
Kenza melemparkan tasnya di meja dan langsung menjatuhkan dirinya ke sofa ruang tamu.
"Gila ya mas, abis aku dikerjain anak kamu," gerutu Kenza sesampainya mereka di rumah
"Ya itu resiko kamu sih," ucap Rio terkekeh kecil
"Tapi itu kan ide kamu,"
"Ya tapi kamu menyetujuinya kan? Aku cuma kasih solusi aja. Dan lagi, waktu aku ucap Qobul di depan penghulu. Aku ga ada niatan buat nikah kontrak," ujar Rio sembari menutup pintu ruang tamu.
"Hah maksudnya apa sih?"
Rio tidak menjawab pria itu langsung masuk ke kamarnya pura-pura tidak dengar.
Kamu kira gampang apa nikah hanya sekedar ucap janji pernikahan. Itu berat buat aku Kenza. Semoga kamu mengerti suatu hari nanti, batin Rio
Awalnya memang ide nikah kontrak itu muncul begitu saja. Tetapi saat dirinya berhadapan oleh penghulu dan orang tua Kenza. Rio mengubah niatnya, karena tak mudah menanggung beban itu. Dia akan menjadi kepala keluarga lagi. Bedanya kalau kali ini ia menikah tanpa rasa cinta.
Tetapi dia bertekad akan bersungguh-sungguh menjalankan posisinya sebagai suami. Tidak akan mempermainkan Kenza, sampai perasaan cinta itu hadir diantara mereka. Menurut Rio, ini hanya soal waktu dan perlahan-lahan ia harus mengikis perasaan cintanya pada Dina. Dan menerima Kenza apa adanya.
Jika niatnya menikah karena Allah, insyaallah cinta akan datang dengan sendirinya.
Ting Tong
Kenza mengangkat kepalanya dan mengintip dari kaca jendela ruang tamu, tetapi tidak kelihatan. Dia pun bangun dan membuka pintu rumahnya.
"Mama?"
Indiana datang dengan tas besar, mata Kenza membulat besar. Firasatnya mengatakan jika Mamanya akan menginap dirumah itu.
"Kenza, duh pengantin baru langsung pindah rumah aja tanpa bilang Mama ya?" ucap Indi
"Eh hehe bukan gitu Mah...," ucapan Kenza terputus
"Mama mau nginep disini dua hari. Buat ngawasin kamu,"
"Ngawasin? Mah aku gak...," Lagi-lagi Indi memotong ucapan Kenza
"Kamu tuh bangunnya suka kesiangan, kamu harusnya bangun lebih pagi dan menyiapkan semuanya. Masak, nyapu, ngepel trus mandi. Biar kalau suami kamu bangun, dia tuh udah lihat rumahnya bersih dan kamu udah cantik. Jadi suami kamu bakal betah," ujar Indi panjang kali lebar kali tinggi. Wanita itu langsung masuk sembari melihat-lihat isi rumahnya.
"Astaga Mama segitunya. Ya ya aku bakal bangun pagi, tapi ga usah nginep kesini juga dong. Gak enak sama mas Rio," Kenza beralibi agar sandiwaranya tidak terbongkar.
"Ya pokoknya Mama mau nginep sekarang, cuma bentar kok. Besok lusa juga udah pulang,"
Akhirnya Kenza mengalah. Wanita itu langsung masuk ke kamar Rio dan memasang wajah kesalnya.
"Kamu masuk jangan asal nyelonong, kalo aku bugill gimana?" Seru Rio yang duduk di ranjang sambil memangku laptopnya.
"Mas....Ada Mamaku...dia mau nginep disini," Kenza berbisik.
"Hemm trus?" jawab Rio santai masih memandangi laptopnya
"Kok terus sih? Ya jadi malam ini sama besok aku sekamar ma kamu ya?"
"Boleh sih, tapi tempat tidurku ini kecil loh, kamu di lantai ya?" ucap Rio yang sibuk membalas email di laptopnya.
