Putri Kurir

Putri Kurir
4


__ADS_3

Tibalah hari dimana Putri menemui HRD kantor Bapak. "Duh Ini bajunya pantes nggak ya buat kerja?" Putri membatin di depan kaca.


Tok tok tok


Ceklek


“Teh udah jam 8 nih! nggak berangkat? Gak enak lho ini hari pertama kamu. Cepat sarapan, terus langsung berangkat” perintah ibu diambang pintu kamar Putri.


“Bu, ini bagus ga buat nemuin HRD?” Tanya Putri sambil sedikit menggoyangkan badannya untuk menunjukan outfit-nya pada Ibu.


“Bagus Neng, yang terpenting rapi dan buat kamu nyaman aja. Oh ya, ga usah pake pantofel! Kamu mah pake sepatu keteplek aja” Ucap Ibu yang sangat memahami putrinya, Putri sama sekali tidak bisa memakai sepatu dengan heels, walau sependek apapun.


*keteplek means flatshoes ya, ini bahasa sunda hee.


“Iya Bu” Jawab Putri sambil mengambil tas ransel, lalu ia mengecek bawaannya.


Sesampainya di meja makan, Putri melahap nasi uduk dengan tempe goreng yang sudah ibu sediakan, kemudian ia meminum air putih ya g diletakkan di samping piring. Setelah selesai makan, Putri mencuci piring, membersihkan mulut dengan air, kemudian bersiap berangkat ke kantor.


Putri merasakan sedikit gugup, hal ini dimaklumi karena Putri sama sekali belum pernah mengalami dunia kerja.


Putri menghampiri ibu yang sedang menyapu di teras, ”Bu doakan Teteh ya” kata Putri pada Ibu sambil mencium tangannya.


“Insha Allah lancar Tehh, Ibu doain ya” kata Ibu sambil mencium pipi kanan dan kiri putrinya.


“Nuhun Bu, ai lop u Bu” kata Putri sambil bergaya manja dengan bibir sedikit dimayunkan alias sok imut.


“Dah hati-hati ya, naik ojek apa angkot Teh?” tanya Ibu.


“Angkot ajalah Bu, deket ini 15 menit juga nyampe” kata Putri yang kemudian berjalan ke depan pagar, ia pun tak lupa menutup kembali pagar rumahnya.


“Assalamu’alaikum”ucap Putri pada Ibu.


“Wa’alaikumsalam” jawab Ibu.


......................


“Kiri Bang” sahut Putri kepada sopir angkot, yang menandakan bahwa mobil harus menepi ke sisi kiri sebab penumpang akan turun.


Putri turun dari angkot lalu menyerahkan sejumlah uang kepada sopir, setelah itu berjalan di trotoar depan ruko Kantor Cabang ZEN Express.


Terlihat tulisan pada plang PT. ZEN Express di ruko berlantai tiga itu. Kantornya belum terlalu besar, tapi yang Putri ketahui dari Sang Bapak ialah kebagaannya saat bekerja di sini. Bapak merasa sangat nyaman dikarena perhatian pemilik perusahaan yang sangat mementingkan kesejahteraan karyawannya.


Bapak pernah bercerita bahwa pemilik perusahaannya sangat peduli pada anak yatim dan dhuafa. Hal ini yang membuat Putri sangat tertarik untuk bergabung di perusahaan tempat kerja Bapak dulu.


Putri berjalan perlahan menuju ruko yang berada paling pojok kiri sambil mencari security yang biasanya bertugas di depan kantor. Tapi Putri tidak melihat penampakan security yang berjaga. Akhirnya, ia memutuskan untuk masuk ke gerai penjualan di bagian depan ruko.

__ADS_1


Putri membuka perlahan pintu kaca dua handle, lalu ia menghampiri petugas yang sedang duduk dibalik meja pelayanan. Di sana terdapat dua petugas wanita. Salah satu petugas terlihat sedang melayani pelanggan yang akan mengirimkan paket, maka Putri memilih petugas yang sedang kosong pelayanan.


