Putri Kurir

Putri Kurir
15


__ADS_3

Tok tok tok


Suara ketukan pintu yang memaksa Putri untuk membuka mata dan bangkit dari tempat tidur.


Ceklek


“Ya Bu” Putri berucap dengan suara parau khas bangun tidur, ia membuka pintu dengan kesadaran yang belum kembali sepenuhnya.


“Salat magrib dulu teh, bentar lagi udah mau isya. Nanti abis isya lanjut tidur lagi” Ibu berkata sambil mengusap sayang pucuk kepala Putri. “Eh udah makan belum kamu?” lanjut Ibu bertanya.


“Udah Bu masih kenyang tadi makan siangnya banyak. Teteh salat aja trus abis isya lanjut tidur ya” tanggap Putri sambil menguap dengan telapak tangan menutup mulutnya.


Selesai salat isya, saat Putri hendak menghempaskan tubuh lelahnya di tempat tidur, namun terdengar suara notifikasi WhatsApp dari dalam tas ranselnya. Diambilnya ponsel dari resleting bagian dalam ransel, kemudian ia mulai membuka password angka pada layar depan dan terlihat dua pesan masuk dari Hani dan Aldi.


Putri membuka dari pesan Hani.


Hani : Put meet up please. Besok malem gw balik ke asrama lagi.


Putri : Hayuk, dimana? Jam berapa mamih?


Hani : Coffee Hujan aja di daerah Binamarga. Jam 1 siang ya.


Putri : Siap mamih..


Hani : see u tomorrow


Putri : see u soon


Setelah menekan tombol back, Putri membuka pesan dari Aldi


Aldi : Hi Put, lagi apa? Nggak sakit kan?


Mungkin Aldi sedang mengkhawatirkan Putri karena siang tadi Putri pulang dari Jakarta diantar Aldi naik motor. Perjalanan yang lumayan jauh dengan motor membuat badan Putri pegal-pegal. Untung saja dia sudah makan siang di resto cepat saji yang letaknya tidak jauh dari Hotel setelah check out tadi.


Aldi beralasan akan mengunjungi rumah teman kuliahnya di Bogor, jadi terpaksa Putri mengiyakan ajakannya tadi. Bagaimana nasib koper Putri? Putri terpaksa memilih beberapa barang penting seperti skincare dan peralatan mandinya untuk dimasukkan ke dalam ransel dan goodie bag. Sedangkan koper yang berisi baju kotor dikirim melalui jasa expedisi tempatnya bekerja. Dipikir-pikir pengalaman juga sih nyoba naik motor Jakarta-Bogor.


Putri : Otw tidur Mas. Makasih banyak ya tadi udah nganter saya. Mas Aldi  masih di Bogor?


Putri mengira bahwa Aldi akan lama membalas pesannya, namun cukup beberapa menit kemudian Aldi sudah menjawab kembali pesannya.


Aldi : Sama-sama Put, santai ajalah. Saya udah nyampe Jakarta lagi ini. Tadi cuma sampai sore aja di rumah teman. Ya udah kamu lanjut tidur aja. Good night Putri.


Putri : Oke Mas, saya lanjut tidur dulu. Good night Mas Aldi.


Putri menyentuh layar ponselnya dan mengubah setting ke mode pesawat, kemudian menyimpannya di atas meja sebelah tempat tidur dan memiringkan tubuh ke kanan dengan satu tangan menyempil di bawah bantal lalu memejamkan matanya. Mungkin karena tubuhnya memang lelah tak berapa lama kemudian ia sudah terlelap.


......................


Putri sudah tiba di area parkir Coffee Hujan dan berjalan menuju pintu masuk. Ia masuk ke dalam dan melihat ada waiters pria yang sedang berlalu di hadapannya kemudian tersenyum dan menyambut ke datangan Putri.


“Selamat siang Kak, untuk berapa orang?” sapa waiters tinggi tersebut.


“Siang Mas, untuk dua orang” jawab Putri.


“Smoking atau non smoking Ka?” tanya waiters itu lagi.


“Non smoking” jawab Putri.


Kemudian waiters tersebut menunjukkan Putri beberapa area tempat duduk untuk dua orang di area-area non smooking. Putri memilih bangku dengan posisi jendela menghadap ke taman belakang. Sebenarnya tadi ia sempat bingung karena hampir semua spot-nya keren-keren.


