
Semuanya pun terdiam tanpa berani bersuara sedikitpun, terutama Luzark yang memang letak kesalahan ada pada dirinya. Karena keserakahan dirinya untuk menjadi manusia abadi, perbuatan Luzark malah membawa sebuah ramalan menakutkan untuk bangsa iblis.
“Bersiaplah, karena sebentar lagi kita akan kembali berperang dengan mereka!” ujar Lucifer yang tidak ingin membahas lebih jauh akan kesalahan Luzark.
“Maksud Yang Mulia?” tanya Lucas memastikan pendengarannya.
“Ya, sebentar lagi kekuatan pedang itu akan sempurna dan dia akan datang seperti yang tertulis dalam ramalan. Sebelum itu terjadi, tugas kalian adalah menghentikan bocah itu menyempurnakan kekuatan dari pedang dan jiwanya,” jelas sang Lucifer.
“Singkirkan orang-orang yang pada malam itu ikut melakukan ritual persembahan untuk membangkitkan mu lagi,” perintah Lucifer yang terkesan tak ingin ada bantahan.
“Baik, Yang mulia!” sahut Luzark dan yang lainnya.
“Dan bunuh jiwa adikmu secepatnya, Luzark!” Perintah kali ini membuat Luzark seketika terdiam, sebab alasan dia membawa banyak pengorbanan karena dia ingin membangkitkan adiknya lagi kematian.
“Luzark, apa kau ingin membantah perintahku sekarang!” seru Lucifer yang membuat siapapun yang mendengarnya gemetar ketakutan.
“Ba-baik, Yang mulia!” sahut Luzark meski hatinya sangat ragu.
“Jika kau tidak berhasil membunuh jiwanya, maka kelak kau sendiri yang akan menyesalinya,” ujar Lucifer yang detik berikutnya langsung menghilang begitu saja.
Sepeninggal Lucifer, Lunar dan Lucas segera mendekati Luzark untuk mendapat perintah selanjutnya. Karena keduanya masih di perintahkan untuk mengikuti keputusan Luzark, sehingga mereka tidak bisa melakukan sesuatu sesuka hati mereka.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Lunar memecahkan lamunan Luzark.
“Lakukan saja sesuai perintah! Apapun cara yang kalian gunakan aku tidak peduli lagi, karena aku tidak mau menyesali apapun!” jawab Luzark dengan penuh keyakinan.
“Baiklah, kau tahu bahwa kami tidak bisa menghadapi adikmu! Hanya darah campuran yang bisa membunuh jiwanya,” ujar Lucas mengingatkan Luzark akan fakta penting itu.
“Aku tahu! Kalian tenang saja, aku pasti akan membunuhnya dengan tanganku sendiri,” sahut Luzark yang seketika menghilang untuk melakukan tugasnya.
__ADS_1
Situasi tak jauh berbeda dengan Jayden dan teman-temannya. Dimana mereka sudah selesai menggabungkan semua bukti tentang penggelapan dana yang di lakukan oleh Austin dan Vicky. Setelah itu, Jayden dan yang lainnya pun menyerahkan sisanya pada Vernon.
Vernon yang menyadari bahwa Inspektur Chris merupakan salah satu dari komunitas sesat itu, tentunya tidak akan menyerahkan semua bukti yang dia dapatkan dengan susah payah kepadanya.
Dia langsung menemui atasan yang lainnya. Dimana Atasannya itu di selimuti oleh energi positif yang menandakan bahwa orang itu masih bisa menegakan keadilan.
Benar saja, begitu Vernon menyerahkan semua bukti yang dia dapatkan. Atasannya langsung memerintahkan untuk segera melakukan penggeledahan dan penangkapan secara resmi. Sontak, Vernon pun segera menyiapkan anak buah yang dia percayai.
...****************...
Disaat Vernon tengah bersiap untuk melakukan penangkapan dan penggeledahan. Jayden dan kedua sahabatnya malah mendapatkan kabar dari salah satu hantu yang selama ini berada di berdemo di kediaman Felix.
Bahwa orang-orang yang saat itu mengikuti persembahan untuk membangkitkan Luzark akan di bunuh oleh anak buah Lucifer.
“Tuan muda yang Agung! Ada hal penting yang harus saya sampaikan,” ujar salah satu hantu yang berusaha mendekati Jayden ketika berniat untuk mengunjungi makam Kakeknya dan tentunya bersama dengan Ansel serta Kai.
