
Sementara itu, Kaison tanpa ada rasa takut terus mengejar sang pembunuh yang masuk ke dalam hutan melalui sisi lainnya. Tapi tetap saja dia kehilangan jejak sang pembunuh, karena pembunuh itu menghilang begitu menembus sebuah asap hitam saat di dalam hutan.
Dan saat Kaison hendak mengikuti sang pembunuh seketika asap itu menghilang tanpa jejak, tubuhnya pun seperti terdorong mundur dari area itu. Padahal di mata Kaison hutan itu masih terlihat sangat luas, jika masuk kedalamnya lagi.
Tapi tepat di depannya seperti ada pembatas ghaib yang sangat kuat, karena merasakan hal aneh itu Kaison pun memutuskan untuk kembali dulu dan memberitahukan kepada Jayden.
“Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa melewati jalan ini,” gumam Kaison yang terus berusaha menerobos jalan itu, tapi tubuhnya terus terdorong mundur.
“Lebih baik aku kembali dulu dan memberitahu Jayden tentang ini,” lanjutnya yang akhirnya memutuskan untuk kembali.
...****************...
Di sisi lain, Ansel sedang membantu petugas medis yang baru saja datang untuk mengevakuasi para korban yang terluka agar cepat di bawa ke rumah sakit dan mendapat pertolongan.
Sedangkan Suga langsung dibawa ke rumah sakit begitu petugas medis datang karena memang lukanya yang cukup serius seperti yang lainnya.
Vernon dan Jayden masih berada di lokasi Jackson terbunuh. Namun, kini sudah ada petugas dari pihak kepolisian dan tim forensic yang sedang melakukan penyelidikan pada tubuh Jackson untuk di jadikan barang bukti.
Dan mencari tahu waktu dan penyebab kematiannya, setelah itu mayat Jackson di evakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang lebih mendetail.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Vernon khawatir yang melihat wajah Jayden yang terus terlihat dingin, setelah kejadian pembunuhan yang terjadi tepat di bawah pengawasannya.
“Semua ini salahku! Andai saja aku tidak terkecoh mungkin semua ini tidak akan terjadi!” ujar Jayden yang tetap merasa bersalah.
Sebab harus kehilangan nyawa seseorang lagi tepat di depan matanya dan dia menyesal karena saat pembunuhan itu sedang terjadi, dia tidak dapat berbuat apapun.
“Sudahlah, Jay! Jangan pernah merasa bersalah lagi, semua ini sudah menjadi takdir dari sang Maha Pencipta,” ucap Vernon memberikan semangat untuk Jayden yang sedang terpuruk untuk saat ini.
“Setelah hasil otopsinya keluar, kita akan mengetahui kapan dia di bunuh,” lanjut Vernon.
“Aku tahu! Aku hanya butuh sedikit waktu untuk menenangkan diri,” ujar Jayden.
“Baiklah,” sahut Vernon.
__ADS_1
Setelah semua orang sudah di evakuasi dari lokasi kejadian, Vernon bersama dengan AJayden berkumpul di lokasi untuk memberikan perintah selanjutnya pada bawahannya.
Sekaligus menunggu Kaison kembali yang saat ini masih berada di dalam hutan. Awalnya Jayden berniat menyusulnya, tapi Ansel memintanya untuk menunggu sebentar lagi.
“Apa semua orang sudah di evakuasi di tempat yang aman?” tanya Vernon pada bawahannya yang bertugas di lokasi.
“Sudah semua, Pak! Mereka sudah berada di tempat yang aman dan sekarang sedang di mintai kesaksian masing-masing,” jawab bawahan Vernon yang menjelaskan situasinya sekarang.
“Bagus! Perintahkan sebagian pasukan untuk terus melindungi para korban yang berada di rumah sakit dan sebagian lagi mencari bukti lain yang bisa ditemukan di lokasi!!” perintah Vernon selanjutnya yang membagi tugas untuk masing-masing kelompok pasukannya agar memudahkan penyelidikan.
“Siap laksanakan, Pak!” jawab bawahan Vernon memberi hormat lalu pergi untuk memberitahukan kepada yang lainnya tentang perintah itu.
