Promiscuity After

Promiscuity After
Kehebatan Wasabi


__ADS_3

"Saya tidak berbohong, dan itu bukti saat Cassie melakukan perawatan di London. Ada mbak Mar sebagai saksi, dia juga terluka saat keluar dari rumah dan meminta pertolongan,"


Jovan menuruni panggung dan mengambil bukti yang di bawa Barra. Ada foto yang sempat Barra ambil untuk pembuktian penangkapan Bram saat itu.


"Data ini valid dan dia tidak berbohong," ujar Jovan lalu menoleh ke arah Dina.


Dina mendekati Bram lalu menarik kerahnya dan berteriak keras, "Kamu apakan anak saya hah? Saya pikir kamu orang baik-baik ternyata bangsaat!"


Ia melepaskan cengkramannya lalu menampar Bram


Plaak


Bram menahan sakitnya dengan tidak berteriak, Dina ingin memukul Bram lagi tetapi Wibi mencegahnya. Ia mengambil tangan Dina dan mencengkeramnya dengan erat. Wajah gendutnya memerah karena di permalukan di depan umum.


"Apa hak kamu menampar dia, dan lagi kamu sebagai Ibunya bagaimana? Kenapa sampai tidak tahu permasalahan anaknya sendiri?" ucap Wibi


"Kamu juga sebagai Ayahnya kenapa bisa lepas kontrol sampai dia mengkonsumsi narkotika. Udah bikin Anak saya kecanduan, trus kenapa harus pakai kekerasan sampai di pecut segala, emangnya Cassie kuda," seru Dina tak mau kalah.


"Bram tidak hanya pecandu narkotika, dia terobsesi dengan Cassie," Wasabi masuk ke dalam secara tiba-tiba.


Tak berapa lama proyektor yang tadinya menampilkan ucapan selamat atas pertunangan Bram dan Cassie berubah menjadi rekaman saat pengintrogasian Cassie.


Tetapi Wasabi menampilkan video pengintrogasian tersebut, di mulai saat Cassie mengatakan pernah melihat Bodyguard Bram di sekolahnya.


Sebenarnya bisa saja Wasabi menampilkan rekaman saat Cassie di bawa oleh Vinno dan Bram ke dalam hotel. Tetapi Wasabi tidak ingin membuat Cassie malu di depan umum. Terlebih Cassie adalah calon mantunya. Sehingga Wasabi tidak menyinggung soal kamar hotel tersebut.


"Bram melihat Cassie menjadi bahan pembicaraan teman-temannya lebih tepatnya yang dibicarakan adalah Papa kandungnya yang terlihat di video sedang bermesraan dengan wanita lain, bukan dengan Mamanya," Wasabi berhenti untuk mengambil napas


"Bram datang sebagai pahlawan menyuruh mereka untuk menghapus video itu jika tidak, mereka akan mati seperti bodyguardnya, lalu Bram mencontohkannya dengan menembak bodyguardnya yang bernama Yoga. Kenapa Yoga dari sekian bodyguard? Karena dialah saksi mata menghilangnya Vinno," ucap Wasabi


"Gue, gak bunuh Vinno, bukannya pengadilan itu udah jelas ya?"


"Apakah Saya mengatakan jika Bram membunuh Vinno? Tidak!" tanya Wasabi kepada semua orang yang hadir disana.


"Ya tapi kasus ini jatuh ke pengadilan dengan tuntutan kalo gue ngebunuh Vinno,"


"Para tamu disini, tidak ada yang tahu tentang kriminal yang anda perbuat. Tidak ada yang tahu jika anda di tangkap dengan tuduh pembunuhan Vinno dan Yoga. Tapi mereka jadi tahu ketika Anda mengatakannya sendiri," ucap Wasabi membolak-balikkan kata


"Bram mengatakan pada Cassie jika penembakan tersebut hanyalah sandiwara, tetapi Cassie melihat kejanggalan. Ia melihat si bodyguard itu di bawa hingga ke mobil dengan menggendongnya lalu dimasukkan kedalam bagasi. Kalau sandiwara, kenapa harus di masukkan ke dalam bagasi?"jas Wasabi membuat para tamu yang menyimak menjadi menggangguk-anggukan kepala.


