Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Hari Penuh Kesedihan


__ADS_3

Kemudian, Jayden kembali menarik pedangnya dari tubuh Luzark. Disaat yang bersamaan, Lucifer tiba-tiba menyerang Jayden hingga dia terdorong jatuh tepat di di samping mobil Kakek Jhon berada. Secara perlahan waktu kembali berjalan kembali.


“Kakek!”


Jayden mencoba memanggil Kakeknya yang bertepatan pada saat dirinya jatuh sang Kakek sedang menatap ke arahnya dengan penuh penyesalan.


“Ma-af-kkan Ka-kekk, ….”


Meski lirih, Jayden bisa mendengar dengan jelas ucapan terakhir dari Kakek Jhon sebelum dia menutup kedua matanya.


Darah segar dari Kakek Jhon perlahan mengalir menuju pedang Jayden yang kemudian bersatu dengan darah Luzark yang masih tersisa pada pedang tersebut.


Tiba-tiba keluar cahaya yang sangat menyilaukan keluar dari pedang yang saat ini berada di tangan Jayden.


Seketika sebuah kekuatan yang semakin besar mengisi pedang tersebut. Angin besar yang berisikan aura penuh kekuatan seketika mengitari Jayden hingga membawanya terbang.


Terlihat jelas bahwa Lucifer sangat terkejut ketika merasakan kekuatan Jayden yang semakin meningkat drastis.


“Apa yang terjadi?” tanya Lucas yang tercengang melihat kekuatan sebesar itu.


“Salah satu kekuatan dalam pedang itu kembali terbangkitkan,” ujar Lunar.


“Kita harus segera pergi dari tempat ini!” perintah Lucifer pada Lucas dan Lunar.


“Baik, Tuanku!” sahut keduanya bersamaan.


“Bawa Luzark bersama kalian!” perintah Lucifer lagi.


Dengan cepat Lucas dan Lunar segera membawa Luzark berteleportasi meninggalkan tempat itu.


Sementara Lucifer untuk beberapa saat masih memperhatikan bangkitnya kekuatan tersebut, hingga ketika dia merasakan kekuatan pedang Jayden semakin meningkat dia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.


“Sial! Aku tidak menyangka kejadian ini malah semakin membangkitkan kekuatan pedang itu,” umpat Lucifer sebelum dirinya menghilang.


“Sepertinya aku memang harus membunuhmu secepat mungkin, Jayden!” lanjutnya yang kemudian langsung menghilang begitu saja.


Perginya Lucifer membuat waktu kembali berjalan seperti biasanya. Sehingga mau tidak mau Tuan Hades harus turun tangan membuat sebuah pembatas sihir agar ledakan kekuatan Jayden tidak berdampat pada manusian yang tidak bersalah.


Sementara Jayden sendiri tidak bisa mengontrol kekuatannya. Mata Jayden seketika berubah menjadi warna merah, aura di sekelilingnya pun ikut berubah menjadi merah dan hitam. Aura yang menandakan penuh kemarahan dan juga kesedihan yang begitu mendalam.


Bukan hanya Jayden saja yang berubah, baik bola mata maupun kekuatannya tetapi Vernon, Kai dan Ansel juga. Mata Vernon tiba-tiba berubah menjadi biru dengan tubuh yang di selimuti aura berwarna biru.

__ADS_1


Sementara, Ansel di selimuti aura hijau sesuai dengan warna matanya. Lalu Kai yang di selimut aura kekuatan berwarna jingga.


“Jay, hentikan! Mereka semua sudah kabur!” seru Malaikat maut yang berusaha menyadarkan Jayden untuk mengendalikan kekuatannya.


“Mereka sepertinya tidak bisa mengendalikan kekuatan itu, karena amarah dan kesedihan yang lebih mendominasi pikiran dan hati mereka!” ujar Tuan hades yang berjalan mendekati Malaikat maut.


“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan ledakan dari kekuatan pedang itu?” tanya Malaikat maut pada Tuan Hades.


“Jayden!”


Tiba-tiba Kakek Jhon berjalan mendekati Jayden dan menatap cucunya dengan perasaan sedih, meskipun bibirnya tersenyum dengan indah.


Mendengar suara sang Kakek yang memanggilnya, perlahan Jayden sudah mulai merasa tenang.


“Kakek?” ujar Jayden yang memastikan bahwa dia tidak sedang salah dengar.


