Putri Kurir

Putri Kurir
39


__ADS_3

Putri terus berjalan dengan langkah cepat sambil menutupi mulut dengan kedua tangannya. Air matanya terus mengalir seperti tak pernah habis walau ia sudah berusaha menahannya.


Dari kejauhan dilihatnya Yuki yang sudah berada di depan mobil, kemudian berlari dan menghampiri Putri.


Putri melangkahkan kaki lebih cepat lagi, seakan sudah tak bisa membendung rasa pedih yang ia tahan sedari tadi. Ia menumpahkan tangisannya di dada Yuki. Wajahnya bersandar membasahi kaos yang dikenakan Yuki.


Yuki tak bicara, ia hanya memandang ke arah gadis yang sedang menangis di dadanya nya itu. Ia usap perlahan kepala Putri di bagian belakang. Seakan ia merelakan tubuhnya untuk berbagi kesakitan dengan sahabat sekaligus gadis yang disukainya ini.


Putri sedikit merasakan tubuhnya meringan dan terhuyung ke sebelah kanan.


Yuki yang menyadari posisi itu dengan sigap menahan tubuh Putri agar tidak jatuh.


"Udah lebih lega? lo juga belum makan malam. Kita makan di hotel lo nginep aja ya" ucap Yuki, kemudian berjalan sambil merangkul Putri agar gadis yang sedang kalut itu tidak terjatuh.


Mobil sudah melaju di jalanan ibu kota yang kali ini sudah lebih lengang.


Putri masih terdiam sambil memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya pada headrest.


"Put, udah sampai nih" ucap Yuki pelan sambil memandangi wanita disebelahnya.


Yuki sebenarnya ingin sekali bertanya tentang apa yang terjadi tadi hingga Putri begini. Namun ia memendam dahulu keinginannya sampai Putri sendiri yang akan bercerita nanti.


" Iya" Putri menjawab dengan masih menundukan pandangan, kemudian mengelap wajahnya dengan tangan.


"Nih Put" Yuki memberikannya tisu yang ia ambil dari saku jok belakang supir.


"Makasih" ucap Putri lirih.


"Iya santai aja, lo udah bisa turun?" tanya Yuki kembali.


Putri hanya menganggukkan kepala.


"Oke, gw yang bawain tas lo ya" pinta Yuki lagi kemudian turun dari mobil.


Putri dan Yuki berjalan menyusuri parkiran hotel kemudian menaiki lift menuju lobby.


"Lo masih pusing ga?" tanya Yuki di dalam lift.


"Sedikit" jawab Putri menunduk.


Yuki meraih tangan Putri dan menggenggamnya erat.


"Biar lo ga jatoh" ucap Yuki yang menoleh dan tersenyum pada Putri.


Putri hanya membalas senyuman Yuki dengan senyum kecilnya.


ting


Lift terbuka di lobby.


Putri dan Yuki berjalan menuju resepsionis. Yuki melepaskan tangan Putri, kemudian ia melakukan urusan adminitrasinya di sana.


Saat Putri sedang berbicara dengan petugas resepsionis, Yuki menolehkan pandangannya ke arah pintu masuk lift dan melihat seorang pria sedang berjalan menghampirinya.


"Yudhistira" pria itu mengulurkan tangannya.


"Okey, Yukito" sambut Yuki dengan saling menjabat tangan.


"Eh Yudhis" Putri yang menoleh ke arah belakang terkejut dengan kehadiran Yudhis


"Put, sorry gw mesti pulang sekarang" ucap Yuki pada Putri, kemudian menoleh dan mengangguk ke arah Yudhis.

__ADS_1


Yudhis membalas anggukkan Yuki sambil merangkul dan menepuk bahunya seraya berucap "thank you".


"you're welcome, please take care of her" jawab Yuki.


"Of course" jawab Yudhis singkat.


"Yuki, makasih banget ya.. Hati-hati di jalan" ucap Putri sambil menyentuh kedua lengan atas Yuki.


"Iya, sama-sama, lo jangan sedih lagi, gw gak tau apa yang buat lo nangis. Gw selalu siap kapan pun lo butuh bantuan gw" ucap Yuki sambil mengacak-acak bagian atas rambut Putri.


"Iya" ucap Putri sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


Yuki berjalan mundur sambil melambaikan tangannya. Lalu ia berbalik dan berjalan menuju lift.


"Kamu makan dan istirahat di kamar aja" ucap Yudhis sambil meraih seluruh bawaan Putri.


"Yuk kita ke kamar, memangnya kamu mau istirahat di lobby?" ucap Yudhis sambil tersenyum lebar.


"Yudhis kamu koq bisa di sini?" tanya Putri abil berjalan menuju lift.


Yudhis menyentuh layar tombol lift. Tak lama kemudian lift di tengah terbuka dan mereka pun memasukinya.


"Nanti aja ceritanya kalau sudah di kamar" jawab Yudhis akan pertanyaan Putri tadi.


"Kamu ikut masuk?" tanya Putri.


"Boleh kan? cuma mau nemenin kamu aja, gak bakal macem-macem koq" ucap Yudhis sambil membentukkan V pada jari tangan kirinya.


"Baiklah, awas macam-macam" ucap Putri dengan sorot mata memandang.


