
Keesokan harinya Putri sudah disibukkan oleh rutinitas harian seperti biasa. Namun hari ini dia nampak lebih sibuk dari biasanya. Ia terlihat serius menatap monitor di hadapannya, karena sedang menyusun daftar kegiatan dan target hariannya saat menjadi kurir nanti.
Putri meraih ponselnya untuk menghubungi Pak Ruslan Supervisor Operasional.
Putri : Assalamua'alaikum Pa Ruslan, lagi sibuk ga?
Ruslan : Wa'alaikumsalam, biasalah bu kalau pagi. Ada yang bisa saya bantu?
Putri : Hari senin nanti sampai jumat saya akan update ABK kurir delivery.
Ruslan : siap bu, area mana aja?
Putri : Nanti jadwal pembagian area dari senin-jumat saya kirim by email ya Pak. Bisa jadi sampai Sabtu juga sih kalau masih ada data yang saya perlukan.
Ruslan : Siap Bu, nanti ibu ikut kurir berangkat sampai pulang?
Putri : Nggak Pak, tapi saya ngurir sendiri. Bawa paket dan target yang sama dengan kurir.
Ruslan : Wah jangan bu, capek banget nanti. Ibu juga belum hafal alamat kan.
Putri : Gak apa-apa Pak nanti biar optimal saya itung ABK nya. Perlakukan saya aja kayak kurir baru yang lagi training.
Ruslan : Baik Bu, nanti saya lihat pembagian areanya.
Putri : Oke pak Ruslan, hatur nuhun ya Pak. Assalamua'alaikum.
Ruslan : Sami-sami Bu, Wa'alaikumsalam.
"Duh iya juga ya sebisanya aku kalau belum hafal area mau abis kapan barangnya, nanti diskusi sama Yudhis lagi aja deh" batin putri masih menggenggam ponselnya.
tok tok
"Ya masuk" ucap Putri pada seorang yang mengetuk pintu di luar.
"Permisi Bu, ini ada yang mengantar bunga untuk Ibu" ucap security kantor kemudian menyerahkan bunga di tangannya ke depan Putri.
Putri menyambut bunga tersebut dan berkata "Dari siapa Pak?"
"Gak tahu Bu, tadi yang ngantar tukang bunga dari Bogor Florist. Dia cuma disuruh anter ini buat Ibu Putri. Mungkin ada namanya di dalam kartu ucapannya Bu. Saya nggak berani buka" ucap security tersebut dengan sopan.
"Cie Mbak dari siapa tuh" goda Alfian
"Wah ntar yang di Jakarta panas nih" tambah Wijaya.
"Apaan sih kalian, iri ya?" jawab Putri yang malah balik mengejek stafnya.
"Ya udah Pak makasih ya" ucap Putri pada security kantor yang masih berdiri di depan meja kerjanya.
Putri meletakkan buket bunganya di atas meja, kemudian ia membuka amplop berwarna gold yang tertempel di dalam bagian buket.
"To my dearest heart, I apologize for rarely contacted you. Dengan keceriaan dan kepolosanmu, semoga hari ini menyenangkan. Bersemangatlah sayangku" Aldi.
Seketika senyumnya merekah lebar, dadanya dipenuhi rasa bahagia dan berbunga-bunga. Yah pilihan hatinya tepat. Ia harus menjaga Aldi untuk tetap berada di hatinya.
Aldi yang dewasa juga lembut, Aldi yang tak bisa marah pada Putri, Aldi yang selalu memahami sifat kekanakkan Putri, dan Aldi yang selalu bisa membuat hati Putri berbunga-bunga seperti saat ini.
Putri meraih ponselnya lalu memoto buket bunga tersebut dan dikirimnya pada Aldi.
"Terima kasih sayang. Semangat ya kerjanya! I miss you" tulis putri pada caption foto yang ia kirim.
30 menit kemudian Aldi membalas
Aldi : Kamu suka sayang?
Putri : Suka bangeeeet malah
Aldi : Mau aku kirim bunga setiap hari biar seneng terus?
Putri : Jangan! Sayang uang kamu lah! Kalau setiap hari juga nanti malah jadi biasa.
Aldi : Maaf ya aku lagi sibuk project bareng sama ecommerces. Bakal begini sampai akhir taun nanti.
