Promiscuity After

Promiscuity After
Pamit


__ADS_3

Malam harinya, Barra mengantarkan Cassie pulang di temani dengan orang tuanya. Wasabi duduk di kursi depan, disamping Barra, sementara Cassie dan Joy duduk di belakang.


Banyak kisah yang Joy ceritakan pada gadis itu. Padahal Joy bukan tipe orang yang doyan bicara apalagi dengan seseorang yang baru di temui. Tetapi saat bersama Cassie, rasanya dia ingin menceritakan seluruh kisahnya dari yang lucu, pahit dan manis.


Cassie dan Joy tertawa di saat cerita lucu, dan menangis saat mendengar kisah sedih. Sementara kedua pria di depannya hanya menjadi mendengar. Perlahan Joy pun merasa nyaman.


Sesampainya di rumah Cassie, semuanya turun.


"Mama, Papa mau mampir masuk?" tanya Cassie


"Sudah malam, nanti kapan-kapan Mama mampir. Hmm Cassie...Ini untuk kamu. Dan ini untuk mbak Markonah ya?" ucap Joy seraya memberikan bingkisan paper bag.


"Duh repot-repot segala, apa ini Ma?" tanya Cassie


"Mama kenal dengan mbak Mar?" tanya Barra


"Itu baju dari Butik Mama, hehe tau lah siapa lagi kalau bukan dari Kenza," aku Joy.


"Yaudah kita pulang dulu ya Cassie," pamit Joy.


Cassie langsung meminta tangan Wasabi lalu mencium punggung tangannya. Gadis itu juga melakukan hal yang sama pada Joy, Barra sampai takut jika Mamanya jadi cemburu. Tetapi rupanya tidak ada yang terjadi, malah sang Mama memberikan kecupan di pipi. Orang tua Barra masuk ke dalam mobil duluan.


"Maaf ya kalau kemaleman. Terimakasih kamu sudah mau menemani orang tua Saya,"


"Gak apa-apa Om, Cassie juga senang bisa ketemu dengan mereka. Apalagi Mama Om orangnya asik, apa aja dia bahas,"


"Jujur aja, Mama itu kalau sama orang baru malah pendiam loh,"


"Masak sih, dulu waktu sama mantan Istri Om, sikapnya Mama Om kayak gimana?"


"Kok jadi bahas mantan sih,"


Duh salah ngomong aduh Casss di tahan tuh keponya, batin Cassie


"Eh ehehe," Cassie tersenyum menutupi kesalahannya


"Mama malah ga pernah bicara sama dia, ya paling nyapa aja hallo, pagi, siang, malem.m dan bertanya seadanya. Jadi kelihatannya Mama saya suka dengan kamu,"


"Alhamdulillah, Cassie juga suka padahal baru kenal,"


"Ya sudah, Saya pulang ya," ucap Barra kemudian Cassie meraih tangan Barra dan mencium punggung tangannya.


Dan perpisahan mereka di akhiri dengan ucap salam.


.


.


Di tengah perjalanan.


"Barra, buruan nikahin Cassie," seru Joy


"Ya Ma, Nanti kalau urusan Barra di Inggris sudah selesai, Barra langsung lamar dia,"


"Nah gitu dong, Mama nyaman deh sama dia ya awalnya agak takut si soalnya dia cantik banget, takut papa kamu ngelirik dia hehe," ujar Mama

__ADS_1


"Mau cantiknya kayak gimana pun hati ku cuma buat kamu," sahut Wasabi


"Halah Papa aja cemburu sama Barra, Hati Mama kan juga cuma buat Kamu Pa," ucap Joy


"Hehe peace," Wasabi melayangkan dua jari membentuk huruf V.


"Mama suka sama Cassie, dia anaknya periang ya, seperti Kenza. Tapi kamu kan gak suka ma Kenza jadi ya Mama restui hubungan kamu sama Kessing,"


"Cassie ma bukan Kessing. Uhh jangan kayak Papa dong, terlalu unik, anak sendiri di cemburuin. Trus Mama masih cemburu sama calon mantu?"


"Hehe gak, Mama udah ga cemburu. Ngomong-ngomong kapan kamu selesai bisnis di Inggris?" tanya Joy


"Tiga hari lagi selesai,"


.


.


.


Hera datang ke rumah Cassie, entah dari mana ia dapat sumber informasi itu. Benar dugaan Kenza, Hera akan mendatangi Cassie sewaktu-waktu.


Tok Tok Tok


Mbak Mar membuka pintu, dengan mengenakan pakaian bermerek dan mahal pemberian Joy. Melihat bahan dan kualitasnya dari jauh saja Hera sudah bisa mengendus harga pakaian tersebut.


