
"Terima kasih atas waktunya Pak Dadang, saya permisi dulu" ucap Putri sambil sedikit menganggukkan kepala ke arah pimpinan cabang dan berjalan ke luar ruangan tersebut.
ceklek
Pintu ruangan tertutup, namun tak lama setelah itu pintu terbuka lagi dan terlihat sang pimpinan cabang berjalan keluar dengan membawa tas kerja nya.
"Saya ada janji dengan Mitra, nanti langsung pulang" ucap Pak Dadang ke arah Putri.
"Baik Pak, hati-hati di jalan" jawab Putri
Pak Dadang tidak memiliki sekretaris, maka sering kali Putri yang membantu merangkap sebagai sekretaris. Ia meyakini bahwa ilmu yang dia dapatkan jauh lebih bernilai dibandingkan materil. Ia menjadi paham akan proses bisnis yang tentunya membantu perannya sebagai HR.
"Fian, Wi. Saya mau bicara sebentar. Bisa tolong kunci Pintu ruangan dulu" ucap Putri pada kedua stafnya.
"Siap Mbak" Fian menjawab kemudian berjalan ke arah pintu lalu menguncinya.
"Saya mau menyampaikan tentang investigasi jam kerja karyawan di operasional inbound. Saya sudah bicara dengan Pak Dadang dan beliau menyetujui rencana saya" ucap Putri sambil menatap ke arah kedua staf dihadapannya.
"Rencananya mulai senin sampai sabtu saya akan menjadi kurir delivery" Putri yangmelanjutkan perkataan sebelumnya.
"Mbak serius?"tanya Alfian.
"Sampai ngurir Mbak?" tanya Wijaya
Putri menjelaskan maksud dan tujuan dari rencananya, selain itu ia juga menjelaskan mengenai action plan yang akan dilakukannya selama satu minggu.
"Kenapa nggak saya aja Mbak? itu kan bagian saya untuk ngitung ABK" ucap Alfian
*)ABK : Analisa Beban Kerja atau Work Load Analyst
"Kita kan punya rencana dan tujuan dari rencana itu, jadi ini merupakan salah satu yang kita tempuh agar tujuan kita tercapai. Coba kalian pikir, operasional itu 99,9% karyawannya laki-laki kan? so lebih mudah diterima dan didengar kalau ada perempuan yang masuk kan?" terang Putri sambil tersenyum
"Betul Mbak, iya saya paham sekarang" ucap Alfian sambil mengangguk.
"Tapi beneran Mbak bakal tiap hari ngurir?" tanya Wijaya yang masih tersirat keraguan di wajahnya.
"Gimana kita bakal ambil keputusan atau tindakan seadil-adilnya kalau kita sendiri nggak benar-benar paham kondisi sebenarnya. Saya butuh support kalian selama saya di operasional nanti pastikan kerjaan HR tetap berjalan dengan baik ya" ucap Putri dengan senyum optimisnya.
"Iya kita siap Mbak, kalau butuh support lain di operasional juga jangan ragu untuk langsung minta bantuan kita" ucap wijaya yang disetujui juga oleh Alfian.
"Makasih ya teman-teman" ucap Putri yang terharu akan ketulusan tim nya dalam bekerja sama.
......................
Putri tiba di kampus pukul 17.15, kemudian duduk di bangku paling depan sisi kiri.
"Alhamdulillah, ternyata dosennya belum datang" ucapnya dalam hati sambil mengelus dadanya.
Putri mengarahkan pandangannya ke sekitar kelas untuk mencari Rina dan dia tidak menemukannya. Kemudian ia mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan mengirim pesan whatsapp pada Rina.
Putri : Rin, kamu nggak masuk? kabar adikmu gimana?
__ADS_1
Sessat sebelum menyentuh icon back, sebuah pesan chat masuk.
Yukito : Pulang kuliah jam brp princess?Hari ini gw latian basket sama anak-anak di GOR sampai jam 8 malam.
Putri : Jam setengah 9 malam. Kenapa?
Yukito : Gw jemput lo yah. Tunggu aja di kampus.
Putri : Oke, thanks Yuki.
Yukito : you're welcome
drap drap
Suara langkah pantofel ibu dosen yang baru saja datang telah tiba di kelas.
......................
Putri terduduk di bangku panjang berwarna silver yang ada di depan ATM kampus. Ini bukan pertama kalinya Yuki menjemput, jadi dia sudah tau tempat yang memang biasa dijadikan tempat Yuki menunggu Putri.
Tak sampai menunggu 5 menit, Yuki tiba dengan motor mati**c 250cc miliknya.
Putri segera berdiri lalu berjalan menghampiri Yuki.
"Put nunggu lama ya?" tanya Yuki yang ketika tiba melihat Putri sudah terduduk di depan ATM.
