Putri Kurir

Putri Kurir
12


__ADS_3

Putri melangkah santai di koridor lantai tiga kantor pusat, langkahnya terhenti tepat di depan lift. Jam sudah menunjukan Pukul 17.04, maka tak ayal banyak karyawan yang juga sedang mengantri depan lift untuk pulang.


Kantor pusat memang terlihat jauh lebih megah dan modern dari segi bangunan dan fasilitas karyawan yang juga sangat lengkap. Bayangkan saja di  toilet wanita khusus karyawan saja terdapat beberapa personal kit seperti jarum pentul,peniti, parfum, cotton buds, toothpick, sewing set, sampai dengan pembalut. Sangat berbeda jauh dengan kondisi fasilitas di kantor cabang.


Sebenarnya saat masuk ke kantor pusat, ada perasaan bangga di dalam dada Putri bahwa tempat kerjanya bonafit juga.


Lampu lift lantai tiga menyala, tak lama pintu lift di depan terbuka. Putri mengurungkan niat untuk masuk karena dilihatnya lift sudah penuh.


"Duh penuh ya" Ucap wanita memakai blouse biru muda dengan celana kerja berwarna navy yang membuatnya terlihat simple tapi tetap terkesan feminime dengan wajah yang terlihat kecewa berdiri tepat di samping Putri.


"Mbak, maaf ada jalan lain menuju kantin?" tanya Putri pada wanita berpakaian blouse biru itu.


"Ada Mbak. Anak baru ya? Kenalin aku Nurul bagian Marketing" jawab dia sambil tersenyum dan mengulurkan tangan.


"Wah Mbak Nurul ramah banget, alhamdulillah nambah kenalan baik pula orangnya" gumam Putri dalam hati.


"Putri" Jawabku sambil menjabat tangannya. "Saya dari cabang Bogor lagi OJT di bagian HRD Mbak" Jawabku yang kemudian menambah tampilan senyum di bibir Nurul.


"Wah asyik aku dapet kenalan baru anak cabang! Yuk Mbak ikut aku aja lewat tangga" Nurul mengajak Putri, lalu mereka berjalan berdampingan. Saat menuju kantin, mereka melanjutkan berbagai macam obrolan ringan diantaranya seputar tempat penginapan Putri, apa yang akan dilakukan di kantin sore ini, sampai cerita-cerita tentang Aldi yang sebenarnya tidak Putri tanyakan pada Nurul.


"Aldi tuh udah kerja disini 1,5 tahun lalu lewat program ODP. ODP itu sejenis program perekrutan dengan seleksi sangat ketat untuk disiapkan langsung menempati posisi manajerial level. Kalau nggak salah sih taun ini terakhir Mas Aldi ditempatin di bagian training sampai nanti hasil ODP-nya selesai, setelah itu baru tau deh Mas Aldi ditempatin bagian apa. ODP tuh kalau ga jadi manajerial kantor pusat ya jadi kepala cabang, berarti harus siap ditempatin di seluruh cabang di Indonesia" terang Nurul panjang lebar.


"Oh gitu ya Mbak, berarti pinter-pinter dong ya kalau lolos ODP" jawaban Putri yang menanggapi penjelasan Nurul tadi.


"Wah mas Aldi termasuk golongan cowok-cowok cerdas nih, duh hati please no baper ya. It makes me a bit worried because salah satu syarat mutlak cowok yang aku taksir adalah harus cerdas" batin Putri.


"Cowok, ganteng, keren, perhatian, baik, kaya tapi males-malesan dalam study dan ga cerdas? Of course BIG NO to me. Buatku pria cerdas, tekun, pekerja keras, punya visi yang jelas he's a hot boy even secara tampilan biasa aja that is not a big deal for me" lanjut Putri dengan suara hatinya.


"Ya dong, syarat minimum IPK nya aja 3,5 lho! Belum lagi syarat minimum TOEFL-nya aja 550 dan presentasi in English ke level Senior Manajer ke atas! Uh aku bayanginnya aja udah kayak kerdil deh buat orang-orang biasa macam aku ini" jawab Nurul sambil terkekeh geli.


Nurul nih orangnya ramah, asik, nggak banyak basa-basi.


Tak terasa sambil berjalan kami sudah berada di lantai 6 dimana terdapat kantin dengan desain indoor non smoking dan outdoor smooking. Kantin ini di desain unik karena jadi jembatan penghubung antara gedung A dan gedung B.


"Sudah sampai kantin nih. Aldi nya mana?" ujar Nurul sambil memandang ke segala arah kantin.


"Mungkin masih ada kerjaan ya Mbak. Mbak Nurul makasih banyak lho tadinya mau langsung pulang kan? jadi malah anterin saya dulu ke lantai 6 lagi" ucap Putri sambil tersenyum hangat kepada Nurul.


