
"Putri, aku udah di depan" sebuah pesan whatsapp dari Yudhis yang sedang dibaca Putri.
Putri : wait ya.
Yudhis : Ok.
Putri berjalan ke arah depan gang kemudian melihat mobil pajero hitam Yudhis dan menghampirinya.
Dilihatnya si pengendara dari kaca samping, lalu ia menyondongkan tubuhnya dan membuka pintu kiri dari arah dalam.
"Get in Put" ucap Yudhis
Putri naik ke dalam mobil, lalu menutup pintu.
"Kita mau bahas solusinya dimana?" tanya Putri.
"Di rumah aku" jawab Yudhis sambil melajukan kendaraannya.
"Kenapa di sana?" tanya Putri kembali.
"Karena solusinya ada di sana" jawab Yudhis sambil tersenyum.
"Maksudnya? aku gak paham Yud" ucap Putri dengan wajah kebingungan.
"Nanti aku jelasin di sana aja biar kamu langsung paham" jawab Yudhis dengan menaikan satu alisny dan tersenyum.
"Iya deh" jawab Putri yang masih belum puas dengan jawaban Yudhis.
"Put, sekalian searah nih. Mampir ke mall dulu yah. Ada yang harus aku beli" ucap Yudhis yang pandangannya fokus ke depan.
"Boleh. Oh ya aku lupa mau nanya. Kamu udah akrab ya sama Aldi ya? sampai ngomong nya pake bro, gw, lo gitu?" Tanya Putri.
"Oh cowok mah biasalah. Apalagi kemarin kan acaranya di luar konteks kerjaan. Supaya makin akrab dan kompak, ya salah satunya dengan tetap menjalin keakraban di luar jam kantor. Sama kayak fungsi aktifitas engagement di HR lah" jawab Yudhis.
"Aku kira kamu udah kenal deket" tanggap Putri.
"Secara pribadi sih nggak. Lah kamu pacarnya Aldi aja aku baru tahu kemarin" ucap Yudhis sambil tersenyum miring.
"Kamu kesel ga kemarin Aldi cium tangan aku" ups kenapa aku tanyain ini sih.. ooohh No!
"I felt so insecure" jawab Yudhis singkat.
"sorry" jawab Putri sambil menolehkan wajahnya ke jendela luar sebelah kirinya.
"No, I understand Put" jawab Yudhis yang masih menatap jalan di depan.
Tak lama kemudian mereka pun tiba di parkiran Mall.
"Kamu mau beli apa?" tanya Putri setelah turun dari mobil.
"Sunscreen" jawab Yudhis.
"OMG pantesan kulit Yudhis gak pernah hitam, ternyata rajin pake sunscreen" gumam Putri dalam hatinya.
Sebenarnya Putri tidak suka kepada laki-laki yang terlalu berlebihan dalam merawat diri. Tapi kalau cuma sunscreen ya hal wajarlah.
Mereka tiba di depan sebuah store skin&body care yang brand nya sudah mendunia. Putri masuk dan hanya melihat-lihat saja karena sedang tidak ada sale.
Yudhis terlihat berbincang dengan SPG kemudian memberinya sebuah Gift box, entah apa isinya karena Putri tidak begitu jelas melihatnya. Iya memutuskan untuk menunggu di luar store saja.
"Koq nunggu di luar?" tanya Yudhis yang sudah selesai membeli karena terlihat sedang menjinjing shopping bag di tangan kanannya.
"Lagi nggak sale jadi pusing liat harganya" ucap Putri sambil menggeleng dan tertawa.
__ADS_1
"Kalau namanya kebutuhan, walau nggak sale juga ga masalah dong untuk dibeli" ucap Yudhis sambil berjalan.
"Ya jangan samakan gaji kamu dengan gajiku!" ucap Putri sambil menepuk jidatnya.
"Ha..ha..ha.. kita langsung ke rumah aja ya?" tanya Yudhis
"Iya, aku ga ada tujuan lain koq" jawab Putri
Mereka pun tiba di parkiran Mobil, lalu masuk ke dalam mobil. Kemudian pajero hitam itu pun melaju ke luar Mall.