"Nggak koq, belum 5 menit malah" ucap Putri.
" Belum"
"Kita makan di Saras yuk, udah lama juga kan ga ngobrol-ngobrol. Bentaran aja, nanti jam 10 juga udah pulang".
*) Saras singkatan dari nama warung tenda yang terkenal di Jalan Pajajaran.
"Ayo, tapi aku kabarin Ibu dulu ya"
"Oke"
Putri dan Yuki telah tiba di Saras.
Mereka berjalan ke arah bangku kosong, kemudian seorang pelayan menghampiri dan memberikan kartu menu.
Tak memerlukan waktu yang lama, Putri dan Yuki menyampaikan pesanannya kepada pelayan cafe.
"Gimana kerjaan lancar Put?" tanya Yuki sambil menopang dagu dengan satu tanggannya di atas meja.
" Alhamdulillah. Lo kuliahnya gmn?" tanya Putri balik dengan mengenggam kedua tangannya di atas meja.
__ADS_1
"Alhamdulillah, gw enjoy jalaninnya" jawab Yuki, kemudian perhatian mereka teralihkan dengan pelayan yang mengantarkan pesanan minuman dan meletakkannya di atas meja.
"Yuki, masih ingat Yudhistira" tanya Putri setelah meminum es teh manisnya.
"Iya ingat, kenapa?" tanya Yuki dengan mata penuh selidik.
"Dia jadi atasan kepala cabang gw" jawab Putri dengan wajah yang agak menegang karena Putri tahu bagaimana kesalnya Yuki pada Yudhis, karena ia selalu ada disaat Putri mengalami masa-masa sulit setelah ditinggalkan oleh Yudhis.
"Serius? How could?" ucap Yudhis dengan ekspresi tidak sukanya.
"Let me tell you from the start" Putri menceritakan pada Yuki dari awal ia bertemu saat meeting hingga Ia menginap di rumah Yudhis untuk berdiskusi masalah investigasinya nanti.
Yuki hanya menggelengkan kepala pelan saat mendengar cerita Putri.
"Dia masih sayang sama lo, tapi cukup tahu diri juga. Nah gimana hubungan kamu sama Aldi?" tanya Yuki sambil menancaokan garpunya di atas roti bakar coklat.
"Ga ada pengaruhnya koq kedatangan Yudhis dengan hubungan gw sama Aldi" terang Putri pada Yuki.
"Baguslah, memang seharusnya begitu" ucap Yuki yang kemudian perhatiannya teralihkan ke ponselnya yang berdering.
"Ya Halo. Iya udah gw siapin koq. Oke besok gw jemput jam 8 ke rumah lo. Sama-sama" ucap Yuki pada seorang ditelepon.
"Hani nih, gw selama liburan bantu Hani ngerjain project tugas kuliahnya" ucap Yuki pada Putri sambil menaruh kembali ponselnya di atas meja.
"Baguslah bantuin kasian Hani merasa terjebak di jurusan yang salah" ucap Putri sambil mengaduk teh manisnya dengan sedotan.
"Ya, tapi gw tahu kalau Hani itu nggak lemah. Dia pasti bisa melawati semua. Gw jg jadi banyak dapet ilmu baru sejak bantuin Hani".
"Emang project apa?" tanya Putri
"Mengamati apakah lokasi wisata alam yang dikunjungi itu menerapakn prinsip-prinsip ekowisata. Hani harus ambil sample 3 tempat wisata.
"Luar biasa pasti menyenangkan. Makasih banget ya Yuki udah support Hani" ucap Putri dengan tatapan terharunya.
"Yaelah biasa aja kan kalian berdua emang sohib gw" ucap Yuki enteng.
"Ya lo emang ga tau Yuki, tapi Hani itu udah dari lama suka ama lo. Moga aja nanti lo juga bisa balas perasaan Hani" batin Putri.
"Yuki, udah mau jam 10 nih. Balik yu" pinta Putri pada Yuki.
"Oke, lo tunggu bentar gw bayar dulu" ucap Yuki.
"Jangan, gw aja yang bayar. Lo masih anak mahasiswa sedangkan gw udah kerja kan" ucap Putri dengan senyum jailnya.
" Lo kira gw di luar negeri cuma berangkat pulang ngampus doang? Kerja jugalah" ucap Yuki dengan bangga sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Wah keren. Kerja dimana?" tanya Putri antusias.
"Gw kerja part time di coffee shop dekat apartemen. Dah ya kali ini gw yang bayarin dulu, next time lo boleh bayarin. Impas kan?" ucap Yuki sambil menatap Putri.
"Oke deal" Jawab Putri tersenyum.
__ADS_1
Setelah membayar, mereka pun menuju tempat motor Yuki terparkir kemudian motor melaju untuk mengantarkan Putri pulang.
Bersambung,