Putri Kurir

Putri Kurir
18


__ADS_3

Keesokan harinya, Putri berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya. Kepala Cabangnya meminta Putri untuk mengatur persiapan meeting dan penyambutan Deputy GM yang baru. Ia tiba di kantor Pukul 7 pagi, kemudian mengawasi berbagai kesiapan seperti ruang meeting, snack, makan siang, sampai persiapan engineering. Ia dibantu oleh kedua staffnya Alfian dan Wijaya, selain itu ada satu orang office boy dan satu staff IT.


Pukul 8.30 terlihat Pak Dadang masuk ke ruang meeting dan menghampiri Putri yang sedang berdiri dihadapan white screen untuk melihat staff IT yang sedang mencoba seluruh alat pendukung presentasi.



"Mbak Putri, sudah selesai semua persiapannya?" tanya Pak Dadang


"Alhamdulillah sudah pak, tamu pusat datang jam berapa pak?"


"Tadi saya dapat info katanya jam 8 mereka berangkat dari Jakarta sedangkan pejabat DGM yang baru langsung berangkat dari rumahnya di Bogor".


"Oh beliau orang Bogor ya Pak"


"Iya bisa-bisa dia lebih betah ngantor di sini karena dekat sama rumahnya" Pak Dadang berbicara sambil menggelengkan kepalanya.


"Oh ya Pak, untuk makan siang sudah saya reservasi puku 11.30 ya di Lemongrass" ucap Putri sambil menunjukan bukti reservasi yang ada di notifasi email di ponselnya.


"Oke terima kasih. Sebenarnya orang tua kayak saya senengnya makanan sunda atau makanan padang aja. Tapi infonya DGM ini usianya belum 30 tahun, jadi kita harus tetap entertain dia dengan baik" Ujar Pak Dadang sambil berjalan dan melirik ke arah tumpukan berkas di atas meja meeting yang berisi notebook dan absensi manual.


"Tenang aja pak, ada nasi goreng koq, enak lagi" ucap Putri sambil tersenyum.


"Kamu memang bisa saya andalkan" Pak Dadang tersenyum ke arah Putri lalu kemudian pamit untuk kembali ke ruangannya.


Putri kembali berjalan menuju staff IT bernama Alif yang sedang duduk di balik laptop operator.


"Mas alif, udah kelar? semua slide udah disatuin kan?" ucap Putri sambil sedikit membungkuk mendekati Alif.


"Udah siap Mbak, gw permisi dulu ya balik kandang"


"Thanks ya Mas udah dateng pagi-pagi buat bantuin"


"Sama-sama Mbak, santai aja" Alif berjalan keluar ruangan meeting dan bergantian dengan Wijaya yang memasuki ruangan meeting.


"Mbak, acaranya jam 9.30 kan?" tanya Wijaya


"Iya Wi, tapi bisa jadi mulai lebih awal karena infonya DGM kita tinggal di Bogor" jawab Putri


"Meja coffee break udah siap, tinggal nunggu acara mulai aja"

__ADS_1


"Trims Wi, kamu balik ke ruangan aja" Pinta Putri kepada staffnya yang ditempatkan di bagian Administrasi dan Komben.


"Oke Mbak, kalau butuh support saya atau Fian nanti WA aja ya"


"Siap, thanks ya bilang Fian juga stay di ruangan aja"


"Oke siap Mbak, saya balik ke ruangan dulu ya"


"Iya" Putri mengangguk pelan.


Pukul 8.45, dilihatnya hampir semua para pejabat cabang yang menempati posisi sebagai secondline Kepala Cabang sudah menempati ruangan meeting. Diantaranya Bapak Suhada dari Operasional, Mas Iman dari Sales, Mbak Cindy dari Customer Service sebagai ganti Nyonyah Sandra yang mutasi ke Cabang Depok, kemudian ada Bapak Doni dari General Affair, Sandy dari IT dan yang terakhir adalah Bapak Romi alias Romdoy dari Finance and accounting.


"Mbak, aku mau ke toilet dulu ya" Putri mengabarkan kepergiannya dari ruang meeting kepada Cindy


"Oke say" jawab CIndy sambil mengangkat jempolnya seraya simbol oke.


Putri melangkah keluar ruangan , ia berpapasan dengan Pak Dadang yang akan masuk ke dalam ruang meeting.


"Mau kemana Mbak Putri?" tanya Pak Dadang.


"Permisi pak, saya mau ke toilet sebentar" izin Putri sambil menganggukan kepalanya.


Putri segera berjalan menuju toilet yang berada di ujung koridor lantai dua untuk menunaikan panggilan alamnya sebentar.


Beberapa menit kemudian, Putri sudah keluar dari toilet. Saat sedang berjalan ke arah ruang meeting dilihatnya kilatan bayangan cahaya di celah pintu dan kaca ruang meeting yang menandakan bahwa ruangan sudah diredupkan dan screen sudah menyala.


