Promiscuity After

Promiscuity After
New Couple


__ADS_3

"Gak baik loh buang rokok kayak gini aja, kalo tiba-tiba kebawa angin trus jatuh ke rumput atau daun kering, tuh api bisa gede," omel Andy yang tiba-tiba datang tanpa diundang.


"Lo tau dari mana gue disini?" tanya Hera


"Masak calon istri sendiri pergi kemana gak tahu," ucap Andy menghampiri Hera mengambil anak rambutnya lalu menyelipkannya ke telinga wanita itu.


"Sini aku bantu bawain," Andy menawarkan diri sambil mengumbar senyum dan mengambil kardus yang Hera bawa.


"Gak usah Ndy, ntar ngerepotin," ucap Hera tetapi Andy langsung merebut kotaknya kemudian membawanya ke dalam tanpa di persilahkan.


Lalu pria itu keluar lagi mengambil sisa barang lainnya di depan. Hera mencegahnya, tetapi Andy tidak memperdulikannya, akhirnya Hera ke dapur dan membuatkan minuman untuk Andy.


"Maaf ya gak ada air dingin, aku baru aja pindahan,"


"Iya, gak apa-apa Makasih ya," Andy meneguk minumannya setelah menerima air yang diberikan Hera.


Hera diam, dia bingung mau ngomong apa setelah penolakannya saat itu. Andy juga diam tidak mengatakan apapun. Mereka duduk di sofa yang sama dengan tatapan gamblang yang entah kemana dan tanpa bicara


"Mungkin butuh kursus merangkai kata


Untuk bicara...."


Terdengar suara pengamen dari luar rumah menyanyikan lagu Jamrud. Hera menoleh melihat pengamen keluar jendela dari tempatnya duduk. Namun ia tidak bergerak untuk memberikan uang. Masih duduk di sofa ruang tamu.


"Dan aku benci harus jujur padamu


Tentang semua ini...." lanjut si pengamen


"Suaranya mirip vokalis Jamrud ya?" ucap Hera


"Iya,...lagunya juga mirip kita saat ini," jawab Andy


Hera menatap Andy sedikit malu-malu, begitu juga dengan Andy yang berawal saling mencuri pandang dengan rasa canggung menyelimuti.


"Jam dinding pun tertawa...Kar'na ku hanya diam dan membisu...Ingin kumaki diriku sendiri....Yang tak berkutik di depanmu....," lanjut si pengamen bernyanyi


Kemudian keduanya saling bertatapan semakin lekat dan entah kenapa wajah mereka saling berdekatan.


"Ada yang lain di senyummu....


Yang membuat lidahku gugup, tak bergerak...Ada pelangi di bola matamu.... Dan memaksa diri 'tuk bilang, "Aku sayang padamu," si pengamen menyanyikan hampir satu full lagu. Bagaikan soundtrack mereka saat inj


"Aku sayang padamu", ucap Andy meneruskan dan ia mengecup bibir Hera dengan lembut. Tak seperti kemarin yang brutal dan kasar.

__ADS_1


Dari hatinya yang paling dalam, Hera sebenarnya memiliki perasaan yang sama, ia mulai menyukai Andy meskipun pria itu mudah marah. Tetapi cuma dia yang bisa melihat Hera apa adanya. Tanpa disadari Hera membuka bibirnya dan membalas kecupan Andy.


Tek Tek Tek


"Mbak,... Mas....uang ngamennya dong ..," si pengamen meminta jasa ngamennya membuat keduanya melepaskan kecupan mereka


"Bentar aku kasih uang dulu, kasian dia udah nyanyi satu lagu," Hera pun beranjak dari kursi dan memberikan satu lembar uang lima ribu.


"Wah hatur nuhun neng geulis, cakep pisan euy," ucap si pengamen dengan logat Bandungnya.


Andy keluar dan berdehem gak rela jika ada orang lain yang menggoda Wanita pujaannya itu. Si pengamen segera pergi saat melihat Andy melototkan mata padanya.


"Pake bajunya jangan seksi gitu napa?"


"Astaga cuma kaos oblong doang, apanya yang seksi,"


"Bagiku kamu itu seksi pake apa aja,"


"Hemmm terus aku harus pake apa? Jaket tebel kayak orang Eskimo?"


