
Hani, Vera, dan Jihan hanya saling memandang. Hingga kemudian, Vera berkata "Hm.. Putri... Kayaknya kita........ Emang ditakdirkan buat liburan bareng!" ucap Vera sambil mengacungkan kedua lengannya ke atas.
"Benerrrr banget gaes! Kan kata gw juga apa Put, untung taun lalu lo ngikut kita buat paspor! Jadi sekarang tinggal cari tiket murah dan booking! Yeeee" tambah Jihan dengan tangan bergaya ubur-ubur.
"Ha..ha..haa.. Iya bener gaes, kita udah rencana buat traveling bareng tapi waktunya belum juga pas. Nyampe Yuki udah berapa kali balik liburan ke Bogor, sedangkan kita belum juga ke sana" ucap Hani dengan ekspresi sumringah.
"So, all of you will join with me?Right?" tanya Putri yang sedang meyakinkan situasi yang dilihatnya.
"Of course! All of us will go to Singapore!" jawab Vera sambil merentangkan tangannya ke depan.
"Serius? Ya Allah gaes makasih banyak ya" ucap Putri dengan mata yang berkaca-kaca.
"Oke sekarang kita harus bagi tugas! Karena gw ga mungkin cuti lama-lama. Kita harus maksimalkan waktu tiga hari kita di sana. T**raveling while spying kali ya bahasanya" ucap Putri dengan tertawa.
"Cuss bener lo! kita harus bagi-bagi tugas dan buat itinerary" dukung Hani sambil mengeluarkan Tabletnya.
"Oke Han, bantu catat ya!" pinta Putri pada Hani yang menjawab dengan anggukan.
"Pertama kita bagi-bagi tugas. Ji, lo bagian transportasi, akomodasi dan komunikasi ya" tunjuk Putri pada Jihan.
"Siap, ntar malem gw cari tiket promo sama beli provider selama kita di sana. Ada saran ga gaes?" tanya Jihan pada sahabatnya.
"Saran gw sih sebelum lo beli provider sana, lo hubungin Yuki dan minta saran dari dia untuk provider paling bagus dan murah. Biar hemat kita nginep di apartemen dia aja ya gaes?" tanya Vera pada yang lain.
"Setuju banget, kita bisa saving cost kalau gitu! nah lanjut ke lo ya Han" tunjuk Putri pada Hani. "Lo bagian sekretaris dan konsumsi, tugas lo mengingatkan kita untuk bawa kelengkapan administrasi perjalanan, tiket, kunci kamar, dll. Kalian setuju kan, kalau yang paling teliti dan kadar pelupa terendah diantara kita cuma Hani gaes?" ucap Putri yang disetujui oleh teman-temannya.
"Nah Han, rencana lo untuk konsumsi gimana?" tanya Putri pada Hani yang sedang mencatat di Tablet.
"Setelah itinerary dibuat, gw akan buat daftar kebutuhan konsumsi kita dari berangkat sampai pulang" jawab Hani.
"Nanti kalau mau belanjanya gw anter Han" ucap Vera.
"Gw ikut jugaaa" sambar Jihan.
"Iya ikut semua, kecuali yang kerja" jawab Vera sambil menaikan satu alisnya pada Putri.
"Makasih ya gaes! Oh ya satu lagi nih lo Ver. Lo bagian cost control ya" pinta Putri pada temannya yang memang paling lihai jika berurusan dengan manajemen keuangan.
"Aassyiiaap!" gerakan Vera sambil hormat.
__ADS_1
"Lo kayak favorit gw waktu kecil Ver" ucap Jihan.
"Siapa?" tanya Vera.
"Sarimin pergi ke pasaaaar" jawab Jihan yang diikuti gelak tawa dari semua.
"Sialan lo!" ketus Vera pada Jihan.
"Pokoknya liburan kita tetep harus sehat ya. Nggak boros-borosan ngabisin duid. Kita harus terencana sesuai tujuan. Nanti gw buat itinerary, yang gw diskusiin juga sama Yuki. Deadline-nya besok sore itinerary udah gw setor ke kalian. Gimana?" tanya Putri.
"Yah pokoknya lo fokus itinerary dan monitoring kita aja. Kata kakak gw juga sapu, lidi itu bisa berfungsi maksimal kalau diiket. Jadi kita sapu lidinya, lo yang jadi iketannya Put" ucap Vera pada Putri yang disetujui oleh semua teman-temannya.
