Putri Kurir

Putri Kurir
17


__ADS_3

Putri dan Aldi memasuki area teater sambil berpegangan tangan. Mereka berjalan santai ke arah tengah teater lalu berjalan ke arah undakan atas untuk mencari nomor kursi sesuai yang tertera pada tiketnya E14 -E15. Deretan E memang berada diposisi yang terbaik dalam sudut pandang Putri. Ia merasa urutan E sangat pas, tidak terlalu atas juga tidak terlalu membuatnya harus mendongakkan kepala saat menonton. Terutama film asing yang membuatnya harus membaca subtitle.



Teater sudah lumayan terisi, walau mungkin sebagian masih berada di luar, karena film masih akan mulai sekitar 10 menit ke depan.


Putri melihat ke arah Aldi yang duduk di kursi sebelah, dilihatnya sedari mulai duduk terlihat sibuk dengan ponselnya. Ia merasa sedikit ingin tahu apa yang sedang dilakukan Aldi, tapi ia meyakini hal itu merupakan bagian pekerjaan kekasihnya. Bagaimana pun Aldi merupakan seorang manajer bagian Marketing yang sering kali saat weekend juga tetap bekerja.


"Mas kalau emang lagi sibuk kan kita bisa reschedule aja jalannya" ucap Putri sambil menatap sayang pada Aldi.


"Eh, kenapa?" tanya Aldi sambil sedikit terkejut ke arah Putri.


"Serius banget sampe kaget kayak aku apain aja mas. Iya tadi aku bilang kalau mas emang lagi sibuk ya jalan sama akunya di reschedule aja"


"Oh nggak apa-apa sayang" ujar Aldi sambil menyubit pipi kiri Putri dengan pelan.


"Emang lagi ada event?" tanya Putri kembali


"Nggak sih cuma lagi ..hmm.. ada sedikit trouble aja" ucap Aldi yang sedikit terbaca seperti ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.


Putri hanya mengangguk dan mencoba untuk tidak menambah pertanyaannya pada kekasihnya itu. Mungkin saja Aldi sedang malas untuk dibahas kerjaan yang sudah terlanjur mengganggunya saat ini.


Lampu teater mulai meredup, kemudian fokus mereka teralihkan meuju layar besar di depan yang mulai menampilkan beberapa cuplikasi film yang akan datang sebelum film utamanya dimulai.  Putri mulai memakan popcorn yang ia taruh di drink holder sampingnya karena kebetulan bangku samping masing belum nampak penghuninya.


Aldi mulai menggenggam tangan kiri Putri dengan gaya interlock holding hands



Putri tidak merasa terganggu atau pun merasa berlebihan, ia tetap meneruskan pandangannya lurus ke depan. Sebenarnya ia merasa ada yang terlihat tidak biasa pada Aldi seperti menutupi sesuatu, namun ia mencoba untuk berfikir positif karena khawatir malah menambah beban Aldi.


Film sudah berlangsung sekitar satu jam, tangan aldi mulai mengelus-elus punggung tangan putri kemudian menariknya dan mengecupnya. Putri seketika menoleh ke arah sang kekasih, kemudian di lihatnya Aldi mencoba mendekatkan wajahnya dengan wajah Putri. Terus mendekat..semakin dekat hingga hidung mereka hampir menyentuh, lalu Aldi sedikit memiringkan kepalanya dan...


cup


Putri seketika menunduk dan menahan dada Aldi dengan telapak tangannya, terciumlah keningnya oleh bibir Aldi.


"Mas maaf ini prinsipku. Ini hanya untuk suamiku" ucap Putri sambil menyentuh bibirnya.


"Maafkan aku sayang" Aldi mengucapkan sambil meraih pucuk kepala Putri dan mengecupnya di sana.


Tidak ada perkataan apa pun lagi yang keluar dari mulut mereka berdua, hanya salaing menggenggam tangan kembali sampai film usai.


"Put, aku ke toilet dulu ya, tapi yang di lantai bawah aja deket playground. Kalau di sini pasti rame habis bubaran nonton" ucap Aldi yang sepertinya sudah bisa bersikap biasa lagi kepada Putri.

__ADS_1


Ini bukan pertama kalinya Putri menolak ciuman Aldi di bibirnya dan juga ia sudah beberapa kali menyampaikan pada Aldi mengenai prinsipnya itu "No Kiss before Marriage", bahkan ia sudah menyampaikan hal ini sejak mereka resmi menyandang status sebagai seorang kekasih.


Putri selalu mendengar nasihat dari Ibu maupun Neneknya, bahwa seorang perempuan harus bisa menjaga kehormatannnya dan memberikannya hanya kepada suami. Neneknya bilang sih harus lindeuk japati yang artinya jinak-jinak merpati. Perempuan boleh lembut tapi nggak boleh gampangan. Pantang meminta hal material kepada laki-laki yang belum jadi suaminya, karena nenek bilang kalau laki-laki sudah merasa banyak memberikan dalam hal materi maka ia akan merasa memiliki dan bisa meminta hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh suami isteri. Ibu juga bilang kalau pacar belum tentu jadi suami, jadi akan sangat merugi kalau sudah di apa-apain sebelum menikah dan nanti hanya jadi mantan. Namanya mulut orang bisa jadi sang mantan itu cerita kepada teman-temannya kalau dia sudah pernah melakukan apa saja dengan mantannya.


"Iya mas, aku juga pegen ke toilet" jawab Putri kemudian mereka berjalan bersama-sama menuju toilet yang berada 2 lantai di bawah tempatnya saat ini.


Setelah Putri menyelesaikan urusan pribadinya di toilet, ia keluar dan melihat Aldi sudah menunggunya disana sambil memasukkan tangan ke dalam saku celananya.