Coffee Hujan ini salah satu coffee shop instagramable di Kota Bogor. Selain terkenal dengan tempatnya yang sangat nyaman, cozy dan sangat kekinian, coffee shop in juga punya variasi menu yang lumayan banyak. Mulai dari makanan kontinental, oriental, hingga lokal tentunya dengan harga yang lumayan terjangkau.


“Baik Kak, ini menunya. Mau saya tunggu atau saya tinggal dulu?” tawar sang waiters.


“Ditinggal dulu aja Mas, saya juga sambil nunggu teman” jawab Putri sambil tersenyum


“Baik Kak saya tinggal dulu, permisi”


Putri menjawabnya dengan mengangguk.


Lima menit kemudian datanglah Hani yang menyapa Putri kemudian duduk dihadapannya.


“Put, kangen nih gw.. eh pesen dulu aja udah laper gw sengaja ga makan siang”

__ADS_1


“Iya sama gw juga kangen, kapan-kapan meet up di sini lagi deh sama anak-anak kalau lagi pada di Bogor” jawab Putri sambil membolak-balikkan buku menu.


“Harus itu Put. Eh gw pesen spaghetti oglio olio aja, minumnya ice caramel macchiato” ucap Hani sambil menutup buku ordernya.


Putri mengangguk lalu memanggil waiters yang kebetulan lewat di depan bangkunya.


“Mas mau pesen” Ucap Putri sambil melambaikan tangan ke waiters itu.


Waiters tersebut melihat ke arah meja Putri kemudian tersenyum dan berjalan ke arah meja mereka, lalu mengeluarkan ponselnya. Beberapa detik kemudian ia siap pada posisi membuat order dan bertanya pesanan kami.


Wah emang canggih jaman sekarang. Order aja ada aplikasinya, pasti langsung nge-link ke kitchen dan otomatis ke kasir. Tentu hal ini sangat meminimalisir kesalahan kecil mulai dari administrasi sampai bisa mempersingkat waktu di bagian area kerjanya masing-masing.


“Baik Kak untuk meja 10 pesanannya apa?” tanya waiters sambil tersenyum.


“Spaghetti oglio olio dan fettuccine carbonara. Minumnya ice caramel macchiato dan Green tea frappe ya” jawab Putri.


Waiters tersebut mengulang pesanan dan menawarkan apakah ada tambahan lainnya? Kami pun menggeleng dan mengatakan tidak. Kemudian sang waiters pergi dan meminta kami menunggu pesanannya datang.


“Put, waiters di sini cakep-cakep ya. Nilai plus banget udah tempatnya enak, waiters-nya bening-bening. Hahhahaha” ucap Hani sambil tertawa rendah.


“Yah lumayan lah cuci mata, apalagi jones kaya kita” timpal putri sambil tertawa dan menaikan kedua alisnya.


*) Jones kepanjangandari jomblo ngenes.


Hani pernah pacaran ketika masih SMP, itu pun hanya cinta monyet yang bertahan satu bulan. Sedangkan Putri baru pacaran satu kali ketika SMA kelas 1 dan berakhir 1,5 tahun kemudian yang membuat Putri jomblo hingga saat ini, karena ia belum bisa move on untuk mencoba merajut hubungan lagi dengan yang lain.


“Han gimana kuliah lo?” tanya Putri


Hani menghembuskan nafas panjang dengan menggembungkan pipinya. “Gw ngerasa bener-bener salah milih jurusan Put. Gw pengen nyerah tapi gw gak tega liat bokap nyokap yang bener-bener bangga kalau gw bisa masuk IPB”.


“Ngerasa salah gimana maksud lo Han?”


“Gw masuk konservasi hasil hutan dan itu kayak ekowisata Put. Gw harus bisa jd survival kyak pecinta alam gitu” Hani menjelaskan dengan ekspresi sedih dan memanyunkan bibirnya.


“Serius lo masuk begituan?” Putri memastikan kembali dengan ekspresi tidak percaya. Setahu Putri, Hani itu seorang yang feminim yang malas untuk berpetualang alam. Karakternya yang bersih, rapi, dan teratur membuat Hani selalu pilah-pilih tempat penginapan, tempat makan, bahkan toilet pun dia rela menahan hajatnya jika dirasa toilet itu kotor terlebih lagi bau. Sedangkan kondisi sekarang mengharuskan Hani menjadi seorang yang bertahan di alam! Luar biasa.


