Putri Kurir

Putri Kurir
14


__ADS_3

Tak terasa hari ini adalah hari terakhir Putri melaksanakan OJT di kantor pusat Jakarta. Ada perasaan senang dan juga sedih karena harus berpisah dengan teman-teman barunya di kantor pusat.


Kebetulan hari Jumat ini seorang Head of Division dari Human Resourche sudah masuk kantor lagi. Sang Division Head kebetulan sedang melakukan dinas luar ke beberapa Cabang di Indonesia bagian timur, sehingga hari ini Putri baru bisa menemuinya.


Dengar-dengar dari karyawan di bagian HR, Division Head atau Senior Manajer mereka seorang wanita yang masih berusia 26 tahun. Sungguh luar biasa di usianya yang masih terbilang muda sudah bisa mendapatkan kedudukan seorang senior manajer, pasti ia bukan orang biasa.


Putri dan Aldi sudah tiba di depan ruang yang tertulis "Head of Human Resourche Division" di depan pintu kayu berwarna coklat tua dengan dinding kaca yang dibuat buram 3/4 dari keseluruhan tingginya.


tok tok tok


ketukan Aldi


"Ya masuk" suara lembut dari dalam ruangan yang sudah dipastikan suara Ibu Latifa.


ceklek


Aldi membuka pintu lalu masuk sedikit ke dalam dan tersenyum sambil berkata "Assalamu'alaiku Bu Ifa, selamat pagi. Saya mau mengenalkan Ibu dengan PIC HR Cabang Bogor".


"Wa'alaikumsalam, oh iya silahkan Mas" jawab ibu Latifa yang dipanggil Ibu Ifa dengan tersenyum.


Ibu Ifa ini tampilannya sangat sederhana dengan menggunakan jilbab yang terurai sampai bawah dada di semat sedikit pada sisi kirinya dengan brooch cantik bermotif bintang.


"Assalamu'alaikum Ibu, perkenalkan saya Putri. Terima kasih sudah memberikan saya kesempatan untuk belajar di kantor pusat." Ucap Putri sambil tersenyum dan berjabat tangan dengan Bu Ifa.


"Wa'alaikumsalam Mbak Putri, mohon maaf baru bisa hadir hari ini. Silahkan duduk" Bu Ifa mempersilahkan kami duduk di sofa depan meja kerjanya. Kemudian ia berjalan ke arah sofa dan melanjutkan perkataannya "Gimana OJT nya? ada kendala?" tanya Bu ifa kepada Putri.


“Alhamdulillah bu, teman-teman di Pusat membimbing saya dengan baik. Mudah-mudahan bisa saya aplikasikan dengan baik di Cabang nanti” jawab Putri yang disertai anggukan Bu Ifa.


“Jangan sungkan ya kalau nanti ada kendala di cabang, segera kordinasi sama kami di sini” sambung Bu Ifa sambil tersenyum.


“Terima kasih Bu” jawab Putri


“Al, nanti sepulang kerja ajak Putri ke TA ya, nanti kita makan-makan bareng dulu sama teman-teman HR pusat sebelum Putri pulang”.


*)Sebutan salah satu mall daerah Jakarta Barat.


"Wah ada tlaktiran gini sebelum pulang ke Bogor. Ya ampun, Bu Ifa baik banget. Care banget sama timnya" ucap Putri dalam hati.


“Siap Bu. Oh ya, kami permisi dulu ya Bu untuk lanjut agenda OJT selanjutnya” Ucap Aldi.


“Ya, silahkan. Saya juga ada meeting sama direksi nih” timpal Bu Ifa.


“Baik bu kami permisi dulu. Assalamu’alaikum” Aldi berpamitan kepada Bu Ifa, disusul oleh Putri yang kemudian berjalan dibelakangnya.


“Wa’alaikumsalam” Jawab Bu Ifa.


Putri dan Aldi keluar ruangan Bu Ifa dan berjalan menyusuri koridor ruang Manajerial yang diisi oleh ruangan level-level Senior Manajer. Terlihat hampir seluruhnya kosong karena sebentar lagi akan diadakan meeting managerial untuk membahas program kerja tahun depan.


Aldi dan Putri berjalan berpisah saat di depan lift. Putri memasuki lift untuk melanjutkan jadwal OJT hari terakhir dengan tim Departemen engagement, sedangkan Aldi menuju Gedung Training Center di Gedung B melalui tangga darurat di ujung koridor samping lift.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB. Seperti biasa, Putri menunggu Aldi di kantin. Tidak menunggu lama, Aldi pun datang lalu mereka berjalan bersama-sama menuju parkiran motor karyawan.