Putri tersenyum dan mereka berjalan berdampingan. Saat sedang berjalan belok dari lorong toilet, Putri melihat di depan lift ada seorang pria muda tampang yang sedang memandangnya dan menatap kepada Aldi secara bergantian.


"Yuki!" Sapa Putri dengan riang sambil sedikit berlari ke arah yuki yang juga berjalan santai ke arah Putri.



"Hi girl" sapa Yuki sambil melambaikan tangannya pada Putri. " Jadi ini toh alasan kamu nolak temuan sama sahabatmu" pandangan yuki tertuju pada Aldi yang juga sudah tepat di belakang Putri.


"Oh ya kenalin Yuki, ini mas Aldi pacar aku" Adli mengulurkan tangan dan disambut oleh Yuki dengan saling mengenalkan diri.


"Liburan sampai kapan di sini Yuki?"tanya Putri dengan senyum lebar pada Yuki.


"Ampe bulan depan sih tanggal 10 udah balik lagi, kangen ya sama gw?"Yuki sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Putri.


"Apa sih ih Yuki" Putri sambil melirik ke arah Aldi dan memberi isyarat pada Yuki seperti memberi kode tanpa suara "please becanda lo di kontrol ada cowok gw".


Untunglah dilihatnya Aldi tetap bersikap datar menanggapi candaan Yuki yang membuat Putri merasa sangat tidak enak pada kekasihnya.


"Ah itu anak-anak SMA ya" ucap Putri sambil akan berjalan menuju ke arah lambaian teman-teman SMA nya namun dicegah oleh tangan Yuki yang menghadang langkah Putri.


"Ga usah disamperin, nanti mereka gangguin lo. Udah gw aja yang pergi, lo balik sana udah mau malem" ucap Yuki sambil melirik ke arah Aldi yang ternyata sedari tadi menatap ke arah mereka berdua dengan intens.


"Oke deh salam aja sama mereka" jawab Putri yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Yuki.


"Gw permisi dulu" ucap Yuki pada Aldi.


Aldi mengangguk dan mempersilahkan yuki dengan gerakan tangannya.


Setelah Yuki berjalan memunggungi mereka berdua, Aldi merangkul pundak kekasihnya dan bertanya "kamu mau langsung pulang atau makan dulu? masih jam5 sih"


"Terserah mas aja, yang penting sebelum jam 8 malam aku harus udah di rumah ya" jawab Putri sambil mengadahkan kepalanya karena tinggi badannya hanya 160cm, selisih 22 cm dengan tinggi Aldi.


"Ya udah kita makan dulu aja, biar kalau kamu capke nanti nyampe rumah bisa istirhat" ucap Aldi kemudian mengarahkan mereka ke salah satu restaurant yang menjual aneka Udon.


Aldi mempersilahkan Putri untuk duduk menunggu setelah ia bertanya pesanan pacarnya itu. Kemudian ia melanjutkan langkahnya untuk memesan dan membayar pesanan mereka berdua. Ia membawakan nampan yang berisi makanan dan minuman, kemudian meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


"Terima kasih mas" ucap Putri.


"Sama-sama sayang" jawab Aldi.


Sambil mengaduk-aduk kuah yang terlihat masih panas, Aldi memulai pembicaraan dengan Putri.


"Kayaknya bocah itu suka sama kamu" tiba-tiba Aldi berkata sambil menatap Putri dengan tatapan gelap dan tajam.


"Maksud mas itu Yukito?" tanya Putri memastikan yang langsung dijawab oleh Aldi melalui anggukkannya.


"Dia itu sahabat aku mas dari SMP barengan sama Hani juga. Mas ga usah terlalu anggep serius candaan Yuki emang reseh. Tapi anaknya baik koq mas ga akan macem-macem percaya deh sama aku" kilah Putri sambil bermaksud membuat Aldi untung tak perlu mengkhawatirkan hal itu.


"Aku laki-laki Put, aku tau tatapan dia itu suka lebih dari temen ke kamu" jawab Aldi menghentikan aktifitas mengaduknya dan fokus menatap pada Putri. "Dan aku tidak suka".


"Maafin mas" jawab Putri sambil menunduk ke bawah tak berani menatap mata Aldi.


"Kamu gak salah sayang, i just feel insecure dan aku tidak melarang kamu untuk berteman dengan siapa pun" jawab Aldi yang sedikit membuat Putri tenang. Ini sisi enaknya punya pacar yang sudah dewasa lebih bisa mengontrol emosi dan tidak bertindak kekanakkan seperti Yudhis dulu. "What? Yudhis..lupakan dia Putri" gumam Putri dalam hati.


"Makasih mas sudah mau memahami aku. Oh ya, katanya besok mau datang ke Deputy GM baru yang pegang Cabang aku mas"


"Ya memang terjadi beberapa restruktur di level manajerial, kalau ga salah DGM kamu itu rekrutan external. Tapi mas juga belum pernah ngeliat".


"Orangnya gimana ya? soalnya kemarin kan DGM aku tuh Bu Reni. Beliau tuh asik banget mas orangnya sangat membimbing dan gaul lagi. Ga nyangka ya udah 15 tahun kerja akhirnya resgin juga"


"Yah namanya jalan hidup pasti ada pilihan dan prioritas Put".


"Iya mas betul. Besok dadakan harus presentasi lagi"


"Udah kamu siapin bahannya?"


"Udah mas, aku selalu ready di tanggal 2 untuk montly report dan bahan presntasinya. Tanggal 1 aku udah minta sama team buat disetor ke aku"


"Good job girl and wish you luck" jawab Aldi sambil tersenyum pada Putri.


Bersambung


^_^ Mohon dukungannya untuk memberikan, like dan comment ya.. kalau suka silahkan klik favorit dan berikan vote ya reader


Terima kasih


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2