
Deg
"Duh rasanya jantung ini mau lompat saking kagetnya! Apa aku tanya aja ya sejak kapan dia ada rasa sama aku?" Putri bertanya dalam hatinya.
"Emang kapan Aa mulai ada rasa sama aku?" tanya Putri lagi.
"Sejak kamu menginap di rumah" jawab Arjuna yang kini terlihat senyum kecil di bibirnya.
"Aa nggak masalah kalau kita nikah tapi akunya belum ada rasa sama Aa?" tanya Putri lagi.
"Tidak masalah. Ada Sang Pemilik hati yang akan mengaturnya dan aku akan berusaha membuat rasa itu tumbuh. Aku harap nanti kamu juga akan bisa menjaganya" ucap Arjuna dengan senyuman yang hangat.
"Duh cakep amat kalau lagi senyum gitu. Ini bisa jadi kejadian langka. Harusnya aku foto" ucap Putri dalam hati.
Mobil Arjuna sudah sampai di depan gang rumah Putri. Lalu ia menepikan mobilnya di samping kiri jalan raya.
"Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu sebelum menikah, namun ini sudah malam. Kita akan lanjutkan ini nanti. Ayo aku antar ke dalam" ajak Arjuna, kemudian mereka berdua turun dari mobil dan berjalan menyusuri gang menuju rumah Putri.
......................
Grup Whatsapp Kawan Sengklek
Putri : Gaeees persiapan besok gimana?
Vera : Terkendali Mam!
Jihan : Gw udah kirim email ke kalian untuk akomodasi, transportasi, ama provider kita ya. Nanti providernya tinggal ambil di stand yang ada di Changi Airport.
Hani : Aman! cemilan sama daftar tempat makan sesuai itinerary udah gw sesuaikan. Tapi nanti kalau berubah, kita cari disekitar sana yang budgetnya ga jauh aja.
Vera : @Putri lo bilang Arjuna ga kalau mau ke Singapura?
Putri : Tadinya gw mau bilang karena Arjuna bahas kejujuran. Tapi yang gw tangkap sih kejujuran menjawab dari setiap pertanyaan yang dia tanyain aja. Gw pengen liat dia apa adanya di sana tanpa tahu kalau gw lagi merhatiin dia.
Vera : Lo kayaknya mulai suka dia Put. Gak heran sih, macho banget! Manis, gantenglah pokoknya lo bakal tanda tanya banget kalau nolak cowok gituan.
Jihan : Ama Aldi cakepan mana @Vera?
Vera : Hmm.. Si Aldi juga cakep sih. Tapi auranya Arjuna itu beda. Bikin kagum dan segan aja jadinya. Kalau Aldi friendly gitu jadi dibawanya santai.
"Gaes, kalian dan juga Ibu memang nggak aku kasih tahu cerita sesungguhnya tentang Aldi. Aku berusaha menutupi aib Aldi. Mungkin kalian bakalan hilang respek sama Aldi, kalau kalian tahu cerita sebenarnya" ucap Putri saat membaca pesan grup.
Jihan : Put, lo udah cari tahu belum cewek yang ada di apartemen Aldi? kali aja cuma temen lagi mampir.
Vera : Ia nanti ngaruh ke nilai Aldi lho.
Putri : Iya santai aja. Udah gw atasi untuk yang itu sih. Dah yuk pada tidur. Sampai jumpa besok gaes.
Hani : Jam 5 sudah di damri ya!
Putri : Siap!
Vera : Siap!
Jihan : Wokey
Setelah percakapan grup diakhiri, Putri segera memastikan alarm pada ponselnya sudah di-setting pukul 4 pagi. Putri pun segera mengistirahatkan tubuhnya, agar esok hari bisa bangun dengan kondisi bugar.
......................
*Ringtone
Suara alarm pukul 4 pagi memaksa gadis berambut coklat ini untuk membuka mata. Setelah ritual mengumpulkan nyawa selama lima menit di atas tempat tidur, Putri bangkit untuk mandi dan bersiap salat.
Pukul 4.40 pagi ia sudah bersiap menuju titik kumpul dengan para sahabatnya.
"Ibu, Teteh berangkat dulu ya" pamit Putri sambil mencium tangan Ibu.
"Hati-hati ya Teh. Jangan lupa oleh-olehnya" ucap Ibu sambil mencubit pipi gadisnya yang dibalas acungan jempol oleh putrinya.
"Bu, Bika anter Teteh dulu ya" ucap Bika yang mencium tangan Ibu.
__ADS_1
"Iya De, hati-hati" jawab Ibu pada anak bungsunya.
