
...Hari Senin -Yudhistira...
"Rif, kita berangkat sekarang" ucap Yudhistira pada sekretarisnya.
"Baik Pak" Arif pun berdiri dan meraih ranselnya, kemudian mereka berjalan bersama ke arah lift.
Ting
Lift terbuka dan mereka masuk ke dalamnya.
"Anak marketing ada yang mau berangkat bareng sama kita?" tanya Yudhis pada Arif.
"Nggak Pak, sepertinya mereka dari pagi sudah di Hotel" jawab Arif.
"Oke" Yudhis masih berdiri sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
Ting
Lift terbuka dan mereka pun berjalan menuju parkiran mobil.
"Hari ini saya full agenda sama project MP aja kan?" tanya Yudhis pada Arif yang sedang fokus dengan setirnya.
*) MP singkatan dari Market Place
"Iya Pak, jam 10 sampai 18" jawab Arif sambil sesekali menoleh ke arah bosnya.
"Baiklah" ucap Yudhis sambil menambah volume Audionya saat salah satu stasiun radio memutarkan lagu kenangannya dulu dengan Putri.
Utada Hikaru - First Love
Reff
you will always be inside my heart
itsumo anatadakeno bashogaarukara
i hope that I have a place in your heart too
now and forever you are still the one
imawa madakanashii love song
atarashii uta utaerumade
you are always gonna be my love
itsuka darekato mata koiniochitemo
i'll remember to love
you taught me how
you are always gonna be the one
mada kanashii love song yeah
now and forever ah…
(Yang masa remajanya tahu lagu ini berarti seangkatan ama author ya. Lagu ini lagi hits waktu author SMA 😝)
Yudhis tersenyum sambil bersenandung rendah saat mendengar lagu ini, ingatannya melayang mengingat masa-masa indahnya dahulu bersama Putri.
"Wah Pak suaranya lumayan juga, suka banget sama lagunya?"tanya Arif sambil tersenyum menggoda bosnya.
"Wah masa sih? saya gak bisa nyanyi lho Rif. Ya saya suka sama lagunya" jawab Yudhis sambil mengangguk.
"Masa cuma suka sama lagunya? kata temen saya, kalau suka banget sama lagu itu pasti karena sesuai sama pengalaman hidup" ucap Arif sambil tetap fokus menyetir mobil.
__ADS_1
"Ha..ha.. bener juga sih" jawab Yudhis yang merasa omongan bawahannya ini benar.
"Pak Yudhis udah punya calon belum? Banyak banget lho fans Bapak di kantor tuh. Ribet banget kalau saya diinterogasi ama cewek-cewek kantor" keluh Arif.
"Curhat nih? Bilang aja kalau hati saya udah ada yang punya. Biar mereka juga ga nanya-nanya lagi" ucap Yudhis santai.
"Siap 86" jawab Arif dengan senyum lebarnya.
Tak terasa mobil yang mereka kendarai sudah tiba di sebuah Hotel bintang 5 di daerah Jakarta Pusat. Dan kini mereka sudah berjalan menuju ruang meeting yang sebelumnya sudah diinformasikan pada undangan.
Pintu masuk ruang meeting terlihat masih terbuka.
"Selamat Pagi" ucap Yudhis pada semua peserta meeting yang sudah hadir.
Yudhis berjalan sambil menyapa peserta yang sudah hadir, diantaranya Aldi dan 2 orang lainnya dari Departemen Sales dan Operasional PT ZEN Express, serta perwakilan dari MP yang bernama Zianina dan 2 orang lainnya yang belum datang.
Kesuksesan acara di Bali berpengaruh positif terhadap hubungan kerja sama antara PT ZEN dengan MP.
Acara meeting di mulai tepat pukul 10 pagi karena peserta telah hadir semua.
Meeting berjalan dengan lancar sesuai dengan agenda yang telah disusun dan berakhir saat Adzan Magrib.
