
“Dimana hanya ada kegelapan di dunia. Dimana kegelapan tidak akan bisa terkalahkan,” lanjut Lucifer yang tidak sabar untuk menunggu waktu itu tiba.
“Pada saat terjadi Gerhana Bulan Total, terjadi fenomena yang disebut dengan Blood Moon (Bulan Darah) dimana hampir sebagian besar sekitar Bulan terlihat berwarna kemerahan yang muncul menutupi permukaan Bulan,” jelas Luzark yang juga tidak sabar menunggu waktu itu tiba.
“Saat itulah kekuatanku sempurna dan para pengikutku akan melakukan persembahan yang membuat kekuatan semakin bertambah besar serta tak terkalahkan. Aku akan membuat seluruh umat manusia menjadi pengikutku dan melupakan kebaikan yang ada di dunia ini,” imbuh Lucifer yang di penuhi kesombongan.
“Luzark, aku akan melihatnya secara langsung! Bagaimana anak itu akan begitu putus asa, karena itulah lakukan yang terbaik. Jangan sampai terjadi kesalahan lagi,” perintah Lucifer pada Luzark.
“Baik, Tuan! Saya pasti akan melakukannya sebaik mungkin,” sahut Luzark.
“Kau boleh pergi sekarang!” ujar Lucifer.
“Baik! Saya mohon undur diri, Tuan!” sahut Luzark yang seketika menghilang di tengah kepulan asap hitam yang tiba-tiba muncul di sekelilingnya.
Namun, selagi masih ada kebaikan di hati manusia. Maka rencana Lucifer tidak akan pernah tercapai. Sebab Tuhan telah menciptakan segala sesuatu yang ada pasa alam semesta di luar akal manusia. Adanya matahari yang akan selalu muncul pada siang hari, menandakan adanya bulan yang akan selalu muncul pada malam hari.
Adanya kegelapan, karena ada cahaya. Adanya kejahatan, karena akan selalu ada orang baik. Terkadang orang baik akan beralih menjadi orang jahat karena selalu di sakit.
Akan tetapi, banyak pula orang jahat yang berubah menjadi orang baik. Sebab mendapatkan kebaikan dari orang baik itu sendiri.
Intinya, tidak ada yang namanya orang baik maupun orang jahat di dunia ini. semua bergantung pada hati dan pola pikir masing-masing.
Karena baik cahaya matahari maupun cahaya sang rembulan, akan sama-samma menciptakan bayangan yang sama sesuai bentuk aslinya.
...****************...
Okay, kembali pada Ansel dulu yang kini sudah berada di rumah sakit dimana Arsuga Lee masih di rawat.
Sebelum masuk, Ansel memperhatikan di sekitar rumah sakit tapi dia tidak menemukan aura kegelapan apapun di sana.
Kemudian, Ansel langsung saja mencari keberadaan kamar yang di beritahukan Vernon sebelumnya. Awalnya, Ansel sama sekali tidak di perbolehkan masuk ke dalam ruang rawat Arsuga Lee oleh anak buah Vernon yang berjaga di sana.
Tapi setelah mengatakan bahwa kedatangannya atas perintah dari Vernon akhirnya Ansel di ijinkan untuk masuk. Betapa terkejutnya Ansel begitu masuk malah langsung melihat aura kegelapan yang begitu pekat dalam ruangan itu.
“Siapa kau?” Suara seorang pria yang tengah berbaring sedikit mengejutkan Ansel.
“Aku? Yang pati bukan salah atu penggemarmu,” jawab Ansel yang mendekati sekumpulan aura kegelapan yang ada di sana.
“Yakh, … Bukankah sangat tidak sopan tiba-tiba masuk ke ruangan seseorang seperti ini!” protes Suga yang tidak menyukai keberadaan Ansel di sana.
__ADS_1
“Apakah barusan ada seseorang yang datang ke sini?” tanya Ansel yang mengabaikan protes Suga begitu saja.
“Pergilah! Sebelum aku memanggil keamanan untuk mengusirmu dengan paksa!” usir Suga yang ikut mengabaikan pertanyaan yang di ajukan oleh Ansel.
“Atau kau melakukan perjanjian dengan iblis untuk mendapatkan posisi ini?” cecar Ansel dengan tatapan menyelidik pada Suga.
