baru saja beberapa hari kuliah, sudah bolos lagi. Tetapi Mamanya mengatakan jika dirinya sakit dan butuh seseorang disampingnya. Cassie pun menurut.


Ia pergi siang itu juga. Waktu di Jakarta sudah malam pukul 7, sementara di Inggris masih pukul 12 siang.


"Padahal pagi tadi Om Barra balik Indonesia, tau gitu kan barengan pulangnya, iihh Mama sih nyuruh pulangnya telat," gerutu Cassie sambil mengemasi barangnya.


"Loh Non mau kemana?" Tanya Mbak Mar


"Oh ya sampe lupa, Mbak kemas-kemas gak usah bawa baju banyak, bawa satu aja buat ganti kalo gerah. Kita disuruh balik sama Mama,"


"Kok mendadak? Ada masalah apa non?"


"Ga ada masalah sih mbak, cuma Mama tuh kangen, katanya dia sakit dan pengen aku kesana,"

__ADS_1


"Hemm kalo sakit aja baru inget anaknya," omel Mbak Mar


Ia pun pergi ke kamarnya bersiap-siap dan berganti pakaian.


Di bandara, Cassie tidak perlu mengantri. Dia memakai jet pribadi yang sudah di pesankan Mamanya.


"Gampang banget ya jadi orang kaya, mau ke luar negri sat set dah sampe, kayak pergi Moll," ucap Mbak Markonah saat mau memasuki pintu cek in


"Hehe, kalo Cassie sih sayang uangnya kalo gak penting banget. Tapi berhubung ini uang Mama ya manut ajalah Mbak hehe,"


"Iya bener non, mending uangnya di hemat. Walaupun Non itu nantinya dapat warisan atau non jadi orang sukses karena hasil kerja sendiri tetap jangan boros ya non," ucap Mbak Markonah memberi Nasihat.


Cassie selalu mendengarkan nasihat mbak Markonah. Kalau Cassie salah, Mbak Mar lah yang selalu menegurnya tetapi masih dalam bahasa yang sopan. Dia asisten yang baik sekaligus penasihat.


Sebelum Cassie masuk ke pintu Cek in, terdengar suara seorang wanita berteriak-teriak dari luar pintu cek in. Suara lengkingan serta tangisan hingga dua pramugari berbisik-bisik.


Cassie kepo, lalu bertanya dengan dua pramugari itu


"Sorry, what's going on outside?" tanya Cassie


(Maaf, apa yang terjadi di luar?)


(Seseorang kehilangan tasnya karena di Copet)


"Oh thank you," ucap Cassie


"Loh Non, itu nyonya yang pernah ke rumah Non, yang marah-marah itu,"


"Astaga kok kasian ya liatnya, hampirin yuk mbak?" ucap Cassie


"Halah ga usah Non, dia itu jahat kelihatannya,"


"Tapi kasian tuh sampe ndeprok di lantai mbak,"


Cassie pun keluar lagi dan mengurungkan masuk ke pintu cek in.


"Tante, kenapa? Duduk di kursi yuk Tante, masak di jalanan sih,"

__ADS_1


"Duitku hilang, duit cash ku lima ratu ribu poundsterling hiks, tiket juga ilang. Polisinya juga ga bisa ngejar lagi,"


"Yang sabar ya tante? Kalo boarding pass kan bisa di cetak ulang mbak, uang di kartu debit juga bisa di amankan tinggal telp customernya aja. Kalau uang cash, ikhlassin aja siapa tahu dapat gantinya,"


"Kamu enak ya ngomong kayak gitu, tapi buat aku itu banyak,"


"Eh dikasih tahu baik-baik malah nyolot," mbak Mar tersulit esmoni eh esmosi. kalau esmoni kan yang bisa di makan.


"Ya gak enak lah, musibah mana ada yang enak Tante. Trus mau sampe kapan Tante nangis di lantai, gak malu tuh dilihatin orang-orang?" tanya Cassie


Dan seketika Hera melihat ke sekelilingnya, semua mata memandang dirinya. Hera pun beranjak dari berdiri dan membetulkan rambut serta pakaiannya.


"Ini Tante minum dulu, habis itu Tante cetak ulang tiketnya ya," Cassie menyerahkan air minum dalam kemasan botol.


Hera terlihat berkeringat dan kehausan karena tadi dia sempat mengejar copet. Tetapi copet itu lolos sedangkan petugas keamanan disana tidak bisa menangkapnya.


Hera mengambil air minum itu dengan sesegukan.


"Cassie gak punya uang tunai sebanyak itu. Tapi kalau Tante mau, Cassie bisa kasih seratus ribu poundsterling. Lumayan kan Tante buat sebulan,"


"100ribu poundsterling kalo di rupiahkan itu gak sampe dua juta, itu bisa habis dua hari lah," ucap Hera.


"Jadi gak mau nih? Kalau gak mau ya udah, Cassie pergi dulu ya,"


"Eh tunggu, mana uangnya,"


"Heleh tadi ketus sekarang malah minta" gerutu Mbak Mar pelan tapi masih terdengar oleh Hera


Cassie pun dengan baiknya memberikan uang dalam mata uang poundsterling sambil tersenyum. Setelah itu Cassie pergi. Sementara Hera masih tertegun dengan sikap baik Cassie. Padahal dia pernah berlaku kasar dengan Cassie


"Cassie," panggil Hera


"Terimakasih," Hera memeluk Cassie tiba-tiba.


"Ya sama-sama Tante, Tante bisa lepasin gak? Dada montok Tante pengap ni saya ga bisa napas," ucap Cassie


"Makasih ya, kamu baik banget. Hiks...saya kok sedih ya... Masih gak rela kalau Barra sama kamu...tapi... Semoga kamu dan Barra menikah. Ingat ya jangan mengkhianati dia, Dia itu lelaki sempurna dan saya menyesal meninggalkan dia. Tolong ingat perkataan saya, jangan sakiti hatinya," ucap Hera sambil menangis.

__ADS_1


"Sama-sama Tante, semoga Tante dapat jodoh yang terbaik buat Tante,"


"Ceritanya baikan nih hehe, baguslah soalnya mbak gak suka kalo ada pelakornya," sahut Mbak Mar.


__ADS_2