
"Aa, kita tidur siang dulu ya. Aku ngantuk banget" ucap Putri saat keluar dari kamar mandi.
"Iya tidur dulu aja, masih jam 2 siang ini" ucap Arjuna yang sedang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.
"Aa nggak tidur juga? lumayan kan sebentar mah bisa istirahat" Ajak Putri yang menghampiri suaminya.
"Kamu mau ditemenin?" Arjuna tersenyum jail dengan menaikan alisnya.
Ada kelegaan dari diri Putri, karena sepertinya suasana hati Arjuna sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Iya lumayan tidur satu jam mah A, abis itu solat terus mandi deh. Yuk bobo siang dulu" Putri memberanikan diri untuk mengelus telapak tangan Arjuna yang ia letakkan di samping laptop.
"Oke" Arjuna menjawab lalu menutup laptop dan meletakkanya di meja dekat sofa.
Deg
Deg
Deg
Arjuna sudah lebih dulu menaikkan tubuhnya ke atas tempat tidur, sedangkan Putri yang gugup masih berdiri di sisi lainnya.
"Kenapa? kamu nggak nyaman berbagi tempat tidur sama aku?" tanya Arjuna yang keheranan dengan sikap isterinya.
"Nggak A, bukannya gitu! Aku cuma nervous, makanya aku jadi gampang merasa mulas A" Putri akhirnya mengatakan hal yang
sebenarnya ia rasakan.
"Sini" Arjuna menepuk bagian kosong di sebelahnya yang dijawab anggukan oleh Putri.
Dengan perlahan, Putri duduk di sisi kasur lalu bergeser mendekat ke arah suaminya. Ia merebahkan tubuhnya yang berjarak lebih dari 30 centimeter dari Arjuna. Selain karena ukuran kasur yang besar, Putri juga merasakan kegugupan yang malah mengurangi rasa kantuknya.
Arjuna yang melihat tingkah isterinya itu merasa gemas. Tak dipungkiri ia pun merasakan kegugupan, namun ia masih bisa mengontrol hal itu melalui sikap kedewasaannya. Arjuna pun menggeser tubuhnya mendekat ke arah Putri, hingga kini mereka hanya berjarak sekitar satu jengkal.
Arjuna mengusap rambut isterinya dengan lembut, sementara Putri menoleh ke arah sang suami lalu ia tersenyum.
"Kamu cantik dan lucu" ucap Arjuna dengan lirih.
__ADS_1
"Pelawak dong kalau lucu" jawab Putri sambil pura-pura membuat wajahnya terlihat murung
"Ha..ha..ha.." Arjuna menanggapinya dengan tertawa
"Aa udah booking hotel buat kita?" tanya Putri.
"Belum, nanti saja. Aku juga punya beberapa kenalan yang punya posisi strategis di beberapa hotel, jadi akan memudahkan kita udah memesan secara on the spot.
"Okey" jawab Putri.
"Gak jadi tidur nih?" tanya Arjuna yang kini tangannya sudah bergerilya di bawah bibir Putri.
"Ngantuknya ilang. Aa mau tidur?" tanya Putri yang kini rasa gugupnya sudah mereda.
"Aku nggak ngantuk, tapi.." Arjuna bernafas berat dan tatapannya turun ke arah bibir merah perawan milik Putri.
Putri menelan liurnya dengan cepat, ia sudah mengerti bahasa tubuh dan maksud dari suaminya. Ia sangat gugup, namun ini adalah bagian wajib dari tugasnya sebagai seorang isteri. Kalaupun suaminya menginginkan duren terbelah saat ini juga, maka ia harus bisa melayaninya sebaik mungkin.
Putri sedikit cemas karena ia mengenakan underware yang sangat biasa, malah terlihat ada bagian yang sobek di bagian kain celana dalamnya.
Arjuna semakin mendekatkan wajahnya ke arah Putri, tangannya tetap mengelus bagian bibir dan dagunya, kemudian beralih kebagian pipi. Di sisi lain Putri yang sudah mulai menikmati perlakuan Arjuna dengan pasrahnya memejamkan mata. Semakin ia melihat ke dalam mata suaminya, ia malah merasa semakin gugup.
