Promiscuity After

Promiscuity After
Lamar


__ADS_3

Setibanya di Jakarta, Cassie langsung menerima notifikasi pesan dari kekasih hatinya. Gadis itu langsung tersenyum senang kala membaca isi pesannya.


"Pasti dari yayang Bewok ya hihi," sahut mbak Mar sambil mendorong troli tas setelah melewati pintu cek out.


"Aku senang banget mbak, ini tuh kayak kebetulan. Om Bewok mau lamar aku," ucap Cassie kegirangan.


Wajahnya merona kemerahan dan terlihat senyum merekah menghiasi wajahnya.


"Alhamdulillah, semoga lamarannya di terima ya non. Mbak seneng kalau Non bahagia," ucap Mbak Mar


"Pasti bahagia dong, ini impian aku. Padahal kami baru bertemu. Tapi kayaknya udah kayak kenal banget gitu. Apa jangan-jangan kita berdua pernah hidup di jaman dulu ya hehe,"


"Reinkarnasi maksudnya," terka mbak Mar


"Iya Reinkarnasi, jaman dulu aku sama Om Barra itu pernah bersama dan sekarang kita di takdirkan bersama lagi hehe. Habisnya kita merasa cocok satu sama lain, begitu juga dengan Mama Joy," jelas Cassie dengan riangnya.


Mbak Mar tersenyum menanggapi, "Non ini lucu ya, korban komik atau korban novel ini pasti haha,"


"Ya kok tahu sih mbak, aku habis baca komik tentang reinkarnasi gitu. Seru loh bacanya di aplikasi Mangatoon, gratis lagi,"


"Wah Wah dibayar berapa Non ngiklan aplikasi nya hehe,"


"Gak usah bayar, yang penting nongol di depan banner, dah seneng aku hahaha,"


( Skip Lanjut yah 🤣)


"Duh sampe lupa kan ngubungi pak Darmo," ujar Cassie


Cassie langsung menghubungi sopir barunya, pak Darmo. Sopir yang lama, ikut dengan Papanya sehingga Bu Dina mencarikan sopir baru untuk dirinya kalau keluar negri atau luar pulau juga untuk antar jemput Cassie. Sebenarnya gadis itu sudah bisa naik mobil, cuma dia sering lupa jalan kalau sedang melewati jalanan yang baru.


Hampir dua jam Cassie sampai di rumah, seperti biasa kendalanya adalah komodo lewat alias macet. Apalagi siang itu ada yang kecelakaan di jalan besar sehingga mengganggu pengguna jalan yang lain.


Gadis itu langsung masuk menuju lemari pendingin yang ada di dapur.


Gluk gluk gluk


Begitu bunyinya saking hausnya, Cassie minum air mineral dari botol. Di susul oleh Mbak Markonah yang wajahnya semakin menghitam karena di London ia sering berjemur di halaman rumah, ikut-ikut orang barat yang suka berjemur di pantai.


"Haduuh Indonesia panas banget ya Non," gayanya Mbak Marko yang baru beberapa hari di London sudah tidak tahan dengan hawa panas terik matahari di Indonesia.


"Ini baru panas matahari Mbak, coba kalo panasnya neraka dah kayak apa tuh!"


Jedeeer

__ADS_1


kata-kata Cassie ada benarnya, jadi syukurilah nikmat panas di bumi.


Setelah itu Cassie menghampiri kamar Mamanya, ia pun masuk tanpa mengetuk pintu.


"Om Jo, kok di kamar Mama!" pekik Cassie


Jovan terbangun dari duduknya dan langsung berdiri karena kaget. Pria itu hanya mengenakan celana pendek dan tanpa atasan.


"Eh Cassie, sudah pulang?" tanya Jovan yang langsung memakai bajunya


Cassie mengedarkan pandangan mencari Mama, tapi wanita itu tidak ada di kamar.


"Mama mana?" tanya Cassie sedikit marah


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, sang Mama keluar dengan balutan handuk yang menyerupai kimono sembari mengusap rambutnya dengan handuk kecil.


"Cassie, kok gak bilang Mama dulu sampe jam berapa?"


"Ya kan Mama bisa hitung sendiri waktunya kira-kira aku sampe. Mah! Ngapain Om Jo ada di kamar Mama!"


