Putri Kurir

Putri Kurir
31


__ADS_3

Dada Putri bertabuh kencang, tangannya dingin dan berketingat, serta pikirannya tak menentu.


"Tenang Putri, ini belum tentu seperti yang kamu pikirkan. Positif thinking" ucapnya dalam hati kemudian menarik nafas panjang tiga kali.


"Baik, nanti tanyakan saja pada Aldi" lanjutnya bergumam dalam hati.


Putri mencoba menenangkan diri dengan berjalan ringan dan menatap langit, rasanya tak mungkin Aldi berbuat macam-macam. Ya dia harus yakin ini belum ada bukti maka jangan dulu berasumsi.


"Sayang, ngapain kamu mondar-mandir gitu?" ucap Aldi yang sedikit mengagetkan Putri.


"Eh nggak, aku dari tadi duduk terus jadi agak pegal" ucap Putri sambil tersenyum singkat.


"Kamu koq agak pucat, tadi makan siang nggak?" taya Aldi sambil mengamati wajah Putri.


"Aku makan siang. Mungkin ini karena aku lagi haid jadi.... yah kamu tahu lah, agak nyeri kadang-kadang" ucap Putri berbohong karena menghindari pertanyaan lanjutan dari Aldi.


Ia bisa saja langsung menanyakannya pada Aldi, namun ia terlalu takut akan kenyataan nanti ataupun terlalu takut menyakiti Aldi akibat kecurigaannya saja.


"Ya udah kita ke gedung sekarang aja ya siapa tahu kamu jadi lebih enjoy di sana" ucap Aldi yang kemudian meraih tangan Putri, sehingga mereka berjalan sambil berpegangan tangan.


Kini mereka sudah berada di depan gedung tempat dilaksanakannya resepsi pernikahan. Bawahan Aldi merupakan pihak mempelai pria yang bernama Angga. Ia bekerja sebagai Supervisor Support & merchandise yang otomatis langsung berada di bawah Aldi.


Terlihat suasana di dalam gedung sudah mulai ramai, Aldi nampak sering bersalaman dengan tamu undangan lainnya sambil mengenalkan Putri pada setiap orang yang disalaminya. Ya tak heran karena banyak tamu undangan di sini merupakan rekan kerja Aldi di kantor pusat.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, acara dimulai dengan pembukaan oleh MC sampai upacara adat dan foto keluarga. Tak terasa perut Putri mulai terasa meronta butuh asupan karena waktu sekarang sudah menunjukan pukul 19.30 .


"Mas, aku udah lapar. Kamu kalau masih mau ngobrol gak apa-apa. Aku mau makan zuppa soup dulu" ucap Putri sambil berbisik pada Aldi.


"Aku anter aja" ucap Aldi yang kemudian berpamitan dengan rekan kerjanya.


"Mas mau zuppa soup juga?" tanya Putri pada Aldi.


"Aku mau kambing guling aja, jadi kita bisa saling cicip makanan yang berbeda" ucap Aldi yang sepertinya memahami kondisi perut Putri yang ingin mencicip hampir seluruh hidangan.


" Ide bagus Mas!" ucap Putri bersemangat dan sedikit melupakan keresahannya.


"Untuk apa terlalu resah, toh Aldi mengenalkanku pada setiap orang yang ditemuinya. Berarti aku diakui Aldi sebagai pacarnya secara public kan?" ucap Putri dalam hati yang kemudian menampakkan kelegaan dihatinya.


Karena tempat duduk yang tersedia untuk tamu jumlahnya tidak banyak, maka Aldi dan Putri memutuskan untuk berdiri di dekat meja bundar yang terisi berbagai macam minuman.


"Mas enak nih cream soupnya, mau aku suapin ga?" tawar Putri pada Aldi sambil menyiukan sendok ke dalam mangkuk sup.


"Mau dong. Aaaaa" Adli membuka mulutnya, kemudian sendok sup pun mendarat di dalam sana.


