Putri Kurir

Putri Kurir
3


__ADS_3

Tok tok tok


“Teh.. Teh” Bika memanggil dari luar pintu kamar Putri.


“Ya Bik, kenapa?” jawab putri sambil membuka pintu.


“Disuruh temenin Ibu tuh keruang tamu, ada orang dari kantor Bapak” jawab Bika singkat.


“Mau apa mereka ke sini?” pertanyaan Putri hanya dijawab oleh bahu Bika yang dibuat naik.


“Ya udah Teteh ganti baju dulu bentar, nanti Teteh langsung ke depan”.


Putri tiba di ruang tamu, lalu ia melihat dua laki-laki berkemeja rapi ala businessman muda.


“Mas, ini putri pertama saya namanya Putri”. Ibu mengenalkan Putri kepada tamu.


Putri tersenyum dan mengulurkan tangan untuk bersalaman.


“Putri”.. “Rifan” kemudian beralih kesebelahnya, “Putri”..”Satria”


Putri duduk di sofa samping ibu, ia menyimak percakapan yang tertunda oleh kehadirannya tadi.


“Jadi gini Put, emm..” Ibu berkata sambil menatap ke arah tamu berharap mereka saja yang menjelaskan ke Putri. Sepertinya para tamu pun memahami, kemudian salah seorang darinya mengambil alih pembicaraan.


“Jadi begini Mbak, kami mewakili manajemen kantor pusat menawarkan kepada pihak keluarga untuk bekerja di PT. ZEN Express. Hal ini merupakan salah satu bentuk apresiasi perusahaan terhadap kontribusi Almarhum Bapak Sodiq yang sudah bekerja kurang lebih 15 tahun.” Kata pria bernama Satria menjelaskan maksud kedatangannya.


“Nah Teh, ini maksud ibu memanggil kamu. Ibu ingin kamu yang bekerja di kantor menggantikan Bapak" ucap Ibu yang memegang kedua tangan putri di atas pahanya. “ Kamu mau tidak Teh?” tanya Ibu lagi.


Putri terdiam sejenak, ia memandang ibu kemudian kedua tamunya secara bergantian. Putri menundukkan kepala, lalu berkata “Dimana saya akan ditempatkan?” sambil menoleh kearah Satria.


“Mbak akan ditempatkan diposisi frontline customer service Kantor Cabang Bogor” terang Satria secara singkat.


“Kapan saya mulai bekerja Mas?” tanya Putri.


“Lusa Mbak bisa datang ke Kantor Cabang Bogor, di Jalan Baru seberang fly over untuk menemui Ibu Yunita bagian HRD” jawab Satria sambil menautkan kedua tangannya di atas paha.

__ADS_1


“Baik, Insha Allah saya akan datang. Oh ya, jam berapa saya harus datang?” Putri bertanya untuk memastikan hari pertamanya bekerja tidaak terlambat. Ia tidak ingin mengecewakan pihak yang sudah memberikannya kesempatan ini.


“Jam 9 pagi Mbak” Jawab Satria.


“Baik Mas saya ucapkan terima kasih banyak atas kesempatan yang sudah diberikan kepada saya. Selain itu, terima kasih juga atas perhatiannya kepada keluarga saya.” Putri berkata sambil memandang ke arah tamu dan ibunya.


“Sama-sama Mbak” jawab kedua tamu bersamaan.


“Mohon maaf Ibu dan Mbak” kata Rifan sambil memandang ke arah Putri dan Ibu. "Kami tidak bisa lama-lama karena masih ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Mohon maaf jika kami sudah mengganggu waktunya".


“Ah tidak Mas, kami yang berterima kasih sekali sudah banyak dibantu oleh perusahaan, mulai dari urusan rumah sakit, pemakaman, tahlilan, asuransi, sampai menawarkan pekerjaan untuk kami. Saya mohon bantuannya untuk menghaturkan terima kasih ini kepada para pimpinan ya” Kata Ibu sambil berdiri mengantarkan tamunya sampai pintu depan.


“Insha Allah akan kami sampaikan Bu, kami permisi dulu. Assalamu’alaikum” Kata Rifan sambil bersalaman dengan Ibu dan Putri, kemudian disusul juga dengan Satria yang melakukan hal yang sama.


“Wa’alaikumsalam” jawab Putri dan Ibu bersamaan.


“Bu, Teteh lupa nanya, nanti sudah langsung masuk atau ikutin interview dulu ya?” tanya Putri sambil duduk di sofa, kemudian disusul ibu yang duduk disebelahnya.


“Mana Ibu tau Teh. Sudah jalanin dulu aja Insha Allah rezeki mah nggak ke mana. Oh ya jangan lupa, nanti pakai baju yang rapi ya Teh” kata Ibu sambil berjalan ke dalam rumah.


Bagaimana pun juga Putri sangat bersemangat dalam pendidikan, ia adalah juara kelasa di salah satu SMA Negeri favorit, serta mendapatkan beasiswa bantuan. Putri juga aktif di organisasi dan ekskul softball dan kateda. Kateda merupakan sejenis bela diri karate dan tenaga dalam.


Putri memahami kondisi keluarganya saat ini, apalagi Bika adik satu-satunya yang sedang bersemangat. Ia antusias untuk melanjutkan pendidikannya ke SMK taun depan.


drrrtt


Terlihat notfikasi whatsapp di hp putri, kemudian ia segera membuka kunci sandi angkanya. Ia melihat ada pesan masuk di grup kawan sengklek. Grup ini beranggotakan Putri, Hani, Vera, dan Jihan. Mereka adalah teman Putri di SMA dan Hani merupakan teman yang paling dekat dengan Putri, karena mereka sudah bersahabat sejak SMP.


Chat Grup Kawan Sengklek


Jihan: Sepiii, ini grup apa kuburan


Vera: Gw masuk.. kangen nih udah pada sibuk ngapain? Sebelum pada capcin kuliah meet up dong gaes


Jihan: 86, Sabtu yu di Mall sekalian gw mau beli persiapan kuliah di Yogya ntar

__ADS_1


Vera: Mall BOQ jam 2 siang ya, soalnya malemnya gw ada kuliah rutin mingguan menuju halal


Jihan: Alah gaya lo menuju halal


Vera: ya doaian lah


Jihan: kaya boleh aja cepet-cepet kawin ama bonyok lo ver


Vera: Ucapan adalah doa, ya ngarep ga bayar kaliii


Putri: Ribut mulu luh nyampah sticker aja di hp gw


Vera: Put oke ya sabtu ikutan?!


Putri: GASSS


Jihan:  @hani si mamih belum muncul nih


Putri: Injek bumi 3x, muter 3x, Baca Isti’adzah baru muncul dah si mamih


Hani: Hadirrrrrrr


Putri: Kan gw bilang


Hani: :P


Vera:  Sabtu ya Gaes


Terdengar azan zuhur.


Putri meletakkan kembali hp nya dan segera mengambil wudhu untuk salat.


 


Mohon dukungan dan like nya ya readers

__ADS_1


Salam kenal ^_^ Tanpopo


__ADS_2