Sebelum pukul 5 pagi, Putri telah sampai di damri yang dijadikannya sebagai titik kumpul.
Putri tiba paling awal, hingga tak lama kemudian datanglah Hani dan Jihan. Sepuluh menit berlalu munculah Vera. Mereka semua segera masuk ke dalam mobil Vera yang dikemudikan oleh sopir pribadi Mama Vera.
Putri yang masih merasakan kantuk, memilih melanjutkan tidurnya selama perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta.
"Putri, bangun! Bentar lagi nyampe terminal 2F nih" suara Hani membangunkan Putri sambil mengguncang bahunya.
"Eh iya, thanks Han" jawab Putri sambil mengucek mata.
Putri dan tiga sahabatnya sudah tiba di terminal 2F, mereka melakukan check in yang tidak menunggu lama karena tiket yang dipesan adalah tiket promo tanpa bagasi pesawat. Setelah itu, empat gadis tersebut duduk menunggu boarding di dekat gate lima. Pukul 7.25 mereka sudah masuk ke dalam pesawat.
Putri duduk bersama Jihan. Di dalam pesawat, pramugari menawarkan embarkation card.
"Yes please" Jihan mengacungkan tangan ke arah pramugari di depan.
"How many Mam?" tanya Pramugari.
"Four cards" ucap Jihan lagi.
"Yes please" jawab pramugari tersebut sambil menyerahkan empat kartu pada jihan.
Jihan menyerahkan form tersebut pada ketiga sahabatnya, kemudian mereka mengisi form di pesawat. Thanks god, Hani sudah mempersiapkan membawa empat buah pulpen, maka kami tidak perlu saling tunggu untuk menulis.
Pengisian embarkation card sebaiknya dilakukan ketika masih dipesawat. Hal ini dapat mempersingkat waktu saat melewati pemeriksaan imigrasi Airport. Jika tidak mengisi di dalam pesawat, maka penumpang harus mengisi di bagian imigrasi Airport yang biasanya selalu penuh.
Setelah 1 jam 45 menit perjalanan dari Jakarta ke Singapura, pesawat landing di Changi International Airport. Beruntungnya, mereka tidak memerlukan waktu lama saat pemeriksaan.
"Kita tuker provider dulu yuk" ucap Jihan.
"Lo tau tempatnya Ji?" tanya Vera.
"Gw udah tanya Yuki ama cek gugel, katanya ada di bawah" jawab Jihan.
Mereka berjalan mengikuti Jihan.
"Iya nyaman parah cuma ada satu yang nggak ramah buat gw" tambah Vera pada Putri.
"Apa Ver?" tanya Putri.
"Toiletnya standar internasional. Gw ngerasa nggak bisa ber-istinja dengan benar" jawab Vera.
"Hampir semua fasilitas toilet umum di sini seperti itu kan?" timpal Putri lagi.
"Ya. Jadi kalau mau solat di masjid, sempetin deh buat ke toilet dulu. Itu tempat umum satu-satunya yang klosetnya ada air" Vera menerangkan pada Putri yang memang baru pertama kali berkunjung ke Negara Merlion ini.
"Itu stand-nya. Kalian tunggu ya" ucap Jihan menunjuk ke arah stand di ujung kanan.
"Put, Jihan beli satu SIM card aja?" tanya Hani.
"Iya supaya hemat, nanti tinggal di aktifin hotspot-nya buat kita-kita" jelas Putri.
"Good idea" ucap Hani dengan bangga.
"Bentar gw pasang dulu ya, abis itu gw hubungin Yuki kalau kita sudah sampai" Jihan membuka slot kartu dalam ponselnya dan mengganti kartu SIM indonesia dengan kartu SIM lokal di sini.
"Done. Sekarang kita beli singapore tourist pass. Yuk cuss jalan lagi" ucap Jihan yang mengajak teman-temannya untuk berjalan mengikutinya.
"Gaes jangan lupa jam tangan yang masih manual di puter 1 jam. Ntar masih jam Jakarta bisa kesiangan kita" Ucap Hani mengingatkan teman-temannya.
"Iya kayak nasib Abang gw yang telat check in karena lupa jam tangannya masih jam Jakarta" ujar Vera pada teman-temannya.
"Duh apes banget beli tiket lagi dong Ver?" tanya Hani.
"Yaiyalah..Ha..ha..ha.." jawab Vera sambil tertawa.
"Oke $20 ditambah $10 utuk deposit, so totalnya $120 untuk STP" Jihan berkata sambil mempersiapkan uangnya sebelum bertransaksi di sebuah stand di bawah tangga eskalator tepat di stasiun MRT Changi.