Beberapa kali Arjuna memberi kecupan singkat di bibir isterinya, hingga Putri sudah tidak tahu lagi berapa kali sudah kecupan itu mendarat di sana. Hingga seketika Arjuna mulai menekan ciumannya dan mulai menarik bagian bawah bongkahan bibir isterinya, yang kemudian berganti ke bagian atas.
Tangan Arjuna mulai turun melingkar di perut Putri. Semakin lama, Putri semakin bisa mengikuti dan ikut menikmati tuntutan suaminya. Hingga Arjuna semakin mengeratkan pelukannya, ia semakin memperdalam ciumannya lalu tiba-tiba ponselnya berdering.
*ringtone
Putri menepuk dada Arjuna dan mendorongnya sedikit hingga ciuman mereka terlepas.
"Hp Aa bunyi terus, liat dulu gih takutnya penting" Putri berkata dengan sedikit terengah.
"Baiklah" Arjuna bangkit lalu berjalan menuju meja di seberang tempat tidur.
"Assalamua'alaikum.. Iya Ma.. Ada, sebentar" ucap Arjuna dengan orang di seberang telepon. Ia berjalan dan menyerahkan ponselnya pada Putri "Mama mau bicara sama kamu".
Putri menerima ponselnya lalu berbicara pada Mama "Iya Ma... Baik Ma... Iya nanti Putri ambil... Terima kasih Ma..Wa'alaikumsalam".
__ADS_1
"Lemari yang isinya bungkus kado di mana A?" Putri bertanya sambil mengembalikan HP Arjuna.
"Ini" Arjuna berjalan dan menunjuk ke titik lemari yang di maksud.
"Oke" Putri berjalan ke tempat yang ditunjuk Arjuna. Ia membuka lemari tersebut lalu melihat tiga buah shopping bag berwarna pink dengan garis-garis yang bertuliskan salah satu Brand pakaian dalam dan body care terkenal.
"Kata Mama ini ga dimasukin ke seserahan karena kebanyak...."Putri terkesiap saat melihat isinya. Ia menatap isi dari satu kantung hingga kantung lainnya. Wajahnya merona seketika dan perubahan raut wajahnya tak luput dari perhatian Arjuna.
"Kenapa? kamu suka nggak?" tanya Arjuna sambil tersenyum jail.
"Memangnya kamu tahu isinya apa?" tanya Putri yang balik mengejek Arjuna, ia merasa suaminya itu sudah sok tahu dari isi hadiah Mama Julie.
"Ya tahu lah! Kan Mama suruh aku yang milih supaya sesuai sama selera aku" Arjuna menahan tawa dengan mengepalkan tangannya di depan mulut. "Nah kamu suka nggak?" tanya balik Arjuna.
"Iih Aa malu! Tapi makasih ya udah dibeliin. Aduh aku malu banget deh ini" ucap Putri yang membelakangi Arjuna.
"Hari ini dipakai ya, terserah kamu mau pakai yang mana dulu. Semuanya udah di-laundry jadi tag-nya sudah pada lepas" ucap Arjuna menjelaskan.
"Ya ampun seniat itu Mama sampai udah dicuciin segala" batin Putri.
"Iya A, nanti aku pakai" Putri menjawab dengan tetap membelakangi suaminya.
"Ha..ha..ha" Arjuna masih tertawa melihat tingkah isterinya.
"Duh mentang-mentang kita beda tujuh tahun, dia ngerasa dewasa gitu? Aku yang keki sendiri ngerasa kayak bocah banget deh! Awas aja A nanti aku cari kelemahanmu!" tekad Putri sambil menyipitkan mata.
"Aku mau mandi dulu aja, kayaknya gak bakal bisa tidur nih kalau udah kebangun gini" ucap Putri yang sudah berdiri berhadapan dengan Arjuna.
"Gak kita lanjut dulu yang tadi?" Arjuna berjalan ke arah Putri. Sementara itu, Putri masih mematung dengan ucapan suaminya tadi.
"Apa kalau cowok memang ga ada kekinya walau gak pake pengenalan pacaran? Duh pasrah aja deh Putri.." Putri menasihati dirinya sendiri.
"Ha..haa.. Kamu tegang banget sih, udah sana kamu mandi" Arjuna berkata sambil menarik dagu isterinya lalu berjalan keluar kamar sambil cengar-cengir.
"Aarrggh tadi dia bete! sekarang koq malah jadi reseh!" gumam Putri dalam hati.
Bersambung,
__ADS_1