Putri Kurir

Putri Kurir
35


__ADS_3

Keesokannya harinya, Putri sudah tiba sebelum pukul 4 subuh di kantor.


"Bu Putri, ada perlu apa subuh-subuh gini ke kantor?" tanya security yang bernama Endang.


"Saya ada perlu untuk liat proses inbound dari armada pertama bandara pak" jawab Putri ramah kepada security di depannya.


"Mobilnya belum datang Bu, biasanya 10 menit lagi juga datang" ucap Pak Endang dengan informasinya.


"Baik, terima kasih Pak Endang infonya. Saya permisi dulu" ucap Putri dengan sopan.


Tepat sekali sekitar 10 menit kemudian armada pertama yang membawa barang masuk wilayah Bogor sudah tiba di depan ruko yang masih sepi itu.


Putri segera melihat, mencatat, serta sesekali membantu proses pengecekan bag yang diserahterimakan dari driver bandara ke petugas checker inbound.


Ia menghitung banyaknya bag, tonase, hingga jumlah shipment atau paket yang datang per armadanya. Tak lupa ia pun mencatat jam kedatangan armadanya untuk kemudian data-data tersebut ia analisa dengan data selama 2 bulan terakhir.


Setelah itu ia klasifikasikan karyawan inbound dengan shiftnya yang bertugas di subuh ini.


Aktifitasnya ini ia lanjutkan terus sampai ke armada akhir yang datang hari ini di pukul 9 pagi.


Setelah selesai dengan pengamatannya di awal proses tadi, ia melihat sortir akhir untuk dibawa kurir dan mencatat permasalahan-permasalahan yang ia lihat.


Ia meminta izin kepada Pak Ruslan untuk menganalisa data-data tersebut di ruang HR saja, karena terasa tidak kondusif dengan penuh dan riuhnya area operasional pagi ini. Pak Ruslan pun memahami dan mengizinkannya.


Putri menyelesaikan berbagai analisanya dan menyusun ulang action plan yang sudah dibuat sebelumnya.


Ia memutuskan besok akan melakukan pengantaran ke A (ring 1), besoknya ke area B (ring 2), dan yang terakhir ke area C (ring 3). Trial area ini tentunya ia mendampingi kurir lain yang memang bertugas di area-area tersebut.


Putri akan mengikuti secara random kurir-kurir tersebut untuk melihat efektifitas strategi inbound baru untuk masalah yang dia lihat pada dua hari ini. Strategi baru akan dia mulai terapkan besok.


Putri segera bergerak turun ke bawah untuk menemui Pak Ruslan.


"Pak Ruslan, punten saya bisa bicara sebentar?" ucap Putri dengan sopan.


"Pak bisa dikumpulin semua kordinator area gak jam 2 siang ini. Saya ada briefing sebentar aja" pinta Putri pada Pak Ruslan.


"Bisa Bu" Jawab Pa Ruslan.


"Baik Pak, saya tunggu jam 2 siang di ruang meeting ya. Terima kasih" ucap Putri yang kemudian kembali ke ruang HR, untuk memastikan data-data presentasinya pada briefing nanti sudah siap disajikan.


......................


...Pukul 2 siang di ruang meeting...


Siang ini, ruang meeting sudah terisi oleh 8 orang di dalamnya, diantaranya Putri, Pa Ruslan, dan 6 orang kordinator operasional inbound.


"Assalamua'alaikum, selamat siang Bapak-bapak" sapa Putri membuka briefing siang ini.


"Wa'alaikumsalam" jawab seluruh peserta bersamaan.


"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan oleh teman-teman dari operasional inbound yang sudah meluangkan waktunya untuk berkumpul siang ini. Langsung saja kita masuk ke pokok bahasan" Putri berucap sambil menampilkan presentasi pada layar putih di depan.


"Dapat bapak-bapak lihat ini merupakan perbandingan antara schedule shift dengan realita di lapangan".


Putri menampilkan situasi permasalahan yang terjadi saat ini, serta dampak yang sudah maupun prediksi resiko yang bisa saja terjadi jika permasalahan tidak segera diselesaikan.


"Maka dari itu saya mohon support dari Bapak-bapak sekalian agar strategi yang saya buat ini bisa berjalan dengan baik" Putri berkata sambil membuka slide selanjutnya.


"Berikut beberapa strategi yang mulai diterapkan besok adalah rearrange shift checker, kurir dan admin inbound dengan pengaturan seperti ini" Putri menjabarkan perubahan shift kerja berdasarkan perubahan kedatangan armada.


"Perubahan shift kerja ini akan kita coba besok sampai jumat" Putri kembali menegaskan kepada para peserta briefing.


"Tiga hari ya bu" ucap salah satu korwil.


