Putri Kurir

Putri Kurir
11


__ADS_3

Putri keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuju lemari ganti yang terletak di seberang pintu kamar mandi. Ia meraih gantungan dengan kemeja Putih tangan 3/4 yang tergantung disana. Kemudian meraih rok  abu-abu tua di bawah lutut dengan model  A Line yang tersimpan pada tumpukan di bawah lemari gantung tersebut.


Setelah menggunakan outfit kerjanya hari ini, ia mengaplikasikan moisturizer dan bedak tipis serta lip balm sebagai perawatan hariannya.


Putri sangat tidak mahir dalam urusan make up, maka Putri selalu memilih berpenampilan natural dalam setiap kesehariannya. Pada bagian terakhir, tak lupa putri menyemprotkan body mist di area tubuhnya.


"Done" gumam putri pelan sambil melihat dirinya pada pantulan cermin dihadapannya.


Putri meraih tas ransel diatas meja lalu menggunakan flatshoes sebelum berjalan keluar kamar.


ceklek


Kamar tertutup dan terkunci


Putri berjalan sedikit di lorong kemudian menekan tombol Lift.


Putri keluar dari lift dan tiba di lobby.


"Mas Aldi kayaknya belum dateng deh kan masih jam 7.18 " Putri bergumam dalam hati sambil melihat jam digital di tangan kirinya.


Putri membuka tas ransel untuk mencari ponselnya.


Setelah ia menemukan ponselnya, terlihat pada layar di depan ada sebuah pesan whatsapp masuk dari seseorang yang nomornya belum tersimpan, Putri segera membuka pesan tersebut dan ternyata dari Aldi.


"Mbak put aku tunggu disini ya" Aldi melampirkan foto sebuah sofa panjang berwarna maroon yang terdapat newspaper corner di sebelah sofa itu.


"Oh dia di sini" ucap Putri dalam hati sambil melihat luas di lobby dan di lihatnya seorang Pria yang berkemeja hitam, celana slim fit berwarna khaki, sepatu oxford berwarna coklat tua sedang duduk. Tak lama kemudian ia pun berdiri karena menyadari kehadiran Putri yang berjalan sambil tersenyum ke arahnya.



"Hallo Mas Aldi, udah nunggu lama ya?" Sapa Putri dluan sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Hi Mba  Putri, nggak koq cuma lima menitan aja. Udah sarapan belum?" Tanya Aldi masih berdiri berhadapan dengan Putri.


"Belum Mas" jawab Putri.


"Ya udah sarapan dulu gih masih jam 7.20 . Aku memang sengaja dateng lebih pagi daripada siang sedikit nanti macet banget dari arah kostan ke sini."


"Baiklah mas kita sarapan bareng yuk, kan lumayan jatahnya memang untuk dua orang" Ajak Putri.


"Oke deh kalau kamu maksa" Aldi berkata sambil tersenyum lebar.


"Duh senyumnya Mas Aldi manis banget. Lumayan deh OJT sambil cuci mata, sepet banget di kantor cabang ga ada yang bling-bling" batin Putri dalam hati.


Putri dan Aldi berjalan menuju resto hotel untuk sarapan.


Aldi menyarankan untuk memilih tempat duduk di luar depan kolam renang dan Putri pun menyetujuinya karena memang viewnya terbaik.


Setelah Putri menaruh ranselnya di atas kursi kosong, Ia beranjak ke stall omelet and potatoes. Sambil menunggu omeletnya disiapkan, Putri mengambil segelas Orange Jus. Setelah keperluannya selesai, ia berjalan kembali ke arah tempat duduknya. Dilihatnya Aldi sedang berjalan ke arah meja makan mereka, menu sarapan berat yang tersedia di buffet resto menjadi pilihannya.

__ADS_1


"Kamu kenyang makan itu doang Mbak?" tanya Aldi.


"Ya kalau belum kenyang kan tinggal ambil lagi Mas, pilihannya masih banyak" Jawab Putri sambil sedikit tertawa.


"Hahahaha..betul juga" Aldi berkata sambil menganggukan kepala.


Selang beberapa saat mereka makan tanpa bersuara, hingga saat makanan Aldi telah habis ia mengawali pembicaraan kembali.


"Usia kamu berapa?"


"18 tahun Mas, jadi panggil saya Putri aja ya Mas". Jawab Putri sambil tersenyum kecil.


"Ya ampun muda banget, makanya waktu pertama lihat kamu kayaknya masih muda".


"Saya baru lulus SMA tahun ini, makanya ini pengalaman kerja saya yang pertama. Mohon maaf kalau nanti saya mungkin bisa lambat beradaptasi dengan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dilakukan sama lulusan sarjana" Jawab Putri kemudian ia meraih gelas disebelahnya dan meminum dua tegukan.


"Tapi dari cara kamu berkomunikasi kepada orang baru, terlihat seperti orang yang memang sudah biasa berhadapan dengan orang banyak lho Put. Kan biasanya anak-anak yang belum berpengalaman kerja itu kaku, malu-malu, bingung, atau gugup ya bisa terlihat dari gesture-nya" Tanggap Aldi atas perkataan Putri tadi sambil menatap mata Putri dengan lekat.


"Ya Gusti matanya itu ga tahan, dari tadi liat Mas Aldi baru sadar kalau Mas Aldi ganteng banget ini" ucap Putri dalam hati. "Duh jantung tolong suaranya pelanin dikit nih takut kedengeran sama yang di depan kan malu" Putri masih bergumam dalam hati.


"Kalau cara berkomunikasi mungkin karena dari sekolah saya termasuk siswa aktif di organisasi dan ekskul. Saya juga pernah mewakili sekolah untuk lomba karyawa ilmiah tingkat provinsi" jawab Putri kemudian melanjutkan untuk bertanya balik kepada Aldi.