"Duh gemes amat sih senyumnya, usia berapa kamu?" Tanya Nurul


"18 tahun" jawab Putri dengan sedikit malu-malu


"Ya ampun seusia adik aku! Put santai aja lagi, usia aku juga masih 21 tahun koq. Oh ya ga usah ngomong pake kata saya saya deh. Gimana kalau biar akrab manggilnya Gw Lo aja?"


"Boleh nih Mbak?"Tanya Putri balik


"Boleh banget lah, ga usah kaku kayak es batu yang lama-lama cair juga kan?" jawab Nurul.


"Hehehe.. iya Mbak. Kita duduk yuk Mbak" ajak Putri.

__ADS_1


"Gak usah deh, gw mau balik aja Put. Lo gak apa-apa nunggu sendiri? Oh ya bagi WA lo dong" pinta Nurul sambil mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menyimpan nomor ponsel yang Putri sebutkan.


"Got it, besok jam istirahat meet up di kantin ya! Nanti gw WA lo kalau gw udah di sini ntar gw kenalin ama anak-anak marketing pada asik ga kaku kaya anak HRD" Nurul berkata sambil terbahak-bahak.


Putri ikut tertawa walaupun ia sendiri tidak bisa membayangkan yang dimaksud asyik dan kaku versi Nurul tuh seperti apa? Yang Putri alami selama OJT dengan Bagian Employee Industrial Relation tadi cukup menyenangkan.


Orang-orang di sana dengan sabar memberikan penjelasan mengenai pekerjaan-pekerjaan yang akan Putri lakukan sendiri di kantor Cabang. Yap Dengan banyak bagian Departemen dibawah HR Division semua Putri kerjakan seorang diri di cabang, karena selain jumlah karyawan cabang yang jauh lebih sedikit, pekerjaan administrasi pun dikerjaan masih sentralisasi di kantor pusat. Cabang hanya mendata dan mengajukan untuk kemudian proses lain-lainnya dilakukan oleh kantor pusat.


"Gw cabut duluan ya Put, hati-hati nungguin Aldi aja jangan balik sendiri!" perintah Nurul sambil melambaikan tangan saat kami berpisah.


Putri duduk di bagian smooking outdoor, karena menunggu sendiri di bagian non smooking akan sangat membosankan dan jauh lebih nyaman memandang sore hari kota jakarta yang tetap terlihat sangat padat seperti biasanya. Karena sudah sore hari maka bagian kantin outdoor hanya terisi beberapa bangku saja.


"Hi Putri, lama nunggu ya sorry" ucap Aldi yang baru saja datang lalu duduk dibangku bagian depan Putri.


"Nggak apa-apa Mas cuma 15 menit ini" jawab Putri sambil tersenyum tipis.


"Kita cabut sekarang?" tanya Aldi


"Ayok" jawab Putri sambil berdiri dan berjalan beriringan dengan Aldi.


Putri dan Aldi berjalan menuju parkiran motor karyawan. Seperti sebelumnya, Aldi memakaikan helm pada Putri dan meminta ransel putri untuk diserahkan padanya, lalu Putri menaiki motor dengan berpegangan pada pundak Aldi.


Mereka tiba di hotel tempat Putri bermalam.


"Mas turunin saya di depan lobby aja, nanti biar Mas bisa langsung jalan lagi" pinta Putri pada Aldi.


"Jangan, aku antar sampai depan kamar kamu aja" Aldi melanjutkan menjalankan motornya ke arah parkiran motor di basemen hotel.


"Duh Mas Aldi kenapa sih harus nganter sampe depan kamar gini??? kan ga enak kalau ada yang kenal sama kita, terus mikir yang nggak-nggak karena keliatan jalan berdua di hotel. Well walaupun mas Aldi nggak masuk ke kamar tapi kan tetep aja bisa bikin orang beransumsi negatif sama kita" batin Putri.


Putri dan Aldi berjalan sampai tiba di depan kamar 915 tempat Putri bermalam sampai hari Jumat nanti.


Putri menempelkan keycard dan pintu terbuka setelah berwarna hijau.


ceklek pintu dibuka, lalu Putri membalikan tubuhnya ke belakang untuk mengucapkan terima kasih kepada Aldi karena sudah mengantarnya. Namun belum sempat Putri berkata, Aldi sudah mendahuluinya bicara.


"Put boleh saya masuk?" pinta Aldi.


"Oh Gosh, ini kan kamar dan aku cuma sendiri di dalam. Dia mau ngapain ikut-ikutan masuk. I'd like to say NO!" racau Putri dihatinya.


Tapi belum sempat Putri menjawab, Aldi melanjutkan perkataan yang terhenti beberapa detik tadi.


"Ikut ke toilet aja, udah gitu aku langsung pulang" Aldi meluruskan perkataannya karena ia merasakan keterkejutan Putri yang nampak jelas dari raut wajahnya tadi.


"Oh boleh Mas silahkan" jawab Putri lalu masuk dan menyelipkan keycard-nya pada key tag kamar kemudian seluruh listrik langsung menyala.


Tak lama Aldi pun keluar dari kamar mandi dengan tampilan berbeda yang lebih casual tidak seperti sebelumnya.