Putri : Iya mas gak apa-apa aku paham.
Aldi : Besok sore aku ke Bogor ya, nanti antar aku ke ondangan anak Marketing di Taman Mini.
Putri : Ondangannya jam berapa?
Aldi : Jam 7 malam.
__ADS_1
Putri : Oke siap. See u.. Selamat bekerja kembali Mas.
Aldi : see u. Makasih sayang, selamat bekerja.
Tiba-tiba Iman masuk ke dalam ruang HR.
"Wiih dapet bunga dari siapa nih" ucap Iman mneggoda Putri.
"Dari Mas Aldi" jawab Putri malu-malu.
"Oh dari si Bos pusat. Eh Pak Dadang ada di ruangannya gak?" tanya Iman pada Putri.
"Kayaknya dari pagi udah pergi keluar deh tapi nggak bilang mau kemana" jawab Putri sambil mengangkat bahunya.
" Ya udah nanti Mas telepon aja Pak Dadang" kemudian Iman berjalan lagi ke luar ruangan HR.
"Mbak Put, gak pernah curiga gitu sama Mas Aldi? yah cemburu atau kepo gitulah" tanya Alfian.
"Nggak, ngapain mesti gitu? kasian nanti dia pasti gak nyaman dan mau ngapa-ngapain juga malah jadi beban. Saya juga di sini nggak pernah macam-macam kan? saya yakin dia juga sama" ucap Putri sambil tersenyum dan memandang bunga yang masih dipegangnya.
"Bukannya mau buat Mbak mikir yang macam-macam sama Pak Aldi, tapi sikap difensif juga sesekali diperlukan lho Mbak. Ibaratnya kita bangun tidur selalu nggak kesiangan sholat subuh, tapi adakalanya ketika kita lagi capek banget atau tidurnya terlalu malam kan kita butuh dibangunin alarm. Nah hubungan juga begitu Mbak. Maaf apalagi Pak Aldi masih muda, ganteng, secara fisik bikin cewek klepek-klepekan lah Mbak. Apalagi di bagian marketing yang pergaulannya yah luas dan yah lebih gaul lah dibanding kita-kita" ucap Alfian panjang lebar.
Tim HR Putri memang sudah sangat dekat dan baik seperti keluarga. Maka Putri pun tidak pernah keberatan jika mereka bertukar pikiran untuk hal yang pribadi seperti percintaan.
"Iya bener nih kamu Fian. Makasih ya udah ngingetin saya" ucap Putri.
"Maaf ya Mbak, kalau sebagai cowok juga saya liat Mbak itu masih polos" ucap Wijaya.
"Makasih banget ya gaes udah ingetin saya. Semoga Aldi bisa tau batasan ya" harap Putri dengan tangan seperti berdoa.
"Aamiin Mbak" jawab Alfian dan Wijaya bersamaan.
Sejak pembicaraan tentang Aldi tadi dengan Alfian dan Wijaya, Putri jadi banyak berfikir tentang hubungannya selama ini yang sudah berjalan hampir 3 tahun dengan Aldi.
Ia memang jarang sekali bertengkar karena Aldi selalu memahami Putri, namun rasanya mereka seperti menjadi seorang yang saling menjaga tanpa menunjukkan jati diri sesungguhnya.
Sejak mereka LDR, Putri jarang sekali menceritakan kesehariannya pada Aldi baik aktifitasnya di kantor, di kampus, pertemanan, maupun keluarga. Begitu pula dengan Aldi yang jarang bercerita tentang pekerjaan, keluarga, maupun temannya. Hanya sedikit juga teman Aldi yang Putri tahu.
Saat mereka bertemu pun mereka hanya membicarakan tentang cinta mereka, hal-hal ringan dan menyenangkan yang mereka lakukan, serta sedikit saja tentang pekerjaan. Seakan-aka hari-hari yang mereka lalui jarang ada masalah.
Buru-buru Putri membuang kegundahannya dengan berfikir positif, ini merupakan cara mereka menjaga hubungan agar berjalan baik-baik saja. Ucapan Alfian dan Wijaya tadi ada benarnya dan akan menjadi evaluasi terhadap sikap Putri ke depannya dalam menyikapi keseriusan hubungannya dengan Aldi.
...****************...
