
Tak Terasa tibalah hari dimana Putri menempati posisi sebagai staf HRD. Hari ini Putri sengaja tiba di kantor 40 menit lebih awal dari jam masuknya.
Saat sedang melahap sarapan paginya di pantry, Putri melihat Yunita sudah tiba di ruang HRD. Ia segera menghabiskan roti coklatnya, lalu menengguk air mineral botolan dan mencuci tangan di westafel. Setelah memastikan tanggannya sudah kering, ia masuk ke ruangan HRD.
"Assalamu'alaikum Mbak Yuni" Sapa Putri.
"Wa'alaikumsalam Putri, yuk sini duduk di sebelah aku aja" Yuni memindahkan kursi kosong di pojok ke sebelah kursinya.
Putri duduk di kursi yang sudah Yunita sediakan, kemudian menyimpan tas ranselnya di samping kursi dan mengambil notebook serta pulpen hitamnya.
"Sudah siap Put?" tanya Yuni sambil tersenyum.
"Insha Allah siap Mbak" jawab Putri dengan tersenyum kecil.
"Oke, aku mulai dari menjelaskan kamu tentang jobdesc staf HRD ya" Yunita menjelaskan mulai dari posisinya di struktur organisasi, atasan langsungnya yakni langsung di bawahi oleh Kepala Cabang. Selain itu, Yuni juga menjabarkan uraian tugas serta wewenang, hingga hubungan posisinya dengan pihak internal maupun external.
Setelah Putri memahami jobdesc tadi, Yunita langsung beralih ke jobtask yang jauh lebih detail daripada jobdesc. Pada jobtask berisi penjelasan uraian detail kerja sampai target pencapaiannya maupun waktu penyelesaiannya.
"Gimana Put? Mungkin kurang lebih untuk teknisnya learning by doing saja ya" ucap Yunita kemudian mencetak jobdesc dan jobtask tersebut agar bisa ditandatangani oleh Putri sebagai legalitas administrasi mutasinya.
"Ya Mbak, aku masih menerka-nerka sebetulnya. Tapi garis besar tugasnya Insha Allah sudah paham" Putri berkata sambil mengangguk.
"Baiklah Put, sekarang kita coba mengerjakan yang jadi kerjaan harian kita ya" Yunita melanjutkan menjelaskan pekerjaan harian Putri seperti mengontrol absensi karyawan, menginput dispensasi dan cuti karyawan, melakukan perekapan lembur dan piket, hingga pengajuan benefit karyawan lainnya.
"Mbak sepertinya aku mau buat joblist harian, mingguan, bulanan versi aku deh. Tapi nanti aku minta bantuan Mbak buat cek ya, takut ada yang terlewat nih." Pinta Putri.
"Okey" Jawab Yunita.
Ceklek
Terdengar suara pintu dari arah ruangan Kepala Cabang, kemudian terlihat Iman keluar dari ruangan tersebut dan memanggil Yunita.
"Mbak Yun, dipanggil Bapak"
"Baik Mas Iman, thanks" ucap Yuni kemudian mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Kepala Cabang.
Walah sikapnya baik sekali sama Mbak Yuni, sepertinya Pak Iman ini naksir Mbak Yuni deh. ucap Putri dalam hati sambil menahan senyum.
"Ga usah sok tau deh nebak-nebak gitu, kalau mau senyum juga ya senyum aja ga usah pake ditahan-tahan" ucap Iman kepada Putri sambil menatap dengan tampang meremehkan.
__ADS_1
"BUSET!!!! Ni orang apa bener-bener punya kemampuan Edward Cullen ya? bisa tau pikiran gw.. aduh bahaya nih kalau bener" ucap Putri dalam hati.
"Maksud Bapak apa ya?" tanya Putri bersuara.
Kemudian Iman berdiri dan mengulurkan tangannya sambi berkata "Sepertinya kita belum berkenalan dengan baik. Saya Iman Hidayatullah, panggil saja Iman. Posisi saya mungkin kamu lebih tahu karena saya dengar kamu menggantikan Yunita".
Putri berdiri dan menjabat tangan Iman "Saya Putri Bella Atmamihardja, panggil saja Putri".
"Saya lebih suka Bella" sahut iman.
