Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Munculnya Lawan & Kawan


__ADS_3

Sraaangg, ….


Baru saja, Jayden dan Kai serta yang lainnya mengalihkan pandangan matanya pada Edwin. Seketika itu juga muncul sebuah cahaya merah yang detik itu juga berhasil memotong kepala Austin dan semua orang yang berusaha Jayden lindungi.


Jayden seketika menarik Kai untuk mendekat padanya dan segera memasang sebuah pagar pelindung untuk menghindari serangan dadakan yang entah berasal dari mana itu. Dengan sangat terpaksa Jayden harus merelakan nyawa orang-orang itu.


Tak berselang lama, muncul tiga sosok iblis yang berjalan mendekati mereka dengan membawa senjata masing-masing. Senjata yang menyerupai sabit kematian, palu bergerigi dan sebuah tombak bermata tujuh yang semuanya berwarna merah darah.


“Hay, apa kami terlambat?” seru salah satu dari ketiga pria itu.


“Yaa, … Kenapa kalian baru datang setelah dia membuka mulut,” ujar Luzark dengan santainya.


Melihat dari keakraban mereka, sepertinya Jayden dan yang lainnya bisa menebak dengan jelas bahwa ketiganya merupakan bagian dari pasukan Lucifer.


Dan secara tidak langsung lawan yang harus Jayden dan teman-temannya hadapi akan semakin bertambah. Enam lawan empat, akankah Jayden dan Kai bisa mengalahkan mereka?


“Jay, sepertinya lawan kita semakin berat! Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini,” bisik Kai yang sudah pasti menyarankan untuk mereka agar segera kabur. Lagipula yang menjadi tujuan mereka sudah mati.


“Apa yang di katakan Kai ada benarnya, apalagi Ansel tengah terluka! Kita harus pergi dari tempat ini secepatnya,” ujar hantu Aira yang sependapat dengan Kai.


“Baiklah, ….”


Namun baru saja Jayden hendak melakukan teleportasi, Luzark dengan cepat menyadarinya dan kembali menyerang. Sehingga Jayden yang tidak siap akan serangan tersebut sampai terdorong beberapa langkah karena mencoba menangkis serangannya.


“Kalian pikir bisa semudah itu keluar dari sini, Hah?” ujar Luzark yang merasa posisi Jayden terdesak dengan kedatangan tiga rekannya.


“Maaf, menyela dan terlambat datang! Sebab bocah ini malah membawa kami tersesat, karena sikap keras kepalanya!”


Sebuah suara lagi-lagi mengalihkan perhatian semua orang. Kali ini Jayden harus merasa lega atau tidak akan kehadiran Vernon dan pria yang tidak di kenalnya. Namun mereka tampak akrab satu sama lain, hingga membuat Jayden sedikit berharap.


“Apa yang dia lakukan di sini? Kita saja ingin kabur, dia malah melangkah dengan kakinya sendiri mendatangi tempat yang penuh musuh ini,” gerutu Kai yang memang suka sekali merusak suasana yang ada.

__ADS_1


“Kita harus pergi! Yang mulia hanya memerintahkan kita untuk menghabisi orang-orang itu, maka tidak di benarkan untuk terlibat hal lain dengan mereka.” Lunar mengingatkan Luzark agar tidak bertindak gegabah.


“Namun ada satu tugas lagi yang belum kita selesaikan,” ujar Luzark yang menatap tajam pada hantu Aira.


“Yang mulia meminta kita untuk kembali sekarang juga,” tegas Lunar menekankan perintahnya.


“Kali ini kalian cukup beruntung, tapi tidak untuk lain kali!” ujar Luzark pada Jayden dan teman-temannya sebelum pergi.


“Okay, terima kasih lawan atas pengertiannya! Lain kali jangan sampai berjumpa lagi,” balas Kai sembari melambaikan tangannya dan memberikan senyuman manisnya.


“Jangan dengarkan ocehannya! Kita pergi saja!” perintah Lunar pada yang lainnya, seketika itu juga mereka semua menghilang bersamaan terpaan angin yang datang.


