
"Hmm" Arjuna hanya tersenyum kecut namun ekspresinya tetap penuh ketenangan.
"Silahkan, tapi itu tidak akan mengubah keputusanku Lins" ucapnya tenang namun penuh penekanan.
"Apa yang kurang dari diriku jika aku sudah masu ke agamamu?" tanya Lindsay lagi diiringi air matanya yang menetes dari pelupuk matanya.
"Kau tidak boleh berbuat seperti itu. Kau tega berpaling dari Tuhanmu hanya karena manusia serba kekurangan seperti aku?" ucap Arjuna dengan tegas namun tetap kewibawaannya.
"Aku rela melakukan apa pun agar bisa bersamamu Arjuna!" kali ini Lindsay bicara berasamaan derai air mata membasahi pipinya.
"Tujuan pernikahan kita berbeda Lins. Buatku pernikahan bukan hanya mengejar apa yang aku inginkan namun, apa yang bisa melengkapi kekuranganku sampai kami sama-sama lengkap untuk menggapai tujuan akhir kehidupan. Sudah malam, sebaiknya aku antar kamu istirahat. Beritahu aku tempatmu menginap" ucap Arjuna yang berdiri menuju garasi rumah.
Sementara Lindsay masih belum bisa menerima perkataan Arjuna. Pikirannya hanya satu, Arjuna tidak boleh berubah, ia harus ada di samping Lindsay bagaimana pun kondisi dan statusnya.
Arjuna dan Lindsay sudah berada di dalam mobil BMW X1 putih milik Arjuna.
"Dimana tempatmu menginap?" tanya Arjuna pada wanita di sampingnya.
"Hotel Grand SX" jawab Lindsay dengan tidak menatap Arjuna.
"Juna" panggil Lindsay dengan suara paraunya.
"Iya" jawab Arjuna singkat dengan tetap fokus ke arah jalan di depannya.
"Bagaimana jika aku tidak bisa menerima pernikahanmu? Bagaimana jika aku ingin membuatmu terpisah dengannya?" ucap Lindsay tanpa rasa malu.
"Apa pun yang akan kau lakukan, Tuhanku sudah mengatur segalanya" jawab Arjuna dengan tenang.
"Kau!" ucap Lindsay dengan kesal.
"Sudah kubilang kau tak akan memahamiku. Maka Tuhan memilih dia untuk mendampingiku sepanjang sisa usia kami. Sudah cukup Lindsay, kali ini aku punya batasan terhadap pertemanan kita. Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu" ucap Arjuna dengan tetap fokus pada kemudinya.
Lindsay hanya menangis tanpa bersuara, hingga mereka telah sampai di hotel. Arjuna menghentikan mobilnya di depan lobby, kemudian seorang petugas membantunya menurunkan koper Lindsay.
"Lins, aku harus pergi. Jaga dirimu baik-baik. Maaf aku tidak bisa mengantarmu masuk. Selamat malam" ucap Arjuna datar kemudian masuk lagi ke dalam mobil, lalu melajukannya.
Waktu menunjukan pukul 8.15 malam. Arjuna merasa lapar karena belum makan malam. Ia melajukan mobilnya menuju resto cepat saji yang menyediakan drive thru di daerah Jalan Pajajaran.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, kemudian terhenti saat terhadang cahaya merah dari lampu lalu lintas. Arjuna baru teringat aktivitas wajib yang tertunda ketika di kamar.
"Putri sedang dimana kamu?" ucap Arjuna sambil mengecek keberadaan Putri di aplikasi yang tertanam pada head units mobilnya.
__ADS_1
"Sentul?" Arjuna berkata sambil mengernyitkan dahinya.
Akhirnya, Arjuna mengganti tujuannya dan memutar mobil di putaran jalan. Ia mempercepat laju kendaraannya menuju jalan tol. Setiba di jalan tol, mobil BMW X1 itu dipacu dengan pedal gas yang lebih dalam hingga tiba di pintu keluar tol Sentul Selatan.
Arjuna melambatkan laju kendaraan sambil melihat maps pada layar di sampingnya. Saat meretas sistem ponsel Putri, ia menemukan pesan masuk dari rivalnya.
"Aldi? sorry dude" ujar Arjuna lalu memblokir seluruh akses masuk Aldi kepada Putri.
"Shit!" umpat Arjuna pada dirinya sendiri. Mengapa dirinya bisa sangat bodoh dengan tidak bisa mengendalikan keegoisannya jika berhubungan dengan Putri.
