Putri Kurir

Putri Kurir
5


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan Putri bekerja di PT. ZEN Express. Puji syukur kepada Tuhan, hari-hari dapat dilaluinya dengan baik.


Ia memiliki rekan-rekan kerja yang sangat baik dan sabar dalam mengajarinya berbagai hal mengenai pekerjaan, kecuali  satu orang yakni Ibu Pimpinan Departemennya.


Entah mengapa setiap pekerjaan yang sudah Putri lakukan selalu dianggap salah. Prinsip Work Smart-nya dianggap keliru. Ibu Bos selalu menilai pekerja yang baik adalah yang memiliki loyalitas paling tinggi yakni berlama-lama di kantor. Ia tidak mau peduli apakah pekerjaan tersebut memang sedang overload atau hanya sekedar diulur-ulur saja. Bahkan ia tidak memperhatikan kompetensi PIC tersebut yang memang kurang, sehingga pekerjaan diselesaikan sangat lama.


Hal ini sebenarnya selalu membuat Putri gemas dengan beberapa rekan kerjanya, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan cepat seringkali diselesaikan lama. Pekerjaan seharusnya bisa dilakukan secara efektif, apabila para PIC tersebut memiliki kompetensi MS. Office yang baik. Ia melihat hampir seluruh pekerjaan dikerjakan dengan cara yang old school alias jadul, sehingga sangat tidak efektif di kemudian hari.


Putri menyadari bahwa ini bukan sepenuhnya kesalahan dari PIC yang ada, hanya saja terlalu sulit untuk dirubah jika pola pikir pemimpinnya saja masih seperti itu. Putri tetap berusaha melaksanakan berbagai jobdesc-nya, maupun pekerjaan tambahan untuk membantu yang lain walaupu dengan caranya sendiri. Ia tidak dapat sepenuhnya mengikuti tools kerja mereka yang ada, karena akan sangat menghambat penyelesaian pekerjaannya.


“Putri Bella, kamu mau ke mana?” tanya Ibu Sandra sang Bos Customer Service dengan tatapan Bossy-nya.


“Mau pulang Bu, kan sudah jam setengah 6 sore lagipula pekerjaan saya hari juga sudah selesai”.


Sebenarnya Putri masuk kerja pukul 8 pagi dan pulang pukul 4 sore. Ia bekerja dengan enam hari kerja dalam satu minggu.


Seperti pada UU No. 13 tahun 2003 pasal 77 ayat 1, yang berbunyi "7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau, 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5


hari kerja dalam 1 minggu".


Ibu Sandra tidak memberikan tanggapan atas jawaban Putri. Akhirnya ia pun berpamitan dengan teman-teman kerjanya di lantai yang sama.


“Semuanya aku duluan ya, Assalamu’alaikum” salam Putri dengan pandangan menyapu ke semua penghuni ruangan tersebut.


"Wa'alaikumsalam" Jawab orang-orang dari ruangan.


Ketika Putri keluar dari pintu ruangan, terdengar seseorang yang memanggil "Sssuuuusst...ssssuuusstt... " suara yang berasal dari arah loket kasir depan tangga.


“Eh Taplak, dipanggil diem aja gw cium juga minta dikawin lo” Ucap Romi dari dalam loket kasir.


Romi ini orangnya humoris serta cenderung gila, koplak, sengklek, dan segala sinonim yang bermakna agak-agak konslet gitu lah. Namun, Pak Romi ini rajin ibadah dan sebenarnya sangat baik serta suka menolong sesama. Ia juga sudah mempunyai dua anak dan jabatannya sebagai staf kasir.

__ADS_1


“Astagfirullah kirain jin ruko di sini!” jawab Putri sambil meletakkan tangannya di dada dan pura-pura terkejut. “Ada apa Pak Romdoy? Belum pulang nih?”


“Abis diomelin Nyonyah ya?” Pak Romi ketawa kecjl dengan meledek.


“Kepo ih, situ sirik ya pulang malem mulu?” Ha...ha...ha.. ucap putri sambil tertawa.


“Gw tanya si Bendot ah besok, kalau Nyonyah udah marah tuuuh iihhh ngeriii deh eke” jawab Pak Romi sambil berlagak banci-bancian.


“Ha..ha..ha.. udah ah Pak Doy! Saya mau pulang dulu, duluan ya.. jangan pulang malem-malem nanti jadian ama jin ruko lho” Putri berjalan sambil cekikikan dengan mimik jailnya, kemudian ia turun ke bawah.