"Ya, ya ntar aku yang tidur di lantai. Sekarang kamu temui Mama aku,"
Rio pun ke depan menemui mertuanya. Mereka berbincang tentang banyak hal. Saat ingin tidur Indi menanyakan kamar mereka.
"Ini kamar kalian ya?" tanya Indi menunjuk kamar utama yang besar. Kamar itu selalu terkunci dan Kenza bahkan belum pernah melihatnya.
"Hmm iya mah semuanya kamar kita lah hehe," jawab Rio
__ADS_1
"Trus Mama tidur dimana?" tanya Indi
"Di atas ya mah, soalnya kamar utama tadi udah kita pake jadi ada itu yang itu noda hehe," jawab Rio berbohong.
Apaan sih noda-noda, boong banget batin Kenza
"Hehe iya mah, Mama di atas aja. Kalo kamar atas juga udah kita pake cuma spreinya udah di ganti," Kenza menimpali dengan hal yang serupa.
"Wow jadi kalian udah berganti-ganti tempat ya, bagus deh dengan gitu Mama biar cepet dapet cucu. Yaudah Mama ke atas ya?"
Indi berlalu pergi menuju kamar atas.
"Rempong amat yak, tahu gini kita setahun aja ke luar negri," ucap Rio
"Ngabisin duit. Tadi Cassie sekarang Mama, kayaknya mereka kompakan,"
"Inget ya, kamu di lantai. Aku udah tua jadi kalo dilantai bakalan sakit punggung aku,"
Kenza hanya cemberut dan masuk ke kamar Rio. Sementara Rio pergi halaman belakang untuk merokok.
Setelah menghabiskan satu batang rokoknya, Rio kembali ke kamar. Kenza sudah berbalut selimut tidur di lantai berkarpet. Sebenarnya Rio tidak serius menyuruhnya tidur di lantai, dia hanya bercanda dan malah dianggap serius oleh Kenza
"Kenza-kenza, kamu kan bisa tidur diatas. Ntar kalau masuk angin, aku juga yang repot," Rio mengangkat Kenza tidur di atas kasur dan dirinya tidur di lantai.
Setelah itu Rio melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda lalu tertidur di meja kerjanya.
.
.
Pagi menjelang, Rio sudah bangun duluan untuk ibadah subuhnya. Setelah itu dia mandi dan bersiap berangkat ke kantor karena kalau terlambat beberapa menit saja, pria itu sudah terjebak macet. Sementara Kenza masih tidur.
"Cantik banget ya kalo tidur gini," gumam Rio seraya memasang dasinya.
Rio mengambil beberapa foto Kenza yang sedang tidur dan mengunggahnya di Instagram pribadi miliknya dengan caption 'Langit Pagiku'. Sepertinya cinta sudah mulai hadir di hatinya
Terdengar bunyi klontang-klanting di dapur rumah. Indi sudah menyiapkan makanan untuk mereka semua.
"Pagi Mah," sapa Rio
"Loh Kenza belum bangun?" tanya Indi
"Mungkin kecapekan Mah," sahut Rio lalu menuangkan air putih ke dalam gelas.
"Ya harus dibangunin dong!" seru Indi yang heboh sendiri.
"Kenzaaa...!" teriak Mamanya sembari masuk kedalam kamarnya
Persis banget ma Dina kalo lagi bangunin Cassie, kabur Ah....batin Rio
"Maa... Rio berangkat dulu ya, ada meeting pagi. Assalamu'alaikum,"
Rio cepat-cepat keluar dari rumahnya sebelum kena omelan panjang. Sebenarnya bukannya Rio tidak ingin membangunkan Kenza, tetapi dia sudah berkali-kali memanggil dan menepuk lengan Kenza untuk bangun. Tetap saja Kenza asik dengan tidurnya.
(Banguninnya terlalu lemah lembut ya gak bangun-bangun pak Rio 😅)
.
.
.
Pagi itu Barra pergi ke kantor setelah mengantarkan Cassie ke Bandara. Sebenarnya dia masih kangen dengan gadisnya itu. Tiga Minggu lagi Barra dan Cassie akan menikah.