“Apa yang kau bicarakan, Hah?” seru Suga yang semakin kesal melihat tingkah Ansel.
Namun, tiba-tiba ansel melihat seorang pria yang di penuhi dengan aura gelap yang sedang berjalan meninggalkan area rumah sakit melalui kaca jendela yang ada di sana.
Seketika hatinya terus merasa gelisah, trik ini sama dengan yang terjadi pada Jackson dimana ada iblis lain yang memancing perhatiannya untuk meninggalkan target.
“Tidak! Aku tidak boleh terkecoh dengannya lagi. Aku harus tetap berada di samping pria ini,” batin Ansel yang memantapkan hati untuk tidak mengejar pria dengan aura kegelapan itu.
“Tunggu! Kapan kau akan keluar dari rumah sakit?” tanya Ansel yang melihat barang-barang Arsuga sudah selesai di kemas.
“Apa urusanmu, Hah?” Bukannya menjawab Suga malah seolah ingin menantang Ansel untuk bertengkar.
“Katakan atau aku akan menciummu saat ini juga?” ancam Ansel yang menggunakan metode lain agar lawannya kesulitan melawan.
“Yakh, … Apa kau sudah gila!” seru Suga yang tentu saja sangat terkejut mendengar ancaman dari Ansel.
“Dua, …” Kali ini Ansel mulai menghampiri dan mendekatkan diri pada Suga.
“Ti, _....”
“Hentikan! Baiklah, aku akan keluar dari rumah sakit sore ini juga.”
Dengan sangat terpaksa Suga mengatakan yang sebenarnya, dari pada bibirnya nanti ternoda oleh bibir Ansel.
Padahal Ansel benar-benar tidak bermaksud akan mencium Suga, jika dia gagal dengan ancaman itu maka dia akan menggunakan cara lain agar membuat Suga mau menjawabnya.
“Bagus, aku yang akan mengawalmu!” ujar Ansel yang kemudian berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.
“Bajingan sialan! Beraninya dia mengancamku dengan menggunakan kata-kata menjijikan seperti itu! Kau lihat saja, setelah ini akan aku pastikan kau berada dalam keputus asaan bersama teman-temanmu itu terutama Jayden!” Suga mengatakan itu setelah Ansel berlalu pergi.
Setelah keluar dari ruangan Suga, Ansel segera melakukan panggilan video yang langsung di hubungkan dengan Vernon dan Kai sekaligus. Tak perlu waktu lama panggilan video itu pun saling terhubung satu sama lainnya.
“Ada apa? Aku baru saja tiba di rumah itu,” ujar Jayden.
__ADS_1
“Lupakan soal rumah itu dulu! Sebaiknya kau pergi ke tempat Vernon sekarang!” perintah Ansel yang terlihat sangat serius saat itu.
“Apa yang terjadi? Apakah kau bertemu pemilik aura kegelapan itu?” tanya Vernon yang terlihat ikut panik.
“Tidak, tapi aku menemukan jejaknya! Dan asal kalian tahi Arsuga akan kembali sore ini, bukan besok!”
Ansel lalu memberitahu kepada mereka bahwa sore hari ini adalah jadwal keluarnya Suga dari rumah sakit yang secara tidak langsung memberikan petunjuk bahwa kecelakaan itu akan terjadi dalam sore ini.
“APA!” seru Vernon, Jayden dan Kai bersamaan yang membuat telinga Ansel terasa sakit saat mendengarnya.
“Kenapa tiba-tiba, _....”
“Secara tidak sadar kita masuk ke dalam jebakan yang mereka buat,” potong Jayden yang langsung menyadari kesalahannya.
“Kau benar, Jay! Aku bahkan tadi juga hampir terpancing oleh sosok iblis lain agar aku meninggalkan Arsuga, seperti yang terjadi pada Jackson.” Ansel membenarkan ucapan Jayden.
“Aku akan segera ke tempat Vernon sekarang! Sebaiknya kau tetap awasi Arsuga, jangan sampai lengah,” ujar Jayden yang merubah rencana.
“Kai, kita harus segera ke tempat Vernon sekarang juga,” ujar Jayden pada temannya itu.
“Okay!” sahut Kai.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...