*) STP : Singapore Tourist Pass
__ADS_1
"Nih jangan ilang ya. Ntar $10 ilang, kartunya juga kudu beli lagi" Jihan mengingatkan ketiga sahabatnya ketika menyerahkan STP pada masing-masing.
"Wait gw cek aplikasi dulu" Jihan berkata sambil mengusap layar ponselnya.
"Aplikasi apaan Ji?" tanya Hani.
"Nih" Jihan memperlihatkan aplikasi yang ia gunakan.
"Cara bacanya gimana Ji?" tanya Putri yang tidak paham dengan banyaknya warna warni di sana.
"Lihat warna nya Put. Kita dari Changi menuju Farrer Park, jadi kita transit di Bugis dan Little India. Yuk kita jalan! Gw udah kabari Yuki, nanti dia nungguin di pintu keluar Farrer Park di City Square Mall" terang Jihan sambil berjalan menuju gate MRT.
Akhirnya setelah sekitar 50 menit perjalanan, mereka sampai di pintu keluar stasiun Farrer Park di bawah City Square Mall.
"Yuki!" Teriak Vera
"Hi" Yuki melambaikan tangan sambil tersenyum.
Yuki berjalan menghampiri untuk memperkecil jarak diantara mereka. Namun langkahnya mendekati Hani. Terlihat rona merah di wajah Hani.
"Hi Hani, apa kabar?" sapa Yuki pada Hani.
"Hi Yuki, alhamdulillah baik. Kamu?" tanya balik Hani pada Yuki.
" Alhamdulillah baik juga" jawab Yuki lagi.
"Ciiee ternyata nih gw telat update. Hani doang yang lo tanya?" ejek Jihan pada Yuki.
"Lo iri pengen gw perhatiin Ji?" ucap Yuki yang balik mengejek Jihan.
"Udah.. udah lo jangan ganggu orang yang lagi usaha aja Ji" sahut Putri pada temannya.
"Wih setelah sekian taun gw di sini baru sekarang ya pada jadi tengokin gw" ucap Yuki sambil bertolak pinggang.
"Lo pengen banget kita tengokin? udah nyiapin apa aja nih buat kedatangan kita?" jawab Vera pada Yuki.
"Gw siap relain flat gw dipakai kalian beserta seluruh isinya. Tempat tinggal gw ga jauh dari sini" ucap Yuki sambil memimpin perjalanan.
"Sorry ya flat gw cuma ada 1 kamar. Bakal sempit banget diisi lima orang. So, supaya kalian merasa nyaman, gw bakal ngungsi di flat teman gw. Gak jauh koq cuma jalan sekitar 10 menit dari tempat gw" terang Yuki.
Mereka telah sampai di sebuah flat untuk kalangan menengah di daerah Farrer Park. Flat yang disewa oleh Yuki tidak besar namun sangat bersih dan nyaman. Terdapat beberapa furniture modern yang tertata rapi di sana.
"Serius lo rapi banget kayak begini Yuki?" tanya Vera yang keheranan dengan flat yang sangat rapi untuk ditempati seorang bujang.
"Di sini mau gak mau harus bersih dan rapi Ver, ini persyaratan dari pemiliknya. Lama kelamaan juga gw terbiasa jadinya" jawab Yuki.
Mereka semua sudah masuk ke dalam, kemudian menyimpan ransel maupun koper kecil yang di bawanya.
"Beberapa bed cover ada di lemari bagian bawah, bisa ditumpuk dijadiin kasur buat yang kebagian tidur di bawah. Sorry kasur gw cuma segini ya gaes" ucap Yuki sambil menunjuk benda yang dimaksud.
"Santai aja Yuki, segini juga kita udah seneng banget boleh numpang tidur gratis" timpal Putri.
"Jadwal kalian hari ini ke mana? Gw jam 1 ada seminar di kampus" ucap Yuki sambil bersandar pada dinding.
"Kita mau ke kantor calon suaminya Putri" ucap Vera.
"Dimana?" tanya Yuki lagi.
"CBD Marina Bay" jawab Vera.
"Ya detailnya di gedung apa? nama kantornya apa?" Yuki bertanya lagi.
"Hm..gw gak tau Yuki. Gw memang ga bilang sama dia kalau mau ke sini. Gw pengen liat keseharian dia, tapi gw cuma tau dia kerja dan tinggal di Marina Bay" jawab Putri sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
" Ya Salam" jawab Yuki sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1
Bersambung,