“Iya mana cerita senior gw ada mata kuliah yang ngitung burung-burung, harus nginep berhari-hari ke hutan mangrove, ke cagar alam yang jauh-jauh gitu berhari-hari di jalan. Gw udah stress duluan Put” kilah Hani sambil menunjukan wajah kecewanya.


“Sabar mamihku, jalani dulu aja. Di sana juga kan banyak temen-temen lo. Segala yang digariskan oleh-Nya pasti punya tujuan yang baik buat kita di masa kini maupun masa depan nanti” ucap Putri sambil menyentuh lengan Hani yang berada di atas meja untuk menguatkannya.


“Ya Put, gw juga akan coba bertahan dan jalani ini sebisa gw. Gw yakin ujian ini ga mungkin lebih dari kemampuan gw. Doain gw ya” pinta Hani sambil tersenyum miring dan mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan.


“Insha Allah mamih Hani bunny sweety” ucap Putri sambil membuat wajah sok imut seperti anak kecil yang bahagia setelah diberikan permen lolipop warna-warni.


Kemudian mereka pun makan dengan lahap tanpa bicara karena sudah pasti baik Hani maupun Putri merasa lapar akibat telat makan siang.


“Sekarang lo dong Put cerita” Pinta Hani sambil nyedot kopinya.


“Alhamdulillah sih tempat kerja gw lingkungannya cukup baik. Kemarin gw kan training gitu lima hari di kantor Pusat Jakarta” sesaat menyedot green tea-nya kemudian melanjutkan kembali perkataannya “Trus gw mulai deg-degan lagi ama cowok, tapi tetep masih ragu sih ini beneran gw mulai bisa ngerasa suka lagi atau cuma kagum-kagum aja. Kalau dilihat dari kriteria, dia memang yang paling mendekati Yudhis diantara cowok-cowok yang deketin gw sebelumnya”.


“Seriously? Itu perkembangan yang bagus Put. Dah sekarang mah lo nikmatin dulu. Mulai kurangin deh rasa-rasa bandingin sama si Yudhis itu” ucap Hani dengan ekspresi bahagianya seakan melupakan masalah kuliahnya sesaat.


“Justru gw ngerasa deg-degan karena ini hampir mirip Yudhis” Putri sambil menaikan alis dan tersenyum kecut.


“Muka dia mirip sama Yudhis?” tanya Hani.


“Mukanya nggak mirip sih, tapi.... sama-sama ganteng” ucap Putri yang tersipu malu sambil menutup mulutnya dengan tangan.


“Ha..ha..ha.. gw seneng dengernya, dah lo nikmatin aja prosesnya. Mau dia suka apa nggak sama lo, yang penting bisa buat virus Yudhistira yang selama ini udah kronis bisa berangsur sembuh” ucap Hani dengan antusias.


“Oh ya Han, Yudhis beberapa minggu lalu email gw” kemudian Putri menunjukkan email tersebut dengan memberikan ponselnya pada Hani.


“Lo belum bales?” tanya Hani sambil mengembalikan ponsel yang dipegangnya pada Putri.


“Belum, gw bingung mau bales apa. Tepatnya gw takut sih Han”


“Takut rasa cinta lo yang udah berkurang jadi ke refill lagi ya?” tanya Hani.


“Exactly Han, gw takut nanti kebawa perasaan lagi dan gitu aja maafin dia yang udah ninggalin gw dengan  alasan super konyol. Tambah bodoh aja gw, ntar gw suka lagi terus ditinggal lagi bakal lebih parah sakitnya. Sikap gw terlalu pengecut nggak sih?”


Hani terdiam sesaat sambil menatap Putri.


“Kalau lo ngerasa masih cinta dan masih mau kasih Yudhis kesempatan, gw rasa lo harus berdamai sama masa lalu lo. Dari pada lo nyesel karena belum nyoba berjuang untuk hal yang sebenernya lo mau saat ini”

__ADS_1


Putri terdiam sejenak mencoba memahami perkataan Hani yang dia rasa memang benar. Selama ini Putri hanya menunggu kedatangan maupun pesan dari Yudhis, tapi tidak pernah mencoba untuk mencari tau kepergiannya.


Putri terlalu menahan diri karena alasan menjaga harga diri perempuan untuk tidak memulai duluan menghubungi ataupun menemui Yudhis. Selain itu, salah satu hal yang membuat Putri masih belum bisa melupakan Yudhis adalah tak ada satu pun yang mengucapkan putus diantara keduanya.


“Gak pernah ada perkataan putus dari gw ataupun Yudhis. Menurut lo kita udah otomatis putus atau belum?"


