
Tuan Hades yang sedari tadi diam saja melihat kelakuan tiga anak manusia yang terlihat di matanya sangat konyol dan juga membosankan.
Kini Tuan Hades mulai menggerakkan tangannya pada sebuah tembok yang berada di dekatnya. Tak lama kemudian, muncul sebuah portal yang terlihat menghubungkan dengan dunia lain yang terlihat sangat menyeramkan.
“Sekarang aku akan menepati janjiku maka ikutlah ke tempatku agar kita bisa bicara dengan nyaman di sana!” ujar Tuan Hades mengajak Jayden ke dunianya.
“Kau ingin aku datang sendirian ke tempat yang terlihat sangat menyeramkan itu?” cecar Jayden dengan tatapan tidak percaya, padahal sebenarnya dia hanya merasa ragu untuk mendatangi tempat itu.
“Kalau kedua temanmu mau, mereka bisa menemanimu untuk berkunjung ke duniaku,” ujar Tuan Hades yang tidak peduli jika orang lain ikut bergabung dengan Jayden.
“Apa aku akan mati?” seru Kai dengan tatapan memelas.
“Jay, jika kau mau mati sendirian saja! Aku tidak mau ikut bersamamu, meskipun kita bersahabat dekat tapi aku belum siap untuk mati sekarang. Aku belum menikah, aku belum punya anak dan bagaimana keturunanku nanti. Kau tahu sendiri ‘kan kalau aku anak tunggal!” celoteh Kai tidak jelas.
“Aish, … Manusia ini cerewet sekali!” Tuan Hades terdengar mendesah kesal dengan ocehan dari Kaison.
“Hay, … Kau ikut tidak? Jika ingin lebih mengetahui tentang kekuatan pedangmu itu, kau harus ikut denganku!” seru Tuan Hades yang tidak bisa menunggu lebih lama lagi keputusan Jayden.
“Ikut atau tidak, aku tidak peduli lagi!” imbuhnya sembari berjalan memasuki portal.
“Haish, … Mati atau tidak aku tidak peduli lagi! Asalkan kalian berdua menemaniku,” ujar Jayden yang langsung beranjak dan menyeret paksa kedua temannya untuk ikut memasuki portal tersebut.
Karena tergesa-gesa ketiganya sampai terjatuh terjerembab hingga mencium tanah. Ketiganya merintih kesakitan dan saling menyingkirkan satu sama lain.
Ansel dan Kai terus menyalahkan Jayden yang telah menarik mereka berdua memasuki portal secara paksa.
“Aish, … Sakit sekali! Kenapa kau malah menarik ku!” seru Ansel seraya memposisikan untuk berdiri.
“Woah, …” Kai menatap takjub sekaligus merinding ketika memperhatikan sekelilingnya.
“Wow, … Apakah benar tempat ini Erebos?”
Jayden pun tak kalah takjub dan merinding dengan Kai. Tempat yang dia datangi di penuhi dengan kegelapan, suasana terasa sangat seram dan sesekali terdengar suara teriakan dan tangisan.
“Kau tahu tentang mitologi kuno itu?” Tuan Hades menuntut penjelasan dari Jayden.
__ADS_1
“Ouh, … Aku sempat membaca buku tentang Dunia Bawah! Dalam mitologi Yunani yang sangat kuno, dunia Hades adalah tempat tinggal roh orang mati yang suram dan berkabut (disebut juga Erebos),"
"Pada periode selanjutnya, mitos ini berkembang dengan adanya penghakiman terhadap para roh dan adanya imbalan dan hukuman. Itulah yang aku baca dalam buku, apakah itu benar?”
Jayden mencoba memastikannya secara langsung. Sementara Tuan Hades terlihat tertarik dengan apa yang di katakan Jayden.
Namun, dia tak membenarkan ataupun menyalahkan perkataan Jayden barusan. Dia malah berjalan lurus ke depan, hingga dengan terpaksa Jayden, Ansel dan Kaison pun mengikutinya.
“Woah, … Benarkah ini sungai Akheron?” Lagi-lagi Jayden merasa takjub dengan apa yang di lihatnya.
“Kau juga mengetahui tentang sungai ini?” Tuan Hades semakin tertarik dengan pengetahuan Jayden.