"Lalu apa yang terjadi dengan Yoga setelah itu....?" Belum selesai Wasabi bicara. Bram mengambil pistol yang dia selipkan di dalam jasnya.


Dor dor dor


"Bram hentikan!" teriak Wibi


Ia menembak ke segala arah di depannya. Orang-orang berlarian sambil menunduk dan berteriak. Sementara Barra ingin naik ke atas panggung. Masih ada Cassie, dan Dina di sana yang sedang ketakutan dengan suara pistol yang menggelegar tanpa kedap suara. Namun, Bram mengarahkan pistol ke arah Barra.


"Gue tembak Lo, kalo Lo maju," ancam Bram


"Jangan Bram! Jangan sakiti Mas Barra," pekik Cassie


Bram mengambil kesempatan, lalu dia membopong Cassie ke bahunya sambil berlari dengan cepat, tangan kanannya menembaki orang-orang disekitar.


"Bram! Lepasin Cassie!" pekik Dina

__ADS_1


"Lo mau apain gue, lepasin!" Cassie meronta-ronta hingga gadis itu dilepaskan.


Barra langsung mengejarnya.


Seketika ruangan hening, tamu undangan sudah pergi semua. Tinggal Dina, Jovan, Wibi dan Asistennya Bimo. Lalu kemana Wasabi? Dia menghilang secara misterius.


Bimo memapah Wibi turun dari panggung untuk duduk. Pria gemuk itu menekan dadanya menahan sakit, sedikit sesak napas dan nyeri.


Peluru Bram habis, ia pun membuang pistol itu. Ia ingin pergi ke ruangan pribadinya. Barra mengejarnya di belakang. Sementara Di hadapannya ada Wasabi yang tiba-tiba muncul.


Bagaimana bisa? pasti bisa, tidak diceritakan disini ya nanti jadinya genre fantasi


"Lepasin Bram!" Cassie menggigit bahu Bram agar pria itu melepaskannya.


"Argh brengsek Lo," Bram pun mendorong Cassie begitu saja.


Barra mempercepat larinya agar bisa menangkap Cassie, ia mengayun kakinya dan mendorongnya ke depan seperti orang bermain ski.


HAP


Lalu ditangkap


Tidak ini bukan nyanyian cicak


Barra berhasil menangkap Cassie sebelum wanita itu melandaskan bokongnya ke lantai, karena lantai rumah Bram yang licin mereka tidak langsung berhenti melainkan berputar-putar seperti berdansa di atas lantai ski.


Keduanya saling memandang, seperti Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet saat berdansa sebelum Titanic jatuh. Hanya ada mereka berdua, yang lain ngontrak.


Bram terus berlari menuju ruangan sakralnya, ia merasa sudah aman karena tidak melihat sosok Wasabi dan Barra lagi.


"Kok om lagi sih, saya suka kalau kamu panggil Mas," jelas Barra


"Om Bewok itu panggilan kesayangan disaat Cassie dan Om hanya berdua," ucap Cassie


"Hahaha bisa juga nih bocil,"


"Eh om ga kejar Bram?"


"Ada Papa saya serahin ma Dia aja, kalau saya ga bisa kejar. Ni rumah sultan gede banget,"


"Ih dasar Om, bilang aja gak kuat lari-lari,"


Barra terkekeh mendengar Cassie. Ya jelas dia gak kuat lari lagi, karena dari tadi dia berlari-lari di kejar dua puluh bodyguard Bram. Sudah begitu, tenaganya sedikit habis karena menghajar mereka semua.


.


.


Dengan kode akses rahasia, Bram segera masuk saat pintu sudah terbuka. Pria itu berjalan seperti biasa sambil mengatur napasnya yang tersengal-sengal.


"Arghhh sial!" teriak Bram


Kemudian ia membuka peti mati ibunya lalu memeluknya. Pria itu kemudian mencurahkan isi hatinya sambil sedikit menangis.


"Seorang anak yang terlalu mencintai Ibunya? Kau mengawetkan ibumu sendiri?" sahut Wasabi tiba-tiba. Wasabi mengenakan kacamata canggih yang memiliki kamera mini yang sering digunakan oleh mata-mata.

