Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Kekuatan Dan Pedang


__ADS_3

“Sepertinya memang kita sudah salah masuk kamar, tapi kenapa ada Tuan muda Jayden berada di sini?” sahut Ansel yang juga merasa aneh yang dulunya sangat membenci buku sekarang malah terlihat sangat antusias.


“Hay! Dasar sialan kalian berdua!” umpat Jayden yang mendengar percakapan Kaison dan Ansel seperti sedang menyindir dirinya.


“Tidak baik seorang Tuan muda mengumpat seperti itu!” ujar Kaison menghampiri Jayden yang terlihat sangat serius membaca sebuah buku.


“Lihatlah, buku apa yang sedang kau baca ini?” lanjut Kaison bertanya setelah berhasil merebut sebuah buku dari tangan Jayden.


“Kau buta ‘yah? Bisa baca sendiri ‘kan?” seru Jayden dengan raut wajah kesalnya.


“Kenapa kau tiba-tiba berminat dengan buku apalagi semuanya tentang mahluk mitologi dan mahluk astral topic yang sangat kau benci?” tanya Ansel yang penasaran dengan perubahan sikap Jayden sambil memperhatikan sebuah buku yang tentang mahluk mitologi bernama Lucifer.


“Hmmm, … Aku harus bisa mempelajarinya secepat mungkin! Ada apa kalian berdua datang kemari?” tanya jayden mengalihkan topic pembicaraan.


“Tentu saja karena kami sangat khawatir dengan keadaanmu! Katanya kau terus bersikap aneh setelah ditemukan di hutan waktu itu? Bahkan kau juga tida pernah datang ke kampus lagi,” ujar Kaison berusaha mencari tahu kebenarannya melalui Jayden secara langsung.


“Ouh, … Bukan itu saja! kau bahkan tidak pernah membalas pesan kami berdua, tidak mengangkat telepon dari kami dan tidak menghubungi kami sekali pun,” lanjut Kaison mencecar semuanya secara terperinci.


“Apa yang terjadi denganmu, Jay?” tanya Ansel yang menyadari kini aura milik Jayden berubah, karena itulah dia tidak berani menanyakan lebih jauh lagi.


“Ansel apa kau percaya kalau Lucifer dan mahluk astral itu nyata dan memang benar-benar ada?” tanya Jayden yang menyadari bahwa ansel mengetahui sesuatu tentang dirinya.


“Hay, … Jayden! Kenapa kau tanyakan tentang itu? Bukan kah kau tidak mempercayainya?” ujar Kaison yang merasa aneh dengan pertanyaan Jayden.


“Karena sekarang aku bisa melihat semua itu!” teriak Jayden frustasi mengacak-acak rambutnya sendiri membuat Ansel dan Kaison terkejut ketika mendengar pengakuannya.


“Benarkah kau bisa melihat mereka?” tanya Kaison yang tidak percaya dengan ucapan Jayden barusan.


“Kapan aku pernah berbohong pada kalian?” ujar Jayden yang berusaha menyakinkan kedua sahabatnya itu.


“Pantas saja aura tubuhmu sekarang berubah!” ujar Ansel yang langsung mempercayai ucapan Jayden dan kemampuannya sendiri.


“Apakah kau juga sama dengannya, Ansel?” tanya Kaison yang membuat dirinya terkejut kedua kalinya.


“Benarkah kau juga sama sepertiku?” tanya Jayden untuk memastikan.


“Sama-sama gilanya maksudku!” seru Kaison yang merasa di permainkan oleh kedua sahabatnya, padahal Ansel dan Jayden memang sedang membicarakan kenyataanya.

__ADS_1


“Aku tidak bisa melihat wujud mereka secara langsung, tapi aku bisa melihat dan merasakan aura yang mereka pancarkan!” jelas Ansel kepada Jayden dan Kaison yang terlihat begitu terkejut mendengar penjelasan darinya atau lebih tepatnya pengakuan Ansel.


Mendengar penjelasan Ansel membuat Jayden semakin yakin bahwa Ansel juga merupakan orang terpilih seperti dirinya. Tapi kenapa kekuatan Ansel sangat lemah dibandingkan kekuatan miliknya.


“Jadi kau juga!” seru Kaison dan Jayden bersamaan.


“Jadi, kau juga salah satu dari orang yang terpilih?” tanya Jayden.