Keesokan hari nya di siang hari yang masih terik sehingga hawa panas masih meronta meminta masuk ke celah-celah rumah. Seorang gadis sedang sibuk mencari dress terbaik yang akan dipakainya ke kondangan nanti malam.
"Kayaknya yang hitam bunga ini aja deh, simple tapi cocok buat pesta malam. Lalu ia mengeluarkan sepatu berwarna pastel dari dalam box sepatu dan sebuah tas hadiah dari para sahabat genk sengklek ketika ia berulang tahun ke-17 yang tersimpan dalam dust bag di rak terbuka.
Kebetulan saja hari ini putri sedang datang bulan, sehingga dia bisa mandi sore dan langsung berdandan.
Putri menata rambutnya dengan gaya cepol ala remaja jepang, dengan beberapa helai rambut dibiarkan menjuntai dan memberi kesan mess namun pretty look. Untuk wajahnya ia memoles dengan gaya natural look sehingga memberi kesan fresh namun tidak berlebihan.
Pukul 5 sore Aldi datang menjemput Putri.
tok tok tok
"Teh, ada Mas Aldi" ucap Bika yang mengetuk pintu kamar Putri.
"Iya Bika, tunggu bentar" jawab Putri dari dalam kamar.
Putri segera meraih tas dan sepatu di masing-masing tangannya, kemudian keluar kamar dan menemui Aldi di ruang tamu.
"Hai Mas, mau langsung berangkat aja?" ucap Putri sambil menyimpan sepatu di luar pintu.
"Putri kamu cantik banget, nanti jangan jauh-jauh dari aku Ya" ucap Aldi yang menatap Putri dengan tatapan tajamnya.
"Hush, itu mata kaya singa kelaparan aja Mas. Biasanya aku jelek ya sampe pangling begini" ucap Putri sambil tertawa rendah.
"Kamu memang cantik dan imut koq, tapi outfit ini buat kamu berbeda".
"Kamu bisa aja ih ngegombalnya. Jadi mau berangkat kapan?" tanya Putri kembali.
"Sekarang aja biar ga buru-buru di jalan. Oh ya Ibu mana?"ucap Aldi sambil menoleh ke arah ruang tengah.
__ADS_1
"Ibu lagi main ke pantai sama teman-teman SMA nya dulu dan baru pulang besok" jawab Putri.
"Bik.. Bika" Putri memanggil Bika.
"Iya teh kenapa?" jawab Bika yang menghampiri Putri ke ruang tamu.
"Teteh mau ke ondangan dulu ya di Jakarta sama Mas Aldi. Jangan lupa rumah dikunci. Teteh juga bawa kunci serep" perintah Putri pada Bika.
"Ya teh, Bika juga mau nginep di ruah Ojan"
"Kamu udah izin ke Ibu belum? " tanya Putri memastikan.
"Udah dong" jawab Bika.
"Oke kalau gitu hati-hati ya. Teteh berangkat dulu Assalamua'alaikum" ucap Putri diiringi dengan Bika yang mencium tangan Putri dan Aldi.
Putri kini sudah di dalam mobil dengan Aldi.
"Put, aku kangen banget sama kamu. Tapi maaf ya kerjaan lagi banyak banget. Banyak schedule branding. Belum lagi akhir taun gini perusahaan online pada ngadain promo kan, jadi moment juga untuk kita ikut branding di acara-acara mereka" ucap Aldi sambil menyetir namun sesekali menoleh ke arah Putri.
"Iya mas Al gak apa-apa koq, aku paham" jawab Putri tersenyum manis pada Aldi.
"Nah kamu gak kangen gitu sama aku?" tanya Aldi
"Kangen gak ya?? kamu mau nya gimana?" tanya Putri dengan tampang jailnya.
"Ya pengen dikangeninlah" jawab Aldi dengan pasti.
"Iya aku kangen Mas" ucap Putri yang sebenarnya ada sedikit rasa bersalah dihatinya karena sesaat setelah pertemuannya dengan Yudhis, ia bisa tidak memikirkan Aldi.
"Mana dong buktinya kalau kangen?" ucap Aldi sambil menyentuh pipinya dengan telunjuk bagai kode meminta sosor bebek di sana.
"Ih apaan sih genit deh minta bukti gituan segala" ucap Putri yang tersipu malu.