__ADS_1


Apapun yang di rekam oleh kamera tersebut, sudah terhubung dengan proyektor di depan. Di mana Wibi masih berada di depan, ia bisa melihat rekaman tersebut dengan jelas bahwa istrinya yang sudah meninggal ada di dalam suatu ruangan bersama Bram.


Bram mengangkat tubuhnya yang tadi memeluk ibunya, ia menoleh ke asal suara yang terdengar di belakangnya. Bram terperanjat kaget sampai terjatuh di lantai.


Bagaimana cara nya masuk, masuk kesini kan pakai sensor mata gue, batin Bram


"Lo siapa sih! Tiba-tiba nongol," pekik Bram


Kalau mau tahu jawabannya baca Detective Wasabi ya Bram, sela Author


"Saya, Papanya Barra," jawab Wasabi singkat


"Kenapa kamu mengawetkan Mama kamu? Orang yang udah meninggal itu gak akan hidup lagi," ucap Wasabi


"Gak usah ceramahin gue," Bram berdiri kemudian menutup peti mati itu.


"Pede banget kamu, siapa juga yang lagi ceramah," ucap Wasabi


"Saya gak punya waktu, jadi katakan. Apa kamu yang membunuh Vinno?" tanya Wasabi.


"Gue udah bilang, gue gak bunuh Vinno. Gak ngerti amat sih," ucap Bram


Tiba-tiba tubuh Bram terasa kaku, lehernya tercekat tubuhnya pun langsung ambruk dan jatuh ke lantai.


"Kenapa Bram? Tubuh kamu mendadak kaku ya? Itu azab karena kamu mengawetkan ibu mu sendiri," ucap Wasabi berbohong.


Padahal itu adalah salah satu kekuatan Wasabi yang lain setelah mempelajari ilmu hitam yang diberikan biksu Washi.


"Kalau kamu gak mau ngaku, kamu akan selamanya kaku seperti itu terus! Ayo cepat katakan siapa yang bunuh Vinno dan Yoga. Keburu batrenya habis ni," Wasabi lupa mencharge kacamata tersebut sehingga daya kameranya menipis.


Bram tidak ingin selamanya seperti itu, ia pun berusaha berbicara meski tenggorokannya terasa tercekat.


"I-iya gu-gue," Bram kesusahan berbicara. Wasabi pun melepaskan ilmunya agar Bram lancar berbicara.


Bram merasa lega, ia ingin kabur tapi Wasabi mengancamnya


"Saya tahu kamu mau kabur. Kalau kamu kabur, saya akan memasukkan kamu ke kandang Kaisar. Tau gak siapa KAISAR? macan hitam milik Septira Wihartanti. baca aja judulnya The Untold Story," ucap Wasabi. Kacamatanya benar-benar kehabisan daya


Wasabi mengunci Bram lagi, tapi Bram terlihat ingin mengatakannya, Wasabi melepaskan kembali.


"Iya, gue yang udah ngebunuh Vinno, karena dia mau perkosa Cassie dan Gue yang bunuh bodyguard gue Yoga. Alasan Lo bener, karena gue Mau hilangin bukti kalo gue udah bunuh Vinno. puas Lo," ucap Bram


"Trus siapa lagi yang udah kamu bunuh!" Hardik Wasabi


"Gue bunuh lima bodyguard yang udah bantu ngawetin nyokap. Gue bunuh mereka biar ga ada saksi yang bicara," ucap Bram pada akhirnya


"Saya harap kamu menjelaskan semuanya di pengadilan tanpa ada yang ditutupi lagi. Dan Terimakasih karena kamu telah menyelamatkan Cassie dari Vinno, itu akan meringankan hukuman kamu walo sedikit," ucap Wasabi


Lalu daya baterai dari kamera pun habis di waktu yang tepat. Namun apa yang terekam sudah tersimpan di memory card.


Dina,Jovan, Wibi dan Bimo yang melihat langsung rekaman tersebut ternganga dibuatnya.


Wibi pun mengalami serangan jantung lagi hingga dirinya pingsan. Bimo langsung melarikan Wibi ke rumah sakit. Tentu aja pake mobil bukan lari ya, karena gak bakal kuat gendong pak Wibi yang gendut.


Tak berapa lama polisi datang, seperti di film-film polisi datang belakangan. Bram di tangkap untuk kedua kalinya.

__ADS_1


__ADS_2