Promiscuity After

Promiscuity After
Macet


__ADS_3

MACET


Itulah yang terjadi dalam perjalanan menuju rumah the Sultan Wibi Wicaksono.


Langit sore berubah menjadi kemerahan, Ia tidak secerah tadi. Banyak kendaraan bermotor saling berdesak-desakan mencari celah kosong dalam jejeran kendaraan yang berhenti. Meskipun ukuran body motor mereka tidak muat, hanya ban depan saja yang bisa masuk, tetap saja mereka ngotot nyempil diantara kendaraan-kendaraan lain. Sudah begitu posisi mereka banyak tak beraturan bukannya vertikal melainkan horisontal.


Sambil menunggu lampu lalu lintas yang detikkan jalannya sangat lama. Barra memperhatikan pengendara motor dan mobil di sekelilingnya. Ada yang mangkir tidak memakai helm, ada yang memakai masker tetapi mulutnya yang di tutup bukan hidungnya.


Lalu ia menoleh ke arah pejalan kaki yang sedang menunggu angkutan umum. Ada seorang ibu-ibu yang memakai masker kebalikan dengan yang tadi. Ibu itu memakainya hanya menutupi bagian hidungnya saja, tetapi bagian mulutnya tidak tertutup karena ukuran masker tersebut sangat kecil. Barra ingin tertawa tapi ia menahannya. Tidak apalah dari pada tidak memakai masker sama sekali.



Di samping kiri mobil Barra ada pengendara mobil Alphard, pengemudi itu membuka kaca jendelanya sambil menyenderkan kepalanya di kursi, lalu sikutnya bersandar di atas kaca dan dengan asik ia mengupil.


Lama benar pria itu mencari-cari sesuatu di dalam lubang hidungnya lalu setelah ketemu, pria itu membuangnya dengan cara menyentil.


"Semoga saja upilnya gak nempel di kendaraan orang lain," gumam Barra


"Astaga lama banget ini. Lampu merahnya udah ijo, tapi kok ga jalan-jalan sih," gumam Barra lagi


Andai saja dia menuruni gen kekuatan teleportasi dari Ayahnya, mungkin saat ini dia sudah bisa membawa Cassie keluar dari rumah Bram.


Lalu dia pun segera menelepon Papa Wasabi, memintanya untuk ke rumah Bram dan menggagalkan acara pertunangan itu.


Terdengar nada sambung pribadi saat menelepon Wasabi, lagu lawas yang sangat viral pada jamannya, backstreet boys yang berjudul, as long as you love me.


'I don't care who you are (Aku tidak peduli siapa Kamu)


Where you're from ( Darimana Kamu berasal)


What you did ( Apa yang Kamu lakukan )


As long as you love me' ( Selama kau menyayangiku )


Barra sedikit bernyanyi terbawa alunan musik. Sebenarnya itu lagu Favorit Mamanya. Mamanya mencintai Papanya apa adanya, meski sang Papa tidak memiliki kekayaan seperti dirinya. Asal mereka saling cinta kenapa tidak.


Cinta tidak memandang harta, walaupun harta dibutuhkan setelah menikah tetapi mereka bisa mencarinya bersama. Yang terpenting bersediakah kita menemani pasangan kita hingga akhir hayat? Kalau sudah bosan seperti Rio dan Dina maka rumah tangga itu akan hancur.

__ADS_1


"Hallo," suara wanita mengangkat ponselnya.


Suara siapa ini? jelas bukan suara Mama, batin Barra


Pikiran pria itu pun sedikit berpikir negatif ' jangan-jangan....'


"Hallo Barra, ponsel papamu tertinggal di rumah kakekmu nih," ucap Nenek Sill


"Astaga, Nenek rupanya, Barra pikir papa...,"


"Haha, Nenek mu kan masih muda seumuran sama Papa mu jadi suaranya masih muda, ga gemetaran kayak di tipi-tipi dan lagi, Papamu itu tipe setia jangan pikir macam-macam. Kapan kamu sama Mama kamu kemari? Kakek mu sakit nih,"


"Hah? Sakit apa Nek? Kalau nenek sendiri sehat kan? Nanti kalau urusan Barra kelar, Barra akan kesitu sama Mama juga"


"Sakit karna udah tua. Alhamdulillah Nenek sehat, nenek tunggu ya,"


"Syukurlah kalau sehat, jaga kesehatan ya Nek, udah dulu ya nek,"


Barra tahu betul jika mengobrol dengan Nenek Sill gak ada habis-habisnya.