"Ya udah kalau kamu ga mau, aku aja deh" secepat mungkin Aldi mendekatkan tubuhnya ke arah samping Putri dan mencium pipinya cepat.
"Ih Maaaas mah" ucap Putri yang sangat merasa malu. Ini bukan pertama kalinya Aldi mencium pipi Putri, namun tetap saja saat dia melakukannya setelah lama tidak bertemu hal ini membuat Putri menjadi salah tingkah.
"Masih aja ya kamu gugup cuma karena aku cium pipinya. Bikin gemes aja kamu sayang" Aldi sambil mengelus sayang pipi kanan Putri.
"Ah ya Mas, mulai senin aku jadi kurir delivery" ucap Putri yang kemudian melihat respon kaget dari wajah Aldi seakan tidak percaya apa yang baru saja didengarnya.
"Ngurir? yang bener Put? koq bisa?" tanya Aldi dengan cepat.
Putri menjelaskan perihal masalah yang ditemukannya mulai dari kecelakaan kerja kurir bernama Ardy, hingga pembicaraannya dengan Pak Dadang. Namun bagian pertemuannya dengan Yudhis masih diskip, karena Putri rasa momentnya belum tepat.
Putri masih merasa khawatir kisah masa lalunya dengan Yudhis akan merubah sikap orang kantor terhadapnya. Belum lagi jika akan menceritakannya pada Aldi, maka ia harus menceritakan juga dari masa lalunya. Menceritakan itu semua butuh timing yang pas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
"Kamu yakin sayang? Duh aku khawatir deh itu kan kerja di lapangan, kalau ada apa-apa sama kamu di jalan gimana? bawa paketnya kalau banyak bisa pulang malam lho sayang" ucap Aldi dengan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya namun tetap dengan gaya bicara yang tenang.
"Tenang aja mas, kan nanti dipilihin rutenya sama Pak Ruslan. Aku juga cuma sampai jumat atau sabtu koq. Seminggu doang" ucap Putri meyakinkan Aldi sambil mengelus bagian belakang kepala Aldi untuk memberikan sedikit ketenangan disana.
Tangan kiri Aldi meraih lengan putri yang mengelus bagian belakang kepalanya, kemudian digenggamnya dan dicium pelan namun sedikit lama.
"Mas lagi nyetir lho" ucap Putri sambil mengingatkan bahwa Aldi tetap harus fokus dengan setirnya jika memang masih ingin hidup.
"Ini mobil matic sayang" jawab Aldi sambil tersenyum.
"Kamu sejak kapan bisa bawa mobil mas?" tanya Putri yang mencoba mengalihkan pembicaraan tadi agar Aldi bisa melupakan keresahannya.
"Dari SMP kelas 3" jawab Aldi.
"Wah hebat, aku mau dong belajar nyetir mobil. Nanti ajarin aku ya Mas" pinta Putri.
"Iya, nanti Mas ajarin sayang" jawab Aldi.
Tak terasa dengan situasi jalan Tol yang lancar sore hari itu, membuat perjalanan dari Kota Bogor ke Taman Mini jadi terasa singkat. Mobil sedan Mazda 2 milik Aldi sudah berada di parkiran mobil.
"Aku solat magrib dulu ya, kamu lagi solat ga?" tanya Aldi
"Aku lagi halangan Mas, nanti aku nunggu di bangku situ aja" Putri menunjuk bangku panjang berwarna hijau yang dekat dengan area beberapa muda mudi yang sedang jajan makanan di sana.
"Oke, tunggu aku di sana ya" ucap Aldi yang kemudian berjalan cepat ke area Masjid.
Putri menunggu Aldi sambil melihat-lihat feeds instagram yang sudah hampir 6 bulan ini tidak ia buka. Setelah puas melihat beberapa postingan di beranda, ia pun iseng membuka halaman ig Aldi dan melihat beberapa postingan yang sebagian besar berisi foto-foto dari events yang dijalankan oleh tim Marketing. Kemudian Putri tidak sengaja menyentuh icon postingan yang men-tag Aldi. Ia terkejut dengan postingan seorang wanita bernama Zianina_zee sedang memeluk pinggang Aldi dan bersandar dibahunya tanpa caption.
"Ini siapa?" ucap Putri dalam hati.
Bersambung,
__ADS_1