"Ha...ha...ha.." Yudhis hanya membalasnya dengan tawaan.


ting


Yudhis dan Putri keluar dari lift dan berjalan menuju kamar 711.


"Ayo masuk" Putri berkata sambil membuka sandalnya lalu memggantinya dengan sandal hotel yang tersedia pada cabinet dekat pintu.


Begitu pula dengan Yudhis yang melepas sepatu dan berganti sandal hotel.


"Put, pintunya dibuka aja atau ditutup?"tanya Yudhis.


Putri berpikir sejenak lalu berkata.


"Tutup aja deh, kamu beneran gak macam-macam kan?" tanya Putri lagi sambil mengacungkan telunjuknya.


"I swear darling" jawab Yudhis sambil menatap jujur pada Putri.


"Sini tas nya mau aku rapihin dulu" Putri meraih ransel dan shoulder bag yang dipegang Yudhis. Lalu ia merapikan beberapa bawaan untuk di tempatkan di dalam kamar.


"Put pesan makan dulu. Kamu mau apa?" ucap Yudhis sambil menyodorkan daftar menu yang disediakan di kamar.


"Nasi goreng aja deh, minumnya air putih itu aja" ucapnya sambil menunjuk air mineral dalam kamar.


"Oke" jawab Yudhis singkat, kemudian ia menggunakan telepon kamar untuk memesan makan malam mereka.


"Yudhis, aku mau mandi dulu ya. Kamu santai aja sambil nonton keq" ujar Putri dengan sedikit gugup, lalu berjalan ke arah kamar mandi.


"Oke" Jawab Yudhis kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur queen size itu.


Putri sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai celana training abu-abu dan kaos berlengan pendek warna biru muda yang bertuliskan SIANIDA (SIAP AKAD NIKAH SEBELUM WISUDA).

__ADS_1


Dilihatnya Yudhis sudah dalam posisi terduduk dengan punggung yang bersandar di kepala tempat tidur.


ting nong


Bel kamar berbunyi


Putri berjalan mendekati pintu dan mengintip pada celah.


ceklek


"Taruh disitu aja Mas" ucap Putri pada seorang petugas hotel yang membawakan makan malam mereka.


"Makasih mas" ucap Putri sambil menutup pintu dan berjalan menghampiri makanannya.


"Yudhis, kita makan dulu. Karena kursinya satu, kita makan di atas kasur aja gak apa-apa" ucap Putri sambil memberikan makanan pesanan Yudhis.


"Oke. Putri habiskan ya makananmu" perintah Yudhis yang dibalas anggukkan oleh Putri.


Mereka makan malam dalam diam dan terfokus pada santapannya masing-masing.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 saat mereka menyelesaikan makan malamnya.


"Yud, kamu belum jawab pertanyaanku tadi" ucap Putri yang masihnheran dengan kedatangan Yudhis yang tiba-tiba


"Aku kan udah tau kamu akan kesini untuk acara sosialisasi besok. kamu juga bilang akan memberikan surprise dulu pada pacarmu" ucap Yudhis sambil menatap lekat Putri.


"Kami.. kami sudah mengakhiri hubungan ini" ucap Putri kemudian menengadahkan wajahnya untuk menahan air mata yang akan terjatuh lagi.


Yudhis menyentuh dan mengelus salah satu pipi Putri kemudian berucap " Menangislah sampai kamu merasa lebih ringan".


Yudhis meraih kepala Putri dengan tangannya, lalu merengkuhnya untuk bersandar pada dadanya.


Putri menangis kembali sampai ia merasakan sedikit kelegaan di dadanya.


"Terima kasih" ucap Putri sambil menjauhkan dirinya dari tubuh Yudhis.


" Apa yang terjadi Put, kamu bisa berbagi denganku" ucap Yudhis sambil menepuk tempat di sampingnya.


Putri duduk di samping Yudhis dan menyandarkan kepalanya di pundak Yudhis lalu berkata " aku melihat Aldi sedang.. sedang.. ber..bercinta dengan wanita itu. Aku jijik melihatnya, aku muak, aku bahkan tak mau lagi melihat wajahnya" ucap Putri sambil terisak kembali.


"Aku bisa merasakan kepedihanmu Putri. Tapi, lihatlah hikmahnya. Kamu bisa terlepas dari ******** itu sebelum ikatan sah" ucap yudhis sambil membelai lembut rambut Putri dan menyeka air mata yang jatuh di bawah matanya.


Putri hanya menjawab dengan anggukkan.


"Yudhis aku ngantuk" ucap Putri.


"Baik, aku akan pulang. Kamu sudah lebih tenang kan?" tanya Yudhis yang disertai Putri dengan mengangkatkan kepalanya dan menatap Yudhis.


" Temani aku sampai tertidur yah" ucap Putri yang masih menatap sayu pria dihadapannya.


"Baik, kemarilah" disimpannya bantal di samping yudhis.


Putri merebahkan tubuh dan menaruhkan kepala di atas bantal yang sudah Yudhis simpan tadi.


"Aku temani kamu sambil nonton ya" ucap Yudhis masih dengan posisi terduduk di atas kasur.


" Iya pokoknya jangan dulu pergi sebelum aku bener-bener tidur ya" ucap Putri lagi sambil terpejam.


" Iya" jawab Yudhis singkat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2