
"Terima kasih ya A udah ajak aku jalan-jalan dan mau terbuka sama masalah kamu" ucap Putri saat sudah tiba di depan area flat Yukito.
"Sama-sama, aku harap kamu juga ga akan ragu untuk bisa membicarakan masalahmu padaku" jawab Arjuna.
"Hati-hati pulangnya A" Putri berkata sambil menarik tuas pintu dari dalam.
"Baik, terima kasih. Aku akan menunggu di sini sampai kamu kasih kabar sudah masuk kamar" ujar Arjuna yang tatapannya tak lepas dari sosok calon isterinya, hingga bayangan gadis itu sudah tak nampak lagi dari penglihatannya.
......................
Seharian ini, Putri beserta ketiga sahabatnya melakukan perjalanan ke Chinese and Japanese Garden, kemudian melanjutkan ke Sentosa Island melalui monorail yang ada di lantai paling atas Vivo City Mall.
Saat tiba makan malam, mereka memutuskan untuk makan di foodcourt halal yang terdapat di lantai paling bawah Vivo City Mall.
"Alhamdulillah kenyang ya" ucap Hani yang sudah terlihat mengantuk.
"Gw kangen makanan warteg! Di sini harga makanan yang pake nasi mahal cuy" ucap Jihan sambil menggelengkan kepala.
"Hey kita kan di sini cuma tiga hari, ya nikmatin aja makan ala orang sini. Besok-besok kalau udah balik juga bakalan ketemu nasi mulu" jawab Vera yang menanggapi keluhan Jihan.
"Terima ajalah Ji, di sini kan lo udah empat kali jajan McB. Suatu kenikmatan lo bisa selalu mampir ke resto cepat saji favorit lo kan?" ucap Putri sambil mengedip-ngedipkan mata dengan jail.
"Tetep McB di sini kagak ada nasi" Jihan masih berkata sambil memanyunkan bibirnya.
"Dah syukuri lah, kan di sini walau mahal juga, perut lo udah ketemu nasi Ji" Hani mencoba menenangkan Jihan sambil mengelus punggungnya.
"Iya, ntar anterin gw jajan lagi yak masih lapel nih" ucap Jihan dengan nada bicara yang dibuat seperti anak kecil.
"Huh pantesan masih galau, ternyata dia masih lapar sodara-sodara" tanggap Vera sambil mengibaskan tangannya di hadapan Jihan.
"Ya kan gw mau nambah juga lumayan mahal Ver kalau makan di sini" jawab Jihan sambil melebarkan senyum yang dibuat paksa.
"Hi gaes, gimana hari ini jadi kita di kondonya A Juna?" tanya Putri pada tiga sahabatnya.
__ADS_1
"Iya deh, kayaknya mending tidur di sana malam ini. Gw udah tepar banget" jawab Hani yang sudah menenggelamkan wajahnya di atas kedua tangan yang terlipat di atas meja.
"Iya gw juga setuju Put, jadi barang-barang kita drop di kondo. Terus abis jalan kan baliknya lagi nggak jauh" Jihan berpendapat karena barang bawaanya yang terbanyak.
"Iya gw juga ngikut" ucap Vera sebagai tanda persetujuan.
......................
Pukul 9 malam, empat orang gadis yang sudah lelah itu pun tiba di sebuah lingkungan kondominium kalangan menengah ke atas di dekat Central Boulevard. Perjalanan dari Stasiun HarbourFront dan turun di Stasiun Marina Bay. Setelah itu mereka cukup berjalan kurang lebih 200 meter untuk bisa sampai di kondo milik Arjuna.
Saat Putri tiba di depan pintu kondo, ia terkejut karena bersamaan dengannya seorang wanita tengah menarik tuas pintu dan hendak keluar dari dalam kondo Arjuna.
"Excuse me, is this Arjuna's condo?" Putri bertanya lebih dahulu pada sosok wanita oriental yang cantik dan sangat anggun di depannya.
"Yes this is. But sorry Arjuna isn't in here. Can I help you?" ucap wanita itu dengan sangat ramah. Seulas senyumnya begitu cantik yang membuat Putri saja merasa terkagum melihatnya. Namun, ia bergitu penasaran dengan sosok yang keluar dari kondo Arjuna.
"Siapa dia? Kenapa bisa masuk ke sini saat Arjuna nggak ada? Jangan-jangan ini wanita spesial buat Arjuna! Apakah Arjuna selama ini telah membohongiku?" kegelisahan meliputi hati dan pikiran Putri saat ini. Malam ini seakan keyakinannya terhadap Arjuna runtuh seketika, bagaikan saat bermain Uno dimana susunan tinggi bisa runtuh akibat tidak hati-hati dalam menarik balok pilihan. Apakah kali ini ia juga sudah salah perhitungan dalam mengambil keputusan?