Lima juta, pembantu kayak gini pake baju harga lima juta, kalah gue batin Hera


"Ya?" Mbak Mar tidak tahu orang didepannya ini orang Indonesia atau orang Inggris tetapi jika dikatakan Inggris wajahnya seperti orang Cina. Akhirnya dia hanya berkata Ya


"Oh orang Indonesia toh, Iya ini rumah Cassie, maaf Anda siapa?" tanya Mbak Markonah.


"Bisa tolong panggilkan Cassie? Saya teman kuliahnya," aku Hera dengan berbohong


Mbak Mar kemudian memanggil Cassie, Cassie pun keheranan, teman kuliahnya tidak ada yang dari Indonesia kecuali Bram. Dia segera ke depan menemui tamunya


"Hmm siapa ya?"


"Gak sopan banget sih, masak ga di suruh duduk," ucap Hera


"Eh hehhe Maaf, silahkan masuk Tante,"


Dan Hera pun dengan cepat langsung masuk dan duduk karena kakinya sudah pegal berdiri.


"Saya kesini untuk memperingatkan kamu, ingat baik-baik ya?" ucap Hera


"Maaf Tante ini siapa dulu, kan saya tadi bertanya,"


"Saya, calon istri Barra, dan kamu jangan pernah mendekatinya. Kita ini mau nikah,"


"Tante ini pasti Tante Hera ya," tebak Cassie


Kok dia bisa tahu? batin Hera


"Om Barra pernah kasih lihat foto Tante sih soalnya," Cassie langsung berkata sebelum Hera bertanya

__ADS_1


What? Barra masih nyimpen foto aku? batin Hera lagi.


"Maaf Tante jangan GeEr dulu, Om Barra ga nyimpen foto Tante, di search di google kan Tante istri pengusaha yang baru meninggal," Cassie seakan bisa mengerti apa yang Hera ucapkan dalam hati


"Kamu bisa baca pikiran saya ya?


"Saya bukan indigo Tante ehhee,"


"Ya Saya Hera, dan saya ingin kamu untuk tidak bertemu dengan Barra lagi?"


"Suka-suka saya dong mau ketemu atau enggak, Tante punya hak apa? Mantan istri kan? Dan saya bukan pelakor," tegas Cassie


"Saya juga tidak percaya kalau Tante mau nikah sama Om Barra, karena Mama dan Papanya baru saja pulang dari sini. Maaf Tante saya ada tugas kampus. Tante bisa pulang sendiri kan?" Dan Cassie pun pergi meninggalkan Hera tanpa memberinya suguhan minum


Ihhh, telat kan. Harusnya gue nemuin dia duluan, sebelum orang tua Barra. batin Hera


"Ehemm maaf nyonya, silahkan pulang. Banyak nyamuk soalnya kalo pintunya di buka lama hehe. Hmm apa sofanya terlalu empuk ya jadi mager. Bisa pulang sendiri kan? Bisa dong pasti bisa kan datang tak diundang, pulang tak diantar ya to..," ucap Mbak Markonah


"Kurang ajar ya kamu, masa saya dikatain jelangkung,"


"Loh yang bilang situ loh, bukan saya hehee,"


.


.


.


Tiga Hari Kemudian.


Barra ke rumah Cassie untuk berpamitan. Dia harus kembali ke Indonesia. Setelah ini mereka akan menjalani yang namanya hubungan jarak jauh. LDR alias LONG DISTANCE.


"Jaga diri baik-baik ya bocil sayang," ucap Barra sambil mengelus rambut Cassie dan mengacak-acaknya.


"Om Bewok, sampe di Indonesia kabarin ya," pinta Cassie


"Ya Pasti, kalau saya telepon di angkat ya?"


"Kapan sih Cassie anggurin, yaudah bye... eh bentar,"


Cassie buru-buru ke kamarnya dan mengambil sesuatu untuk Om Barra. Lalu dia kembali dengan napas tersengal-sengal.


"Jalan aja kan bisa, saya gak terburu-buru kok,"


"Ya takutnya macet,"


"Haha emangnya Jakarta,"


"Di pakai ya, biar selalu inget sama aku..." Cassie memakaikan gelang buatannya.


"Itu talinya dari akar....apa yah duh lupa. Ini buatan aku sendiri jangan pernah dilepas,"


"Wah makasih ya bocil sayang, ya nanti selalu saya pakai,"


Dan mereka pun berpisah setelah Barra berpamitan.

__ADS_1


__ADS_2