Ia mengenakan luaran sweater knitt berlengan panjang yang dipadukan dengan celana denim hitam gelap. Sungguh tampilannya sangat fresh walau sebenarnya Aldi tetap terlihat tampan mengenakan business attire sekalipun, tapi tampilan ini membuat Aldi terlihat lebih santai.

__ADS_1



"Makasih ya Put, tadi udah dibolehin numpang cuci muka sama ganti baju nih soalnya habis magrib ada kelas. Kalau ganti di kantor tadi gak enak kan bagian HRD masih di lingkungan kantor tapi bajunya ga sesuai aturan" jelas Aldi.


"Mas Aldi sekolah lagi?" tanya Putri yang berfikiran bahwa Aldi sedang meneruskan pendidikan lagi.


"Nggak, aku jadi dosen praktikum di program Diploma untuk mata kuliah Komunikasi Bisnis. Kampus deket sini koq" jawab Aldi.


"Oh gt, Mas udah makan belum? nanti kelaparan lagi pas ngajar".


"Belum, tapi gampang nanti aja makannya beres ngajar".


"Bentar Mas, saya punya roti coklat tadi jam makan siang beli di kantin" Putri bicara sambil berjalan menuju ranselnya yang terletak di atas tempat tidur, kemudian ia membuka resleting bagian luar dan mengambil satu bungkus roti coklat lalu diberikannya kepada Aldi.


"Bener nih buat aku?" selidik Aldi.


"Iya Mas".


"Nanti malam kamu makannya gimana?" tanya Aldi dengan tatapan lembutnya.


"Duh mas Aldi Please jangan pake tatapan kayak gitu bikin jantung mau copot rasanya" ucap Putri dalam hati.


"Gampang mas, nanti bisa jalan ke sekitaran hotel aja kan banyak" jawab Putri.


"Oke deh, hari ini aku ada kelas sampai jam 8 malam. Kalau kamu belum juga dapet makan sampai jam segitu jangan sungkan minta tolong aku aja ya".


"Siap" jawab Putri sambil berjalan mengantarkan Aldi ke luar kamar.


"Aku pergi dulu ya" pamit Aldi sambil tersenyum dan melambaikan tangan.


"Iya mas hati-hati ya, makasih banyak" jawab putri sambil melambaikan tangan.


"With pleasure" jawab Aldi sambil membungkukan badannya.


Setelah punggung Aldi sudah tak nampak lagi dari pandangan Putri, ia langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Ya Tuhanku, please jangan buat kebaikan dan pesona mas Aldi buat aku jadi suka. Nggak! aku nggak boleh suka sama orang kayak mas Aldi nanti bisa sering sakit hati liat perlakuan dia yang baik sama semua cewek. Gak mungkin juga di usia mas Aldi yang sudah matang dengan karir dan prestasi yang bagus kayak gitu akan susah mencari pasangan. Yakin deh pasti banyak yang bakal naksir mas Aldi. Lah aku apaan? cuma lulusan SMA yang masih berusia 18 tahun masuk kerja juga karena musibah Bapak" batin Putri.


Putri berfikir sejenak tentang harapan, ia berpendapat bahwa setiap orang harus memiliki harapan agar hidupnya memiliki makna, namun jangan berekspektasi tinggi atau berlebihan karena jika menginginkan kebahagiaan maka kita harus merendahkan ekspektasi.


Seorang penulis dan pujangga terkenal asal Inggris dengan karya terbaik yang sangat dikenali hingga saat ini William Shakespeare mengatakan bahwa “expectasion is the root of all heartache”. So what is a difference between hope and expectation?


Menurut Dr. Gerald dalam bukunya yang berjudul The Awakened Heart, he defines expectation as a “rigid clinging to unreal belief.” Expectation is demanding exactly what we want to happen regardless of what is actually happening. Meanwhile, hope is flexible. It is alive. It responds to all situations instead of battling against the ones that appear to be opposite.


Kurang lebih disimpulkan bahwa Ekspektasi itu sifatnya memaksa, yang berfokus pada keinginan pribadi, jadi lebih egosentris dengan mengabaikan kepentingan orang lain dan biasanya bertahan dalam waktu yang pendek. Maka dari itu, ekspektasi lebih menghasilkan perselisihan dan kekecewaan. Sedangkan harapan itu lebih fleksibel dan berfokus pada memaknai suatu hasil untuk bisa menghasilkan sesuatu yang harmonis dengan kepentingan orang lain. Tentunya harapan dapat bertahan untuk waktu yang panjang.


Saat Putri sedang termenung dan berdebat dengan pikirannya sendiri di atas tempat tidur, terdengar suara azan magrib. Putri segera bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera melaksanakan salat.


Bersambung

__ADS_1


^_^ Mohon dukungannya untuk memberikan, like dan comment ya.. kalau suka silahkan klik favorit dan berikan vote ya readers


Terima kasih


__ADS_2