"Iya betul Pak, nanti setelah itu kita lakukan evaluasi lagi. Undangan meeting evaluasinya akan saya kirimkan menyusul ya" ucap Putri kepada seluruh peserta briefing.


"Siap Bu" ucap peserta di ruangan


"Baik Pak saya tutup briefing siang hari ini. Terima kasih banyak, Wassalamua'alaikum wr.wb"


"Wa'alaikumsalam wr.wb"


Seluruh peserta briefing sudah meninggalkan ruang meeting, kecuali Putri yang masih berada di sana untuk merapihkan proyektor dan laptop ke posisi semula.

__ADS_1


......................


...Disisi lain setelah briefing...


"Ah.. ribet ngapain sih ganti-ganti shift, emang gampang apa ngatur semua lagi dari awal? Bisanya cuma kasih strategi, yang babak belur di lapangan kan kita" keluh seorang korwil bernama Anhar.


"Nasib.. nasib.. biasa kalau anak kuliahan suka sok paham masalah lapangan, disuruh ke lapangan mah pada mundur" timpal lagi seorang korwil bernama Deden.


"Operasional mah ga butuh konsep-konsep gitu, yang penting mah siap kerja 24 jam" timpal lagi Ali.


"Hey hey udah kita coba aja dulu besok, kalian boleh komen lagi kalau memang strategi Bu Putri besok memang gagal" ucap Ruslan kemudian menyudahi gunjingan para korwil di belakang Putri.


...****************...


...Day 1- Ngurir...


Angin menari-nari seolah menemani langit yang masih gelap. Suara gemericik aliran air di selokan-selokan besar seolah menjadi saksi bisu seorang gadis yang mengendarai motor matic menembus dinginnya subuh ini.


Hingga anak pertama pasangan Alm Sodiqin dan Eti ini sudah sampai di kawasan ruko PT ZEN express.


"Pagi pa Mul" sapa pada security yang berjaga


"Pagi Bu Putri. Hari ini masih masuk subuh ya Bu?" tanya security itu sambil berdiri tegak.


"Iya Pak masih liat proses dari armada awal, saya permisi ke dalam ya Pak" ucap Putri dengan sopan.


"Oh iya Bu, silahkan" ucap security sambil membukakan pintu masuk ruko kantor.


Putri berjalan menuju basement operasional dan dilihatnya beberapa barang armada yang datang pukul 4 tadi sudah terproses 70% pada jam 5 pagi.


"Alhamdulillah kalau seperti ini terus, pola kerja karyawan bakal sehat dan performance operasional juga lebih baik" batin Putri sambil mengecek surat serah terima dari driver bandara ke checker.


Satu per satu barang sudah selesai disortir per area kurir dan selesai pukul 9 pagi. Sehingga kurir shift 1 sudah bisa berangkat paling lambat pukul 9 pagi.


Hari ini Putri memutuskan untuk mengamati kurir ring 1 terlebih dahulu. Ia mencatat nomor hp beberapa kurir ring 1 dengan area berbeda, karena bisa jadi nanti ia memerlukannya.


Pertama ia memilih untuk mengikuti kurir bernama Jaka area Bogor Tengah.


Putri mengikuti Jaka sampai 1/2 bawaannya sudah habis terdelivery.


"Mas, saya cukup ikut sampai di sini ya" Putri berpamitan dengan Jaka di sebuah taman perumahan.


Taman itu terdiri dari beberapa area bermain anak dan tempat berjalan santai yang sudah di setting sebagai area berkumpul warga sekitar.


Putri membuka aplikasi Arjuna, kemudian memasukkan 5 nomor kurir ring 1 yang ia catat tadi.


Dalam beberapa detik nampaklah posisi kurir-kurir itu saat ini.


Akhirnya setelah memperhitungkan waktu, Putri memilih area kurir yang jaraknya tidak jauh dengan lokasinya saat ini.


Ia mulai menyalakan mesin motor, kemudian melajukan kendaraannya ke arah kurir yang ia maksud tadi.


Sampailah Putri di sebuah gang yang sangat sempit.


"Duh sepertinya hanya muat 1 motor saja ini mah" gumam Putri dalam hati.


Selain sempit, gang tersebut memiliki track yang sangat ektrim bagaikan air terjun yang curam ke bawah dengan jarak sekitar 30 meter. Pada sisi kanan gang adalah sebuah tembok tinggi yang memisahkan gang dengan rumah-rumah di sisi lainnya. Sebelah kiri gangan itu langsung berbatasan dengan rumah-rumah warga yang saling berdempetan dan dipisahkan beberapa selokan depan rumah.


"Luar biasa, gimana kalau kurir bawa barang banyak ke sini ya" ucap Putri yang masih terpaku di bagian mulut gang.


tin tin


Terdengar suara klakson dari arah bawah yang menandakan bahwa ada motor yang akan menanjak, sehingga motor yang akan turun diharuskan menunggu untuk bergiliran menuruni gang.