Di depan Barra ada mobil truk pengangkut besi. Terlihat sang sopir turun dari mobilnya sambil melihat ban belakang yang kempes karena bocor.


"Hemmmp udah deh tuh truk pasti bocor, ahhh sial banget. Cassie tunggu ya," celoteh Barra sendirian di dalam mobil yang kian membosankan.


Lama semakin lama, matahari mulai membenamkan wajahnya. Bukan karena malu tetapi karena sudah waktunya untuk berganti malam.


Sementara di tempat lain


Wasabi mendapatkan informasi dari salah seorang penjaga di rumah Bram, saat dirinya mau bertemu bocah itu. Tetapi ia mengurungkan niatnya saat itu juga, karena Wasabi memiliki ide lain.


Segera Wasabi menyiapkan berkas dan bukti ke dalam sebuah flash disk, lebih praktis. Flashdisk itu memiliki dual Drive micro USB dan type A, bisa di buka lewat ponsel, tablet atau komputer. Wasabi berharap saat pesta nanti ada sebuah proyektor yang menyala. Sehingga Wasabi bisa mengungkapkan kasus kejahatan Bram di khalayak umum, sehingga potensi untuk suap menyuap tidak akan terjadi lagi.



.


.

__ADS_1


Di kediaman Wibi.


Cassie selesai di rias oleh dua perias kondang in, sekarang wajahnya makin cantik. Para perias itu pun pergi setelah selesai merias Cassie dan Bu Dina.


Dina pergi keluar untuk menemui Jo dan pak Wibi, sementara Cassie di kurung dikamar, biar dia gak kabur. Bram mengintip dari celah jendela yang kainnya sempat dibuka oleh Cassie.


"Cantik banget," gumam Bram sambil tersenyum.


Cassie mendengar ada suara seseorang di luar jendela, ia pun menoleh. Bram segera bersembunyi saat Cassie melihat ke arahnya.


Karena penasaran, Cassie langsung berjalan ke arah jendela dan bersembunyi, kalau-kalau ada seseorang yang mengintip dia akan membuatnya terkejut.


Benar saja dugaannya, Bram mengintip lagi tetapi dia celingukan karena Cassie tidak ada ditempat semula. Tak berapa lama Cassie mengagetkannya.


Dor


"Aakh!" Bram terkejut seraya memundurkan dirinya.


Cassie membuka kaca jendela dan memarahi Bram.


"Lo jahat! Gue gak mau dipaksa ya! Gue gak mau tunangan sama Lo," hardik Cassie.


"Itu bukan keinginan gue, bokap gue tahu-tahu nyuruh pulang dan dia baru bilang setelah gue sampe sini," Memang benar Bram baru tahu saat dia sudah sampai. Tetapi pertunangan ini juga dia inginkan.


"Sekarang Lo bilang sama bokap Lo, kalo Lo mau batalin acara pertunangan ini," seru Cassie


"Gue udah bilang Cass, tapi apa daya tangan gue gak sampe. Maksudnya apa yang gue omongin gak bakal di denger bokap," ucap Bram bohong.


"Tau gak apa yang gue pikirin saat ini?"


"Apa?"


"Kalo pertunangan itu terjadi, gue bakal tusuk-tusuk jantung Lo, hati Lo, perut Lo kalau perlu tuh Mata Lo yang mirip saiko gue congkel pake pisau kue ulang tahun Lo!" Cassie berhenti menarik napas panjang dan melanjutkan marahnya.


"Gue juga bakal nyiram tubuh Lo pake minuman beralkohol milik bokap Lo trus gue nyalain api dan bakar tubuh Lo. Gue bakal siksa Lo sampe neraka sekalipun," ancam Cassie


"Haha Cassie-cassie Se dendamnya itu sama gue, yaudah Gue bakal coba bilang lagi ke bokap," berbohong lagi mana mungkin Bram mencabut acara pertunangannya.

__ADS_1


__ADS_2