Peserta muslim pun melaksanakan shalat Magrib di ruang meeting sebelah yang memang di setting oleh pihak hotel sebagai Mushola.
Selesai sholat, Yudhis mengecek ponselnya dan berharap mendapatkan kabar dari Putri, namun tidak ada pesan masuk dari Putri sedari pagi.
Yudhis pun membuka ponselnya yang sudah diinstalkan aplikasi rahasia milik Arjuna. Ia meretas ponsel Putri untuk mengecek keberadaannya.
Kecemasannya berkurang karena melihat posisi putri saat ini di kantor cabang Bogor. Ia menutup kembali aplikasinya dan bersiap pulang.
"Bos, saya nebeng Reza ambil motor ke kantor"ucap Arif yang memang motornya ditinggal di kantor.
"Oke, thanks Rif" jawab Yudhis sambil menepuk bahu bawahannya.
"Sama-sama. Hati-hati bosku" ucap Arif lagi sambil berlalu meninggalkan ruang meeting.
Sebelum ia berbelok masuk ke toilet terdengar suara orang yang dia kenal di pojok sudut lorong yang berlawanan dengan arah menuju toilet.
"Please Al, nginep di sini temenin gw. I need your charm and let me serve you tonight" ucap seorang wanita dengan desahan menggoda yang suaranya seperti tidak asing bagi Yudhis.
Pria yang sedang bersama wanita itu tidak menjawab, tapi tak lama kemudian terdengar suara leguhan serta decakan kecupan yang keras menandai apa yang sedang mereka lakukan.
"How can they make out on this place" umpat Yudhis yang kemudian tidak sengaja saat akan masuk ke ambang pintu toilet, ia melihat Aldi dan Zia keluar dari sudut tersebut sambil tertawa. Tangan Aldi terlihat mencengkram pinggang Zia dengan posisi Zia bergelayut manja di tangan Aldi.
"*******" ucap Yudhis yang kemudian memperhatikan mereka dari celah pintu toilet.
Ia mengurungkan niatnya untuk menuntaskan panggilan alamnya di dalam toilet.
Perlahan Yudhis keluar dan menjaga jarak dengan Aldi.
Ia dengan cepat membuka aplikasi Arjuna dan mencari posisi hotel tempatnya saat ini.
Setelah keamanan data hotel teretas dengan mudah, ia mencari nama tamu Zianina, lalu muncul room number yang dipesan.
Setelah memastikan jaraknya aman dengan Aldi yang sudah lebih dahulu naik lift bersama Zia, Yudhis segera masuk ke lift yang bersebelahan kemudian menekan tombol 15.
ting
Lift lantai 15 terbuka
Yudhis mencari arah room 1505, lalu ia mendengar suara tawa wanita yang ia kenal. Dengan penuh perhitungan, ia berjalan ke arah suara dan menemukan direction menuju room yang dicarinya.
Ia melihat dengan jelas kedua pasangan itu masuk kamar.
Yudhis sangat kesal melihatnya, ingin sekali ia mengeluarkan jurus taekwondonya saat ini dan menggempur habis-habisan pria yang jadi pacar Putri itu.
__ADS_1
Yudhis dengan gusar mengusap rahangnya. Ia masih menatap lekat ke arah kamar 1505, kemudian ia pergi meninggalkan lantai 15 dengan nafas panjang berkali-kali berharap agar emosinya mereda.
"Hubungan kalian tak ku restui, maaf harus aku pastikan kau bahagia sayang" ucap Yudhis pelan yang sedang seorang diri di dalam lift.
...----------------...
...Hari Senin - Putri...
Putri bagun pagi dengan penuh semangat. Ia sudah tidak sabar dengan kegiatan barunya hari ini.
"Bismillahirahmanirrahim, Ya Tuhan mudahkanlah urusanku hari ini" ucap Putri dengan penuh optimis.