“Permisi Mbak, saya ada janji dengan HRD di sini" kata Putri yang sudah duduk di kursi depan meja pelayanan .


“Oh masuk aja Mbak lewat pintu samping counter ini, terus naik ke lantai atas nanti tanya aja sama yang disana mau ketemu HRD Ibu Yunita" jawab Petugas dengan datar.


“Baik Mbak terima kasih” jawab Putri kemudian berdiri keluar. Ia masuk kembali ke pintu yang terletak di samping gerai penjualan yang dimaksud petugas tadi.


Ceklek


Pintu kaca samping dibuka dengan sedikit mengeluarkan suara. Dilihatnya lorong sempit yang hanya bisa muat untuk dua orang. Panjang lorong itu sekitar 4 meter, lalu semakin ke dalam menjadi ruangan yang lebih besar ukurannya.


Di sana, terdapat banyak tumpukan karung dan paket. Ada juga tangga menuju basemen di sisi kanan yang terdengar ramai, mungkin di bagian bawah sini tempat kerja juga.


Putri segera naik ke tangga menuju atas. Setibanya di atas dia melihat ada pintu berwarna hitam dan sebuah mushola di sampingnya. Putri memperhatikan sekitarnya dulu untuk memastikan bahwa hanya terdapat sebuah ruangan di lantai yang dimaksud oleh petugas tadi. Putri berjalan ke depan pintu tersebut lalu mengetuknya.


Tok tok tok


Terdengar suara wanita dari dalam “Iya masuk aja”.


Putri membuka pintu perlahan dan berkata dengan posisi yang masih di depan pintu, ia hanya mencondongkan badannya ke depan sedikit sambil memegang handle pintu.


“Permisi Bu, saya ada janji dengan Ibu Yunita HRD di sini”.


“Perkenalkan saya Yunita, silahkan duduk Mbak Putri”. Yunita berkata sambil tersenyum lebar.


"Kayaknya mba Yunita ini orangnya ramah, beda sekali sama petugas gerai di bawah" gumam Putri dalam hati.


“Selamat datang Mbak Putri. Gimana kabarnya Mbak?” Tanya Yunita.


“Alhamdulillah baik Bu, Ibu bagaimana?” Tanya Putri balik.


“Alhamdulillah baik juga Mbak” jawab Yunita sambil tersenyum. “Panggil saja saya Bu Yuni ya. Bisa saya minta CV-nya Mbak?”


“Silahkan ini CV saya Bu Yuni”. Jawab Putri sambil menyerahkan amplop coklat yang berisi CV-nya.


Yuni membuka isi amplop coklat itu dan membaca beberapa halaman bergantian. Tanpa memakan waktu lama, Yuni kembali bertanya pada gadis di hadapannya “Baru lulus SMA ya? Kegiatannya apa saja waktu sekolah? Suka ikut organisasi dan ada prestasi khusus ketika sekolah Mbak?” Tanya Yuni.


Deg


"Sepertinya ini masuk sesi interview sama HRD deh" suara batin Putri.


“Iya Nu saya baru lulus satu bulan yang lalu. Saya aktif di organisasi softball dan kateda, saya pernah menjabat sebagai ketua ekskul softball dan sebagai wakil ketua di ekskul kateda. Selain itu, saya juga pernah menjuarai KIR tingkat provinsi dengan tim saya. Saat itu saya masih kelas 2 SMA, bersama dengan tiga orang teman, ksmi mewakili Kota Bogor untuk mengikuti kompetisi yang diadakan di Kota Bandung. Selain itu, saya perna dua kali meraih juara umum serta mendapatkan bantuan beasiswa jalur prestasi.” Jawab Putri sambil menatap Yuni.