......................
...Di rumah Yudhis...
Putri dan Yudhis sudah berada di sofa ruang keluarga.
"Mama ada Yud?" tanya Putri yang merasa rindu dengan Mama Julie.
"Lagi ke kondangan di Bandung" jawab Yudhis sambil membawa nampan berisi sirup sirsak dingin.
"A juna ada?" tanya Putri lagi yang meragu kalau mereka hanya berdua di rumah.
"Udah balik ke Spore kemarin, kenapa sih gugup amat?" tanya Yudhis yang melihat raut gelisah di wajah Putri.
"Kita berdua aja di rumah?" tanya Putri lagi.
"Ha....ha...kamu gugup karena itu? tenang aja di sini ada 3 asisten, tuh ada yang lagi beresin halaman belakang" ucap Yudhis sambil tertawa dan menunjuk ke arah luar.
"Hufh.. iya baguslah" ucap Putri lega kemudian langsung menengguk air di hadapannya.
"Bagus Put, kamu harus tetap bisa menjaga keunikan kamu yang ini" tatap Yudhis dengan hangat.
"Iyalah aku udah janji sama nenek dan Ibu" ucap Putri santai.
"Yap tentu saja, ini hanya untuk suamiku" ucap Putri sambil menunjuk ke bibirnya.
"Good girl" ujar Yudhis sambil mengacungkan jempolnya.
"Tunggu bentar, aku mau ke kamar dulu" ucap yudhis lalu berjalan ke lantai atas.
5 menit kemudian Yudhis turun membawa laptop serta kotak berwarna silver berukuran sekitar 15cmx15cm.
"Itu buat apa?" Putri menunjuk ke arah barang-barang yang dibawa oleh Yudhis
"Bawa solusi kamu, bentar aku jelasin. Kamu dengerin dulu ya"
Putri hanya menjawab dengan anggukkan kepala.
Yudhis menyalakan laptopnya lalu pada desktop ia meng-klik icon yang berwarna hijau emas berbentuk seperti bawang putih. Kemudian ia log in dan mengetik user dan password di sana.
Munculah sebuah peta yang terlihat berwarna warni menunjukkan berbagai index di sana. Yudhis meng-klik gambar seperti bentuk diamond berwarna biru tua, kemudian muncul sebuah tautan.
"Pinjam ponsel kamu Put, jangan di kunci dulu nanti aku susah kalau hp nya minta password lagi" Putri memberikan ponselnya pada Yudhis dan berkata.
"Passwordnya 7887, kamu buka aja kalau memang mau buka" ucap Putri.
"Gak apa-apa aku tau password kamu? atau nggak nanti ganti lagi aja passwordnya" uap Yudhis yang terkejut karena Putri begitu saja memberikan passwordnya.
"Aku malas ganti password lagi takut lupa. Gak masalah kalau kamu tahu koq. Emang aneh ya?" tanya Putri kembali.
"Jangan lakuin ini sama orang lain ya, bisa aja ada yang niat ga baik sama kamu" ucap Yudhis dengan nada memperingatkan sambil menghadapkan telunjuknya di depan wajah.
"Iya Bos siap" Putri berkata sambil bergaya hormat.
__ADS_1
Yudhis menancapkan kabel yang sudah terhubung dari laptop ke ponsel putri. Masuk pada explorer lalu membuka sistem ponsel Putri dan menamkan tautan tadi di sana. Setelah safely remove, ponsel Putri pun dicabut kembali.
"Selesai" ucap Yudhis.
"Udah gitu doang?" tanya Putri yang masih belum paham.
"Belum, sekarang aku jelasin ya. Buka home kamu, trus disitu ada lambang yang kaya gini" ucap Yudhis sambil menunjuk lambang bawang hijau emas yang tadi ada di desktop laptop Yudhis.
"Oke yang ini?" ucap Putri sambil melihatkan ponselnya ke arah Yudhis
"Yap kamu masuk deh" perintah Yudhis.