"Pake hijab, biar kecantikan kamu cuma aku yang lihat," ujar Andy.


"Hemm iya pelan-pelan aku akan rubah penampilan aku,"


Tanpa sadar entah mengapa mereka tidak pernah berdebat lagi dan mengganti panggilan Lo gue, lebih lembut menjadi aku kamu. Hera mulai membuka hatinya.


"Aku mau nyusun barang-barang dulu ya,"


"Aku bantuin,"


Setelah mengeluarkan barang-barang dari kardus dan menyusun rapi ke tempatnya. Mereka berdua merasa lapar. Andy mengajaknya makan bakso di dekat rumah Kontrakan. Berjalan kaki menikmati langit sore yang indah.


Hera dan Andy makan di warung bakso yang rame pelanggan. Mereka duduk berdesakan dengan pelanggan lain.


"Cari tempat lain aja gimana?" ujar Andy


"Ga papalah capek kalau harus jalan lagi," Hera mengipas-ngipas dirinya dengan buku menu yang terletak di meja makan. Sambil menunggu pesanan datang


"Harusnya tadi pake mobil aja," ucap Andy


"Memangnya tadi kesini naik apa?" tanya Hera


"Mobilnya pak Barra, hehe,"

__ADS_1


"Ih tau gitu tadi naik mobil, kan jadi gak capek," protes Hera


"Biar romantis sayang hehe,"


"Hmm, emangnya gak dimarahin kamu bawa dari Jakarta ke Bandung?"


"Mobilnya kan banyak, aku udah bilang kok dan di ijinin. Kebetulan aku punya serepnya. Jadi tinggal bawa aja," ucap Andy


"Enak banget, tapi emang baik sih dia,"


"He'em baik, kamu gak boleh nyesel karna udah ninggalin dia," sahut Andy


"Ya nyesel dikit sih, tapi kan sekarang ada kamu. Pahlawan ku yang imut dan baik hati hehe," Hera memuji Andy tiba-tiba


"Jadi ceritanya... kita ini apa? Pacar, teman tapi mesra atau..."


"Calon... kamu calon suami aku...itu kalau kamu masih mau," ucap Hera sedikit malu dan berbisik.


"Ya maulah, serius kan ini," Andy memastikannya


"Harusnya aku yang tanya sama kamu, memangnya kamu mau sama aku yang udah janda dua kali, pernah selingkuh, matre dan hampir jadi pelakor, aku juga perokok tapi aku pintar masak,," Hera berterus terang tentang dirinya, "Dan aku gak yakin, kalau kamu sama aku...aku ga tahu bisa kasih kamu keturunan atau enggak,"


"Aku gak peduli tentang masa lalu kamu. Dan aku terima apapun keadaanmu. Yang terpenting kamu mau kan hidup sama aku, yang belum memiliki apapun. Aku akan berusaha keras untuk kehidupan kita kelak,"


"Iya, Aku mau, kita berjuang bersama-sama dari nol," jawab Hera


"Ya, sama-sama kita berjuang,"


Bakso pesanan mereka datang, Hera dan Andy langsung menyantapnya.


"Minggu depan, aku mau lamar kamu didepan orang tua kamu, trus nikahnya minggu depannya lagi,"


"Uhuk-uhuk," Hera keselek Bakso karena mendengar Andy yang ingin menikah cepat.


"Cepet banget, emangnya gak bikin pesta apa?"


"Ya bikin sederhana aja, nikah di KUA, trus syukuran biasa di rumah. Gak usah yang meriah pake ke gedung, pake agency buang-buang duit yang penting satu RW bisa makan bakso sepuasnya," ujar Andy


"Astaga makannya bakso doang?"


"Hehe ya sama lainnya lah. Tapi makanan rumahan yang dibikin emak-emak komplek,itu juga ga kalah enaknya sama yang dibikin orang katering,"


"Ya juga ya,"

__ADS_1


"Nanti biar aku yang atur pokoknya sayangku ini terima beres," ucap Andy


Dan mereka pun membicarakan hal-hal lainnya dengan lebih serius. Seperti nasihat Barra, bicarakan semuanya yang menjadi permasalahan hati sebelum memulai hubungan.


__ADS_2