“Tentu saja! Di dalam buku tertulis bahwa roh manusia masuk ke dunia bawah dengan menyeberangi sungai Akheron menaiki perahu yang di dayung oleh Kharon. Kharon meminta bayaran berupa sekeping obolos, koin kecil yang disimpan di mulut jenazah oleh keluarga atau kerabat.”
Jayden tampak serius dan antusias menceritakan apa yang dia baca di dalam bukunya.
“Sementara roh-roh yang tidak memiliki koin tersebut tidak bisa menyeberang dan harus berdiam selama ratusan tahun di tepi sungai, mereka bahkan kadang-kadang kembali ke dunia manusia untuk menghantui orang-orang yang seharusnya memberi mereka penguburan yang layak. Orang-orang Yunani bisanya memberikan persembahan pada dewa agar mereka terhindar dari roh-roh semacam itu.”
Jayden benar-benar menjelaskan semua yang dia baca tanpa tertinggal sedikitpun.
"Setelah melewati Kerberos, roh manusia kemudian memasuki tempat penghakiman. Apakah benar di seberang sana memang ada mahluk yang bernama Kerberos?”
Terlihat Jayden semakin penasaran dengan kebenarannya, tetapi Tuan Hades lagi-lagi tidak mau membenarkan atau menyalah penjelasan dari Jayden sedari tadi.
Jauh berbeda dengan Kaison dan Ansel yang hanya dia memperhatikan setiap cerita Jayden dengan sesekali memperhatikan sekeliling mereka.
“Ouhya, apakah benar di dunia bawah ada lima sungai yang nama dan tujuannya berbeda-beda?”
Seakan melupakan suasana suram yang ada di tempat itu, Jayden tampak semakin antusias membahas apa yang ada di dalam bukunya tentang dunia bawah yang di pimpin atau di kuasai oleh Hades.
“Jay, sejak tadi kau mengoceh tentang apa ‘sih!” seru Kai yang tidak betah berlama-lama berada di tempat yuang suram, gelap dan mengerikan itu.
“Diamlah dulu, Kai! Menurut buku yang aku baca ada lima sungai di dunia bawah yaitu Akheron (sungai kesedihan), Kokitos (sungai ratapan), Flegethon (sungai api), Lethe (sungai kelalaian), dan Stix (sungai kebencian). Sungai Stix adalah sungai yang sangat keramat, sumpah yang diambil di sungai ini tak bisa dilanggar. Sungai Stix adalah sungai yang membatasi dunia bawah dan dunia atas.”
Jayden kembali mengoceh tentang bukunya dan Tuan Hades hanya diam sembari menyimak dengan serius tentang apa saja yang di bicarakan Jayden tentang buku itu.
__ADS_1
Sementara Ansel dan Kaison hanya saling berpelukan untuk mengurangi rasa takut keduanya.
“Dan katanya ada dua kolam di dunia bawah, kolam Lethe, tempat roh manusia dikumpulkan dan dihapus ingatannya, serta kolam Mnemosine, tempat para roh memperoleh ingatan mereka kembali.”
Jayden tetap bercerita tanpa peduli orang yang di depannya itu mendengarkan atau tidak.
“Bahkan ada juga di katakan bahwa di halaman depan istana Hades ada tempat bagi tiga hakim dunia bawah, Minos, Rhadamanthus, dan Aiakos. Dari sana ada tiga jalan yang berujung pada tempat yang berbeda,"
"Para roh akan diadili oleh para hakim dan dikirim ke jalan yang sesuai bagi mereka. Roh orang yang tak pernah berbuat jahat akan pergi ke Padang Asphodel, roh orang jahat akan dikirim ke Tartaros, dan roh para pahlawan akan pergi ke Elisium. Apakah semua itu benar? Cepat jelaskan padaku?”
Terakhir dan sebagai penutup Jayden mendesak Tuan Hades untuk mengatakan kebenarannya.
“Apa kau ingin mengetahui tentang dunia bawah, bukan tentang kekuatan pedangmu?” ujar Tuan Hades mengingatkan.
“Ouhya, … Aku malah melupakan tujuan utamaku mengikuti mu datang kemari!”
Setelah cerita panjang yang dia ceritakan sejak kedatangan ke dunia bawah, dia baru menyadari saat di ingatkan bahwa kedatangannya bukanlah untuk melakukan tour guide di dunia bawah melainkan mencari tahu tentang kekuatan pada pedang.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...