"Saya akan bermalam di sini dan Arjuna sudah mengizinkannya. Ia juga sudah memberikan password kondo ini" ucap Putri dengan suara yang sedikit bergetar. Hani yang menyadarinya kemudian mengelus lembut punggung temannya, ia mencoba mengurangi kegelisahan yang dirasakan Putri.
Wanita di depannya itu mengerutkan dahi lalu berkata "Ternyata kamu tidak lebih mengetahui Arjuna dibandingkan dengan saya" terlihat senyum manis lagi dari bibirnya yang entah untuk kali ini membuat Putri muak. Senyuman itu seakan meledeknya.
"Maaf, kami sudah lelah dan butuh beristirahat. Jika urusan anda di sini sudah selesai, silahkan keluar" ucap Putri yang kali ini sudah berani menatap Wanita di hadapannya dengan sorot mata bak petarung.
"Baik" Wanita itu berjalan keluar melewati Putri dan para sahabatnya, namun ia berbalik lagi sambil mengulurkan tangan "We have to get to know each other, I'm Lindsay nice to meet you".
"Oh jadi ini Lindsay?! Kenapa dia bisa tahu password kondo Arjuna? sejauh apakah hubungan pertemanan mereka?" suara batin Putri yang penuh keresahan, tapi ia mencoba menapilkan diri untuk terlihat biasa.
"I'm Putri, nice to meet you too"jawab Putri sambil menjabat tangan Lindsay.
"Oke bye Putri" wanita itu tersenyum lalu melambaikan tangannya pada Putri. Sekilas nampak sangat friendly, namun ada kesan lain yang bisa Putri tangkap dari senyumannya. Seolah senyuman itu berkata "Aku lebih darimu".
Well, Putri menyadari penuh jika dari tampilan fisik perbandingan antara dirinya dengan Lindsay adalah bagaikan mie glosor saus kacang dengan spaghetti bolognaise. Ia berharap Arjuna lebih menikmati makanan lokal mie glosor saus kacang, karena selain murah pastinya yang lokal lebih sehat.
__ADS_1
"Idih siapa itu? koq bisa ada di dalam kondo Arjuna Put?" tanya Jihan dengan sorot menampakkan rasa kesal.
"Gak tahu" jawab Putri singkat lalu mereka masuk ke dalam.
"Jangan mikir negatif atau menyimpulkan sesuatu sendiri ya Put. Bisa aja Arjuna memang minta tolong sama dia dan kebetulan mereka berteman. Jadi, Arjuna percayakan dia masuk ke dalam sini. Tapi kalau mau yakin sebaiknya lo tanya Arjuna langsung" ucap Hani dengan bijak yang bisa sedikit mengurangi rasa panas di hati Putri.
"Iya Hani, makasih ya udah ingetin gw" ucap Putri sambil menyandarkan kepala di pundak Hani.
"Ya ampun kondonya besar banget. Interiornya keren juga mantap. Lumayan bisa tidur nyamanlah di malam terakhir travelling kita" ucap Vera yang masih berlalu lalang untuk melihat-lihat isi kondo milik Arjuna.
"Put di sini ada tiga kamar, tapi kayaknya salah satunya kamar Arjuna. Lo mau tidur dimana?" tanya Vera pada Putri yang masih duduk bersandar di sofa depan TV.
"Jangan di kamar Arjuna lah nggak enak, kita bagi dua aja Ver" jawab Putri sambil menyalakan TV dari remote yang dipegangnya.
"Ini kesempatan lho Put buat cari tau tentang dia dari isi kamarnya! Lo WA Arjuna aja tanya kalau lo boleh tidur di kamarnya nggak?" ujar Vera lagi sambil menaikkan kedua alisnya seakan habis memberi ide cemerlang.
"Ih nggak enak ah. Udah gw dikamar lain aja Ver" jawab Putri sambil melihat ponselnya.
Terlihat beberapa pesan masuk pada aplikasi Whatsapp-nya, namun ada satu nama yang memusatkan perhatiannya untuk segera membuka isi pesan.
Arjuna : Kalau kamu mau masuk ke kamarku jangan sungkan, buka saja passwordnya xXXxx.
Putri : Aku sudah di kondomu. Kalau tidur di kamarmu boleh tidak?
Putri yang semula mengira akan dibalas lama, ternyata ia salah. Tak lama kemudian Arjuna membalasnya.
Arjuna : Tentu.
Setelah membacanya, seketika Putri berdiri dari sofa dan berteriak mencari Vera.
"Ver....Vera.. Ini gimana dong?!"
__ADS_1
Bersambung,