Selepas menghilangnya Luzark dan pasukannya, Jayden dan Kai langsung memastikan keadaan Ansel kembali. Begitu juga dengan dua pria yang datang bersama dengan Vernon, keduanya langsung menghampiri Ansel yang tengah terbaring sembari menahan rasa sakit akibat serangan Luzark sebelumnya.


“Aku akan mengobatinya, tapi sebelum itu kita harus memindahkannya ke tempat yang lebih nyaman,” ujar salah satu pria itu.


“Siapa kalian? Bagaimana aku bisa mempercayai kalian kalau aku saja tidak mengetahui identitas kalian berdua?” cecar Jayden yang menatap keduanya penuh curiga.


“Hay, sebaiknya kalian pergi sekarang! Karena rekan satu tim ku akan segera di tiba di sini!” seru Vernon mengingatkan.


“Sudah sana pergi! Kalau kalian tidak mau membantuku mengurus semua ini,” imbuhnya kali ini nada bicaranya semakin meninggi.


“Kita bicarakan di rumahmu saja, Jay!” ujar Kai.


Tanpa buang waktu, Jayden pun melakukan teleportasi membawa orang-orang yang berada di dekatnya. Dalam sekejap Jayden dan yang lainnya menghilang begitu saja, menyisakan Vernon seorang bersama dengan mayat-mayat dari buronannya itu.


...****************...


Sedangkan Vernon langsung kebingungan mengingat semua pelaku yang sedang dia cari meninggal dunia dengan tubuh terpotong. Dan beberapa mayat yang ada, Vernon bisa dengan jelas mengenali salah satunya adalah Atasannya yang bernama Christian Oliver serta Perdana Menteri Austin yang pernah dia lindungi beberapa kali ketika bertugas.


Vernon pun segera menghubungi rekan kepolisiannya yang lain dan memberitahukan lokasinya, dia juga sedikit menjelaskan bahwa buronan mereka di temukan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Tak lama kemudian, rekan satu timnya pun tiba bersama dengan tim forensic lainnya.

__ADS_1


...****************...


Lain halnya dengan kediaman Felix, dimana Jayden akhirnya mengijinkan pria bernama Chary itu untuk mengobati luka dalam pada tubuh Ansel. Meski begitu Jayden selalu melihat proses pengobatannya.


“Dia ksatria pelindung dengan sihir aura, maka dari itu pengobatan seperti ini akan membuat pemulihannya semakin cepat,” terang Ligen dan Jayden hanya menatapnya sekilas tanpa berniat untuk mengatakan apapun.


“Kau pasti sudah merasakan bahwa pertarungan yang sesungguhnya akan segera terjadi! Baik kstaria pelindungmu maupun pengikut setia Lucifer sudah mulai bermunculan di negara ini.” Ligen kembali bersuara.


“Jika peperangan benar-benar terjadi, maka bencana besar akan menghancurkan negara ini dan semua itu karena keserakahan dari pemimpinnya. Rahasia besar akan terkuak. Dan yang paling mengerikan dari semua itu, akan banyak kematian!” sambungnya yang kembali membuat Jayden tertarik untuk mendengarkan lebih banyak lagi.


“Apakah yang di maksud Tuan Austin adalah, _....”


“Benar! Atas kepemimpinannya, mungkin sebentar lagi akan terjadi hal besar yang tidak bisa kita semua bayangkan!” potong Ligen yang langsung membenarkan apa yang ingin Jayden katakan.


“Keadaannya sudah membaik! Dia hanya perlu istirahat beberapa hari saja dan luka akan cepat sembuh!” Tiba-tiba kedatangan Chary menghentikan pembicaraan keduanya.


“Terima kasih,” ucap Jayden.


“Kalian tadi sedang membahas tentang apa? Ouhya, … Kemana hantu manismu sekarang?” tanya Chary yang mencari keberadaan hantu Aira.


“Jangan focus pada hal lain, sebaiknya kita menyusun rencana untuk peperangan yang sudah ada di depan mata,” ujar Ligen mengingatkan kawannya itu.


“Jadi kalian berdua, _....”


“Kami adalah kstaria pelindungmu! Kami juga termasuk manusia terpilih seperti teman-temanmu itu,” potong Chary.


“Bukan itu yang ingin aku tanyakan,” sela Jayden.


Bersambung, .....


__ADS_1


__ADS_2