Putri dan Aldi saling suap-suapan dan bercengkrama hingga mereka tak menyadari ada sepasang mata coklat yang memperhatikan interaksi mereka sedari tadi. Seorang tersebut memakai batik hitam berlengan panjang dengan motif sasambo berwarna gold yang kontras dengan warna kulit terangnya.


Sang pemerhati itu jika sedang berbincang dengan yang lain, namun ia tetap sesekali melirik ke arah target tatapannya karena takut kehilangan arah pandangnya.


Sesaat Aldi menyadari seseorang yang memandang ke arahnya, kemudian si pemerhati itu pun bergerak maju melangkahkan kaki menuju tempat Aldi berdiri.


"Mas Bro, udah lama di sini?" ucap Yudhistira sambil menjabat tangan Aldi


deg


"OMG, aku belum siap untuk ceritain tentang Yudhis ke Aldi.. Yudhis please jangan ngomong yang aneh-aneh nanti Aldi curiga" harap Putri dalam hati.


" Hey Bro, udah dari magrib sih di sekitaran sini. Lo dari tadi Bro? tanya Aldi balik pada Yudhis.


"Aduuuh mereka udah bra bro bra bro aja ngomongnya. Segala pake lo gw. emang udah sedeket apa sih mereka berdua?"


"Bro kenalin ini calon isteri gw yang orang Bogor itu" Aldi mengenalkan Putri pada Yudhis.


"Ya Tuhan kenapa mesti sekarang sih kejadian bareng mereka berdua" gumam putri dengan resah di dalam hati.


" Hi Ibu Putri HR cabang Bogor" ucap Yudhis pada Putri sambil berjabat tangan.


"Halo Pak Yudhistira" jawab Putri dengan kaku dan gugup.


"Oh ya udah pada kenal ya" ucap Aldi pada Yudhis dan Putri.


"Iya kan kita..." belum selesai Yudhis berbicara, Putri sudah berkata


"Ya kan kita ketemu saat meeting di cabang itu Mas" ucap Putri cepat pada Aldi, karena ia khawatir Yudhis bicara yang macam-macam.


Aldi menjawab dengan anggukkan.


"Udah mau makan makanan buffet belum?" tanya Yudhis pada Aldi dan Putri.


"Belum, kita bareng aja yok" ajak Aldi pada Yudhis.


Putri lebih banyak menunduk untuk menghindari tatapan mata Yudhis. Ia merasa sedang gugup dengan situasi ini. Ya ini memang salahnya yang menutupi sesuatu dari orang yang harusnya ia beritahu sejak awal.


"No, silahkan kalian nikmati berdua saja. Kalian kan sama-sama jarang bertemu. Manfaatkan waktu saat ini Bro, gw permisi dulu"ucap Yudhistira sambil menepuk pelan lengan atas kiri Aldi dan melirik sebentar ke arah Putri.


"Thanks" jawab Aldi.


Akhirnya Putri dan Aldi menikmati sajian utama sambil berbincang singkat. Sekarang ia sudah kebagian tempat duduk walau di sisi yang paling pojok.


"Besok ada event ya di Bali?" tanya Putri pada Aldi.


"Ya, besok ada event besar di daerah Kuta" jawab Aldi.


"Kamu berangkat jam berapa dari sini?" tanya Putri.


"Aku naik pesawat jam 4.30 pagi" .


"Pantas saja aku juga nggak liat Nurul di sini, apa dia sekarang sudah di sana?" tanya Putri lagi.


"Iya, hampir semua tim aku sudah di sana" jawab aldi singkat kemudian meminum air putih.


"Sekarang udah jam 9 malam, aku pulang ke Bogor aja sendiri deh. Kamu harus langsung pulang ke apartemen dulu kan". ucap Putri.


"Ya kamu tenang saja, aku bisa antar kamu dulu ke Bogor" Aldi bicara sambil menatap hangat ke arah Putri.