Putri sedikit menggeserkan motornya ke arah kiri, kemudian terlihat seseorang dengan motor baru muncul di mulut gang.


"Neng mumpung kosong turun aja sekarang" ucap si pemgendara yang sepertinya tahu bahwa Putri akan turun.


Sekilas Putri meragu apakah ia harus nekat turun atau tidak.


"Bismillahirahmanirrahim, pelan-pelan aja deh" Putri mulai turun ke dalam gang dengan mengendurkan gas motornya.


tin tin

__ADS_1


Ia juga membunyikan klakson sebagai tanda ada motor di dalam gang.


"Alhamdulillah" ucap Putri setelah motor meluncur aman.


Setelah itu ia mencari area yang sedikit luas untuk menghentikan motornya dipinggir dan mengecek kembali posisi kurir yang dia pilih tadi.


Posisi kurir itu sudah terlihat dekat, hanya 20 meter dari lokasinya saat ini.


Putri kembali melajukan motornya ke arah yang disebutkan oleh maps aplikasi Arjuna.


Ia menemukam kurir motor sedang memberikan paket pada penerima di depan rumahnya.


"Mas Bima" sapa Putri pada kurir ketika paket sudah diberikan ke penerima tadi.


"Eh ibu Putri, sekarang mau ikut saya bu?" tanya Bima.


"Iya. Ngomong-ngomong bawaan kamu berapa lagi?" tanya Putri balik.


" Dikit lagi koq Bu, 10 lagi beres" ucap Bima sambil merapikan sadlebag.


"Kira-kira berapa jam tuh kalau 10?" tanya Putri lagi.


" 40-50 menitan lah bu" ucap Bima yang sudah selesai merapihkan sadlebag yang berisi paket-paket.


Langit mulai gelap, angin-angin mulai bertiup membelah siapa saja yang menghalangi alirannya di udara.


Suara gemuruh langit terdengar di sekitar kota Bogor, pertanda alam sudah mulai bersuara akan turunnya hujan.


Putri masih menghitung durasi dari uraian kegiatan kerja yang dilakukan Bima di depannya.


Sesaat kemudian


tes..tes.. tes..


Tetesan air sudah berjatuhan di atas ponsel Putri.


"Mas Bima, saya pake jas ujan dulu di sana ya" ucap Putri pada Bima yang sudah selesai menyerahkan pake kepada penerima. Putri menunjuk ke sebuah rumah yang atasnya melebar ke samping luar pagar.


Putri mulai menggunakan jas hujan yang ia taruh tadi di dalam bagasi motor.


Dilihatnya Bima pun melakukan hal yang sama di dekat motornya.


"Ibu yakin mau lanjut?" tanya Bima dengan mimik wajah yang meragu ke arah Putri.


"Iya Mas" jawab Putri yang sudah lengkap menggunakan setelan jas hujannya kembali duduk di atas motor.


"Hati-hati ya Bu, nanti saya jalannya pelan-pelan aja" ucap Bima yang kini sudah berada di atas motornya.


"Santai aja, kamu lakukan seperti biasa kamu kerja. Supaya saya bisa tetap hitung ABK nya sesuai kondisi di lapangan" ucap Putri dengan yakin.


Seketika hujan turun dengan sangat deras disertai petir.


"Bu, saya mau naik lagi ke atas. Ibu bisa nggak?" ucap Bima yang menunjuk ke arah turunan tempat keluar masuk gang yang sangat ekstrim itu.


"Bisa, kamu santai aja" jawab Putri dengan yakin.


Terlihat dari wajah Bima yang meragukan Putri walaupun mulutnya tadi berkata bisa.


"Ibu naik duluan aja, saya tunggu dulu di bawah. Jangan lupa pencet klakson ya Bu supaya gak ada yang turun dari arah atas" ucap Bima dengan nada suara yang masih khawatir.


"Iya Mas Bima makasih, saya naik duluan" ucap Putri yang mulai melajukan motor maticnya menuju atas gang.


Putri melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena jalanan gang terasa jauh lebih licin daripada saat kering tadi.


Saat sudah berada di 3/4 jalan, ia merasakan ada batu besar yang membuat ban depan motornya tidak stabil.


"Astagfirullah" ucap Putri yang mulai terjatuh dan berguling ke bawah, kemudian kakinya tersangkut di lubang selokan yang lebarnya bisa masuki oleh satu kaki orang dewasa. Sedangkan motornya terbanting jatuh dan terseret arus air hujan lalu terbententur ke tiang listrik depan tembok.


"Argh sakit" ucap Putri yang merasakan nyeri pada bagian pinggang ke bawah.


"Bu Putri!" teriak Bima dari arah bawah gang.


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2