
Kedatangan Kenza disambut dengan baik oleh pegawai Rio. Satpam penjaga membantu membawakan kardus barang bawaannya.
"Omegod omegod Bu Kenza cantik banget hari ini," Sapa Angga yang bicaranya rada feminim
"Hari ini doang ya cantiknya, kemarin jelek gitu hehe,"
"Eh bisa aja, Bu Kenza loh yang bilang bukan saya. Pasti mau ketemu pak Bos ya? Masuk aja Bu," ucap Angga lalu dia menyuruh satpam untuk meletakkan barang bawaannya di atas meja Angga. Si satpam pun undur diri.
"Makasih ya pak satpam," sahut Kenza
"Kembali kasih Bu," jawab Pak satpam itu
Kenza langsung masuk dan mendapati Rio yang terus sedang menelepon Barra sambil bersandar pada jendelanya
"Pagi Mas ganteng," sapa Kenza
"Kamu kok telat sih, denda loh," ujar Rio
"Salahnya kamu gak bangunin aku Mas,"
"Hmm udah dibangunin juga, kamunya asik tidur. Barra tuh gimana sih? Kurang ajar dia mau mempermainkan anakku,"
Kenza menghampiri Rio dan mulai menjelaskan.
"Mas Barra tuh gak selingkuh, setelah ditelusuri dia itu kena gendam. Itu cewek emang udah niat ngejebak Barra. Dia juga yang sengaja motret pas adegan ciuman. Tapi kayaknya gak jadi ciuman deh kalo dilihat dari kamera cctv," jelas Kenza kemudian dia mencoba sedikit merayu dengan menggenggam tangan Rio
"Percaya deh, Mas Barra tuh gak mungkin khianati Cassie. Dia tuh cinta mati ma Cassie kok,"
"Tau dari mana kamu sampe nge-bela segitunya? Kamu dibayar ya sama dia?"
"Aku ngebela yang benar. Kita juga teman dari kecil dari orok dari masih di dalam kandungan tuh kita udah berteman. Jadi aku tahu betul watak dan perilaku dia," jawab Kenza yang tanpa sadar masih megang tangan Rio
"Ya trus ngapain pake pegang-pegang tangan aku. Kamu udah cuci tangan belum,"
Kenza lalu melepaskan tangan Rio dengan sedikit dorongan
"Ini tuh biar kamu yakin kalo Barra ga khianati Cassie. Tapi ya juga ya apa hubungannya sama genggam tangan?" Kenza bergumam sendiri.
"Aku cuma gak pengin Cassie kecewa. Aku takut aja karma dari perbuatan ku itu jatuhnya ke Cassie. Bodohnya aku ga mikir kesana, semoga yang kamu bilang itu bener ya," ucap Rio mematikan ponselnya lalu mengantonginya sambil melihat kota Jakarta dari jendela ruangannya yang berlantai tujuh.
"Kamu udah nanggung karmanya kan? Ditinggalin selingkuhan hehe aku mau ketawa tapi takut dosa," jawab Kenza kemudian duduk didepan meja kerja Rio.
__ADS_1
"Ketawa aja sepuasnya, terus-terusin tinggal masukin kamu kerja jadi OB," seru Rio
Kenza berdengus kesal, "Tahu gitu aku balik lagi kerja sama Mas Barra kalo ujung-ujungnya OB,"
"Haha, Yaudah sana tanya sama Angga dimana ruangan kamu," seru Rio
Tok Tok Tok
Angga mengetuk pintu seraya membawa seorang tamu cantik
"Pak Rio, ini Bu Maria udah datang,"
"Kok ga lewat Interkom?"
"Rusak abis jatuh kesenggol pak," jawab Angga kemudian tersenyum lemah gemulai, "Mari Bu silahkan duduk,"
"Kenza pindah sana," bisik Rio. Kenza menurut dia pun beranjak berdiri dan pergi dengan tersenyum kepada wanita itu.
"Silahkan duduk Bu Maria," Rio mempersilahkan dengan beranjak berdiri dan berjabat tangan.
"Aduh ini beneran Mas Ghani ya senior aku?" Si Maria menggenggam tangan Rio sambil menepuk lengannya sok akrab.
"Ya tapi maaf ya Bu Maria yang mana ya?" Rio masih berdiri karena Maria belum duduk dia malah semakin berdiri dekat dengan Rio
Kenza sampai berbalik saat keluar dari ruangannya dan menutup pintunya sedikit lama.