Mereka berdiri dan memutuskan untuk mampir ke pelaminan sekaligus berpamitan dengan sang pemilik hajat malam ini.


Saat menuruni tangga dari pelaminan, seseorang memanggil Aldi.


"Al.. Aldi" Putri ikut menoleh dan ternyata seorang wanita dengan dress biru tosca yang terlihat sexy memanggil Aldi, kemudian melambaikan tangan dan berjalan menghampiri kami.

__ADS_1



"Rasanya aku pernah melihat orang ini, dimana ya" batin Putri.


"Oh hai" jawab Aldi yang malah tidak terlihat senang bertemu dengannya.


"Al udah mau pulang? Hai ini..." sambil menunjuk ke arah Putri.


Putri memalingkan wajah ke arah Aldi seakan bertanya melalui pandangannya"kamu mau aku ngenalin diri apa gak usah?" tanya Putri dalam hati.


"Ini calon isteriku, Putri" Aldi berkata lalu Putri mengulurkan tangannya pada wanita cantik dihadapannya itu "Putri".


"Zianina, kamu bisa panggil aja Zia" ucap Zia sambil tersenyum dengan cantik.


"Zia?? si Wanita di instagram tadi.. Ya Tuhan cepet banget aku langsung diketemuin sama orangnya" gumam Putri dalam hati.


"Al berangkat jam berapa ke Bandara? kita barengan aja yuk. Gw juga harus mastiin lagi beberapa request tambahan dan dadakan para artis yang seenaknya itu" ucap Zia dengan tatapan yang intens terhadap Aldi.


"Sorry gak bisa bareng, gw mau antar Putri pulang dulu. Gw pake pesawat jam 4.30" jawab Aldi singkat pada Zia.


"Oke Al, Put gw permisi dulu" ucap Zia yang kemudian pergi ke arah kerumunan tamu di tengah ruangan.


"Aku bareng Zia, karena kita satu event dan Zia ini dari pihak market place" ucap Aldi pada Putri seakan menjelaskan sebelum Putri berfikir salah.


Putri menjawab dengan anggukan, walau hati kecilnya merasakan ada sesuatu. Kemudian seseorang menghampiri Aldi lalu berbicara pelan kepadanya.


"Ben, koq bisa ketinggalan! akh shit" terlihat raut wajah kesal Aldi.


"Sorry Bos" jawab orang yang dipanggil Ben tadi.


"Ya udah entar gw aja yang bawa kaosnya, nanti gw pake pesawat jam 4.30 . Bilang anak-anak fokus siapin di sana jangan ada missed lagi". ucap Aldi kemudian pria itu mengangguk dan berjalan pergi.


"Kenapa Mas? ada masalah?" tanya Putri yang khawatir melihat raut wajah Aldi yang penuh kecemasan.


"Kaos penting buat direksi ketinggalan di kantor" jawab Aldi yang masih cemas namun dibuatnya tetap tenang.


"Hey Bro, gw pamit dulu ya" ucap Yudhis yang tiba-tiba muncul dari arah atas pelaminan, turun ke bawah, lalu menepuk pundak Aldi.


"Bro, lo pulang ke Bogor kan?" tanya Aldi pada Yudhis.


"Yap, kenapa?" Yudhis berucap sambil melirik ke arah Putri.


"Ada trouble buat event besok dan gw harus ke kantor dulu buat selesaikan sekarang. Gw bisa minta tolong gak buat anter Putri pulang" ucap Aldi sambil menggenggam erat bahu kanan Putri yang berdiri disisinya.


"Of course" jawab Yudhis singkat sambil menaikan kedua alisnya.


"Maafin aku ya gak jadi antar kamu pulang" ucap Aldi sambil menggenggam tangan Putri dan menciumnya.


