Promiscuity After

Promiscuity After
Sandiwara


__ADS_3

Klakson terus berdatangan dari arah belakang Kenza, sementara wanita itu masih menggenggam lengan pria yang umurnya 20 tahun lebih tua darinya, mengharapkan bantuannya.


Dia benar-benar cantik, tapi....aku tidak ingin terlibat dengan perasaan, batin Rio


Rio melepaskan tangan Kenza sembari berkata, "Maaf saya tidak bisa membantu kamu,"


"Tapi saya sudah terlanjur bilang sama Mama saya kalau anda pasangan saya, tolonglah bersandiwara kali ini saja. Setelah itu saya tidak akan mengganggu anda," Kenza sangat berharap padanya


Kemudian datang seorang petugas parkir yang menyuruh Rio dan Kenza untuk melanjutkan pembicaraannya setelah mereka memarkirkan mobil.


Rio segera masuk ke mobil tanpa memberikan jawaban. Dia bersikap dingin dan sangat ingin pulang karena lelah. Kenza keluar dari parkiran dengan berjalan memutari tempat parkiran lalu mengejar mobil Rio yang sudah melaju duluan.


Dengan kecepatan penuh dia nekat mengejar pria didepannya itu. Demi sebuah sandiwara.


Ciiiit.


Rio menghentikan mobilnya


"Astaga, mau apa lagi dia," gumam Rio


Kenza turun dan mengetuk kaca jendela mobil Rio. Pria itu lantas membuka kaca jendelanya.


"Maafkan saya, tapi saya tidak punya pilihan. Mama saya terus memaksa saya menikah dengan orang yang tidak saya cintai. Tolong saya dengan berpura-pura sebagai pacar saya. Setelah itu saya akan mencari jalannya sendiri. Tolong...Saya hampir gila karena desakan ini," ucap Kenza dengan sedikit air mata mengalir di pipinya.


Rio melihat air mata Kenza yang mengalir meski tak banyak. Dia teringat akan anaknya yang saat itu dipaksa tunangan oleh orang yang tidak ia sukai. Akhirnya Rio mengubah pendiriannya. Pria itu mengambil napas dalam dan membuangnya pelan.


"Hemmm oke untuk kali ini saja," jawab Rio akhirnya memutuskan.


"Terimakasih," Kenza tersenyum senang


Mama Kenza datang menyusul dan menepikan mobilnya di belakang mobil Rio. Kenza membelakangi mobil Mamanya, melihat kearah lain dan mengusap air matanya sebelum Mamanya datang.


"Kenza....tolong jelaskan sama Mama soal apa yang kamu bilang tadi diparkiran. Dia kekasih kamu?" Indiana, Mama Kenza terlihat tidak suka.


Rio keluar dari mobil dan bersikap seperti pacar Kenza dengan menyalami Mamanya, tetapi wanita itu dengan ketus menolak menyalami dengan sikapnya yang langsung melipat kedua lengannya kedepan.


"Iya Ma... selama ini Kenza berpacaran dengan pria yang usianya terpaut jauh, makannya Kenza menutupinya dari Mama dan semuanya," ucap Kenza dengan penuh kebohongan.


"Kalau begitu sebaiknya kita bicarakan ini di tempat lain. Untuk membicarakan pernikahan kalian....meski mama kurang suka dengan pilihan kamu. Kita bicarakan di restoran yang biasa. Ayo tunggu apa lagi," Ajak Indi kemudian kembali ke Mobilnya


"Hah, apa ini, kamu bilang hanya berpura-pura menjadi pacar tapi kenapa malah membicarakan pernikahan? Kenza...maaf saya tidak ingin terlibat lebih jauh," Rio menekan


"Hanya pembicaraan saja belum pasti akan menikah kan? Tolong, saya akan bayar kalau perlu..." ucapan Kenza terpotong karena Rio menyelanya


"Ini bukan soal bayaran atau tidak, saya tidak butuh. Oke seperti yang kamu bilang. Hanya sebuah pembicaraan," Rio menekankan lagi


"Terimakasih sekali lagi, ya saya janji. Kalau begitu ikuti saya,"


