
Keesokan harinya, Dina langsung merasa sehat. Demamnya sudah turun meski badannya masih terasa lelah namun dia harus cepat-cepat, ke Bandung, ke lokasi tempat kerjanya sekarang.
Pagi-pagi buta Dina ke Bandung melewati tol Cipularang, butuh waktu 2jam 30 menit untuk sampai ke kantornya.
Kantor masih terlihat sepi karena Dina datang terlalu pagi. Dia langsung masuk ke pantry dan meminta OB untuk membuatkan teh hangat.
Duduk di lobby kantor dengan membaca koran pagi hari sambil menunggu datangnya teh hangat. Begitu membaca lembar halaman kedua, matanya melotot.
Joy akan mengikuti fashion week di Paris. Untuk memperkenalkan koleksi brand pakaiannya ke manca negara. Dan dikatakan di dalam koran jika pemilihan itu sendiri di pilih dari beberapa pelanggan yang juga sering memposting serta men-tags akun Instagram butik tersebut.
Dina pernah memposting fotonya dengan pakaian koleksi dari butik Joy. Dengan caption komentar positif untuk bajunya. Ia juga menyertakan mention dan taggar #JW_collection di Instagram yang merupakan nama butiknya yang memiliki puluhan cabang di Indonesia.
Dan dari sekian ribuan foto yang di unggah pelanggan. Ibu Dina terpilih sebagai brand ambassador.
Pemilihan itu tidak dilakukan oleh Joy sendiri melainkan semua karyawannya juga memilih Bu Dina, jadi bukan karena Dina adalah ibu Cassie melainkan karena di setiap foto ia bergaya penuh totalitas.
"Astaga aku lupa menghapusnya di Instagram! Duh pake nge-tag butiknya lagi," gumam Dina.
Tak berapa lama sang OB datang membawa teh hangat pesanannya.
Dina langsung menyeruput teh hangat tersebut sampai habis, saking shocknya mendengar kabar dirinya akan dijadikan brand ambassador yang artinya wajahnya akan terus terpampang di baliho, spanduk, flyer dan seluruh iklan merek JW collection.
JW collection tidak menjual pakaian dalam jumlah banyak, satu pakaian hanya ada dua atau lima pieces dengan warna yang berbeda, sehingga tidak akan ada baju kembar atau baju-baju yang menyamainya di toko lain. Karena Joy memiliki tenaga jahit dan desainer khusus dari Thailand. Terkadang Joy juga membuat beberapa pakaian dari hasil desainnya sendiri. Joy yang sebenarnya seorang seniman lukis beralih menjadi desainer pakaian sejak memulai bisnis butiknya.
Karyawan kantor mulai berdatangan dan beberapa malah memberikan selamat untuk Bu Dina karena terpilih sebagai brand Ambassador yaitu dia berkesempatan ke Paris untuk pagelaran fashion week butik milik Joy. Disana akan banyak brand terbaik yang juga hadir memperkenalkan koleksi terbaru mereka.
"Astaga kalian salah, bukan saya ini," ucap Dina ingin mengelak
"Jelas Bu Dina lah. Itu lihat aja foto Ibu cetar kayak gitu," ujar salah satu karyawatinya.
Tak berapa lama datang sebuah mobil Pajero hitam terparkir di depan kantornya. Dina bisa melihatnya dari dalam kaca di lobby. Seorang wanita turun dengan sangat tegas, angkuh namun berkharisma.
"Joy," gumam Dina pelan dengan mulut terbuka
Dia tidak mungkin menolak atau mengusir Joy saat itu juga. Bisa hancur wibawanya sebagai atasan.
Joy masuk ke dalam bersama seorang bule di sampingnya. Siapa bule itu?
__ADS_1
"Selamat pagi Bu Dina?" Sapa Joy menghampiri Dina yang sedang duduk dengan tersenyum sembari mengulurkan tangan.
"Pa-pagi," sapa Dina berdiri dan membalas uluran tangan.
Kemudian Joy memperkenalkan pria berjas dan berwajah barat kepada Dina.
"Ini Mr. Blue, dia adalah ketua penyelenggara fashion week di Paris nanti. Kedatangannya kemari untuk membeli beberapa unit apartemen, mohon dibantu ya Bu Dina. Karena Saya mengajaknya kemari dan mengatakan jika unit terbaik adalah penawaran dari perusahaan ini.
"Hallo Miss Dina," sapa Mr. Blue
"Wah dengan senang hati Mr. Blue, saya Dina kepala direktur di kantor ini. Sebenarnya untuk pembelian bisa langsung ke bagian marketing. Tapi kalau ingin berbicara banyak hal juga bisa dengan saya. Mari ikut saya," ucap Dina yang juga berkenalan dengan pria bule. Tentu saja mereka berbicara dalam bahasa Inggris
Mereka duduk di kursi sofa di dalam ruangan Dina, agar pembicaraan mereka lebih santai.