"Malam ini gw minta foto paspor kalian ya" ucap Jihan pada ke tiga sahabatnya.
"Siap Ji" jawab mereka serempak.
"Eh Put, Aldi kan ini?" Hani menunjukan sebuah foto profile dari whatsapp. Hani ingat, bahwa dulu Putri pernah meminjam WA-nya untuk menghubungi Aldi karena ia lupa membawa ponsel. Mungkin saja Aldi memang menyimpan nomornya sejak itu.
"Iya, kenapa emang Han?" tanya Putri balik.
"Dia WA gw Put, nanya katanya kirim pesan, telp, V-call lo nggak bisa. Lo blocking bukan?" tanya Hani pada Putri lagi.
"Ngomong-ngomong pulang udah jam 9 malam aja nih gaes. Mall tutup jam 10 kan?" ucap Vera.
"Iya Ver, kita pulang aja yuk. Gw juga janji sama Ibu kalau sebelum jam 10 udah di rumah" ucap Putri.
"Oke deh gaes sampai jumpa lagi" ucap Jihan, lalu mereka semua berpamitan dan berpelukan. Putri pulang bersama Vera sedangkan Hani bersama Jihan.
...****************...
...Sementara itu Arjuna...
Selepas salat magrib di mesjid, Arjuna membuka aplikasi maps-nya untuk melihat keberadaan Putri.
"Masih di rumah, oke kita lihat kamera" ia membuka tampilan kamera yang sudah terhubung ke ponselnya, kemudian empat menit kemudian dilihatnya Putri keluar dari rumah dan berjalan menuju jalan raya di depan.
Arjuna beralih lagi ke aplikasi maps untuk memerhatikan keberadaan Putri.
tok tok tok
__ADS_1
Ceklek
Arjuna membuka pintu
"Arjuna, ada teman kamu di bawah" ucap Mama Julie.
Arjuna mengerutkan dahi dan berkata "Siapa Ma?"
"Lindsay" ucap Mama.
"Lindsay?" ucap Arjuna. "Ya Tuhan buat apa dia ke sini?" ucap Arjuna dalam hati.
"Sebaiknya kamu temui dia dulu, bagaimana pun kita harus perlakukan tamu dengan baik. Apalgi dia sudah jauh dari Singapura kan?" ucap Mama dengan diakhiri dengan penekanan.
"Kami hanya berteman Ma" jawab Arjuna yang memahami arah pikiran Mama.
"Selesaikan dulu urusanmu dengan baik, sebelum nanti akan ada yang salah paham sayang" ucap Mama sambil mengelus pundak puteranya lalu pergi.
Arjuna keluar dari kamar, kemudian turun ke bawah untuk menemui Lindsay.
"Hi Juna! Did I surprise you?" tanya Lindsay yang melihat Juna dihadapannya.
"Apa yang kamu lakukan di sini Lins?" tanya Arjuna balik dengan ekspresi datar.
"Haruskah aku menjawabnya?" tanya balik Lindsay dengan senyum manisnya.
"Tentu" jawab Arjuna singkat.
"Juna, persahabatan kita sudah berjalan sejak enam tahun yang lalu. Kau punya tempat yang istimewa dalam hidupku. Tapi ini sungguh tidak adil ketika aku mengungkapkan perasaanku kepadamu, kau malah menjauhi aku! Kenapa Juna? Aku siap untuk tetap seperti ini asalkan selalu bisa dekat denganmu seperti kita dulu. Well berstatus teman juga tak akan menjadi masalah untukku" ucap Lindsay dengan tenang namun terasa penuh kegetiran dalam setiap ucapannya.
"Aku mencintai seseorang dan harus aku jaga perasaannya" jawab Arjuna dengan tenang.
"Kau menjaga perasaan dia dan tidak menjaga perasaanku yang sudah enam tahun bersamamu?" ucap Lindsay yang kali ini dengan suara yang meninggi.
"Ini bukan hanya tentang aku dan dia. Tapi tentang aku dan Tuhanku. Maaf jika kau tidak bisa menerimanya" ucap Arjuna sambil menunduk sekilas.
"Apa aku harus masuk ke agamamu dan kau mau menerimaku? Fine I'll do it right now!" ucap Lindsay sambil menegakkan tubuhnya di kursi.
__ADS_1
Bersambung,