"Jangan! saya sendiri sebetulnya geli dengan nama itu" Balas Putri
"Lho kenapa? namanya lucu koq" Ucap Iman.
Kemudian terdengar pintu ruang Kepala Cabang terbuka dan muncul Yunita keluar.
"Lho ngapain nih pegang-pegangan tangan" ucap Yunita sambil terkekeh.
Iman dan Putri secara spontan menarik tangan mereka secepat mungkin, setelah itu mereka segera kembali ke tempat masing-masing.
"Nggak kenapa-kenapa koq Mbak, tadi cuma saling berkenalan aja karena kita belum kenalan dari pertama saya masuk sini" Jawab Putri.
"Ya jabat tangan sih sedetik dua detik masih wajar. Ini lebih dari 10 detik pasti ada apa-apanya" ucap Yunita sambil terkekeh dan melirik ke arah Iman.
"Sialan, gw mesti ngejawab sendiri ini. Dia bisa-bisanya diem begitu seakan ga terjadi apa-apa" batin Putri dalam hati.
Kemudian Iman menoleh ke arah Putri dan menatapnya dengan tajam seolah mendengar dan menantang suara hati Putri.
"Kan ****** gw!!! Gw lupa kalau ada titisan Edward Cullen di sini" keluh Putri dalam hati.
"Put, aku mau email dulu ya ke all milis kalau per hari ini kerjaan aku mulai handover ke kamu" Kata Yunita.
"Iya Mbak" Jawab Putri kemudian mulai mengamati Yunita yang sedang merangkai kata untuk mengirimkan pemberitahuan ke milis.
...****************...
Tak terasa empat hari sudah berlalu sejak Putri pertama mutasi ke posisi staf HRD. Hari demi hari Putri lalui untuk belajar dan beradaptasi dengan pekerjaan barunya. Beruntungnya ia karena Tuhan yang telah memberikan seorang tutor baik seperti Yunita, sehingga Putri dapat melaluinya dengan lancar.
__ADS_1
Seperti biasa pagi hari Putri melakukan monitoring absensi harian dan pelayanan administrasi kepegawaian lainnya. Yunita masih mengawasi dan membantu Putri serta memberikan saran-saran yang didengar oleh Putri dengan baik.
"Put, senin kamu mulai OJT ya ke HRD Pusat. Nih ada emailnya dari bagian training pusat" Yuni berkata sambil menampilkan email pada monitor di depan.
*) On Job Training
Putri meminta kepada Yunita untuk meneruskan email undangan tersebut ke email priadinya.
Pada email tersebut dijelaskan bahwa Putri akan melaksanakan OJT dari hari Senin-Jumat dengan waktu check in hotel hari Minggu serta check out hari Sabtu.
"Mbak Yunita, kalau aku check out hari Jumat nya aja boleh ga?" Tanya Putri
"Kenapa? kan bisa istirahat dan jalan-jalan dulu di Jakarta" Yunita bertanya balik
"Kan hari Sabtu Mbak Yuni terakhir kerja di sini, masa aku nggak ketemu Mbak dulu sih" Jawab Putri.
"Oalah tenang aja Put, nanti hari Senin Mbak balik lagi ke sini koq buat kasih serah terima atribut Mbak" Kata Yunita sambil tersenyum.
"Oh gt, ya udah aku liat ntar aja deh Mbak". ucap Putri sambil balas tersenyum pada Yunita.
Ketika Yunita bersiap-siap untuk pulang, Putri baru ingat jika ia belum menanyakan tentang pendampingnya saat dia OJT nanti.
"Mbak Yun" panggil Putri saat Yunita akan keluar pintu ruangannya.
"Ya kenapa Put?" jawab Yunita.
"Nanti di pusat siapa yang ngurusin OJT aku Mbak?" tanya Putri.
"Oh namanya Mas Aldi, nanti aku kirim nomor whatsapp nya ke kamu ya"
"Oke Mba makasih, hati-hati di jalan" Putri sambil melambaikan tangannya pada Yunita.
Bersambung
^_^ Mohon like dan comments ya readers
follow sosmed aku ya
instagram : Tanpopo1402
__ADS_1
facebook : Tanpopo
Terima kasih