Tiba di Mall


“Mas, saya ke toilet dulu ya” ucap Putri sambil celingukan ke kanan dan kiri.


Aldi seperti memahami pergerakan Putri yang sedang mencari petunjuk keberadaan toilet.


“Toiletnya di ujung sana” Aldi menunjuk ke arah kirinya. “Ayo aku anter sampai depan toilet”


“Gak apa-apa Mas? Kan lumayan jauh lagi nanti kalau mau naik” jawab Putri yang merasa tidak enak dengan Aldi.


“Gak apa-apalah, santai aja” jawab Aldi sambil merangkul pundak Putri dan berjalan mengarahkan tubuhnya ke arah jalan menuju toilet.


“Duh ini koq rangkul-rangkul gini, apa ini sudah jadi hal biasa buat dia? Please deh buat aku mah ini nggak biasa” gumam putri dalam hati.


Putri merasa ingin menghempaskan rangkulan Aldi namun ia tidak enak karena takut Aldi berpikir bahwa Putri yang terlalu ke PD-an sudah berfikir jauh, sedangkan Aldi hanya biasa saja.


"Aarrghh ini menyebalkan! Dadaku serasa berdentum tak beraturan disertai rasa desiran dan perut yang mulai menclos tak jelas" umpat Putri


Putri melangkahkan kaki lebih cepat dari sebelumnya, berharap agar cepat sampai di toilet untuk mengakhirkan debaran dan desiran yang menyusahkan ini.


“Maaf ya Mas, saya agak lama di toilet soalnya muka kuleuheu banget ini” ucap Putri yang tidak menyadari sudah berkata dalam bahasa sunda sehari-hari dan pastinya Aldi akan gagal paham.


Benar saja terlihat Aldi menaikan satu alisnya dan membuat keningnya berkerut seperti mencoba memahami perkataan Putri barusan.


“Maksudnya muka aku kusam atau kucel banget gitu mas. Kuleuheu itu bahasa sunda yang artinya kucel gitu” putri menjawab sambil senyam senyum melihat lawan bicaranya berusaha mencerna kosakata baru itu.


“Ya Tuhan rasanya malu banget, apa memang Mas Aldi udah terbiasa gombal gini ya. Hei hati tolong jangan ditanggapi ya biasa aja pura-pura ga denger. Kalau makin tinggi nanti jatuhnya makin sakit” ucap Putri kepada hatinya sendiri. Bahaya ini lama-lama bisa jadi sinting nih.


“Apaan sih Mas, cantik dari Hongkong?” jawab Putri yang tersenyum malu sudah pasti wajah putih memerah.


“Idih beneran koq, coba deh ngaca” jawab Aldi sambil menatap hangat.


“Udah ah yuk jalan, gak enak sama yang lain pasti udah nunggu” Putri menjawab untuk mengalihkan perhatian karena dia sudah tidak sanggup mengatur kegugupannya.


“Santaia aja, Bu Ifa juga kan tinggalnya di apartemen sini. Pasti ngajak anaknya, lucu deh gemes” ucap Aldi sambil berjalan dan mereka memutuskan untuk naik ke atas menggunakan tangga eskalator karena terlihat antrean lift yang cukup panjang.


“Oh ya, anaknya usia berapa?


“4 tahun, cantik dan pinter lagi seneng deh ngajak mainnya”


“Iyalah Mas, Ibu nya juga cerdas begitu. Buah jatuh ga jauh dari pohonnya itu udah kodrat alam”.


“Yap berarti cari pasangan juga harus yang cerdas kalau mau dapet anak yang cerdas juga kan?”


“Salah satu usahanya sih iya, tapi banyak faktor lain lagi sih yang bisa membentuk kecerdasan anak”.


“Iya betul betul betul” Ujar Aldi menirukan ucapan upin ipin dalam film.

__ADS_1


“Hahahaha Mas Aldi nonton upin ipin juga nih” jawab putri sambil terkikik rendah.


“Iyalah hapal banget saya dari SMA dulu nemenin ponakan nonton itu”.


Mereka tertawa bersama dan tiba-tiba ada seorang pria yang berlari ke atas eskalator dan menyenggol pundak Putri cukup keras hingga membuat Putri hampir tersungkur ke depan.