“Jadi, kau juga sama gilanya dengan dia?” tanya Kaison.


“Aish, … Kau diamlah dulu kalau mau mengacau. Dasar mengganggu saja,” ujar Jayden yang menatap culas pada Kaison.


“Hay, siapa yang mengacau! Kalian berdua memang sepertinya sudah mulai gila,” balas Kaison yang tidak terima di anggap sebagai pengacau.


“Kai, jika kau tidak percaya sebaiknya memang kau diam dulu!” ujar Ansel yang juga merasa terganggu dengan penilaian Kaison.


“Waah, … Kalian berdua memang benar-benar, _...” Kaison seketika kehabisan kata-kata pada kedua sahabatnya itu.


“Jay, sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu akhir-akhir ini?” tanya Ansel yang penasaran bagaimana bisa Jayden bisa memiliki kekuatan secara tiba-tiba.


Jayden akhirnya menceritakan tentang semua kejadian yang dia alaminya selama di dalam hutan dan di rumah sakit kepada Ansel dan Kaison tanpa ada yang tertinggal sedikitpun.


Hingga Jayden juga menceritakan tentang pembunuhan yang di alami seorang wanita yang muncul di mimpinya.


Mendengar Jayden menceritakan tentang pembunuhan itu, Kaison langsung saja mengambil ponselnya untuk menunjukan sebuah video yang baru-baru ini diunggah di internet.


“Jadi, kau terus bermimpi tentang mahluk yang bernama Lucifer ini? Bahkan kau pernah bertemu dengannya saat di hutan waktu itu?” tanya Ansel yang jujur saja sangat sulit untuk mempercayai-nya.


“Benar, dia juga yang memberitahu bahwa aku memiliki kekuatan besar yang tersegel di dalam tubuhku! Bahkan dia juga yang membuka segelnya,” jelas Jayden yang tidak akan pernah melupakannya.


“Kekuatan seperti apa?” tanya Kaison yang perlahan mulai penasaran, meskipun dia masih tidak percaya sepenuhnya.


“Aku juga tidak tahu! Namun, aku memiliki sebuah pedang. Lihatlah ini!” ujar Jayden.


Dia pun mengeluarkan pedangnya, dari tangan yang tadinya kosong kini ada sebilah pedang yang bersinar sangat terang di tangan Jayden.


Sontak saja, Ansel dan Kaison pun tak dapat berkata apapun lagi. Mereka sangat terkejut saat pedang itu muncul begitu saja di tangan Jayden. Dan mau tidak mau, Kaison harus mengakui dan mempercayai ucapan Jayden barusan.

__ADS_1


“Jay, simpan dulu pedangmu!” pinta Ansel yang merasa tertarik untuk menyentuh pedang itu, begitu juga dnegan Kaison tapi mereka berdua masih bisa menahan keinginannya untuk menyentuh pedang tersebut.


“Kenapa?” tanya Jayden, meskipun dia segera menyimpan pedang itu kembali begitu Ansel memintanya tapi dia masih penasaran dengan alasannya.


“Tanganku seakan tertarik untuk menyentuh pedang itu,” jawab Ansel dengan jujur.


“Aku pikir hanya perasaanku saja,” sahut Kaison secara tidak langsung membenarkan jawaban Ansel.


“Jadi, kau juga merasa di tarik oleh pedang itu?” tanya Ansel memastikan kembali.


“Iya, seakan aku sangat ingin menyentuh pedangnya saat itu juga,” jawab Kaison.


Ketiganya pun langsung terdiam dengan fenomena aneh tersebut. Apalagi Jayden tidak merasakan apapun seperti yang di katakan oleh Kaison dan Ansel.


Bahkan Ansel yang sudah terbiasa melihat berbagai hal aneh selama hidupnya, dia masih saja merasa merinding dengan kekuatan pedang Jayden.


“Ouhya, selain aku bermimpi tentang sosok Lucifer. Sebelumnya aku juga bermimpi tentang seorang wanita cantik yang di bunuh secara tragis oleh seseorang yang sepertinya juga mengenalku,” ujar Jayden yang teringat dengan mimpinya yang lain.


“Mimpi seperti apalagi itu? Sungguh aku tidak habis pikir dengan perubahanmu sekarang,” ujar Kaison yang takt ahu harus menanggapinya seperti apa lagi.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2