“Iya, Jayden! Ini Kakek, jadi tenangkan ‘lah hati dan pikiranmu,” sahut Kakek Jhon yang kembali tersenyum dengan manisnya.


Kini Jayden tersadar sepenuhnya yang mengakibatkan ledakan itu langsung terhenti. Akan tetapi, Tuan Hades tetap memasang batas sihir khusus untuk Jayden dan Kakek Jhon agar perpisahan terakhir keduanya tidak di ganggu oleh orang-orang yang tengah kalang kabut akibat kecelakaan beruntun itu.


“Kakek!” seru Jayden.


Dia langsung berlari menghampiri Kakek Jhon dan berhasil menghentikan ledakan kekuatan tersebut. Jayden berniat untuk memeluk tubuh sang Kakek.


“A-apa yang terjadi?”


Perkataan Jayden sampai terbata-bata. Tubuhnya mulai gemetar hebat dan air matanya perlahan mulai terjatuh membasahi wajah tampannya.


Jayden perlahan mulai berbalik, menatap wajah sang Kakek yang masih tersenyum sedih menatapnya.


“Jayden! Maaf, sepertinya waktu Kakek sudah tiba untuk menghadap sang maha pencipta.”


Kakek Jhon sedang berusaha memberitahu apa yang sedang terjadi dengan versi terbaik menurutnya.


Terlihat Jayden hanya menangis terisak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya yang mengartikan bahwa dia sama sekali tidak ingin mempercayai kenyataannya.


“Maaf, Jayden! Kakek harus meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini dan di tengah situasi sulitmu. Maafkan Kakek, Nak! Percayalah, selamanya Kakek akan selalu menyayangimu,” ujar Kakek Jhon yang kembali tersenyum sambil menangis.


“Tidak, Kek! Jayden mohon, … Hiks, … Hiks, … Jangan tinggalkan Jayden sendirian di sini!” pinta Jayden di sela isak tangisnya.


Kini tubuhnya ambruk bersimpuh dan menangis di hadapan roh sang Kakek. Jayden terus memohon agar Kakeknya tidak meninggalkannya seorang diri.

__ADS_1


Diam-diam Kai, Ansel dan Vernon juga sudah menangis sedih sejak tadi. Semenjak mereka menyadari bahwa yang saat ini berada di hadapan mereka hanya roh Kakek Jhon saja yang siap di bawa oleh malaikat maut kapan saja.


Roh Kakek Jhon mendekati Jayden, menyamakan wajahnya dengan sang cucu satu-satunya.


Hingga mau tak mau Jayden harus berhadapan langsung dengan roh sang Kakek. Jayden semakin menanis terisak setiap dia menatap roh sang Kakek.


“Jayden! Kau tidak akan pernah sendirian,” ujar Kakek Jhon yang memaksa Jayden untuk terus menatap matanya.


“Lihatlah! Mereka akan selalu ada bersama dirimu, karena mulai sekarang mereka akan menjadi satria pelindungmu.”


Kakek Jhon menunjuk pada Vernon, Kai dan Ansel yang sedang menangis sesegukan tak jauh dari mereka.


“Jadi, jangan pernah merasa sendirian lagi! Orang-orang baik seperti mereka akan selalu ada untuk melindungimu, seperti kau akan melindungi mereka di masa depan!” ujar Kakek Jhon menekankan pada Jayden.


“Jangan pernah berputus asa ataupun terlalu larut dalam kesedihan dan kemarakan, karena kepergianku! Jangan pernah lakukan itu, sebab terpuruknya dirimu merupakan sebuah kemenangan untuk Lucifer dan pengikutnya,” sambung Kakek Jhon yang kali ini mengingatkan Jayden.


“Tidak, Kek! Hiks, … Jayden juga masih membutuhkan Kakek di samping Jayden,” tangis Jayden yang begitu menyayat hati.


“Ansel! Kaison! Dan kau Vernon, tolong jaga dan lindungi cucuku. Selalu berada di sampingnya sampai semuanya terselesaikan. Aku sangat memohon pada kalian!” pinta Kakek Jhon yang membuat Vernon, Kai dan Ansel semakin menangis terisak seperti Jayden.


“Kakek! Huhuhuuu, … Kenapa harus Kakek yang menjadi korban para iblis tidak tahu diri itu.” Tangis Kaison seketika pecah.


“Seharusnya kami bisa melindungi Kakek Hikss, … Hiks, ….” Begitu juga dengan Ansel yang juga menangis terisak.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2