Ganjen banget sih tuh cewek, batin Kenza
Setelah menutup pintu, Kenza belum juga juga pergi dari sana. Dia malah berusaha mengintip dari balik jendela.
"Bu Kenza ngapain?" tanya Angga
"Itu siapa sih, kok tamunya genit gitu,"
"Haha Bu Kenza cemburu ya,"
"Aku gak cemburu ngapain juga cemburu," gerutu Kenza
Ya juga ya kok aku rada ga seneng liatnya, masak sih aku udah mulai cinta ma Rio si biawak batin Kenza
"Ya tamu kan beda-beda Bu ada yang pembawaannya genit ada yang jutek. Kalau Pak Rio nakal nanti bilang sama saya aja, biar nanti saya sentil ginjalnya. Saya udah ancam pak Rio kalau dia selingkuh lagi, Angga si tampan ini bakal Resign. Dia kan takut banget kehilangan saya," jawab Angga
__ADS_1
"Ih segitunya ya sama kamu, masak sih?"
"Ya iyalah kan saya tahu password semua brangkas dia. Tinggal curi trus kabur jauh-jauh," ucap Angga bercanda
"Emang brangkas dia dimana aja? Aku juga dong ikutan, kita nanti kabur bareng haha,"
"Woh banyak banget brangkasnya. Ada di bawah tanah, atas langit di negara singa, negara macan, negara buaya juga ada hehe," sahut Angga lagi-lagi bercanda
Dan mereka berdua berbincang sambil tertawa-tawa kecil. Angga sampai lupa mengantar Kenza ke ruangannya.
"Nah kan kebanyakan curcol jadi lupa. Bu kan wakil direktur. Ruangannya disamping itu, yuk saya antar,"
"Tugas wakil direktur ngapain?"
"Ibu nanya saya? Hemm tugasnya jalan-jalan keluar negri," Jawab Angga nyeleneh
"Enak banget dong ya,"
"Ih ya kerja kah yah, tanya aja sama pak Rio apa tugasnya. Soalnya sebelumnya dia gak pernah pake wakil-wakilan. Karyawannya aja dia kurangin. HRD aja loh, dia gak ada. semua di tanganin saya kalau gak ya pak Rio sendiri yang tanganin. Katanya dia gak percaya sama orang lain,"
"Gak percaya sama pelit itu beda tipis," gumam Kenza
"Ya dia juga pelit, loh. Pak Rio cuma loyal sama keluarga dan orang kepercayaannya," Angga terus saja mengoceh tentang hal lain yang Kenza belum tahu.
Setelah memasuki ruangannya sendiri. Angga pamit undur diri. Ruangannya besar, dan perabotannya masih kinclong. Kelihatan dari aroma furniture yang masih baru dan belum pernah tersentuh.
.
.
.
"Siapa yang udah suruh kamu ambil foto ini," selidik Barra dihadapan Agus seraya menunjukkan foto di koran.
Barra ditemani Kenzo dan seorang polisi yang sudah siap menangkap karena sudah menyebarkan sebuah isu dan pencemaran nama baik.
"Hmm Sa-Saya disuruh Bu Delima dan dibayar mahal. Saya pikir ini memang skandal perselingkuhan. Saya minta maaf tapi tolong jangan bawa ini ke jalur hukum," ucap Agus
"Saya sama sekali tidak berselingkuh. Itu diluar kendali saya karena dia memakai ilmu gendamnya. Gini aja, saya bisa memaafkan kamu dengan tidak membawa ini ke jalur hukum. Tapi saya minta, detik ini juga kamu jelaskan lewat berita online, televisi YouTube dan koran cetak sekaligus lalu katakan dengan sejelas-jelasnya kalau saya tidak melakukan apa yang sudah kalian beritakan," ungkap Barra
"Ya baik akan saya lakukan sekarang. Saya juga akan mengatakan berapa yang dia bayar. Oh ya sebenarnya setelah ini saya juga disuruh bersiap-siap mengambil gambar dirinya dengan pengusaha lain. Nanti jam 2 siang di hotel metro," jawab Agus
__ADS_1
"Wah bagaimana jika kita tangkap wanita itu saat sedang beraksi," seru pak polisi yang sudah dibawa Barra
"Boleh juga idenya, dengan begitu dia tidak akan bisa mengelak," Desis Kenzo