Ia bersiap untuk mandi lalu sarapan. Selesai sarapan, ia menggosok gigi kembali dan menggunakan skincare rutin paginya. Tak lupa ia menggunakan sun protection yang sudah diberikan Yudhis dan Aldi.
Putri sudah memutuskan akan menggunakan lotion dari Yudhis dan face mist dari Aldi. Ia rasa keputusannya sudah adil mengingat pemberian kedua orang tersebut sama-sama ia gunakan hari ini.
Putri keluar kamar dan mencium tangan Ibu sebelum naik ke motor maticnya.
Ia tiba di kantor pukul 7.30, karena sebagai kurir shift satu masuk kerja pukul 8 pagi.
Ia mencari Pak Ruslan, namun sepertinya belum datang. Akhirya Putri berbincang dengan beberapa kurir yang terlihat bersantai di ruang masuk barang.
"Pak koq pada santai-santai di sini?" tanya Putri kepada 4 orang yang sedang bersantai sambil mengobrol di lantai.
"Iyalah ibu liat sendiri barang masih numpuk belum disiapin buat kurir. Bisa-bisa kita baru jalan jam11 nih paling cepet" jawab salah satu kurir.
"Gak ikut bantuin checker aja supaya cepat selesai sortir areanya?kalian jg hafal kodepos kan?"tanya Putri balik
"Bu kalau kita bantu juga mereka yang pulang cepet, kita yang berdarah-darah pulang malem. Capek duluan yang ada kita Bu" ucap kurir tadi.
"Kalau kalian baru berangkat jam11 kenapa jam segini udah dikantor?" tanya Putri lagi sambil memandang bergantian ke arah 4 orang dihadapannya.
"Kan absen kita jam8 Bu, kalau dateng abis jam8 nanti telat uang disiplin kita ilang, bisa diamuk bini Bu" ucap kurir yang lainnya dan disambut tawa oleh teman-temannya.
"Ha.. ha.. ya udah saya permisi dulu ya" Putri sudah merasa cukup berbincangnya.
Ia kini mengamati proses loading barang yang datang dari bandara ke kantor cabang.
Beberapa kali ia turun langsung mengecek proses bongkar muat, pemeriksaan nomor bag, hingga sortir per area kurir.
Hari ini ia mengurungkan niatnya untuk turun ke lapang menjadi kurir, karena ia melihat permasalahan utama ada pada proses awal barang masuk. Maka ia harus menyelesaikan dulu dari proses awalnya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15 sore hari, dan Putri teringat belum makan siang.
Putri pergi ke pantry untuk mencuci tangan lalu makan siang di sana.
"Mbak, gimana tadi di operasional?" tanya Wijaya yang berjalan ke arah pantry.
"Wi, ternyata ada yang salah di proses awal penerimaan barang. Besok saya masuk jam 4 subuh deh sekalian liat proses awal barang masuk nih" ucap Putri pada Wijaya.
"Oke Mbak, info aja nanti saya bantu absennya. Perlu ditemenin ga?" tanya Wijaya yang sudah seperti keluarga sendiri.
" Nggak usah, kalian fokus aja sama kerjaan HR yang saya tinggal ya" ucap Putri sambil tersenyum.
"Oke siap Mbak" jawab Wijaya yang kemudia masuk ke toilet samping pantry.
Putri segera kembali ke area operasional dan meneruskan observasinya ke bagian administrasi.
Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 7 malam. Putri bersiap pulang dan berpamitan dengan para karyawan di bagian operasional.
Di area parkir motor, Putri melihat Pak Ruslan yang sedang mengembalikan mangkuk mie ayam.
"Pak Ruslan, besok saya datang subuh ya. Mau liat dari proses mobil bandara paling pagi" ucap Putri yang sudah bersiap pulang.
"Siap Bu, hati-hati di jalan ya" ucap Pak Ruslan.
__ADS_1
"Iya Pak, saya permisi pulang duluanya" pamit Putri pada Pak Ruslan
Bersambung,