Setelah perbincangan panjang lebarnya. Rupanya Mr.Blue akan mengadakan fashion show di Indonesia dalam kurun waktu lima bulan mendatang dan ia ingin memesan apartemen bertingkat dengan banyak kamar. Dina bisa mengatur itu semua hanya perlu mendekor ulang sedikit bagian apartemen yang sudah jadi.
Lalu Joy juga melanjutkan maksud kedatangannya ke kantor Dina, adalah untuk memberikan surat kerjasama. Apakah Bu Dina berkenan jika dirinya dijadikan Brand Ambassador atau tidak.
Kalau Dina menolak, dia akan melewatkan kesempatan emas menjadi bintang model impiannya. Di usianya yang tak muda lagi. Apalagi pakaian koleksi Joy adalah favoritnya. Sebenarnya dia ingin...sangat ingin....
Joy yang duduk di samping kiri Dina, tiba-tiba saja menggenggam tangannya, "Aku minta maaf jika ada perbuatan atau tutur kata yang menyakiti hatimu. Aku hanya ingin berbaikan denganmu, apalagi yang harus ku lakukan agar tidak ada dendam di hatimu...Dina,"
Joy berbicara dengan sangat pelan dan terdengar sangat tulus.
"Apa aku harus memelukmu seperti ini? Atau menciummu? Ayolah, maafkan aku," ucap Joy seraya memeluk lalu memonyongkan bibirnya untuk mencium Dina
"Astaga lepaskan, kau membuatku geli," sahut Dina dengan suara setengah berbisik
"Makannya maafin dong sayang," ucap Joy dengan nada manja
Sementara Mr. Blue menertawakan mereka.
"Kalian sahabat dekat rupanya?" tanya Mr. Blue dalam bahasa Inggris.
"Oh tentu, kami sahabat selamanya....muach...ya kan Dina," Joy langsung saja mencium pipi Dina dan tertawa kecil
Sementara Dina ikut tertawa juga meski sedikit dipaksakan. Dina masih belum menjawab permintaan maaf Joy.
__ADS_1
"Ada banyak artis ada banyak model, kenapa kamu pilih aku?" tanya Dina sedikit jutek.
"Soal BA itu, bukan aku saja yang memilih, tetapi dari hasil voting karena mereka melihat kamu memiliki kemampuan sebagai ambassadors. Kamu mampu menarik orang dengan hanya melihat gaya pose yang kamu bawakan. Aku ingin yang menjadi ikon perusahaan ku itu adalah salah satu pelanggan yang sangat menyukai semua koleksi pakaianku. Bantu usahaku ya buat launching ke luar negri, aku sangat mengharapkan kamu," jelas Joy
*BA (Brand Ambassadors)
"Tapi aku ga yakin aku bisa, dan bagaimana soal kerjaan aku,"
"Ini gak menyita banyak waktu kok, hanya saja saat fashion Week itu kamu perlu ijin semingguan mungkin lebih," jelas Jos lagi
Tetapi akhirnya ia menandatangani juga surat kerjasama tersebut. Karena Joy terus mendesaknya.
Saat Joy dan Mr. Blue akan meninggalkan ruangan, Dina memanggil wanita itu, "Joy,"
"Ya," Jawab Joy, kemudian meminta Mr. Blue untuk menunggunya sebentar di lobby.
Joy berbalik dan mendekati Dina, "Apa ada masalah?"
Dina masih berdiri di dekat tempat ia duduk, sambil menyatukan kedua ibu jarinya dan sedikit memainkannya. Ada perasaan bersalah yang trus menghantui, ada perasaan bersalah, tidak enak, canggung dan lain sebagainya.
Dina langsung saja menghamburkan dirinya memeluk Joy
"Maafkan aku ya, aku yang memulai pertengkaran itu," Ada air mata yang mengalir, tidak banyak hanya setetes. Dina melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya dengan satu jarinya.
"Aku udah maafin kamu Dina, jangan nangis dong," Joy mengusap sisa air mata di pipi Dina dengan tangannya.
"Aku yang menjadikan masalah itu melebar. Aku sudah berkata kasar mengenai keluarga mu, tapi kenapa kamu masih berlaku baik padaku? Menjadikan aku sebagai BA, membawa orang untuk mengambil apartemen di perusahaan ku,"
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya, Mr blue membutuhkan penginapan jangka panjang. Dan ku lihat tempatmu lah yang terbaik, dan soal BA itu karena kamulah yang terbaik," jelas Joy
"Dina... Aku juga ingin menyatukan dua keluarga, keluarga ku dengan keluarga mu. Apa kamu gak ingin melihat Cassie bahagia bersama pilihannya?" ucap Joy diakhiri dengan sebuah pertanyaan.
"Aku....rasanya gak pantes menjadi besan kamu,"
"Ya emang sih, aku juga ngerasa gak pantes jadi besan kamu. Keluarga aku gak sekaya pak Wibi, tapi aku akan berusaha menciptakan keharmonisan di dalam keluarga kita. Keluarga aku dan kamu,"
"Demi kebahagiaan Cassie, aku akan restui hubungan mereka. Terimakasih ya Joy, dan...maaf untuk semuanya," ucap Dina pada akhirnya.
__ADS_1