Karena setahu Cassie mereka baru pacaran belum menikah.


"Mama sama Om Jo....," Dina mengulurkan tangan dan Jovan mendekat seraya meraih tangan Dina


"Kami sudah menikah, tetapi hanya lewat KUA saja," jelas Jovan.


"Menikah?! Kapan! Kok Cassie gak di kasih tahu?"


"Mama ingin menyampaikan langsung, sedangkan Cassie ada di London," alibi Mamanya


Cassie sebal dengan perlakuan Mamanya, seakan-akan Cassie tidak penting baginya. Harusnya keluarga terdekat yang tahu dan menjadi saksi saat Mamanya menikah lagi. Tapi ini....


"Sejak kapan Ma?" tanya Cassie


"Baru saja kok, Cassie. Sekitar dua hari yang lalu," pungkas Jovan


Gadis itu mengambil napas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar.


"Cassie merestui Mama dengan Pap Jovan, kan?"


"Kalau Cassie bilang enggak, apa gunanya toh Mama juga udah nikah. Walo berat ya Cassie terima,"

__ADS_1


"Makasih sayang," ucap Mamanya dan Jovan.


"Katanya Mama sakit?"


"Udah sembuh kok, tapi Mama kangen sini peluk Mama," Dina kemudian memeluk Cassie yang masih duduk di kursi rias.


Cassie pun dengan ragu mengatakan, "Ma, nanti malam. Pacar Cassie mau kerumah. Mau lamar Cassie,"


"Pacar?" tanya Dina seketika wanita itu berpikir jika pacarnya itu adalah Bram


"Wah kabar bagus, yaudah Mama tunggu kedatangannya. Wah harus siapin sesuatu nih," ucap Dina


Wanita itu langsung memanggil mbak Markonah, memintanya untuk menyiapkan makan malam yang mewah dan mengganti gordyn membersihkan rumahnya sampai bersi, padahal sudah kinclong berkat superpell.


"Oh iya jangan lupa ya mbak, kamar mandi harus bersih jangan sampe ada kecoa, atau ada hitam-hitam. Pake protax atau wipol atau campur aja semua karbol tuh biar bersih sih," titah Dina yang langsung memberi perintah ini itu padahal dia masih memakai handuk kimono.


Cassie senang, rupanya sang Mama bisa menerima dan malah langsung menyiapkan segala sesuatunya. Ia menghampiri Mamanya dan meminta sang Mama juga mengundang Papa kandungnya, Rio.


Awalnya Dina keberatan, tetapi karena permintaan Cassie ia pun menurutinya.


.


.


.


Malam harinya, sebenarnya ini hari yang sangat melelahkan bagi Cassie karena gadis itu baru saja melakukan perjalanan jauh dari London. Tetapi lelahnya hilang saat Barra mengatakan ingin melamarnya hari itu juga.


Rasanya deg-degan dan seperti apa obrolannya nanti? Apa yang di bicarakan? Sungguh Cassie belum pernah mengalaminya. Biasanya Dia hanya melihat acara lamaran dari film atau dari selebriti yang meliputi prosesi lamaran.


Barra bilang, lamaran nanti tidak mengajak saudara besar melainkan saudara inti dahulu. Cukup antara orang tua dan anak. Jika calon sudah menerima maka barulah prosesi acara lamaran secara besar-besaran.


Pintu rumah Cassie terbuka lebar untuk Barra dan keluarganya. Mbak Mar dan Cassie sudah menyambutnya di depan pintu. Sementara Mama dan Papa Jovan masih berada di kamar belum selesai berias.


"Astaga Cassie, kamu cantik banget," puji Mama Joy


Barra menyapa Cassie dengan malu-malu, padahal Barra sudah pernah merasakan melamar seseorang. Tapi tetap saja ada rasa canggung dan takut jika orang tua Cassie menolaknya.


"Mari silahkan masuk, Ma, Pa dan...Mas Barra," Cassie tersenyum saat mengatakan Mas Barra.


Mereka pun Masuk. Sementara Mbak Mar sedang memanggil Tuan dan Nyonya besar.


Apa yang terjadi saat Dina tahu yang datang bukanlah Bram melainkan Barra dan kedua orang tuanya yang tak lain adalah musuhnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2