“Duh” pekik Putri kemudian dengan sigap diraih pinggangnya oleh Aldi untuk mencegah Putri terjatuh ke depan.


“MAS! INI ESKLATOR MALL GA USAH BURU-BURU GITU SAMPE MAU JATOHIN ORANG” tegur Aldi pada orang tersebut dengan sedikit berteriak yang pasti akan terdengar sampai beberapa baris tangga ke atas.


“Sorry ... sorry gak sengaja saya buru-buru banget” jawab pria tersebut sambil membalikkan tubuhnya ke belakang dan menyatukan kedua telapak tangannya didada sebagai permohonan maaf.


Aldi tetap menatap tidak suka pada pria tersebut sebagai tanda ketidakpuasannya atas permohonan maaf si pria itu.


“Udah mas gak apa-apa, dia gak sengaja kayaknya” ucap Putri menenangkan Aldi yang tanpa ia sadari mengelus tangan Aldi yang masih melingkar dipinggangnya.


Setelah tiba diujung eskalator, Putri baru menyadari lengan Aldi yang melingkar dipinggangnya dan sepertinya Aldi pun baru menyadari posisinya itu.


Mata mereka berpandangan sekilas dan seketika Aldi melepaskan lengannya lalu Putri pun secara otomatis bergeser sedikit menjauh dari posisinya semula. Seketika situasi menjadi agak canggung sampai terdengar suara memanggil dari arah belakang kami.


“Al” panggil seseorang dari arah belakang.


Kami berdua secara bersamaan menoleh ke arah belakang dan dilihatnya Pak Sonny manajer Training and Engagement Departemen yang tidak lain adalah atasan Aldi saat ini.


“Al, lima hari kemajuannya cepet banget? Pepet terooos sampe mentok” ejek Pak Sonny sambil mengedipkan matanya ke arah kami.


“Ganggu aja lo Bang” jawab Aldi santai.


“Idih mas Aldi bisa sesantai itu. Gimana coba kalau Pak Sonny salah paham? Terus gosipnya nyebar ke teman-teman HR lainnya? Aku kan malu banget! Tolong Mas Aldi please kasih klarifikasi sama mereka” batin Putri dalam hati yang pasti ia tidak akan sanggup untuk berkata-kata melalui mulutnya karena masih sangat malu.


“Gw dukung Al, enak lagi punya bini yang lebih muda” timpal Pak Sonny sambil cekikikan.


“Gilaaaa rasanya pengen kabur balik ke hotel aja. Ini baru Pak Sonny yang ngisengin, nanti kalau Pak Sonny bocor ke teman-teman HR lainnya gimana? Waduh gak kebayang nih aku bakal jadi bulan-bulanan mereka di meja makan nanti” ujar Putri yang merasakan debaran dan desiran tadi kembali mengganggunya.


"Tenang...Tenang Put, ntar juga beres cukup diem aja kalau bingung mesti jawab apa" batin Putri.


“Bang udah jangan ngemeng mulu, nih sebelah gw jadi keki kan” ucap Aldi pada Pak Sonny yang sudah pasti disebelah Aldi itu yah Putri.


Pak Sonny hanya menjawab dengan tawaannya.


Aldi menoleh kepada Putri dan sedikit mendekat ke arah telingan Putri kemudian berbisik dengan ucapan yang pelan, sehingga sudah pasti hanya terdengar oleh Putri saja "Duduklah yang nyaman di belakangku biar aku yang duduk dibangku kemudi menghadapi situasi di hadapan kita. Buat diri kamu senyaman mungkin".


Aku hanya balik menatap mata Aldi sesaat lalu memalingkan kembali wajahku ke arah depan dan mengangguk kecil. Jujur padahal aku sama sekali tidak memahami langsung kata-katanya. Cukup beberapa saat aku berjalan sambil mencerna maksud perkataannya hingga aku menyadari bahwa Aldi memahami kegelisahan Putri dan meminta Putri untuk tenang dan membiarkan dia yang menghadapi situasi kehebohan Pak Sonny dihadapan teman-teman HR pusat nanti.


Putri menarik nafas dalam dan merasakan sedikit kelegaan sambil berjalan menuju tempat makan yang sudah ditentukan oleh Ibu Ifa.


Bersambung


^_^ Mohon

__ADS_1


dukungannya untuk memberikan, like dan comment ya.. kalau suka silahkan klik favorit dan berikan vote ya reader


Terima kasih


__ADS_2