"Mas Aldi sendiri usianya berapa?"


"24 Tahun" Jawab Aldi sambil ternsenyum kecil dan melanjutkan kembali perkatannya.


"Jalan hidup saya mengharuskan saya bekerja dulu, tapi bukan berarti saya nggak akan meneruskan kuliah. Saya memiliki resolusi yang bisa buat keputusan saya jadi terarah untuk mencapainya"


"Aku pendukungmu" Jawab Aldi sambil tersenyum dengan tatapan yang hangat.


"Kayaknya Mas Aldi tipe-tipe cowok berpengalaman nih, duh jangan sampe jatuh cinta ini cukup kagum aja"ucap Putri dalam hati.


"Makasih Mas Aldi, mohon bimbingannya ya selama OJT ini" jawab Putri sambil tersenyum manis yang kemudian dibalas oleh Aldi.


"Oh ya aku kirim rundown OJT kamu ya lewat WhatsApp. Kurang lebih setiap harinya kamu akan OJT dari jam 9 sampai dengan jam 5 sore. Kamu bisa lihat di kolom PIC ini adalah penanggung jawab kamu disetiap sesinya. Contohnya hari ini Senin pukul 09.00-14.00 kamu akan OJT di bagian Employee Industrial Relation, penanggung jawab sesinya Ibu Monica dan Mbak Eva. Ibu Monica ini manajernya, kalau Mbak Eva adminnya" terang Aldi panjang sampai ke sesi terakhir pada hari ini.


"Nah nanti jam 5 sore aku akan antar kamu lagi ke hotel. Nanti tunggu aja aku di kantin karyawan jam 5 sore ya Put" pinta Aldi pada Putri.


"Wah Mas Aldi ga usah repot-repot nanti saya bisa balik ke hotel sendiri koq. Cukup kasih tau aja naik umumnya apa atau saya juga bisa pesen ojek online kan" Jawab Putri yang merasa tidak enak kalau harus diantar jemput oleh Aldi.


"Jangan, wanita berbahaya kalau jalan sendiri. Apalagi kamu baru-baru kesini kan" ucap Aldi meyakinkan.


"Bener deh Mas, saya jadi nggak enak sama Mas Aldi".


"Jangan sungkan, kamu juga kan tamu jadi sudah selayaknya dijamu dengan baik" Aldi menjawab sambil tersenyum tampan, eh bukan malah sangat tampan.


"Mas Aldi, ini udah jam 8 Mas" Putri mengingatkan Aldi setelah tadi mengintip ke arah jam digitalnya.


"Kamu masih mau sarapan ga? kalau masih mau kita masih punya 15 menit lagi di sini" Aldi memastikan kembali kepada Putri untuk menyelesaikan sarapannya dengan baik.

__ADS_1


"Saya ga akan nambah Mas" Jawab Putri sambil menggelengkan kepala.


"Oke kita berangkat sekarang" Aldi berkata sambil berdiri dan mengambil tas ranselnya


"Iya Mas" kemudian Putri berdiri dan mengikuti Aldi dari belakang, namun Aldi melambatkan langkahnya untuk bisa mengimbangi langkah Putri, sehingga mereka pun jalan beriringan.


"Putri, kemarikan tas kamu!" Pinta Aldi sambil berjalan ke arah parkiran motor.


"Mau apa Mas?" tanya Putri sambil memandang Aldi.


"Sini aku aja yang bawain tasnya" Pinta Aldi sambil menempatkan telapak tangannya ke depan Putri sebagai tanda ingin menerima permohonannya.


"Ih, ga usah Mas Aldi! Gak berat koq"


"Nanti naik motor itu bahaya kalau ranselnya di belakang, apalagi perempuan. Jadi biar aku pakai aja di depan" jelas Aldi.


"Hmm... Oke deh mas, maaf ya jadi ngerepotin" Putri kemudian berhenti dan melepas tas ranselnya untuk diserahkan kepada Aldi, lalu dipakainya pada bagian depan dada.


Tak lama kemudian mereka sudah berada di depan motor jenis touring yang Putri yakini milik Aldi. Benar saja, Aldi meraih helm yang tergantung di spion motor lalu memakainya. Ia juga melepas helm yang tergantung di atas jok belakang lalu memakaikannya kepada Putri.


Deg


Jantung Putri terasa tak terkontrol lagi.


Aldi duduk di atas motornya, ia membuka kaca helm full facenya dan bertanya pada Putri.


"Kamu pakai rok naiknya pelan-pelan aja pegang pundak aku gak apa-apa" Ucap Aldi.


Putri hanya mengangguk saja karena tak mampu menjawab. Putri kali ini benar-benar khawatir suara jantungnya bisa terdengar oleh Aldi.


"Mengenalmu membuatku merasa skeptisisme terhadap kesanggupan menjaga pondasi hati" ujar Putri dalam hati.


Putri menyadarkan dirinya bahwa Aldi adalah tipe player atau paling minimal adalah tipe pria yang memang memperlakukan semua wanita sama. "Tolong Put gak usah baper, anggap aja dia memang orangnya kelewat perhatian sama semua cewek" gumam Putri untuk mengokohkan kembali hatinya agar tidak terhanyut dengan perhatian yang Aldi berikan.


"Udah siap Put?" Tanya Aldi


"Iya siap Mas, tapi Putri boleh pegangan ke tas belakang Mas ga?"


"Bolehlah Put" Jawab Aldi dengan sedikit tertawa pelan.


"Ya ampun mau pegang tas aja mesti nanya dulu, ada juga anak lulusan SMA masih sepolos ini ya. Putri lucu juga" gumam Aldi dalam hati sambil melajukan motornya.


Bersambung


^_^ Mohon


like dan comments ya readers


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2