
Sejujurnya, Jayden juga sudah kehilangan cukup banyak energinya saat menebas tubuh para iblis itu. Namun, berkat adanya bantuan dari Kai membuatnya merasa yakin bahwa semua akan baik-baik saja. Begitu pula dengan Kai yang percaya selama ada Jayden, dirinya juga akan baik-baik saja.
Sesuai rencana yang sudah di sepakati Kai langsung maju dan mengalihkan perhatian para iblis. Kai sengaja mengarahkan para iblis itu membuat jarak yang seperti dia perkirakan.
Dan begitu tugasnya sudah selesai, Kai langsung menyuruh Jayden untuk segera melemparkan pedangnya searah jarum jam.
“Jay, lemparkan pedangnya sekarang!” seru Kai.
“Okay!” sahut Jayden yang langsung saja melemparkan pedangnya sesuai arahan Kai.
“Akh, …Akhh, … Akhh, ….”
Pedang Jayden terbang dan menebas satu persatu kepada para iblis itu. Rencana Kai berjalan dengan sempurna, pasukan para iblis itu pun berhasil di kalahkan dalam sekali serangan Jayden. Begitu pedang itu kembali ke tangan Jayden, Kai segera menghampiri sahabatnya itu.
“Kerja bagus, Jay! Kita berhasil mengalahkan mereka semua sekaligus,” puji Kai pada Jayden.
“Kau juga sangat hebat! Lalu kenapa tadi kau hanya ingin menonton saja?” goda Jayden sekaligus memuji kemampuan Kai.
“Aku hanya malah saja! ini benar-benar sangat melelahkan,” ujar Kai.
“Sudahlah, sebaiknya kita pergi ke tempat Vernon sekarang!” ujar Jayden yang tidak ingin membuat waktu lagi.
“Kau benar! Ayo pergi!” sahut Kai.
Keduanya pun segera berlari keluar dari hutan dan menuju ke mobil mereka terparkir. Kai langsung saja tancap gas menuju ke tempat Vernon.
...****************...
Di saat yang bersamaan Suga dan Ansel juga sudah hampir sampai di lokasi Vernon.
“Bu-bukankah itu mobil Kakek Jhon! Bagaimana dia bisa melalui jalan ini?” gumam Ansel seketika lidahnya terasa kelu.
Namun, bukan itu masalahnya untuk sekarang. Tepat di sebelah mobil yang di naiki Ansel dan Suga melintas mobil milik Kakek Jhon yang tiba-tiba menyalip mobil mereka. Bahkan Ansel melihat jelas ada Kakek Jhon yang duduk di dalamnya.
“Apa kau melihatnya?” tanya Suga yang membuat Ansel langsung tersadar dan menatap ke arah pria itu.
“Apa maksudmu?” tanya Ansel balik.
“Orang tua itu, dia ‘lah yang akan menjadi target kami selanjutnya.”
Perkataan Suga seketika membuat Ansel serasa berhenti bernapas. Ansel saat itu juga teringat dengan mimpinya semalam, dimana Jayden tiba-tiba menangis memilukan begitu kecelakaan itu terjadi.
“Apa kau sudah menyadarinya sekarang?” tanya Suga lagi yang kali ini menyeringai jahat pada Ansel.
“Siapa kau sebenarnya?” desak Ansel yang menyadari sepenuhnya bahwa Suga bukan manusia biasanya.
__ADS_1
“Kau sungguh tidak mengenali suaraku?” Terlihat Suga tertawa penuh kemenangan.
“Lalu bagaimana dengan ini?”
Seketika Suga merubah dirinya menjadi sosok aslinya, yaitu pria berjubah hitam yang selalu muncul di mimpi Jayden. Begitu juga dengan manager Suga yang sedang mengendari mobil yang sedang mereka naiki saat ini.
“Kau mengenaliku sekarang? Hahahaa, ….” Suga tertawa puas.
“Ka-kau, _....” Ansel sampai tak bisa bicara saking terkejutnya.
“Benar, ini kami!” ujar Suga penekanan.
“Namun, sepertinya kau harus menemani orang tua itu menuju ke alam baka!” lanjutnya.
Tanpa berkata apapun, Ansel diam-diam membuka pintu mobil itu. Dan begitu terbuka dia langsung meloncat keluar begitu saja dari dalam mobil yang masih melaju cukup kencang itu. Alhasil, tubuh Ansel pun berguling-guling di tengah jalan hingga menyebabkan beberapa luka di tubuhnya.