“Sebaiknya kalian juga pulang dulu ke rumah masing-masing. Jika hasil penyelidikan dan otopsinya sudah keluar, aku akan secepatnya mengabari kalian,” ujar Vernon kepada Jayden dan ansel yang berada di hadapannya dengan raut wajah yang sedang mengkhawatirkan sesuatu.
“Baiklah, tapi kami sedang menunggu Kaison kembali!” jawab Ansel yang ternyata sedang mengkhawatirkan Kaison yang belum juga menunjukan tanda-tanda kembali dari pengejaran.
“Memangnya dimana dia sekarang?” tanya Vernon yang tidak melihat keberadaan Kaison dari tadi, karena dia juga tidak tahu bahwa Kaison sedang mengejar pembunuhnya sampai masuk ke dalam hutan seorang diri.
“Dia sedang berusaha mengejar sang pembunuhnya masuk ke dalam hutan dan sampai sekarang dia belum juga kembali,” jelas Ansel yang membuat Vernon sangat terkejut saat mendengarnya takut terjadi hal buruk pada Kaison, karena mengejar sang pembunuh seorang diri memasuki hutan.
“Apa perlu aku kirimkan beberapa orang untuk mencarinya?”
Vernon menawarkan bantuan untuk mencari keberadaan kaison didalam hutan, meskipun penjelasan Jayden sedikit membuatnya lega. Namun, keselamatan Jayden dan kedua temannya adalah tanggungjawabnya sebagai seorang polisi.
“Tidak perlu, dia sedang mendekat ke arah kita sekarang,” ujar Ansel menolak tawaran Vernon, karena dia sudah merasakan aura Kaison yang sedang berjalan mendekat ke lokasi dimana mereka sedang menunggu kedatangan Kaison.
Vernon merasa keheranan sendiri mendengar perkataan Ansel yang menurutnya sangat tidak masuk akal, mana ada manusia yang dapat melacak keberadaan seseorang seperti yang Ansel katakana.
Terlebih lagi melihat reaksi Jayden yang sepertinya sangat mempercayai apa yang Ansel katakan dan anehnya mereka seperti sudah terbiasa mengalami hal seperti itu.
Disaat Vernon masih terbawa oleh pikirannya sendiri, tak lama kemudian sosok Kaison benar-benar muncul dari dalam hutan dengan membawa sebuah pedang yang berlumuran darah di tangannya.
Kaison lalu berjalan menghampiri Jayden dan Ansel yang wajahnya sudah terlihat merasa lega saat melihat kaison kembali tanpa terluka sedikitpun.
__ADS_1
“Apa kalian sedang menungguku?” tanya Kaison yang merasa kedatangannya sedang di sambut.
“Syukurlah kau masih hidup, Kai!” ujar Ansel menghampiri Kaison untuk memeriksanya lebih teliti lagi.
“Dasar kau teman laknat,” ketus Kaison.
“Aku lega melihatmu baik-baik saja, Kai!” ujar Jayden yang akhirnya bisa bernapas lega, setelah Kaison kembali dengan selamat bahkan tidak ada luka serius sama sekali.
“Iya, aku memang baik-baik saja tapi pembunuh itu berhasil meloloskan diri,” jelas Kaison yang terlihat kecewa pada dirinya sendiri, karena tidak bisa menangkap pelaku pembunuhan yang sudah berada tepat di hadapannya.
“Tidak masalah, Kai! Sejak awal dia memang bukan tandinganmu, kau telah melakukan yang terbaik dengan kembali tanpa mendapat luka satu pun,” ujar Jayden memberikan semangat sekaligus pujian agar Kaison merasa lebih baik.
“Benar, Kai! Kau sudah sangat hebat dengan berani melawan dan mengejar pembunuh itu seorang diri!” puji Ansel yang mengakui keberanian sahabat baiknya itu.
“Kerjamu sangat bagus brooo, …” puji Vernon atas kerja keras dan usaha Kaison dalam mengejar pelaku pembunuhan.
“Ngomong-ngomong kau tidak bertemu hantu saat di dalam hutan itu sendirian, Kai?” goda Ansel yang selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk menakuti Kaison.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...