"Duh Yudhis ngeliat ini gimana dong? Hah kenapa aku mesti ngerasa gak enak? Yudhis kan bukan siapa-siapa aku sekarang" ujar Putri dalam hati.


Putri melihat Yudhis dengan tatapan gelap dan tajam ke arah Putri namun raut wajahnya tetap terlihat tenang.


"Put.. Putri Bella.." panggil Aldi pada Putri yang sedari tadi malah begelut dengan suara dipikirannya.


"Ah iya Mas... engga.. gak apa-apa koq. Mas kerja aja, aku paham" ucap Putri dengan sedikit gelagapan karena terkejut.


" Ah nggak aku hanya agak lelah" jawab Putri bohong.


"Ya sudah kamu pulang dan istirahat" ucap Aldi pada Putri. "Bro, sorry ya" kemudian ia berkata dan bersalaman dengan Yudhis.


"Santai aja Bro" jawab Yudhis.


Kemudian mereka saling berpamitan dengan Aldi yang mengantarkan Putri ke tempat mobil Yudhis terparkir.


Aldi belum beranjak dari tempatnya hingga mobil Yudhis sudah tak nampak dari pandangannya.


...----------------...


...Di mobil Yudhistira...


"Kamu belum cerita tentang aku ke Aldi?" tanya Yudhis memecah keheningan.


Putri hanya menggelengkan kepala.


"Kamu capek ga? aku mau minta anter dulu sebentar kalau kamu gak keberatan" tanya Yudhis sambil sedikit melirik kepada wanita disebelahnya yang sedang terlihat kalut.


"Aku ikut aja, di rumah juga lagi gak ada orang" ucap Putri datar.


"Ibu sama Bika kemana?" tanya Yudhis lagi.


"Ibu lagi main ke pantai baru pulang besok, kalau Bika nginap di rumah temannya".


"Oh okey" jawab Yudhis singkat.


Setelah itu, tidak ada lagi yang berbicara. Hingga keheningan terpecahkan saat Putri sampai di suatu tempat.


"Kita berenti di Taman Kencana? kamu mau ngapain emang?" tanya Putri pada Yudhis.


"Mau cari angin segar aja supaya pikiran relax lagi. Dari tadi udah tegang mulu urat-urat di kepala aku" Yudhis sambil menarik-narik ringan rambutnya.


"Kamu sakit kepala? ya jangan angin-anginan malam dong kalau sakit" jawab Putri menanggapi.


"Sakitnya terlalu dalem" jawab Yudhis kemudian langsung turun dari mobil lalu diikuti oleh Putri.


Putri hanya mengikuti Yudhis tak jauh dibelakangnya, namun Yudhis sengaja memperlambat langkahnya hingga mereka jalan berdampingan.


"Kamu udah main ke sempur belum?" tanya Yudhis.


"Belum, cuma sering lewat aja" jawab putri.


"Sama aku juga belum. Kita jalan ke sana yuk" Ajak Yudhis pada Putri.


"Boleh" jawab Putri singkat.


Mereka berjalan menyusuri trotoar sebelah kanan jalan, hingga tak terasa sudah tiba di taman ekspresi area lapangan sempur.


"Udah jam segini rame juga ya pada nongkrong" ucap Putri.


"Iyalah namanya malam minggu" jawab Yudhis.

__ADS_1


"Bentar Put, aku ke sana dulu mau ada yang dibeli" ucap Yudhis kemudian meninggal Putri yang terduduk di kursi undakan taman ekspresi.


Tak lama kemudian Yudhis kembali dengan 2 gelas es cincau ditangannya.


"Asiiik es cincauuu" ucap Putri dengan riang.


"Es cincau spesial buat meredakan ketegangan urat-urat di kepala" ucap Yudhis dengan ekspresi kocaknya yang sontak membuat Putri tertawa.


"Ya ampun Yudhis ada-ada aja ih kamu mah" ucap Putri sambil tertawa.


