
Drap...drap...drap..
Seorang anak perempuan berseragam SMA sedang belari kencang. Ia menyusuri trotoar Jalan Haji Juanda yang lumayan padat pada pagi itu. Anak itu bernama Putri.
Putri Bella Atmamihardja merupakan anak dari pasangan Bapak Sodiqin Atmamihardja dan Ibu Eti Hasanah. Ia memiliki satu adik laki-laki bernama Bhika Satria Muhammad.
Saat ini, Putri sudah menyelesaian UN dan tinggal menunggu pengumuman kelulusannya. Hingga pada suatu pagi ia mendapatkan kabar mengejutkan dari adiknya. Kabar buruk tentang kecelakaan kerja Bapak.
Putri terus menatap ke depan, sampai ia tidak peduli lagi dengan sekitarnya. Entah sudah berapa kali bahunya menyenggol para pengguna trotoar. Dalam pikirannya saat ini adalah segera tiba di Rumah Sakit Angkatan Darat. Rumah sakit itu berjarak sekitar 400 meter dari sekolahnya.
Kini, ia semakin mendekati rumah sakit tempat Bapak terbaring saat ini. Rumah sakit itu terletak di seberang Cafe Donats yang terknal. Putri menyeberang jalan, namun tiba-tiba..
"TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN" suara klakson mobil yang disusul oleh makian dari si pengendara. "WOI MBAK NYEBERANG TUH PAKE MATA SAMA OTAK!!! LO KIRA PAKE KAKI LO DOANG!!!"
__ADS_1
"Maaf.. maaf Mas saya buru-buru" jawab Putri yang kembali berlari sambil menengok kanan dan kiri, karena jalan raya itu memiliki dua arah.
"MAAF DOANG BISANYA LO!!! T*L**!!!!" Makian dari si pengendara yang melajukan mobilnya.
Putri sama sekali tidak memikirkan kejadian yang hampir mencelakai dirinya serta pengendara tadi. Matanya terus mengedar di sekitar rumah sakit, lalu ia segera masuk ke IGD. Kimi, tubuh dan pikirannya tidak sekuat tadi. Gadis itu merasakan takut, pusing, dan sedih yang seakan menjadi satu. Entah saat ini, ada rasa keengganan untuk melanjutkan langkahnya ke dalam.
"Selamat pagi Mbak, ada yang bisa saya bantu?" sapa perawatan IGD yang duduk di meja depan.
"Sa..sa.. saya mencari pasien yang baru mengalami kecelakaan tadi pagi dari perusahaan ZEN Express Bu" jawab putri dengan sedikit gugup.
"PUTRIIIII" Teriak seorang ibu sambil menangis. Ibu terlihat berdiri di sisi kanan dekat pintu penghubung IGD dengan ruangan lainnya. Teriakannya menyela perawat yang tadi belum menyelesaikan jawabannya.
"Ibu!" dengan sedikit berlari, Putri menghampiri dan memeluk ibunya.
"Bu tadi Bika whatsapp Putri, katanya Bapak ketabrak truck! Bapak gimana sekarang Bu? Putri mau lihat Bapak sekarang Bu" pinta Putri sambil menangis.
"Putri, kita harus kuat! kita harus mengikhlaskan Bapak ya Put" ucap ibu sambil menangis.
__ADS_1
"Ibu, jangan bilang yang nggak-nggak Bu. Bapak selamat kan bu?Iya kan Bu?" Putri menguatkan hati dengan berpikiran positif bahwa Bapak selamat! Bapak hanya butuh beberapa perawatan saja, walau firasat hatinya berkata lain. " Ayo Bu jawab yang jelas Bu!" pinta Putri kembali. Ia membutuhkan kejelasan mengenai kondisi Bapak saat ini.
"Teteh!Teh Putri! Bapak udah ga ada Teh" ucap Bika yang secara tiba-tiba muncul. Ia berada di belakang ibunya, kemudian segera memeluk Ibu dan kakaknya.
Hati Putri terasa hancur. Teerasa sesak di dada. Ia merasakan tubuhnya yang melemah, gontai, serta serasa dihempas keluar dari telapak kaki. Saat ini rasanya, Putri sudah tak sanggup berdiri.
Bersambung
^_^ Mohon like dan comments ya readers
follow sosmed aku ya
instagram : Tanpopo1402
facebook : Tanpopo
Terima kasih
__ADS_1