“Wah kamu pinter juga ya, apakah ga ada keinginan untuk melanjutkan kuliah? Sepertinya kamu dari SMA unggulan nih, pasti mudah untuk bisa masuk ke kampus-kampus favorit.” Jawab Yunita sambil menatap putri tersenyum.

__ADS_1


“Ya Bu, cita-cita saya sebelumnya ingin sekali mengambil kuliah di psikologi UI atau Gizi IPB. Namun, karena kondisi keluarga saya sekarang sedang tidak memungkinkan, maka saya memutuskan untuk bekerja saja. Toh mencari ilmu tidak mesti harus langsung lanjut kuliah selepas lulus SMA kan? Saya berniat sambil bekerja nanti saya akan menabung untuk biaya kuliah.” Putri menjawab sambil tersenyum.


“Aamiin semoga dimudahkan dan dikabulkan cita-citanya ya Mbak” ucap Yunita


“Amiin terima kasih Bu” jawab Putri.


“Hari ini Mbak Putri sudah bisa langsung trainining dibagian Frontline Departemen Customer Service, tugasnya kurang lebih seperti call center Mbak. Bertugas menerima telepon kemudian meneruskannya ke bagian lain untuk ditindaklanjuti. Sekarang saya akan mengenalkan Mbak dulu kepada pimpinan cabang kita. Kebetulan ruang beliau ada di sebelah ruang ini” Kata Yuni sambil menunjuk oada sebuah pintu di samping pojok kanan ruang HRD.


Ada sebuah pintu Hitam yang sama persis seperti pintu ruangan HRD. Putri meyakini bahwa pintu itu yang digunakan untuk masuk ke ruang pimpinan. Yuni berdiri yang disusul oleh Putri yang berdiri dan berjalan di belakang Yuni.


Deg,


"Aduh Kacabnya gimana ya... galak ga ya.. duh deg degan nih ketemu Bos. Mudah-mudahan baik ya Allah" Doa Putri dalam hatinya.


Tok tok tok


“Ya masuk!” suara berat laki-laki dari arah dalam ruangan.


ceklek


“Assalamu'alaikum Pak Dadang” Sapa Yuni sambil tersenyum dan masuk ke ruangan.


“Wa’alaikumsalam” Jawab Pak Dadang sambil menatap Yuni dan Putri.


“Permisi pak, saya mau mengenalkan karyawan baru namanya Ibu Putri anak dari almarhum Pak Sodiq.” Ucap Yuni sambil melirik ke arah Putri.


“Oh ya” ucap Pak Dadang sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Putri. “Selamat bekerja Mbak, semoga Mbak bisa mengikuti dan dapat berkontribusi dengan baik di sini.”


“Terima kasih banyak Pak atas kesempatan yang sudah diberikan untuk saya. Insha Allah saya akan bekerja dengan baik. Mohon bimbingan dan arahannya Pak” Ucap Putri sambil menganggukkan kepala dan tersenyum.


“Insha Allah. Yun, tolong anterin Ibu ini berkeliling kantor dulu dan perkenalkan kepada karyawan-karyawan ya. Jangan lupa nanti Sabtu ikutin Basic training ya" perintah Pak Dadang kepada Yuni.


“Baik Pak” jawab Yuni sambil menganggukan kepala. “ Kami permisi dulu, Assalamu’alaikum”


“Wa’alaikumsalam” jawab Pak Dadang.


Putri dan Yuni keluar dari ruang kacab menuju beberapa bagian ruang departemen lainnya.


Dimulai dari ruang sales yang di gabung dengan ruang HRD, kemudian berlanjut pada ruang operasional di basemen. Setelah itu Putri naik lagi ke lantai yang berada di atas ruang HRD, di sana terdapat empat departemen lainnya, seperti Departemen Customer Service, Departmen Finance & Accounting, Departemen Genneral Affair, serta Departemen IT di mana ruang tersebut bersebelahan dengan gudang berkas-berkas.


Bersambung


^_^ Mohon like dan comments ya readers


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2