"Kamu masih inget ya ini minuman favorit aku?" ucap Putri sambil melahap cincaunya dengan suasana hati yang bahagia.


"Gak akan lupa lah moment-moment sama kamu" ucap Yudhis dengan senyum dan tatapan yang hangat.


"Makasih ya Yudhis" Putri sambil tersenyum hangat.


"Ya gitu dong senyum jangan dipendem trus lari dari masalah. Masalah tuh diselesaikan trus di ikhlaskan. Supaya hati, pikiran juga badan tetap sehat" ucap Yudhis dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Iya Pak Yudhistira" puti sambil bergaya hormat.


"ha..ha..ha" Yudhis hanya menjawab dengan tertawa.


"Yudhis, aku salah gak sih bohong sama Mas Aldi" tanya Putri.


"Ya salah. Namanya bohong itu salah. Kebohongan takkan membuat keadaan menjadi lebih baik, tetapi membuatmu harus mempersiapkan kebohongan-kebohongan baru lagi sesudahnya" jawab Yudhis enteng kemudian meminum habis sisa es cincaunya.


"Aku sebetulnya nggak pengen bohong, tapi aku bingung kapan waktu yang tepat buat ceritain semua ke Aldi. Aku takut dia sakit, marah, atau terluka". jawab Putri sambil menatap es cincaunya.


"Kalau kamu mau mengulur untuk menunggu timing yang pas, gak mesti bohong koq. Asalkan sejak awal kamu sudah tentukan kapan waktunya akan bicara. Kamu bisa aja seperti tadi bilang kalau kita pernah ketemu saat meeting kan? kalau kamu sejak awal berniat jujur dengan timing kapan akan cerita ke Aldi, kamu nggak akan merasa bersalah seperti ini. Sebenarnya kita memang sudah kenal dari sebelum pertemuan di resepsi tadi kan? kamu bisa saja lepas untuk menyapa aku, karena kita memang sudah pernah bertemu. Jadi yang salah itu cara kamu menyikapi masalahmu" ucap Yudhis sambil menatap lurus kedepannya dengan sesekali menoleh ke arah Putri.


"Iya kamu benar. Tapi entah kenapa sebenarnya aku nggak mau Aldi tau tentang kita" jawab Putri.


"Kenapa?" Yudhis balik bertanya dengan tatapan tajamnya.


"Entahlah, aku seperti ingin membiarkan kita seperti ini saja" ucap Putri.


"Maksud kamu, kita itu between you and me?" tanya Yudhis sambil menunjuk ke arahnya dan Putri.


"Iya" jawab Putri.


"Wah masih ada harapan nih aku" jawab Yudhis sambil tersenyum.


"Maksudmu?" tanya Putri sambil mengerutkan keningnya.


"Someday u'll relize, and I'll be waiting" jawab Yudhis.


"Aku merasa Aldi juga menyembunyikan sesuatu dariku. Entahlah itu apa, aku terlalu takut untuk mencari tahu" ucap Putri rendah.


"Aku tidak akan mencampuri urusanmu, kecuali kamu yang meminta bantuanku" ujar Yudhis yang menatap Putri sambil membungkukan badan dengan tangan menyatu di atas pahanya.


"Terima kasih Yudhis" jawab Putri sambil tersenyum kecil.


"you're welcome" jawab Yudhis.


" Hari senin aku mulai jadi kurir delivery. Sekarang aku malah meragukan beberapa hal. Bodoh sekali aku baru terfikir sekarang" ucap Putri dengan lesu.


"Apa yang membuat kamu ragu?"tanya Yudhis


"Aku kan ga hafal area, gimana mau itung ABK standar kalau misal 1 paket aja sampe 30 menit" ucap Putri dengan ekspresi sedihnya.


"Ha...ha..ha... Akhirnya kamu nyadar juga" ucap Yudhis sambil tertawa.