"Kamu naik mobil saya saja, biar kalau Mama kamu tanya macam-macam saya bisa jawab," ucap Rio


"Hmm baiklah tapi saya tepikan mobil dulu,"


Kenza menepikan mobilnya yang tadi asal berhenti kemudian berjalan ke mobil Rio. Ia duduk disamping Rio.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju restoran, Kenza menyuruh Rio untuk menjawab sesuai yang ia katakan. Jika ditanya sudah berapa lama pacaran, bertemu dimana, kapan menikah dan pertanyaan lainnya maka Rio dan Kenza bisa menjawabnya.


"Oke," jawab Rio singkat


Hanya oke, terkesan dingin dan malas.


"Dan sebaiknya kita rubah panggilan aku-kamu atau sayang," ujar Kenza


"Oke," jawab Rio


"Oke kita mulai panggilan itu sekarang ya,...hemm kamu sudah punya istri dan anak?" tanya Kenza


"Iya, baru cerai, dan anakku baru aja kuliah," jawab Rio


"Kamu sendiri? Kamu cantik kenapa belum punya pacar?" Rio gantian bertanya


"Belum move on hehe, kamu kenapa cerai? Hemm maaf ya kalau pertanyaannya sedikit...,"ucapan Kenza terputus karena Rio memotongnya


"Aku selingkuh, main perempuan dan sekarang aku kena karma. Perempuan itu ninggalin aku. Makannya aku males berhubungan,"


"Hmmm buaya rupanya," ujar Kenza langsung ceplos tidak sadar


"Kata mantan istriku, aku ini biawak. Karena buaya itu tipe setia dengan pasangannya. Gak seperti aku," jawab Rio


"Masak sih, aku baru tau buaya itu tipe setia,"


"Ya karena rupanya saja yang seram dan jelek jadi sering di buat perumpamaan. Kamu sendiri kenapa belum move on?" tanya Rio kemudian menoleh ke arah Kenza


Kenza sedikit bingung mengatakannya, "Ya karena cinta, dia cinta pertama jadi sulit dilupakan,"


Kok dia bisa tahu sih, hmm kebanyakan main cewek ya pasti tahulah batin Kenza


Saat Rio mengatakan itu, Wajah Kenza memerah dia hanya tersenyum sedikit malu


"Nanti didepan ada belokan, itu belok kiri," sahut Kenza sekaligus mengalihkan pembicaraan padahal belokan itu masih jauh.


"Oke,"


"Kalau Mama ku meminta kita menikah beneran, kita jawab apa? Menikah kapan? Biar ga ada kebingungan jadi bisa sedikit meyakinkan dia,"


"Kalau kita udah jawab, trus pas hari H nya aku ga datang, apa kamu gak malu?"


"Ya gak gitu konsepnya, nanti sebelum undangan dibagi, aku nangis dan bilang kamu ninggalin aku. Atau kalau ga nanti aku cari cowok lain. Semoga aja bisa cepet ketemu,"


"Haha emangnya mudah cari pasangan, pake mau cari dimana, emangnya barang? Dan lagi, nama ku jadi jelek dong, ninggalin pasangannya. Nanti yang ada pas aku gak sengaja ketemu Mama kamu, bisa disemprot aku,"


"Ya juga ya, ga mudah cari cowok. Kamu juga namanya jadi jelek, terus gimana dong,"


"Ya nikah beneran aja. Setahun menikah kita cerai,"


"Hah? Nikah kontrak maksud kamu?" tanya Kenza memastikan


"Ya, seperti itulah....Jujur aja, aku masih ngarepin mantan istri aku. Tapi dia udah nikah. Aku pingin balas, pengen liat apa dia masih ada perasaan buat aku, kalau aku nikah sama orang lain," Rio sedikit curhat.

__ADS_1


"Nikah itu bukan buat mainan," ucap Kenza


"Ya kalau gitu terserah kamu, kalau kamu pengen terus didesak Mama kamu nikah sama orang lain. Trus nanti Kamu bakal ngelayani orang itu. Aku sih cuma kasih ide yang terbaik. Kalau sama aku, kita bisa gak sekamar. Cuma status aja. Aku butuh kamu, buat manasin mantan istri aku. Dan kamu butuh aku buat pelarian dari Mama kamu, gimana?"


