Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Terjebak Siasat Sang Iblis


__ADS_3

“Apa maksudmu, Kai?” tanya Ansel dengan tatapan menyelidik.


“Saat pertama kali kita memasuki alam mimpi yang sama! Bukankah kita berada di sebuah taman, dimana tidak jauh dari taman itu ada sebuah rumah yang cukup besar yang mewah dan megah,” jelas Kai.


“Rumah itu adalah rumah yang sama ketika kita menemukan mayat para gadis itu!” lanjutnya dengan penuh antusias.


“Tunggu, _....”


Jayden dan Ansel segera mengingat dan mencoba membandingkan bentuk serta arsitektur dari rumah itu.


Mulai dari yang mereka lihat dalam mimpi dan melihatnya secara langsung. Saat itu Ansel dan Jayden membenarkan bahwa itu adalah rumah yang sama.


“Kau benar! Itu rumah yang sama,” ujar Ansel yang di ikuti anggukan kepala dari Jayden.


“Lalu kita harus bagaimana sekarang?” tanya Kai meminta pendapat atau ide dari yang lainnya.


“Tunggu sebentar, biar aku memastikan dulu kapan tanggal kepulangan dari Arsuga Lee!” ujar Vernon yang sepertinya sudah memiliki sebuah rencana.


Vernon terus mencoba menghubungi anak buahnya yang di tugaskan untuk melindungi Arsuga di rumah sakit.


Tak perlu waktu lama panggilan teleponnya langsung terhubung, Vernon pun langsung menanyakan kepastian dari kepulangan Arsuga.


“Apa kau masih berada di rumah sakit?” tanya Vernon begitu sambungan teleponnya sudah terhubung.


“Yes, Sir!” sahut anak buahnya.


“Tolong pastikan kepada dokter yang menangani Arsuga Lee kapan tepatnya kepulangannya. Aku ingin informasi yang akurat mulai dari hari, tanggal dan waktunya,” perintah Vernon pada anak buahnya.


“Baik, Sir! Saya akan langsung memastikannya,” sahut anak buahnya.


“Segera kirimkan padaku begitu kau sudah mendapatkan jadwal pasti kepulangannya,” perintah Vernon lagi.


“Siap, Sir!” sahut anak buahnya.


Setelah mendengar jawaban dari anak buahnya, Vernon pun langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja dan kembali melanjutkan meminum serta memakan camilannya. Lalu tak lama kemudian, Vernon mendapat informasi yang dia inginkan.


“Aku sudah mendapatkan jadwal kepulangannya!” seru Vernon yang langsung menarik perhatian ketiga bocah itu beserta hantu Aira.


“Kapan tepatnya dia akan meninggalkan rumah sakit?” tanya Jayden memastikan.


“Besok sore! Harusnya kepulangannya di perbolehkan saat pagi hari, tapi untuk menghindari para wartawan mereka memindahkan jamnya pada sore hari,” jelas Vernon sesuai informasi yang di kirimkan oleh anak buahnya.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu kita memiliki waktu untuk memeriksa jalan yang ada di mimpiku dan rumah yang ada di tengah hutan itu,” ujar Ansel.


“Emm, … Bolehkah aku mengatakan sesuatu pada kalian?” Hantu Aira meminta ijin terlebih dahulu.


“Ada apa?” tanya Vernon.


“Begini, … Saat aku mengikuti di rumah sakit, sebenarnya saat itu aku melihat aura kegelapan dari anak buah kepercayaan Lucifer,"


"Awalnya aku ragu untuk memberitahukan pada kalian, tapi setelah mendengar pembicaraan kalian tadi. Aku merasa harus memberitahukan kalian tentang ini,” ujar hantu Aira dengan ragu.


“Jadi, saat kau memutuskan untuk tetap tinggal di mobil karena ada aura itu?” Vernon memastikan.


“Emm, … Aku takut bertemu dengannya lagi,” ujar hantu Aira yang semakin membuat Jayden dan Ansel mencurigai identitasnya.


“Baiklah, bagaimana kalau sekarang kita bagi tugas saja,” usul Kai yang tidak ingin membuang waktu hanya untuk terus berbicara seperti itu.


“Sepertinya ide yang bagus,” ujar Ansel yang setuju dengan usulan dari Kai.


