
"Kamu jangan resign karena alasan pernikahan ini, jika kamu sendiri tidak ingin berhenti. Aku yang akan mengajukan resign" jawab Yudhis dengan mantap.
"Hah? aku gak salah dengar? aku yang bekerja dan kamu?" tanya Putri yang masih terkejut.
"Ha..ha..ha.. Baik sepertinya kita perlu bicara dulu ya. Kamu mau makan siang dmn?" tanya Yudhis.
"Yang dekat dari sini aja. Jalan kaki juga banyak" jawab Putri yang masih belum tenang dengan jawaban Yudhis.
"Oke kita makan di resto jepang HKB ya"
......................
Putri dan Yudhis telah selesai memesan makanan jepang cepat saji. Kini, mereka berdua telah duduk berhadapan dengan makanan yang sudah tersaji di atas meja.
"Yang tadi gimana Yudhis? coba jelaskan" Pinta Putri yang memang sudah tidak sabar dengan penjelasan Yudhis.
"Aku dapat banyak tawaran pekerjaan. Ada beberapa perusahan bergengsi menawarkan posisi yang sesuai dengan keahlianku. Hampir semua perusahaan itu menawarkan kompensasi yang lebih besar dari yang kudapat saat ini. Jadi tenang saja Putri, kamu gak akan punya suami pengangguran" jelas Yudhis yang memberikan Putri kelegaan.
"Luar biasa ya. Orang pada susah cari kerja, kamu bisa-bisanya ditawar-tawarin kerja" ucap Putri sambil tertawa ringan.
"Bangga kan jadi istri aku?" tanya Yudhis dengan gaya sombongnya. Tangannya terlipat di depan dada sambil mengangkat kedua alisnya beberapa kali.
"Oh please deh jangan sombong gitu kamu!" ucap Putri sambil mengacungkan sumpitnya.
"Ampun Putri" Yudhis dengan gaya Hands up.
"Ha..ha..ha.. kamu nggak larang aku tetap kerja walau sudah menikah?" tanya Putri.
"Kamu dan aku harus tau hak dan kewajiban peran kita masing-masing. Selama pekerjaan kamu tidak menggeser peran yang sudah kamu tanda tangani dihadapan Tuhan, ya itu nggak akan jadi masalah buatku. Aku akan jadi supporter pertama buat cita-cita kamu" ucap Yudhis tegas sambil menatap Putri.
"Seperti Mama Julie. Mama yang hebat aku sangat kagum padanya. Terima kasih Yudhis" jawab Putri dengan haru sampai akan meneteskan air mata.
"Koq nangis Put? ada yang salah dengan ucapanku" tanya Yudhis sambil mengerutkan dahinya.
"Nggak koq. Aku hanya terharu. Pengen rasanya peluk kamu. Tapi aku akan menunggu saat kita udah SAH kan?" ucap Putri sambil tersenyum diiringi tawanya sedikit.
"Ha..ha..ha.. Ya aku juga setengah mati menahannya" jawan Yudhis dengan sedikit tertawa.
"Berarti betul kata Nini kalau mau nikah harusnya dipingit ga boleh ketemu, mungkin alasannya untuk menjaga hal ini ya?" ucap Putri.
"Kamu mau kita membatasi untuk bertemu?"tanya Yudhis.
__ADS_1
"Kalau itu memang untuk kebaikan ya kenapa nggak? kita hanya butuh bersabar kan?" ucap Putri.
"Oke baiklah. Tapi please selalu kabari aku ya" Pinta Yudhis.
"Baik pak Bos" jawab Putri sambil memberikan gerakan hormat.
......................
...Beberapa hari kemudian...
Putri : Aku baru pulang kuliah. Setelah ini tinggal UAS.
Yudhis : Alhamdulillah semoga dimudahkan prosesnya. Kamu sudah makan?
Putri : Iya beres juga SP aku, tinggal fokus skripsi. Belum makan, udah kemalaman ah takut gendut.
Yudhis : Awas masuk angin lho. Masuk angin kamu kan unik. ha..ha...haaa
Putri : Ih inget aja kamu! Nanti aku minum madu aja sama air hangat sebelum tidur. Besok berangkat jam berapa?
Yudhis : Jam 6 pagi.