Sesampainya di lantai dasar, ia berjalan menuju pintu keluar ruko. Seperti biasa, di sana banyak karyawan operasional yang sedang bekerja. Ada yang sedang membawa karung untuk dibawa ke basemen, ada yang sedang melakukan pengepakan, ada juga yang sedang melakukan cek list serta pendataan untuk disesuaikan antara connote pada paket dengan runsheet kurir yang akan di-delivery pada malam hari.


Paket yang di-delivery pada malam hari adalah paket-paket dengan service premium atau paket prioritas seperti obat-obatan, makanan, serta paket-paket lainnya yang memang kondisinya harus segera terkirim. Tak ayal beberapa karyawan pernah bercerita, jikalau mereka ngurir sampai lewat jam 12 malam. Ada yang bercerita diganggu setan, ada yang dimaki-maki sama penerima karena datang malam, ada juga yang sampai hampir ditembak karena tidak terima paketnya diantar tengah malam.


Selalu ada kisah dari proses pengiriman sampai paket diterima oleh penerima. Bisa saja paketnya memang baru sampai kantor selepas magrib dan langsung di-delivery malam itu juga. Bagaimapun juga para kurir harus tetap menjalankan tugasnya dengan baik, tak apalah customer menganggapnya apa, yang terpenting dengan niat baik insha Allah akan tersampaikan dan berdampak baik juga.


“Neng mau pulang?” sapa salah seorang yang terlihat paling tua di sana. Namanya Bapak Bagus, jabatannya kordinator wilayah atau disebut korwil. Posisinya satu tingkat di atas kurir dan bertugas untuk memonitoring kurir-kurir di areanya.


“Awas teh disini banyak buaya, apalagi buaya ompong bisa disedot abis-abis teh” jawab salah satu korwil bernama Ali yang berdiri diseberang Bagus.


“Mau dianterin ga Mbak Putri? Saya juga sekalian mau pulang nih” tanya seorang dari belakang Putri.


“Eh Mas Zacki, nggak usah Mas” Putri menggelengkan kepalanya. “ Saya mah cuma naik angkkot sekali aja.”


“Emang rumahnya di mana?” tanya Zacki sambil berjalan ke depan bersama Putri.


“Di Ahmad Yani Mas” jawab Putri.


“Pepet terus Zack sampe dapet, walau ujung-ujungnya pasti ditolak juga Haahhahahahaha” ucap seorang yang


sedang merokok di depan Ruko. Seorang itu adalah atasan Zacki yang bernama Sandi.

__ADS_1


“Sirik aja lo Bang!” jawab Zacki.


“Teh, hati-hati nih laki senengnya deketin anak-anak baru tapi nyatanya ditolak semua” ucap Sandi sambil melirik Zacki.


“Sialan lo Bang, bukannya doain gw” Jawab Zacki dengan sewot.


“Yaelah gw mah bicara berdasarkan fakta dan data Zack, yang paling biasa aja nolak lo apalagi yang cakep kayak begini” Sandi sambil menunjukan mimik yang membuat Zacki tambah sebal.


“Punten Bapak-bapak saya permisi dulu ya” Putri berpamitan lalu berjalan ke arah trotoar depan.


“Ga gw anterin aja Mba?” Zacki dengan agak berteriak karena jarak Putri sudah jauh dari tempatnya berdiri.


“Gak usah Mas makasih” Jawab Putri sambil tersenyum.


“Tuh Gw kata juga apa ahhahahaaa Zacki... Zacki.. lo mah apes mulu kalau deketin cewek” Sandi mematikan rokoknya di asbak atas tempat sampah, kemudian berjalan ke dalam ruko.


Akhirnya Putri naik angkot di seberang ruko dan duduk dibangku depan samping sopir.


"Huh, gak asik banget pemandangan di kantor. Gak ada gitu satupun yang bling bling bikin tambah semangat kerja" gumamnya dalam hati. "Kayaknya ga ada nih yang nama love in the office kayak di manga dan novel git" batinnya lagi sambil memandangi jalan di depan.


Tak terasa angkot sudah hampir tiba di pinggir jalan depan gang rumah Putri.


“Kiri Bang!” Putri memberikan sejumlah uang dan turun dari angkot. Ia berjalan di gang yang hanya muat satu buah mobil, hingga terus berjalan lurus hingga tiba di rumahnya.


Bersambung


^_^ Mohon like dan comments ya readers


follow sosmed aku ya


instagram : Tanpopo1402

__ADS_1


facebook : Tanpopo


Terima kasih


__ADS_2