Putri Kurir

Putri Kurir
42


__ADS_3

Acara lamaran di mulai dengan sambutan dan penyampaian maksud tujuan yang di sampaikan oleh Arjuna sebagai kakak yudhis. Setelah lamaran diterima dan disambut oleh Mang Iyus, acara dilanjutkan simbolis menyematkan cincin.


Mama Julie menyematkan cincin pada jari manis kiri Putri. Acara berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan do'a, kemudian berlanjut ke ramah tamah sambil membahas mengenai tanggal pernikahan.


"Acaranya mau kapan Bu?" tanya Mama Julie pada Ibu Eti.


"Saya sih nggak mau lama-lama bu kalau udah lamaran. Gimana kalau bulan depan aja?" jawab Ibu.


"Saya sih setuju saja, Putri dan Yudhis bagaimana?" tanya Mama Julie pada Yudhis dan Putri.


"Putri sih gimana Ibu dan Yudhis aja Ma" jawab Putri sambil melirik Yudhis seakan memintanya untuk memberi jawaban yang lebih pasti.


"Yudhis sih kalau sekarang malem juga siap Ma" jawab Yudhis yang disambut gelak tawa dari sanak keluarga.


"Walah udah ngebet itu kamu sih De" jawab Mama.


"Baik Bu, nanti biar anak-anak atur saja dengan WO nya. Kami dan keluarga besar siap membantu apa pun yang dibutuhkan untuk acara persiapan pernikahan ini" ujar Mama Julie dengan bijak.


"Duh Mama Julie memang mertua idaman nih" batin Putri yang kagum kepada calon mertuanya.


"Untuk tanggal tetap harus kita tentukan sekarang, agar nanti jadi acuan untuk acaranya" usul Mang Iyus kepada Yudhis.


"Baik bagaimana kalau Sabtu 20 Oktober Bu?" Usul Yudhis pada Ibu


"Boleh, hari Sabtu ya A Yudhis" jawab Ibu menyetujui.


"Bu, besok Yudhis izin bawa Putri untuk bertemu WO ya" izin Yudhis pada Ibu.


"Silahkan, semoga dimudahkan dan dilancarkan semua prosesnya" jawab Ibu yang diaminkan oleh semua yang hadir.


Acara selesai saat mendekati magrib. Keluarga Yudhis dan beberapa keluarga besar Putri sudah pamit pulang. Hanya tersisa Bi Yati, dan anak-anaknya.


"Teh A Yudhis meuni ganteng ih, Aa na oge meuni karasep" ucap Bi Yati sambil merapihkan sisa sajian si ruang tamu.


*) kakaknya juga pada cakep


"Alhamdulillah ya Bi" jawab Putri sambil melipat karpet.


Rumah sudah selesai dibersihkan oleh sisa penghuninya. Kini, Putri sudah di kamar merebahkan tubuhnya yang lelah karena aktifitas padatnya seharian ini.


drrrtt


Notifikasi pesan masuk- Whatsapp


Yudhis : Putri, kamu sangat cantik tadi.


Putri : tadi doang nih?


Yudhis : always be


Putri : thanks


Yudhis : besok aku jemput jam10. Good night


Putri : Ok. Good night


Putri merebahkan lagi tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar. Tak lama matanya pun terpejam dan masuk kedalam tidurnya.

__ADS_1


......................


Waktu belum menunjukan pukul 10 pagi, namun Yudhis sudah tiba di rumah Putri. Ia mengesap teh manis buatan Ibu di ruang tamu sambil menunggu Putri bersiap.



Entah mengapa saat ini Putri melihat Yudhis menjadi jauh lebih tampan dibanding sebelumnya. Mungkin karena saat ini Yudhis sudah benar-benar terdeklarasi sebagai the one dihatinya.


"Hai, maaf ya buat kamu nunggu" ucap Putri sambil tersenyum manis.


"Gak apa-apa, aku terlalu bersemangat sampai datang kepagian kan" jawab Yudhis sambil mengedipkan satu matanya.


"Ih gombal banget deh" jawab Putri sambil mendecih lalu duduk.


"Ha..ha.. kita janjian sama temen aku yang punya WO di kantornya" ucap Yudhis yang kini duduk bersebelahan dengan Putri.


"Kantornya dimana?" tanya Putri.


"Di Jalan Pajajaran, mau berangkat sekarang?" tanya Yudhis.


"Boleh, aku pamit ke Ibu dulu ya" pinta Putri kemudian berdiri menuju Ibu yang sedang berada di dapur.


"Bu, kita mau berangkat dulu" ucap Putri berhampiri ibu lalu mencium tangannya.


"Oh udah mau berangkat" Ibu berjalan ke ruang tamu.


"Bu, kita pamit dulu ya. Mohon doanya supaya lancar prosesnya" ucap Yudhis setelah mencium tangan Ibu.


"Insha Allah pasti ibu doakan. Hati-hati di jalan ya" Ibu berkata sambil mengantarkan kami keluar.


......................


"Kantornya di dalam gedung ini? oh aku tau ini tuh yang catering terkenal itu ya. Ya ampun ini nanti bakal mahal banget Yudhis" ucap Putri yang sedikit merasa pusing saat membayangkan uang yang harus keluar untuk membayar WO ini.