__ADS_1
Kantor Barra sudah menyebar gosip heboh perselingkuhan Barra dengan wanita seksi bergaun merah.
Visual Delima
Ketika Barra menginjakkan kakinya ke gedung kantor, semua memandangnya dan berbisik. Sebenarnya Barra tidak peduli apa yang mereka gosipkan tetapi pada akhirnya gosip itu menyebar di telinganya.
Seperti biasa Kenza terlambat ke kantor. Per hari ini dia resign dan akan mengemasi barang-barangnya. Begitu Kenza mendengar gosip itu, wanita itu langsung ke ruangan Barra tanpa mengetuk pintunya terdahulu.
"Mas Barra, kamu selingkuh?" pekik Kenza. Di dalam ruangan itu ada Kenzo yang sibuk dengan komputernya.
"Telat kamu infonya, biasanya kamu ratu gosip nomer satu," ujar Barra
"Ah gara-gara kesiangan nih, Mas Rio gak bangunin aku,"
"Sukses gak nganunya," goda Kenzo
"Geblek, kamu beneran selingkuh? Awas kamu ya kalau nyakitin Cassie, Aku ini Mamanya,"
Dan semua terkekeh geli.
"Ya ini mau cari tahu, siapa cewek itu! Gara-gara dia nama baik saya bisa kena imbasnya," sahut Barra
Tak berapa lama Rio menelepon Barra.
"Mampus kan, nih Papa Camer telepon. Pasti nanyain gosip yang nyebar di koran. Gila sih siapa sih yang ambil foto itu!" Barra emosi.
"Tenang mas, aku udah ketemu," sahut Kenzo
"Pinter kamu Zo," puji Kenza.
"Yang lengkap dong 'Kenzo' gitu, Zo berasa kayak kebun binatang,"
"Siapa dia, kita tuntut pencetak kabarnya juga,"
"Dia Delima Maharani, anak dari pasangan Retno dan Lee Min Ho," jawab Kenzo
"Tunggu! Emaknya nama indo, bapak ya kok namanya kayak artis Korea ya? Pengen ngakak boleh gak?" tanya Kenza
"Mungkin Lek Min KW," sahut Barra dan semuanya terkekeh.
"Hush mode serius nih," tegur Kenzo melanjutkan
"Dia pernah tertangkap polisi saat masih jadi pelajar karena melakukan ilmu gendam. Aku udh retas rekaman cctv di gedung itu, dan ini orang yang foto mas Barra," ungkap Kenzo seraya menunjukkan seorang pria yang mengambil foto Barra secara Candid.
"Gendam? Kayak semacam hipnotis itu ya, tapi ini kudu ditepuk pundaknya?" tanya Kenza
"Ya, tapi kalau kita udah tahu dia punya ilmu gendam, tuh ilmu bakalan gak manjur, bakal gak terkoneksi," jelas Kenzo
"Trus, ketahuan gak siapa cowok itu?" tanya Barra
"Ya, namanya Agus. Dia reporter yang ungkap kasus penumbalan Wahana permainan kemarin. Aku juga udah ketemu alamatnya,"
"Kita datangin aja sekarang, labrak dan suruh dia buat pengakuan di televisi secara live," ucap Kenza
"Ide bagus, tapi kamu mendingan tenangin Papa Rio dulu gih. Biar dia gak salah paham,"
"Dih, itu diangkat dulu lah teleponnya. Masak di anggurin,"
"Takutnya malah tambah salah paham Kenza, jadi mendingan ga usah diangkat," jelas Barra kemudian bersiap menemui si penyebar gosip.
Sementara di kantor Rio.
__ADS_1
"Kurang ajar si Barra, dia gak angkat telepon aku lagi," ucap Rio
Kenza mengambil beberapa barang dan memasukkannya ke dalam kardus yang lumayan besar. Dia pergi ke kantor Rio secepatnya untuk menjelaskan keadaan Barra yang sebenarnya.