Putri : Kenapa nggak pake pesawat aja sih? kan jauh kalau via darat.
Putri : Hati-hati ya. Koq aku jadi pengen ketemu kamu ya.
Yudhis : Kamu mau ketemu banget?
Putri : Gak usah deh, lebih baik kamu cepet istirahat aja. Good night.
Yudhis : Good night.
Putri meletakan ponselnya di atas meja kamar. Lalu ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
tok tok
"Teh ada A Yudhis tuh di depan" ucap Bika dari luar pintu kamar Putri.
"Hah Yudhis datang!" ucap Putri sendiri. "Iya bentar De" jawab Putri pada Bika.
Putri segera berganti pakaian tidurnya dengan kaos dan celana training, lalu berjalan keluar kamar.
__ADS_1
"Yudhis koq malah datang? kan besok kamu harus berangkat pagi" ucap Putri terkejut namun hatinya merasa sangat bahagia.
"Katanya tadi ada yang kangen, makanya aku datang ke sini" jawab Yudhis dengan senyum tampannya.
"Iya makasih ya aku seneng koq" jawab Putri jujur.
"Aku nggak akan lama buat ganggu anak gadis malam-malam begini. Aku cuma mau kasih kamu ini" Yudhis menyerahkan buket bunga mawar putih.
"Bunga ini mewakili cintaku padamu sejak pertama kita mengenal hingga saat ini Putri. Bahagiamu adalah bahagiaku. It is'nt bullshit, promise me that you'll be happy for the next you'll through on. I love you from the deepest of my heart" ucap Yudhis dengan tatapan tajam namun gelap di sana.
Entah mengapa mendengar hal itu membuat Putri meneteskan air mata. Ia sendiri tak memahami bagaimana bisa Yudhistira merasakan hal ini kepada dirinya. Tentu bahagia mendengar pengakuan cinta dan kesetiaan yang Yudhis jaga selama ini. Namun air mata ini tak bisa tertahan untuk tidak terjatuh.
"Terima kasih Yudhistira... terima kasih. Maafkan aku selama ini terlalu bodoh dalam menyikapi sikapmu. Maafkan aku yang terlambat menyadarinya" jawab Putri sambil menyeka air matanya.
"Tidak, itu semua berawal dari kebodohanku. Aku memahami sikapmu setelah bertemu lagi denganku. Sekarang sudah larut. Aku harus pergi. Beristirahatlah" pinta Yudhis yang masih berdiri memandang Putri.
"Ibu sudah tidur, jadi kamu langsung pulang saja" ucap Putri.
"I really wanna hug you but, aku akan menjagamu sebagai bukti cinta sejati yang sesungguhnya. Jangan lupa untuk bahagia" ucap Yudhis di depan pintu rumah.
"I promise to be happy for you. Hati-hati ya" ucap Putri.
"Yudhis! Aku mencintaimu, terima kasih sudah menjaga cinta dan kesetiaanmu selama ini untukku. Terima kasih segalanya. Semoga setelah ini aku bisa merasakan cinta sejati itu" ucap Putri yang dibalas senyuman memesona oleh Yudhis.
"Terima kasih sayangku, bye" ucap Yudhis kemudian berjalan keluar pagar.
Putri merasa enggan untuk masuk ke dalam rumah. Relung hatinya masih ingin melihat Yudhis sampai rupa tegapnya sudah tidak nampak dari depan pintu rumah Putri.
Dilihatnya Yudhis membalikan tubuh saat sudah diujung gang, lalu ia melambai ke arah Putri. Sementara itu, Putri membalas lambaian Yudhis sambil tersenyum.
Saat bayangnya sudah tidak terlihat, Putri berjalan masuk ke dalam rumah.
"Cie malam-malam dapet bunga. Tapi bunganya koq kaya..." ucap Bika yang tidak menyelesaikan ucapannya.
"Kaya apa Bik?" tanya Putri.
"Nggak teh. Udah ah Bika ngantuk"
"Ih aneh kamu mah, ya udah teteh juga mau masuk kamar" jawab Putri yang berjalan menuju kamar.
__ADS_1
Putri meletakkan bunga mawar putih tersebut di samping tempat tidurnya. Dipandangnya sesaat kemudian rasa kantuk menutupi kesadarannya.
Bersambung,