“Siapa yang mengizinkanmu memanggilku seperti itu!” ketus Jayden yang berniat untuk mengabaikannya.
“Apa katamu?” tanya Jayden dengan tatapan tak percaya.
“Me-mereka di kumpulkan di tengah hutan untuk di bunuh secara masal,” terang hantu itu lagi.
“Jay, jangan katakan kalau mereka ingin menghilangkan jejak agar komunitas sesat itu terus berkembang di negara ini!” ujar Kai asal menduga, apapun yang terlintas di pikirannya saat itu dia suarakan saja tapi kali ini cukup masuk akal.
“Benar, Jay! Sepertinya mereka sudah mengetahui bahwa kita telah menemukan bukti yang bisa memaksa mereka untuk bicara tentang komunitas sesat itu. sebaiknya kita menyelamatkan mereka terlebih dahulu, baru pikirkan rencana selanjutnya.” Ansel menyarankan, hingga berhasil membuat Jayden sejenak memikirkan perkataannya itu.
“Baiklah, ayo tunjukan lokasinya pada kami!” Jayden memutuskan untuk mengikuti saran kedua temannya sang hantu menganggukkan kepalanya dengan cepat.
“Bolehkah aku ikut?” Tiba-tiba hantu Aira muncul entah darimana.
__ADS_1
“Biarkan saja, Jay! Mungkin nanti dia bisa membantu di sana,” ujar Ansel kembali buka suara dan kali ini tidak ada jawaban maupun penolakan dari Jayden.
Tanpa buang waktu, Jayden mengulurkan tangannya untuk menyentuh ingatan hantu tersebut. Tidak perlu bersentuhan secara fisik dengan menyentuh auranya saja, Jayden sudah bisa melihat lokasi yang di maksud oleh hantu tersebut.
Setelah menentukan lokasinya, Jayden langsung saja membuka portal untuk membawa mereka berpindah tempat dalam sekejap.
Baru saja tiba di lokasi, Jayden dan yang lainnya malah langsung di serang oleh Luzark, Lunar dan Lucas. Beruntung kepekaan Jayden semakin meningkat, sehingga dia bisa dengan mudah menangkis serangan tersebut dengan pedangnya.
“Kalian tidak apa-apa?” tanya Jayden memastikan keadaan teman-temannya termasuk hantu Aira.
“Ya, terima kasih sudah melindungi kami” jawab Ansel yang tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih.
Namun percakapan itu tak berlangsung lama, karena Luzark kembali melancarkan serangan yang membuat Jayden dan yang lainnya harus berpencar. Sedangkan hantu Aira memilih untuk mencari tempat berlindung aman untuknya.
Berkat bertambahnya kekuatan pedang Jayden, Kai dan Ansel bisa menciptakan senjata mereka sendiri dengan aura yang mereka miliki. Kai mengambil bentuk dua buah kapak besar, sedangkan Ansel sebuah anak panah.
Pertarungan sengit pun tidak dapat di hindarkan lagi, dimana Kai menghadapi Lucas. Kemudian Ansel menghadapi Lunar dan Jayden sendiri harus menghadapi Luzark.
“Kenapa kau ikut campur! Bukankah mereka bukan urusanmu,” ujar Luzark di tengah pertarungan mereka.
“Lalu kenapa kau juga ingin membunuh mereka? Apakah mereka adalah kunci untuk menghancurkan kekuatan Tuanmu,” balas Jayden sambil menunjukan senyuman meremehkan Luzark.
Namun ketiga mahluk kepercayaan Lucifer itu ternyata tidak focus untuk melawan Jayden dan teman-temannya, melainkan hanya ingin membunuh para pengikutnya dan juga hantu Aira.
Di saat Jayden mengira bahwa Luzark ingin menyerangnya, di detik terakhir ternyata Luzark mengarahkan pedangnya pada sosok hantu Aira yang bersembunyi di balik pohon tepat di belakangnya.
Hantu Aira yang tidak mengira bahwa akan di serang oleh Kakaknya sendiri hanya bisa diam mematung sembari menutup kedua matanya dengan erat. Seolah Hantu Aira sudah merelakan dirinya jika jiwanya harus menghilang di tangan kakaknya.
Bersambung, ......
__ADS_1