Putri Kurir

Putri Kurir
19


__ADS_3

...Yudhistira...


"Lho de, koq belum berangkat ke kantor? udah jam 7 lho" Ucap Mama yang berjalan menuruni tangga melihat anak bungsunya sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton TV.



"Hari ini aku ada meeting kantor cabang Bogor Ma jam 9" jawab Yudhis.


"Yuk sarapan bareng de!" ajak Mama kepada Yudhis


"Iya Ma, suapin ya" jawab Yudhis sambil cengengesan dan memeluk Mamanya dari belakang.


"Enak ya kalau misalnya kamu kerja di Bogor berangkatnya bisa siang gini, sarapan bareng Mama" ucap Mama sambil menuangkan nasi goreng ke piring anak bungsunya.


"Kangen ya Ma" Yudhis sambil menatap Mama yang menyerahkan piring berisi nasi goreng bakso ke hadapan Yudhis.


"Iyalah, anak Mama cuma dua, semuanya sekolah, terus kerja di luar Negeri. Makanya nanti kalau kamu punya anak jangan cuma dua deh, minimal empat de. Supaya nanti masa tuanya gak kesepian"


"Mama curhat nih? maafin ade ya" Yudhis tersenyum ke arah Mamanya.


"Nggak apa-apa Mama bahagia asalkan anak-anak Mama juga bahagia. Tinggal nunggu anak Mama aja ini minta dinikahin. Kayaknya Kakakmu belum juga ada calon nih, padahal udah mau kepala tiga usianya".


"Mama doain aja aku sama A Juna supaya cepet dapet jodoh dan kasih cucu yang banyak buat Mama"


"Aamiin, doa Mama selalu yang terbaik untuk kalian. Dah makan sana, walau kamu hari ini kerja di Bogor, tapi mama gak mau ya anak mama nggak disiplin" mama menatap tegas namun tersirat penuh kasih sayang pada puteranya.


"Siap Bosku" jawab Yudhis kemudian mulai menyendokkan nasi gorengnya dan melahapnya sampai habis.


Selesai sarapan, Yudhis berjalan ke dapur untuk mencuci bekas makannya dan juga bekas makan Mama. Walau ia memiliki asisten rumah tangga, namun sang Mama mendidik anaknya untuk mandiri dan menghargai semua status sosial. Sehingga sampai saat ini, Yudhis dan juga kakaknya terbiasa melakukan pekerjaan rumah maupun menyiapkan kebutuhannya sendiri.


Selepas urusannya di dapur, ia masuk ke kamar mandi di dalam kamarnya untuk sikat gigi dan berganti pakaian lalu bersiap pergi ke kantor.


treng


suara notifikasi whatsapp pada ponselnya.


Arman : Bro ini gw share loc kantor cabang Bogor ya.


Yudhis : thx bro, kenapa sih nggak kacabnya aja yang diundang ke pusat. Gw juga ada gawean nih dari handover kemarin ada yang masih perlu gw cek.

__ADS_1


Arman : Bro budaya kerja di sini beda ama tempat gawe lo dulu di aussie, pokoknya lo bakal suka deh.


Yudhis : Darn you!


Arman : That cunt is so noisy . LOL


"Arrgh dasar kampret udah dadakan buat gawean gw molor aja nih harus segalanya nyamperin kantor cabang" umpat Yudhis dalam hati.


Kemudian ia melangkah ke arah cermin untuk menata rambutnya dan menyemprotkan parfum di sisi kanan dan kirinya sambil memastikan penampilannya sudah masuk kategori "Pantas" untuk berangkat ke kantor. Ia meraih tas ransel hitam yang tersimpan di atas meja kerjanya, kemudian menarik cabinet di sampingnya untuk mengambil sepasang kaos kaki berwarna coffee. Ia duduk di atas kasur dan mulai memasangkan kaos kaki di kakinya dari bagian kanan lalu berlanjut ke kaki kiri. Setelah itu ia keluar kamar menuju pintu samping ruang keluarga yang terhubung dengan garasi. Diambilnya sepatu sneakers full hitam merk nike miliknya.


Keluar dari ruang keluarga, tehubung sisi samping ruang penghubung dengan garasi kemudian meraih kunci mobil berlambangkan mitsubishi, dan ia membuka pintu mobil keyless nya lalu meraih handle mobil untuk segera terbuka. Ia mulai menekan engine start, tak lama kemudian mulai melajukan mobil mitshubishi pajero dakar hitamnya.



Aplikasi Maps menunjukan bahwa lokasi yang dituju sudah berada di sebelah kiri. Yudhis mengarahkan kemudinya ke kiri dan masuk ke area ruko lalu mengarahkan kendaraannya ke tempat parkir yang kosong.


Selesai memarkirkan mobilnya, ia segera meraih ransel yang disimpan di jok sebelah, kemudian turun dan menyapa tukang parkir yang berada di area tersebut dan mengenalkan diri sebagai karyawan PT. ZEN Express dari pusat yang sedang berkunjung di sini. Yudhis memang friendly dan ramah pada semua orang seperti sang Mama.