“Sial! Kita kehilangan dia, cepat lakukan rencana kita sekarang juga!” perintah Suga pada Lunar.
“Baiklah!” sahut Lunar yang seketika itu menambah kecepatan mobilnya.
“Aish, … Sakit sekali!” rintih Ansel yang berusaha bangun sambil menahan sakit di tubuhnya.
“Aku harus segera memberitahu Vernon dan Jayden tentang ini,” lanjut Ansel yang segera mencari keberadaan ponselnya.
“Haish, … Kenapa harus rusak di saat seperti ini! Aku harus segera berlari kesana!”
...****************...
Sementara itu, Vernon terlihat sedang terasa aneh dengan lingkungan sekitarnya. Bukankah Jayden dan kedua temannya mengatakan bahwa akan terjadi kecelakaan beruntun, tapi satu mobil pun tidak melintas di sana.
Hingga tiba-tiba muncul seorang pria berpakaian serba hitam yang tampak aneh dengan rambutnya panjang dan mengenakan sebuah kaca mata hitam.
“Siapa kau?” tanya Vernon pada pria aneh itu.
“Kau tidak mengingatku?” tanya pria itu yang melepas kaca mata hitamnya.
Benar, itulah malaikat maut yang mereka temui saat di hutan. Vernon yang hanya melihatkan sekilas, di tambah dengan pekerjaannya yang sangat menumpuk membuatnya tidak bisa mengingat sosok malaikat maut itu.
“K-kau, … Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Vernon yang beranggapan bahwa dirinya yang sedang di jemput oleh malaikat maut itu.
“Menjemput seseorang yang sangat special!” jawab Malaikat maut dengan santainya.
“Bukan aku orangnya ‘kan? Aku masih melajang dan belum pernah berpacaran sekalipun.”
Vernon kembali memastikan sembari menjauhkan dirinya dari sosok Malaikat maut itu.
__ADS_1
“Bukan!”
Namun, tiba-tiba Vernon kembali menabrak seseorang saat dia berjalan mundur. Dan yang di tabrak Vernon adalah Tuan Hades yang baru saja tiba di dunia manusia. Serta secara tidak langsung dia memberikan jawaban atas pertanyaan Vernon.
“Yakh, … Kenapa kalian berdua tiba-tiba ada di sini?” seru Vernon yang kembali terkejut.
“Seperti yang aku katakan! Kedatangan kami untuk menjemput seseorang yang sangat special. Jadi, diamlah dan tunggu saja! Nanti kau akan tahu sendiri siapa yang kami maksud,” ujar Malaikat maut menegaskan.
“Apa ini ada hubungannya dengan mimpi Jayden dan kedua temannya itu?” tanya Vernon yang mencoba memastikan tebakannya.
“Jadi, para iblis itu mempermainkan Jayden lagi?” tanya Malaikat maut yang terlihat sedikit terkejut begitu mendengarnya.
“Jangan ikut campur! Kita lakukan saja tugas kita sebagaimana semestinya,” ujar Tuan Hades memperingati Malaikat maut.
...****************...
Disisi lain, Kakek Jhon juga sudah menyadari bahwa iblis telah menggantikan supir kepercayaannya, karena seharusnya mereka tidak melewati jalan itu jika ingin ke perusahaan.
Kakek Jhon masih bersikap tenang, meskipun dia suda mengetahui bagaimana nasibnya selanjutnya. Kakek Jhon tahu bahwa para iblis itu ingin membuat Jayden terpuruk dengan kematiannya.
“Apakah hanya ini yang bisa kalian pikirkan untuk mengalahkan cucuku?” tanya Kakek Jhon dengan sikap tenangnya.
“Sepertinya kau sudah menyadari bahwa ajalmu telah tiba sebentar lagi,” ujar sang iblis dengan seringai jahatnya.
“Kalian salah kalau berpikir Jayden akan menjadi lemah karena kematianku. Dia bahkan akan menjadi Jayden yang lebih kuat lagi dari sebelumnya,” ucap Kakek Jhon yang kali ini tersenyum.
“Benarkah? Bagaimana kau kita buktikan sekarang?” tantang iblis itu yang langsung menaikkan kecepatan mobilnya.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...