Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Asal Mula 7 Mata Pedang


__ADS_3

Tidak ambil pusing dengan kelakuan Jayden dan kedua temannya, Tuan Hades kembali membuka portal yang langsung menghubungkan dengan kediamannya. Dia memimpin jalan, sedangkan Jayden dan kedua temannya hanya mengikutinya dengan patuh.


Begitu melewati portal tersebut, mereka langsung di suguhi pemandangan yang sangat jauh berbeda dengan yang tadi mereka lihat.


Terdapat sebuah bangunan kuno yang terawat dengan baik dengan halaman yang di penuhi bunga sakura. Lebih tepatnya pavilion dengan gaya arsitektur jaman kerajaan China.


Kedatangan Tuan Hades sendiri langsung di sambut oleh para pelayannya, begitu juga dengan Jayden dan kedua temannya.


Pelayan-pelayan itu terlihat sangat cantik membuat Kaison yang memang seorang playboy cap kadal menjadi salah focus dengan tujuan kedatangannya yang di tarik paksa oleh Jayden.


“Ans, apakah kita sekarang sedang mengunjungi surga setelah tadi kita nyasar di neraka?” bisik Kaison pada Ansel yang selalu berada di sampingnya.


“Jika memang ini surga, maka sepertinya kau sudah mati Kai sebelum menikah dan memiliki keturunan!” Ansel membalas berbisik yang membuat Kaison menatapnya dengan tajam.


“Sialan kau!” umpat Kaison yang mendorong Ansel menjauh darinya.


“Hahahaaa, … Tidak baik mengumpat di surga nanti kau bisa di lemparkan lagi ke neraka yang tadi,” ujar Ansel yang tidak tahan untuk tidak menggoda Kaison.


“Hay, apa yang kalian ributkan!” tegur Jayden yang mendengar kebisingan dari kedua temannya.


“Kita berada di tempat orang lain! Jaga sikap, mata dan mulut kalian itu dengan baik,” lanjutnya menegaskan.


“Maaf, Jay!” ucap Ansel dan Kai bersamaan.


“Dia memang pantas menjadi sosok yang terpilih! Takdir Tuhan sungguh mempermainkan hidupnya,” batin Tuan Hades yang memperhatikan Jayden secara diam-diam.


“Kemarilah! Dan silahkan duduk,” ujar Tuan Hades.


Jayden dan kedua temannya tidak menyadari bahwa kini mereka sudah berada di dalam pavilion yang letaknya di tengah danau yang di penuhi bunga teratai.


Padahal jelas sekali mereka tadi sedang perjalan menuju pavilion utama, tapi kenapa sekarang mereka sudah berada di tengah danau.


“Eeeh, … Sejak kapan kita melewati portal lagi?” celetuk Kai yang bingung memperhatikan sekitarnya.


“Diamlah! Cepat duduk saja.”


Jayden kembali menegur kelakuan Kaison. Dia pun duduk berhadapan dengan Tuan Hades, sedangkan Ansel dan Kaison memposisikan diri mereka di sisi kanan dan kiri Jayden.

__ADS_1


Formasi yang sempurna untuk sang terpilih pemilik 7 mata pedang dan para pelindungnya. Tersisa satu orang lagi yang harus menempati tempat di belakang Jayden.


“Jay, kita sedang menunggu apa? Kenapa lama sekali, seperti sedang menunggu bantuan dari pemerintah saja,” celetuk Kaison yang lagi-lagi mengacaukan suasana hening di sana.


“Haish, … Mulutmu ini! Bisa diam tidak, Hah!” ketus Jayden yang tidak tahan dengan kelakuan temannya itu yang tidak bisa diam.


“Silahkan tanyakan apapun yang ingin kalian ketahui!” ujar Tuan Hades sembari menuangkan secangkir teh untuk para tamu kehormatannya itu.


“Apa pavilion yang tadi milikmu?” tanya Kaison yang tidak membuang kesempatan untuk menanyakan hal sebenarnya tidak penting.


“Hmm, …” Tuan Hades menanggapi hanya dengan dehaman saja.


“Hay, Ans! Pastikan bocah ini tetap diam,” perintah Jayden yang terpaksa meminta bantuan Ansel untuk membungkam mulut Kaison.


“Okay, serahkan saja padaku!” sahut Ansel yang mencoba membungkam mulut Kaison.


“Okay! Okay, aku akan benar-benar diam sekarang!” seru Kaison yang tidak ingin di sentuh oleh Ansel.