“Okay, … Sekarang siapa yang akan mendatangi rumah sakit itu untuk memastikan keberadaan aura kegelapan yang hantu aira katakan. Tentunya bukan aku maupun Vernon yang tidak bisa melihat aura itu, jika Jayden tidak mengeluarkan pedangnya,” jelas Kai yang secara tidak langsung hanya memberi pilihan antara Ansel dan Jayden.


“Kalau begitu aku saja yang mengunjungi rumah sakit itu,” ujar Ansel.


“Sebaiknya kalian berdua saja yang memeriksa rumah di tengah hutan. Di sana sudah ada beberapa anggota polisi dan detective. Aku akan memberitahu mereka tentang kedatangan kalian berdua. Sedangkan aku yang akan mengamankan jalan itu sembari mengatur lalu lintas di sana.”


Vernon memberikan saran yang lebih baik. Terlihat baik Jayden maupun Kai juga menyetujui saran dari Vernon itu. Dengan begitu mereka bisa mencegah terjadinya kecelakaan itu. Tai tanpa sadar mereka tidak menganggap keberadaan hantu Aira di sana.


“Bagaimana denganku?” tanya hantu Aira dengan raut wajah sedihnya.


“Kau ikut saja denganku,” jawab Vernon yang merasa kasihan pada hantu cantik yang sudah membantunya itu.


“Baiklah! Kalau begitu kita pergi sekarang!” ujar Ansel.


Mereka pun segera bersiap untuk menuju ke posisi masing-masing.


...****************...


Sementara itu, Lucifer beserta anak buahnya tidak tinggal diam saja. Mengetahui Jayden dan teman-temannya berniat menghentikan kejadian yang ada dalam mimpi yang dia perlihatkan. Lucifer menyuruh Luzark untuk segera melaksanakan rencana mereka.


“Tuan Lucifer, anda memanggil saya!” ujar Luzark yang segera berlutut ketika sudah berhadapan dengan Lucifer.


“Kapan kau akan menyelesaikan rencanamu dan berhenti bermain-main dengan anak-anak itu?” Lucifer membutuhkan kepastian bukan hanya sekadar omong kosong.

__ADS_1


“Hari ini juga, Tuan!” jawab Luzark dengan penuh keyakinan.


“Mereka sudah masuk dan terjerat dalam siasat yang sudah aku persiapkan dengan sangat sempurna. Bahkan apapun yang mereka lakukan tidak akan pernah mengubah apapun,"


"Kejadian yang akan memakan banyak korban akan tetap terjadi dan salah satu korbannya adalah orang satu-satunya di hidupnya saat ini,” jelas Luzark penuh percaya diri.


“Bagus! Buat anak itu berpaling dari kebenaran! Dengan bergabungnya dia dengan kita, maka kejahatan akan menguasai dunia,” ujar Lucifer dengan kesombongannya.


“Baik, Tuan! Saya akan pastikan dia akan berada dalam keadaan paling terpuruk. Sehingga memunculkan hati penuh kebencian, dimana kita bisa dengan mudah utuk merayunya agar bergabung dengan kita,” jelas Luzark.


“Lalu bagaimana dengan roh yang sedang kau cari? Apakah kau belum bisa mendeteksinya?” Lucifer dengan cepat mengganti topik pembicaraan.


“Belum, Tuan! Sepertinya dia menggunakan aura orang lain agar kami tidak bisa menemukannya,” jawab Luzark yang terlihat sedih membahas topik itu.


“Jika benar itu yang terjadi, maka hanya satu orang yang bisa menyembunyikan auranya! Karena di dunia ini yang memiliki aura yang begitu murni hanya roh itu dan keturunannya,” ujar Lucifer secara tidak langsung memberikan petunjuk kepada Luzark.


“Kau harus segera menangkan keduanya, apalagi sebentar lagi akan muncul waktunya untuk menyatukan roh itu pada raganya lagi. Bukankah itu yang selama ini menjadi tujuan utamamu, melakukan pencarian pada anak itu,” sambungnya.


“Tentu, aku telah menunggu waktu terbaik ini selama puluhan tahun! Saya pasti akan membangkitkannya lagi apapun yang terjadi,” ujar Luzark.


“Benar! Sebentar lagi akan muncul Blood Moon (Bulan Darah)!” ujar Lucifer dengan senyuman evilnya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2