“Tergantung lo bedua menurut gw sih. Mending lo bicarain deh ama si Yudhis” saran Hani.


“Big No kalau gw yang minta ketemu duluan” jawab aku sambil membuka mata lebar-lebar.


“Lah, kan Yudhis udah email lo duluan. Sekarang lo tinggal bales email itu dan ikutin alur Yudhis selanjutnya”


“Ya ampun Hani mamihku sayang! Lo pinter banget cih babe” ucap Putri bahagia dengan ekspresi sumringah.


“Elo aja dibutakan oleh kabut cinta masa lalu” jawab Hani sambil manyun ke arah Putri.


“Gw mesti bales apa dong emailnya Yudhis”


“Siniin hp lo, biar gw yang ketik. Nanti lo baca dulu aja sebelum gw send”


“Ya udah” ucap Putri sambil menyerahkan ponselnya pada Hani.


Hani meraih ponsel yang diulurkan oleh Putri, kemudian mulai berfikir sejenak dan terlihat mengetik sesuatu dengan waktu beberapa menit sambil sesekali terlihat memandang Putri. Hani terlihat diam memikirkan sesuatu, lalu melanjutkan mengetik kembali.


10 menit


“Nih coba lo baca dulu Put” ucap Hani sambil menyerahkan kembali ponsel tersebut kepada Putri.


Putri meraih ponselnya dengan hati yang berdebar-debar.


“Duh please deh cuma baca doang belum juga ngirim. Lebay banget nih jantung gw! Gw harus fokus.. ya fokus dan pertimbangkan dengan baik, jangan sampe Yudhis ngerasa terlalu punya harapan. Duh pede amat gw! Emangnya gw tau apa Yudhis email karena masih cinta gw? Gw aja ditinggalin dengan sebab konyol begitu” batin Putri dalam hati yang berperang dengan pikirannya. Hani menyadari tatapan kosong Putri.


“Hoi Put, baca yang bener! Lo mah malahan bengong” tegur Hani sambil melambaikan tangannya ke depan wajah Putri.


“Eeh iya, wait” Putri sambil mencoba fokus kembali membaca draf yang sudah dirancang oleh sang sahabat di depannya.


Dear Yudhistira,


Assalamu’alaikum,wr.wb


My apologize for the late reply.


Aamiin terima kasih atas doanya. Mungkin saya bisa memaafkan kamu, tapi entah sekian taun tanpa kejelasan itu sangat tidak adil bagiku. Tapi tenang saja, aku sudah enggan memikirkannya lagi. So, kamu tenang aja.


Have a nice day


Wa’alaikumsalam


Putri


“Cukup han. Kalau dia merasa gw masih ada dihatinya dan harus dia perjuangkan gw yakin dia pasti mulai untuk mendekati gw lagi. Tapi klo dia acuh ya gw harus siap bahwa dia menganggap kita memang sudah berakhir” jawab Putri sambil tetap menatap layar ponselnya.


Sebenarnya masih ada sedikit keraguan pada dirinya apakah akan tepat jika ia membalas email Yudhis? Ataukah sebaiknya ia tetap tidak mengacuhkan saja segala hal yang berkaitan dengan Yudhis?


“Lo kayaknya masih ragu Put” kilah Hani yang masih menatap Putri dengan sorot mata menyelidik.


“Entahlah, sebenernya gw enggan tapi jauh di lubuk hati gw masih mengharap dia. Gw Cuma takut mengulangi kesakitan yang dulu Han” jawab Putri dengan tatapan sayu.


“Lo bakal nyesel kalau lo ga nyoba untuk memperjuangkan harapan kerinduan di hati lo Put. Lebih baik lo sakit untuk sesuatu yang sudah terlihat jelas menyakitkannya karena apa? Daripada lo harus lari dari ketakutan masa lalu yang belum tentu terulang kembali kan?” ucap Hani sambil tersenyum hangat memberikan semangat pada Putri.


“U’re right Han. Makasih banyak ya” lalu Putri menekan tombol send.


Deg


Putri mengelus dadanya yang terasa menclos


“Ha...ha...ha” Hani tertawa rendah melihat tingkah sahabatnya.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, lalu mereka berpamitan dan pulang ke rumah masing-masing.


Bersambung


^_^ Mohon dukungannya untuk memberikan, like dan comment ya.. kalau suka silahkan klik favorit dan berikan vote ya reader

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2