
“Pesan Kakek pada kalian bertiga hanya satu! Apapun keputusan yang akan kalian ambil, biarkan hati kalian yang memutuskannya. Jangan pernah kau ikuti pikiranmu, karena pikiran bisa di manipulasi. Sedangkan hati sampai kapan pun tidak akan berubah,” ujar Kakek Jhon kepada Jayden, Kai dan Ansel.
“Baik, Kek! Kami pasti akan selalu mengingat pesan Kakek,” sahut Kai dan Ansel, sedang Jayden hanya diam seakan dia merasakan sesuatu yang aneh. Namun, Jayden sendiri tidak tahu dimana letak ke keanehan tersebut.
“Baiklah, sebaiknya kalian istirahat saja sekarang! Bukankah semalaman kalian tidak tidur sama sekali,” ujar Kakek Jhon pada ketiganya.
“Siap, Kek!” sahut Kai dan Ansel dengan penuh antusias, sedangkan Jayden hanya diam saja.
“Jay, ayo kita pergi ke kamarmu sekarang!” ajak Kai yang menarik paksa Jayden untuk berdiri.
“Aish, … Kalian duluan saja sana! Aku masih ingin membicarakan sesuatu dengan Kakek!” tolak Jayden yang ingin memastikan sesuatu pada Kakeknya.
“Baiklah! Kalau begitu kami berdua akan ke kamarmu dulu,” ujar Ansel yang tidak ingin mengganggu pembicaraan Kakek dan cucunya itu.
Kai dan Ansel pun segera naik ke kamar atas di mana kamar Jayden berada. Setelah kedua sahabatnya itu masuk ke dalam kamarnya, Jayden masih diam.
Sebenarnya Jayden sendiri juga tidak tahu apa yang ingin dia bicarakan dengan Kakeknya. Dia hanya ingin menghabiskan waktunya lebih lama lagi dengan sang Kakek.
“Ada apa, Jay? Bukankah tadi kau bilang ada yang ingin di bicarakan dengan Kakek?” tanya Kakek Jhon yang akhirnya lebih dulu buka suara.
“Tidak ada apa-apa, Kek! Entah kenapa Jay hanya ingin menghabiskan banyak waktu dengan Kakek,” jawab Jayden yang memang seperti yang dia rasakan.
“Mau bermain catur dengan Kakek?” ujar Kakek Jhon menawarkan sebuah permainan favoritnya.
“Baiklah, ayo kita main satu putaran!”
Siapa sangka Jayden yang selalu menolak ajakannya untuk bermain catur kali ini, dia dengan mudah menyetujuinya. Kakek Jhon pun tersenyum pada cucu satu-satunya itu.
Kemudian, Kakek Jhon memerintahkan pelayan untuk membawakan papan catur kesayangannya.
Mereka berdua pun mulai bermain catur sambil sesekali bercanda ria. Meskipun selalu kalah dari Kakeknya, Jayden terus saja menikmati waktu itu.
Tidak lupa Jayden juga menceritakan semua yang terjadi selama dia memiliki kekuatan itu dan sesekali juga Kakek Jhon memberikan nasehat-nasehat penting untuk kehidupan Jayden selanjutnya.
Sedangkan Kai dan Ansel sudah kembali berada di alam mimpinya masing-masing. Namun, kali ini mereka tidak bermimpi aneh seperti sebelumnya.
Sehingga mereka tidur dengan sangat nyenyaknya. Selesai atau puas bermain catur dengan Kakeknya Jayden pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
__ADS_1
“Hoam, … Kalian berdua sudah bisa tidur dengan nyenyak rupanya! Hoam, … Aku jadi ikut mengantuk,” gumam Jayden yang beberapa kali menguap.
Melihat kedua sahabatnya yang sudah tertidur dengan nyenyak, Jayden yang sudah mulai mengantuk pun ikut membaringkan tubuhnya di samping kedua temannya.
Dengan sengaja Jayden menindih tubuh Kai dengan kakinya, sedang punggung Ansel di gunakan sebagai bantal. Salah siapa posisi tidur Kai dan Ansel malah memenuhi tempat tidur yang ukurannya king size itu.
Dalam hitungan menit saja, Jayden juga sudah terlelap seperti kedua temannya. Namun, baru menit berlalu Jayden kembali memasuki alam mimpi dan bertemu dengan kedua sahabatnya lagi. Lebih tepatnya mereka berada di tepi jalan yang berbeda dari sebelumnya.