Deg


"Kayaknya tamu Pusat udah dateng nih" batin Putri yang langsung mempercepat langkahnya.


tok tok


Ceklek


Terdengar suara Pak Dadang yang sedang berdiri di depan mejanya dan menunjuk ke arah Putri sambil berkata "Ya ini yang baru masuk namanya Ibu Putri di bagian HR Pak Yudhis".


Tatapan Putri terpusat kepada seseorang yang duduk di samping Pak Dadang dengan posisi sedang berdiri dan menatap Putri tanpa kedip.


__ADS_1


Deg deg deg


Deg deg deg


Pria dihadapannya adalah Cinta Pertamanya yang dulu meninggalkan Putri karena aktif di organisasi bela diri KATEDA. Ia pergi meninggalkan Putri dalam keadaan marah tak terima karena Putri tidak mau berhenti aktif di kegiatan ekskul sekolah. Ia pergi tanpa kabar, tanpa kejelasan, meninggalkan Putri begitu saja dengan rasa sayang yang masih mendalam, serta dalam rasa penyesalan yang belum bisa Putri mengerti kesalahannya dimana. Saat ini ia hadir dihadapan Putri dengan wajah yang lebih tampan dan lebih dewasa dari yang terakhir Putri lihat tepatnya lima tahun yang lalu. Pria dengan kulit putih langsat, wajah tampan blasteran brazil yang diturunkan oleh Mamanya, hidung mancung, mata coklat, dan tubuhnya yang jauh lebih bugar dari sebelumnya.


"Mbak Putri, ini pak Yudhis nya nggak di sambut" tegur Pak Dadang yang menyadarkan dari kekakuan Putri saat melihat Yudhis di hadapannya. Putri berjalan dan tersenyum ke depan meja Yudhis lalu mengulurkan tangannya.


"Putri bagian HR, salam kenal Pak" Ucap Putri sambil menunjukkan senyum yang dibuat-buatnya.


"Yudhistira, long time no see Putri" jawab Yudhis yang sontak membuat Putri dan beberapa orang di ruangan terkejut.


"Bapak sudah kenal sama Mbak Putri" tanya Pak Dadang.


"Sudah" jawab Yudhis.


"Belum" jawab Putri.


Mereka menjawab dengan kata yang berlawanan secara bersamaan.


"Ehm maksudnya kita cuma pernah tahu wajah saja Pak, karena kalau tidak salah kita alumni SMP dan SMA yang sama di Kota Bogor ini" kilah Putri dengan cepat yang mendapat tatapan tajam dari Yudhis tapi ia tidak berkata apa pun dan hanya tersenyum kepada Pak Dadang.


"Oh ya pasti sama-sama dari sekolah unggulan di Kota Bogor karena sama-sama pintar" ucap Pak Dadang yang disyukurinya tidak mencurigai perkataan Putri.


"Iya pak, saya permisi duduk kembali" mengucapkan permohonan izin kepada Pimpinan Cabangnya dan Bos DGM di depannya yang dijawab dengan anggukkan kepala.


Acara diawali sambutan singkat dari pejabat DGM yang baru dan tak lain adalah seorang Yudhistira cinta pertama Putri yang kini masih berusia 27 tahun. Yudhis lulusan S2 Monash University of Melbourne jurusan Business and Accounting dengan pengalaman bekerja dua tahun di perusahaan berskala internasional yang berada di Australia. Ia diminta langsung oleh Direktur Utama PT. ZEN untuk bisa bergabung dan menempati posisi saat ini. Ia mengatakan sangat senang karena bisa berkontribusi di perusahaan milik lokal seperti PT ZEN ini.


Hal-hal lain yang berkenaan dengan program kerja sangat sulit Putri pahami karena ada keresahan pada hati dan fikirannya yang menyebabkan Putri tidak dapat fokus pada agenda meeting ini.


"Ya Allah kenapa mesti Yudhis? Kenapa dia hadir disaat aku sudah bertekad ingin melupakannya dan menutup kenangan lama kami rapat-rapat. Kenapa dia mesti hadir dan membuka kilasan kenangan-kenangan lama kami". Batin Putri dalam hati.


Mata Putri, terus tertuju pada layar di depan dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat sang speaker di depannya. Namun, ia menyadari bahwa tatapan sang speaker di depan sering kali menatap ke arahnya. Sekilas nampak kerinduan mendalam yang bisa terlihat oleh Putri dalam sorot matanya. Tak dapat Putri pungkiri jauh di lubuk hatinya masih terdapat kerinduan dan kebahagian ketika bisa bertemu kembali dengan Cinta Pertamanya.


"Nggak boleh Putri, kamu sudah punya Aldi saat ini" batin Putri yang mengontrol perasaan bahagianya. "Cobalah untuk bersikap biasa selayaknya bawahan terhadap atasan saja".


Bersambung


^_^ Mohon dukungannya untuk memberikan, like dan comment ya.. kalau suka silahkan klik favorit dan berikan vote ya reader

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2