Tuan Hades sedikit menyunggingkan senyumannya melihat kelakuan ketiga bocah itu yang terlalu menggemaskan untuk di lewatkan. Senyuman itu menghilang ketika Jayden kembali menatap serius kepadanya.


Lalu berkata, “Bukankah anda mengatakan akan memberitahu tentang sejarah pedang milikku! Maka ceritakan saja apa yang anda ketahui.”


“Apa itu?” tanya Jayden.


Jangan tanyakan lagi tentang Ansel dan Kaison, mereka berdua sudah dalam mode diam dan mendengarkan dengan seksama layaknya mahasiswa teladan di seluruh kampusnya.


Namun, yang sebenarnya terjadi keduanya sedang merasa heran dengan sikap Jayden yang semakin berubah seiring berjalannya waktu.


“Apakah kau pernah memimpikan sebuah perang besar, dimana ada Lucifer di dalamnya?” Tuan Hades memastikan.


“Ouh, … Benar sekali! Mimpi itu sangat mengerikan dimana aku tidak akan pernah melupakannya sampai kapanpun,” ujar Jayden membenarkan.


“Dalam mimpiku, aku melihat Lucifer menyebabkan banyak kematian bagi umat manusia! Aku melihat dia tertawa puas melihat para manusia yang saling membunuh satu sama lain dan menyebabkan kehancuran dunia yang begitu mengerikan,” jelas Jayden lagi.


“Itu bukanlah mimpi, melainkan kenyataan yang benar-benar terjadi di masa lalu. Dimana Lucifer menjadikan dirinya sendiri sebagai raja iblis atau penguasa kegelapan,” ujar Tuan Hades.


“Kau mungkin sudah pernah membacanya di sebuah buku sejarah. Lucifer sebelum menjadi iblis ia adalah seorang malaikat merupakan malaikat pertama yang melayani Tuhan,"

__ADS_1


"Kelak ketika Tuhan menciptakan manusia pertama (Adam), Lucifer di perintahkan untuk sujud kepada Adam namun karena kesombongannya merasa dirinya lebih tinggi derajatnya dari pada Adam ia pun enggan dan menolak untuk mematuhi perintah Tuhannya, maka Lucifer di usir dari surga ke bumi.”


“Membantahnya Lucifer menjadi asal usul terjadinya Dosa pertama kali. Setelah Lucifer dibuang dari surga maka namanya berubah menjadi Satan. Satan merupakan iblis neraka yang memiliki kekuatan sangat kuat. Lebih kuat dari semua iblis yang ada di neraka.”


“Ia pun menaruh dendam kepada manusia dan memutuskan untuk menjerumuskan manusia untuk melakukan dosa agar masuk ke dalam neraka,"


"Seperti perjanjian yang Lucifer buat dengan seorang manusia yang saat ini tengah mempermainkan dirimu dengan membunuh sesama manusia hanya demi kepuasan hasratnya saja.”


Tuan Hades menceritakan sekilas tentang masa lalu Lucifer. Kemudian dia membahas tentang pembunuhan yang terjadi pada Liona dan juga Jack.


Melihat dari jejak auranya, Tuan Hades sangat mengenali pemilik dari aura tersebut. Seorang manusia yang rela menjual jiwanya kepada iblis untuk memenuhi keserakahannya.


“Dan peperangan itulah yang menjadi sejarah munculnya 7 Deadly Sins {Tujuh Dosa Mematikan} dan 7 Heavenly Virtues {Tujuh Kebajikan Surgawi} yang sangat terkenal dikalangan manusia. Begitu pula awal mula pedangmu di ciptakan!” Tuan Hades memberitahukan kebenarannya.


“Apa maksud anda?”


Jayden tampak tidak mengerti tentang penjelasan yang terakhir yaitu tentang awalnya pedangnya di ciptakan.


“Mengapa pedangmu di namakan 7 Mata pedang? Karena pedang itu terbuat atau terbentuk dari gabungan serta serpihan energi 7 Deadly Sins {Tujuh Dosa Mematikan} dan 7 Heavenly Virtues {Tujuh Kebajikan Surgawi} akibat dampak dari peperangan saat itu,"


"Dan kau menjadi manusia yang terpilih untuk memilikinya, karena kau juga memiliki nasib yang sama dengan pedang itu,” ujar Tuan Hades mempertegas penjelasannya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2