"Gak apa-apa ini urusan aku. Kamu pilih aja sesuai mau kamu" Yudhis berkata sambil menatap hangat Putri, sesaat ia ingin menyentuh pipi Putri kemudian ditahan dan ditariknya kembali.


"Harus tahan ya sampai nanti. Aku akan menjaga kamu sampai nanti kata SAH terdengar" lanjut Yudhis melalui senyumnya yang sangat memesona itu.


"Iya makasih. Eh kita turun yuk" ucap Putri yang merasa gugup dan malu.


"Duh ini muka keliatan merah gak ya" batin Putri sambil menuruni mobil.


Yudhis berjalan berdampingan dengan Putri. Mereka berjalan menuju lantai 2 melalui eskalator.


Ini adalah pertama kalinya Putri mengunjungi salah satu bangunan yang terlihat mewah di Jalan Pajajaran. Gedung ini berisi beberapa kantor seperti Wedding Organizer, Salon&Spa, Kantor Asuransi, hingga les bahasa.


Yudhis membuka sebuah Pintu Kaca bergaya modern dengan list putih dan silver memperindah tampilannya dari luar. Kami disambut oleh karyawati yang berjaga di bagian depan.


"Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?" sapa karyawati itu sambil berdiri dengan sopan.


"Saya sudah buat janji dengan Christy" jawab Yudhis.


"Oh baik, dengan Bapak siapa?" Tanya karyawati itu lagi dengan ramah.


"Yudhistira"


"Baik Bapak Ibu silahkan menunggu" ucapnya kemudian berjalan ke sebuah ruangan yang Putri yakini menjadi ruang kerja bosnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, pegawai itu keluar dengan seorang wanita dengan gaya yang sangat modis dan fresh.


"Hi Boy, nice to meet you! How are you?" ucap wanita itu dengan girang.


"Christy, nice to meet you too. I'm very good as you see and how are you too?" jawab Yudhis


"I'm fine, is she...?"tanya Christy dengan senyuman penuh makna.


"My fiance" jawab Yudhis.


"Really nice to hear that.. Mari kita duduk di sana" ajak Christy untuk duduk di sofa ruangannya.


"Kalian mau konsep yang seperti apa?" tanya Christy.


Yudhis melirik pada Putri, kemudian memberi anggukkan pertanda "silahkan kamu yang bicara".


"Saya tidak terlalu mengingkan konsep yang macam-macam. Kami akan menikah bulan depan, jadi saya persilahkan Mbak yang merekomendasikan konsep dengan persiapan yang sangat singkat" jawab Putri dengan hati-hati.


"Wow kamu ngebet banget Yudhis! Baiklah, kalian akan menikah di rumah, gedung, atau hotel?" tanya Christy kembali.


"Di Hotel saja agar persiapannya lebih mudah" jawab Yudhis kali ini.


"Baik, apakah kalian sudah menentukan hotelnya?"


"Belum. Pemilihan hotelnya aku serahkan padamu Christy" jawab Yudhis lagi.


"Baik, sepertinya kalian bukan pasangan yang merepotkan. So, aku akan berkordinasi dengan tim, kemudian kami akan mengirimkan proposal pilihan konsepnya kepada kalian maksimal lusa. Bagaimana?" Christy berucap sambil memandang ke arah pasangan dihadapannya.


"Baik Christy. Aku percayakan padamu" jawab Yudhis yang disetujui dengan anggukan Putri.


"So, aku minta email kalian ya" Christy menyerahkan tabletnya pada kami.


"Oh ya kalian akan mengenakan adat apa?" tanya Christy yang hampir terlupa dengan hal penting ini.


"Adat Sunda" jawab Putri.


"Baik" senyum Christy.


"Ok Christy, aku rasa ini sudah cukup. Terima kasih sudah meluangkan waktu weekendmu" Yudhis berucap lalu mereka bersalaman. Diikuti oleh Putri yang bersalaman dengan Christy.


"Terima kasih kalian sudah mempercayakan ini padaku" ucap Christy sambil mengantarkan mereka keluar kantornya.


"Sama-sama, kami permisi dulu" pamit Yudhis.


"Aku menyukai Christy. Sepertinya ia sangat profesional" ucap Putri yang berjalan disamping Yudhis.


"Dia termasuk TOP 10 wedding organizer di Indonesia" jawab Yudhis.


"No doubt. Dia teman sekolah?" tanya Putri lagi.


"Ya kami sekelas ketika di Monash" jelas Yudhis.


"Senin aku akan mengurus administrasi penikahan kita ke KUA. Tolong kamu siapkan berkas-berkasnya ya" Pinta Yudhis.


"Baik akan aku siapkan. Bagaimana dengan kantor? bukankah kita dilarang menikah sesama karyawan?" tanya Putri yang memang hal ini sudah menjadi kegundahan Putri sejak berpacaran dengan Aldi dulu.


Dulu Aldi memantapkan jika mereka menikah nanti, Putri akan berhenti bekerja dan Aldi yang akan memenuhi segala kebutuhan Putri dan keluarganya. Namun bagaimana dengan Yudhistira? apakah keputusan itu akan menjadi mudah?

__ADS_1


Bersambung,


__ADS_2