Kembali pada tampilan maps, lokasi Putri masih di sebuah Mall Jepang yang berlokasi di Sentul. Mobil Arjuna telah memasuki area parkir dan terparki di basemen. Setelah itu, ia mengaktifkan aplikasi pada smart watch di tangannya.
Kini, terlihat keberadaan Putri yang tak jauh dari tempat ia berjalan sekarang.
"A Juna!" sapa seorang gadis cantik yang berjalan dari lorong toilet sebelah kanan.
Arjuna hanya tersenyum sambil memasukan tangan ke dalam saku celananya.
"Aa ngapain di sini?" tanya Putri yang sudah berada di hadapan Arjuna.
"Hah! Aku pulang sama Vera A. Dia masih di toilet, sebentar lagi juga keluar" jelas Putri pada Juna karena masih belum mengerti bagaimana Arjuna bisa sampai di sini.
"Put, yuk balik!" ajak Vera dari arah belakang.
"Ver, kenalin ini A Arjuna" ucap Putri yang mengenalkan Arjuna pada Vera.
"Eeh?" Vera pun terlihat terkejut dengan kehadiran Arjuna "Oh maaf, saya Vera. Putri lo mau pulang sama gw atau sama itu?" ucap Vera sambil menunjuk Arjuna.
"Hmm..." Putri masih bingung menjawabnya.
"Sama saya saja, jadi kamu bisa langsung pulang ke rumah. Terima kasih sudah mengantar Putri" ucap Arjuna datar pada Vera.
"Baik, iya sama-sama. Saya permisi dulu. Bye Putri" Vera berpamitan sambil mencium pipi kanan dan kiri sahabatnya.
"Hati-hati Ver" ucap Putri pada Vera sambil melambaikan tangannya.
"Aa kenapa jemput ngagak bilang-bilang?" tanya Putri sambil berjalan berdampingan dengan Arjuna ke arah parkir.
__ADS_1
"Maaf, aku khawatir" jawab Arjuna dengan jujur.
"Khawatir kenapa? kan bisa tanya aku aja via WA" tanya Putri kembali.
"Secanggih apa pun teknologi, tiada yang bisa memuaskan selain pada melihat langsung melalui indera ciptaan Tuhan. Selagi aku masih bisa kenapa harus menunda? Besok aku sudah kembali ke Singapura lagi" ucap Arjuna yang sudah tiba di depan mobilnya. Sedangkan Putri hanya menanggapi dengan anggukan.
"Wow seorang Arjuna ternyata bisa ngomong panjang lebar nih. He..he..hee " tawa Putri dalam hati.
"Teman aku juga ada di Singapura, dia lagi ambil sekolah kedokteran. Sekarang sedang magang di sana" Putri membuka obrolan saat mobil sudah melaju.
"Oh ya, siapa?" tanya Arjuna sambil menoleh sebentar pada gadis di sampingnya.
"Namanya Yukito, biasa dipanggil Yuki. Dia teman baikku dari SMP" jawab Putri, sementra Arjuna.
"Baik, mungkin nanti aku bisa berkenalan langsung dengan teman baikmu itu" jawab Arjuna.
"Sedekat apa mereka sejak SMP?" rasa penasaran Arjuna membuncah di dalam dirinya, namun ia tetap terlihat tenang dari tampilan luarnya.
"Iya, dia sangat baik. Kau harus mengenalnya" Putri menanggapi ucapan Arjuna sambil tersenyum.
"Putri, apa pun yang kamu tanyakan kepadaku maka aku akan menjawabnya dengan jujur, aku pun berharap kau melakukan hal yang sama denganku. Aku sangat menjunjung tinggi kejujuran dan aku bukan seorang impulsif yang tidak menghargai sebuah kejujuran. Jadi jangan pernah khawatir untuk jujur padaku" ucap Arjuna.
"Baik A, apakah aku boleh bertanya padamu?" tanya Putri.
"Tentu" jawab Arjuna.
"Aa di singapura udah berapa lama? di sana tinggal di mana?" tanya Putri.
"Sekitar 3,5 tahun dan sekarang aku tinggal di Marina Bay" jawab Arjuna.
"Tinggal sendiri?" tanya Putri lagi.
"Iya" jawab Arjuna lagi.
"Aa punya berapa mantan?" tanya Putri lagi.
"Satu" jawab Arjuna dengan singkat.
"Ya ampun mulai deh irit ngomongnya" batin Putri.
"Saat Yudhis lamar aku, waktu itu Aa udah ada perasaan belum sih sama aku?" tanya Putri yang kali ini tidak langsung Arjuna jawab.
__ADS_1
Arjuna terdiam beberapa detik, lalu menjawab "Sudah".
Bersambung,