Kenza diam, "Ide Rio lumayan sih. Kalau sama dia aku gak perlu layanin kan? Kan kita cuma sandiwara, tapi aku cuma pingin nikah sekali seumur hidup," gumamnya dalam hati


Indiana, Mamanya Kenza sudah sampai duluan. Rio dan Kenza menyusulnya beberapa menit kemudian. Kini mereka duduk di hadapan Indi.


Astaga Kenza kenapa ga bisa sih cari seumuran, hemm Mas Andy juga betah banget di Nevada, gak pulang-pulang. Aku capek ngurusin Kenza yang susah di atur batin Indi


Nyokapnya Kenza mirip banget sama Dina, di luarnya cantik, suaranya lemah lembut tapi sebenarnya garang. Batin Rio yang sudah bisa membaca karakter Indiana


Duh kok deg-degan sih berasa mau sidang skripsi batin Kenza


"Sudah berapa lama kalian pacaran?" tanya Indi


"Dua tahun," jawab Rio dan Kenza berbarengan.


"Trus kenapa selama dua tahun... kamu! Sebagai laki-laki gak pernah kerumah Kenza!" ujar Indi setengah marah sambil menunjuk Rio dengan telunjuknya


"Bukan tidak mau, tetapi dilarang sama Kenza," jawab Rio dengan jawaban yang sudah mereka rencanakan


"Apa kamu sudah menikah?"


"Ya, sudah, dengan Anak satu dan statusnya sekarang duda,"


"Hah? Ken! Dia duda loh? Kalau Mama jodohin kamu sama anak seumuran kamu, belum nikah. Ganteng lagi. Kalau cowok kamu itu, bentar lagi dia udah keriput. Belum lagi kamu harus berhadapan sama anaknya, gimana?" Indi mengatakan itu dengan nada irama yang sangat lembut tetapi menghujam jantung.


"Mama kan cuma desak aku buat nikah, gak nyuruh aku cari yang ganteng dan seumuran kan? Jadi gak masalah dong," jawab Kenza


"Aku suka kok sama cowok aku, apalagi brewoknya tebel, manis lagi. Kalau Mama gak setuju yaudah... biarin aja aku jadi perawan tua," timpalnya lagi


Rio melayang dipuji-puji walau cuma sandiwara, ia lalu mendekat berbisik di telinga Kenza, "Yakin masih perawan,"


Kenza lalu menginjak kaki Rio dan berbisik, "Awas kalau buka kedok,"


Rio menahan sakit kakinya yang sengaja di injak. Sementara sang Mama memijit keningnya, pusing. Akhirnya dia pun melayangkan pertanyaan lain hingga merasa puas dan akhirnya Indi merestui mereka.


"Yaudahlah. Mama restui, tapi kalau bisa nikah secepatnya sebelum Kenzo,"


"Ish Mama, Sebelum Kenzo itu berarti seminggu lagi dong. Gak ah!" tolak Kenza


"Kamu kalau serius sama anak saya, nikahin dia Minggu depan," paksa Indi sambil menuding Rio disertai tatapan tajam


"I-iya, saya nikahin dia Minggu depan," jawab Rio.


"Yaudah Mama pulang dulu mau pesan katering buat acaranya nikahnya Kenzo," Indi pun pamit pulang..


"Kok di iyain sih," Kenza marah dengan Rio


"Mama kamu serem ternyata, udah ah aku mau pulang. Selanjutnya kan terserah kamu katanya biar kamu yang urus. Aku cuma hari ini doang bantuin kamu. Bye," Rio berjalan meninggalkan Kenza


Kenza berlari kecil menghadang Rio di depan, "Tunggu dong, belum selesai,"

__ADS_1


"Apalagi?"


"Ide kamu kayaknya lebih bagus," ucap Kenza yang terdesak dan terpaksa mengambil keputusan itu.


__ADS_2