Dilihatnya ruko dengan ukuran yang tidak terlalu besar, kemudian ia berjalan ke arah ruko dan disambut oleh seorang security yang berjaga di depan kantor.


"Selamat pagi" sapa Yudhis sambil tersenyum


'Selamat pagi Pak, ada yang bisa saya bantu? keperluannya apa?" Sapa seorang security bernama Endang dengan ramah.


"Siap Pak, sudah, mari saya antar ke ruang meeting Pak, kebetulan sudah ditunggu di sana"


"Baik pak, terima kasih" ucap Yudhis sambil mempersilahkan security tersebut berjalan di depannya.


Saat menaiki tangga bagian tengah, Yudhis melihat sekilas seseorang berbaju putih berambut cokelat keluar dari ruangan di depan tangga tersebut dan masuk ke arah ruangan disudut ruangan paling kanan, mungkin itu toilet pikirnya.


tok tok


Pintu ruang meeting di lantai 4 diketuk oleh security yang dilanjutkan dengan membuka handle pintu dan mempersilahkan Yudhis untuk masuk.


"Selamat pagi semua" sapa Yudhis dengan pandangan mengedar ke seluruh yang hadir. terlihat ada 7 orang yang sudah berada di ruang meeting.


"Selamat datang Bapak Yudhistira, perkenalkan saya Dadang". Pak Dadang mengulurkan tangan yang langsung disambut pria tampan dihadapannya


"Terima kasih Pak Dadang atas waktu dan kesempatannya" jawab Yudhis dengan ramah.

__ADS_1


Setelah berkenalan dengan pimpinan cabang di sini, satu persatu secondlinenya mulai memperkenalkan diri yang tetap disambut ramah oleh Yudhis. Sehabis bersalaman dengan seluruh peserta yang ada diruangan, ia pun dipersilahkan oleh sang pimpinan cabang untuk duduk dibagian depan sisi kanan sebelahnya duduk.


Yudhis pun berjalan ke arah yang tunjuk oleh pimpinan Cabang, kemudian seorang operator mulai meredupkan sedikit lampu ruangan dan menampilkan slide presentasi yang sudah disiapkan Yudhis.


Saat Yudhis akan berdiri terdengar suara ketukan pintu, lalu pintu itu terbuka dan nampak lah sesosok wanita cantik berponi yang kehadirannya sangat dirindukan Yudhis dalam lima tahun ini. Wanita yang bayangannya selalu memenuhi isi kepala Yudhis, canda dan riangnya selalu diingat dan masih terdengar merdu oleh Yudhis dialah Putri pacar pertama Yudhis 5 tahun yang lalu.



Dada Yudhis terasa sesak oleh limpahan kebahagiaan, tubuhnya serasa ingin berlari ke sana memeluknya sampai kehabisan nafas, namun hal itu tak mungkin dia lakukan saat ini.


Terdengar suara Pak Dadang yang sedang berdiri di depan mejanya dan menunjuk ke arah Putri sambil berkata "Ya ini yang baru masuk namanya Ibu Putri di bagian HR Pak Yudhis".


Terlihat sang pujaan hati pun terpaku sesaat di depannya, matanya terkejut menatap Yudhis seakan masih berfikir apakah ini nyata atau mimpi.


"Mbak Putri, ini pak Yudhis nya nggak di sambut" tegur Pak Dadang yang kemudian sang pujaan hati ini terlihat mendekat.


"My Lord, she's really my love. She looks so preety. I miss her smile. Thanks God please give me a second chance" batin Yudhis dalam hati.


Putri sudah tepat berada di hadapan meja Yudhis dan mengulurkan tangannya lalu berkata "Putri bagian HR, salam kenal Pak".


"What the hell is she doing?" umpat Yudhis dalam hati karena tak menyangka Putri berpura-pura tak mengenalinya ataukah ia memang sudah melupakan segala hal tentang cinta pertamanya?"


"Yudhistira, long time no see Putri" sambil menjabat tangan Putri.


I'm sorry darling, "i won't let myself into your game, because i really wanna bring you back" batin Yudhis sambil tersenyum pada kekasihnya.


"Bapak sudah kenal sama Mbak Putri?" Pak Dadang bertanya dengan ekspresi terkejut mendengar penyataan Yudhis.


"Sudah" jawab Yudhis.


"Belum" jawab Putri.


"Damn it, apa lagi sih my babe kenapa kamu gak mau mengakuinya" ucap Yudhis dalam hati yang sedikit kesal.


Yudhis mendengar berbagai alasan Putri untuk meyakinkan pimpinannya bahwa mereka sekedar mengenal wajah. Sekilas terlihat Pak Dadang percaya dengan statement Putri, namun Yudhis yakin bahwa pimpinan cabang itu sebenarnya masih belum yakin dan hanya ingin menyudahi sandiwara anak buahnya itu.


Well, sekarang tiba saatnya presentasi. Tunggu saat makan siang babe kamu tidak bisa menghindariku lagi.


Bersambung

__ADS_1


^_^ Mohon dukungannya untuk memberikan, like dan comment ya.. kalau suka silahkan klik favorit dan berikan vote ya reader


Terima kasih


__ADS_2