" Muncul ini" Putri melihat aplikasi meminta user dan password.
"Ini benar-benar rahasia. Kamu gak boleh bilang sama siapa pun juga tentang aplikasi ini. Ini berbahaya, taruhannya keamanan internasional" ucap Yudhis dengan tatapan serius dan bersuara berat dan rendah.
"Kamu gak becanda kan? kita nggak lagi main jadi mata-mata dunia?" ucap Putri yang merasa takut dikerjain Yudhis.
"Aku nggak main-main" ucap Yudhis dengan tatapan serius yang tidak berubah.
"Oke baik aku percaya" ucap Putri yang malah membuatnya merinding dan takut dengan tatapan Yudhis.
"Oke user dan passwordnya tolong kamu ingat dan jangan dicatat dimana pun. Paham?" pinta Yudhis dengan nada yang lebih serius.
"Paham iya paham" ucap Putri dengan gugup.
"Usernya ARJUNA87524768010, passwordnya aXEy67IgRzQ90" ucap Yudhis perlahan.
"Serius aku ga boleh nyatet?" ucap Putri yang merasa ini adalah hal yang tidak mungkin. Sampai lebaran taun depan juga ia belum bisa mengingat user dan password semacam itu.
"Serius.. kamu pasti bisa ingat koq" ucap Yudhis menyemangati.
"Aku ga jadi deh, pake maps yang biasa ajalah" ucap Putri.
"Kamu tau gak maps yang biasa dipakai public itu hanya mengcover 30% dari maps sesungguhnya yang ada di bumi ini. Selain itu, akurasinya hanya 50% dari keadaan sebenarnya. Kalau aplikasi rahasia ini bisa mengcover 95% dari seluruh isi bumi dan akurasinya 98%. Bahkan ia bisa mendeteksi berapa jumlah populasi dari usia untuk di suatu tempat secara realtime. Gilanya lagi aplikasi ini bisa mendeteksi keberadaan pemilik nomor ponsel yang kamu mau walau dia bersembunyi di dalam dasar laut secara realtime" ucap Yudhis pelan namun jelas.
Ya ampun Putri tiba-tiba meras sulit bernafas, detak jantungnya serasa lebih keras dari suara air di kolam belakang, dan telapak tangannya sudah berkeringat dingin. Rasanya ia tidak memerlukan aplikasi secanggih itu hanya untuk ngurir seminggu.
"Put.. kamu nggak apa-apa" ucap Yudhis sambil melambaikan tangannya di depan wajah Putri.
"Aku gak perlu aplikasi secanggih ini cuma buat ngurir Yud" ucap Putri dengan lesu.
"Put, sang creator sekaligus pemilik aplikasi ini sudah memberi izin, kamu harusnya bisa memanfaatkan peluang besar di sana. Mungkin saat ini kamu berfikir berlebihan, tapi bisa jadi di masa yang akan datang nanti akan kamu butuhkan. Tuhan memberi izin pasti dengan tujuan. Gak semua orang bisa dapat kesempatan luar biasa seperti ini. Optimalkan peluang dan kesempatan sekecil apa pun. Ini teknologi yang luar biasa" ucap Yudhis yang meyakinkan Putri.
"A Juna yang buat?" tanya Putri pada Yudhis.
"Yes" jawab Yudhis.
"Gak salah di mobilnya aja maps nya kayak kemarin. Emang A Juna mata-mata?"tanya Putri kembali.
"Ha...ha...ha... Nggaklah" jawab Yudhis sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ih serius koq bisa punya teknologi macam ini?"tanya Putri penuh selidik.
"Ini salah satu hobinya" jawab Yudhis enteng.
"Serius?? kayak gini dibilang hobi atau iseng di waktu luang? doyan ngemilin CPU kali ya A Juna" ucap Putri yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.
"Ha..ha..ha... Nih kamu mau aku ceritain tentang A Juna? supaya kamu bisa paham kenapa dia bisa kayak sekarang" ucap Yudhis dengan bersemangat.
"Iya mau" jawab Putri dengan antusias
Bersambung,
__ADS_1