"Ih jadi kamu udah kepikiran kesana? kenapa ga bilang?" tanya Putri dengan nada yang meninggi.


"Itu namanya metode coaching. Kan aku juga lagi berusaha untuk mengembangkan cara berpikir kamu. Kalau aku yang dikte kasih instruksi itu namanya mentoring. Makanya kemarin kan aku tanya udah cukup? kamu jawab udah" jawab Yudhis sambil menggelengkan kepala.


"Iya kan aku ga pinter kayak kamu Yudhis" ucap Putri sambil memanyunkan bibirnya.


"Siapa bilang kamu ga pinter? buktinya aku kasih kamu coaching bukan mentoring. Jadi saat aku melihat kalau kamu punya kecakapan atau skill dan sikap yang memenuhi syarat posisi kamu, maka aku kasih kamu coaching. Jadi aku lebih banyak menggali dan bertanya sambil mengarahkan. Nah, kamu yang berpikir secara aktif dan kamu sendiri juga yang akan mengeluarkan keputusan. Seperti kemarin kan kamu putuskan untuk jadi kurir supaya lebih memahami mereka. Kalau kamu kurang cakap dalam posisimu, maka aku berikan kamu mentoring , aku yang kasih kamu perintah dan kamu tinggal jalani aja". ucap Yudhis panjang lebar menjelaskan agar Putri paham.


"I see. Yudhis kamu cool banget sih. Makasih ya udah ajarin aku banyak. Ini lebih langsung aku pahami daripada ikut kelas training leadership" ucap Putri sambil berdiri menghadap Yudhis dengan tangan terkepal keatas seperti sedang bersemangat.


"Aku udah siapin solusi dari masalah kamu koq, besok aku jemput di rumah kamu jam 10 pagi" ucap Yudhis yang kemudian ikut berdiri di samping Putri.


"Oke nanti kamu tunggu di jalan aja ga usah masuk ke gang rumah" ucap Putri.


"Kenapa? kan katanya gak akan bohong lagi" tanya Yudhis.


"Rumah kan lagi kosong gak ada siapa-siapa, gak baiklah sama tetangga" jawab Putri.


"Oh iya aku lupa, sorry" ucap Yudhis.


"Kita pulang Yuk, tapi muter dulu aja lewat terowongan itu. Katanya itu udah di renov kan. Aku pengen liat" ajak Putri pada Yudhis.


"With pleasure, let's go" Yudhis sambil tersenyum dan kemudian mereka berjalan menyusuri lapangan sempur bagian atas dan berjalan di trotoar sekitar Jalak Harupat.


Setelah melalui trotoar bawah yang memisahkan antara jalan raya dengan Kebun Raya Bogor, nampaklah terowongan bawah yang berfungsi sebagai jembatan antara sisi lapangan sempur dan Kebun Raya Bogor.


"Wah lucu banget terowongannya, fotoin aku dong Yud" pinta Putri dengan tidak malu-malu.


"Sini mana hpmu" pinta Yudhis.


Putri memberikan hp nya dan mulai bergaya-gaya ala selebgram.


"Sini aku liat dong hasilnya" pinta Putri pada Yudhis.


"Nih" Yudhis memberikan ponsel Putri.


"Ya ampun! Norak banget! yang ini hapus ah..kalau yang ini lumayan deh jangan" ucap Putri sendiri dengan heboh sambil berjalan menyusuri terowongan.


Mereka berjalan berdua sambil bercanda seakan terlupa kegundahan hati yang tadi dirasakan di dada mereka masing-masing.


Putri pun pulang di antar oleh Yudhis sampai depan Pagar.


"See u, jam 10 ya Put. Good night. Assalamua'alaikum" ucap Yudhis sambil melambaikan tangannya di luar pagar.


"Wa'alaikumsalam. See u tomorrow. Good Night" ucap Putri sambil membalas lambaian tangannya pada Yudhis kemudian ia masuk ke dalam rumah.


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2