“Yakh, … Kenapa kita ada di sini lagi!” seru Kai yang tiba-tiba di tarik oleh suatu kekuatan, ketika dia sedang bermimpi melihat wanita yang dia sukai.
“Ini lokasi jalan yang berbeda dari sebelumnya, Kai!” Ternyata Ansel juga di tarik ke dalam mimpi yang sama juga.
“Benar, ini lokasi jalan ini berbeda dari mimpi kita sebelumnya.” Jayden membenarkan ucapan Ansel.
Braaakk, … Sraakk, … Braaak, ….
Belum selesai dengan keterkejutan mereka karena tiba-tiba berada di tepi jalan. Tiba-tiba saja terdengar suara yang sangat keras yang ternyata berasal dari sebuah mobil mewah, hingga menyebabkan kecelakaan beruntun di belakangnya.
“Apa yang terjadi? Mengapa lokasi kecelakaannya berbeda!”
Terlihat Jayden sangat panik melihat kecelakaan tragis itu. Bahkan kedua kakinya tidak bisa menopang berat tubuhnya lagi, hingga membuat dirinya bersimpuh dengan area dada yang terasa sangat sesak.
Kai dan Ansel segera menghampiri Jayden yang masih memegangi dadanya yang terasa sesak, napasnya terengah-engah dan air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya. Baik Kai dan Ansel pun merasa bingung melihat Jayden yang tiba-tiba seperti itu.
“Jay, kau baik-baik saja?” Ansel mencoba memastikan dengan bertanya.
“Aku tidak tahu! Dadaku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku kesulitan bernapas. Aku juga tidak tahu kenapa aku meneteskan air mata seperti ini,” jelas Jayden dengan deru napas yang belum teratur.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Kai yang merasa kasihan melihat sahabatnya yang terlihat sangat tersiksa seperti itu.
“Hahahaa, … Jadi, inilah reaksimu ketika kau mendapatkan hadiah spesial mu nanti!”
Sebuah suara yang sudah tidak asing lagi kembali mengejutkan ketiganya. Benar, dia ‘lah sosok pria yang memakai jubah hitam sebelumnya. Dia tertawa puas ketika melihat Jayden yang tampak lemah tak berdaya.
“Kenapa kau terus melakukan ini dan kenapa kau harus mempermainkan aku seperti ini!” teriak Jayden yang semakin merasakan sesak dan sakit pada bagian dadanya.
“Aakh, … Hiks, … Haaaaa” Jayden merintih dalam tangisannya yang terdengar sangat memilukan.
__ADS_1
“Mempermainkan mu adalah keahlian spesial ku! Namun, kali ini aku sarankan kau harus berhasil menghentikannya. Jika tidak aku pastikan kau akan menyesalinya seumur hidupmu. Hahahaa, …”
Pria itu kembali tertawa puas, tapi setiap kata yang dia ucapkan kembali mengandung maksud tersembunyi.
Baik Jayden maupun Ansel langsung menyadari itu, keduanya langsung melihat ke arah kecelakaan itu terjadi dan terlihat ada sosok suga sebagai salah satu korbannya di sana.
“Jay, ….”
Ansel tidak melanjutkan ucapannya ketika mengetahui bahwa Jayden juga telah melihatnya.
Kai pun ikut melihat ke arah kedua sahabatnya itu menatap sekarang. Dia pun terkejut ketika melihat orang yang berhasil mereka selamatkan dengan susah payah, kini menjadi korban dalan tragedi kecelakaan yang di buat oleh para iblis itu.
“Hahahaaa, … Lihatlah dengan baik-baik! Bagaimana kalian akan kehilangannya begitu saja,” ujar pria berjubah hitam itu.
“Haish, … Beraninya kau!” seru Kai dengan penuh kemarahan.
Tanpa buang waktu untuk memikirkan akibatnya, Kai langsung saja berusaha untuk menghajar iblis itu dengan kemampuan yang dia miliki.
Akan tetapi, dia lalu sadar bahwa manusia biasa sepertinya tidak bisa melawan iblis dengan kekuatan tinggi seperti pria berjubah hitam itu.
Sontak, Jayden pun langsung mengeluarkan pedangnya dan mengambil alih tugas Kai untuk menyerangnya.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...