
Setelah memberikan beberapa nasehat sekaligus peringatan kepada Jayden dan kedua temannya itu, Tuan Hades mengantarkan mereka kembali ke dunia manusia dengan menggunakan teleportasi.
Hingga dalam hitungan detik saja ketiga bocah manusia itu sudah tiba di dalam bangunan tua sebelumnya.
“Yakhh, … Kenapa kalian mengirim kami kembali ke tempat mengerikan ini! Setidaknya kirim kami kembali ke rumah atau lebih baik lagi langsung di atas tempat tidurku yang lembut,” protes Kaison begitu tiba.
Namun, seperti biasa Jayden dan Ansel mengabaikan perkataan Kaison begitu saja. Mereka berdua masih memikirkan perkataan terakhir dari Tuan Hades dan Malaikat maut sebelum mengirim mereka kembali ke dunia manusia.
“Ans, apa kau juga merasakan ada yang di sembunyikan Tuan Hades dan Malaikat maut di balik kata-katanya,” ujar Jayden pada Ansel.
“Benar, aku juga merasakan ada maksud tersembunyi di dalamnya! Tapi aku tidak bisa menebak apa itu,” jelas Ansel.
“Bukankah maksudnya jelas sekali, bahwa mungkin mereka akan mengarahkan kita pada emosi yang akan membuat kita terbuai dengan godaan iblis,” celetuk Kaison yang kembali di abaikan oleh Jayden dan Ansel.
“Kita cari tahu tentang itu nanti! Sebaiknya kita lihat sejauh mana para polisi mengevakuasi para korban terlebih dahulu,” saran Jayden yang berjalan keluar dari bangunan tua itu.
“Benar, kita selesaikan apa yang bisa kita selesaikan terlebih dahulu.”
Ansel menyetujuinya, dia pun menyusul Jayden di ikuti Kaison di belakangnya.
Begitu keluar ketiganya langsung di sambut dengan tatapan terkejut dari para anggota evakuasi.
Pasalnya ketiga pemuda itu sudah menjadi pencarian utama mereka, tapi tidak berhasil menemukannya dimana pun.
Dan tiba-tiba saja muncul dari dalam bangunan tua yang sudah berkali mereka periksa di dalamnya.
“Ka-kalian manusia atau hantu?” seru salah satu anggota evakuasi sambil menunjuk ke arah Jayden dan kedua temannya dengan wajah gemetar ketakutan.
“Tentu saja kami manusia! Memangnya ada hantu yang setampan kami bertiga!” seru Kaison dengan penuh percaya diri.
“Ouh, … Kalian ketiga anak muda yang di cari oleh Detektif Vernon!” seru salah satu anak buah Vernon yang di perintahkan untuk menemukan keberadaan Jayden dan kedua temannya.
“Dimana Vernon sekarang?” tanya Jayden yang mengira bahwa usia mereka sama dengan Vernon.
“Dia sedang meminta keterangan saksi selamat dari korban pembunuhan ini yang sedang di rawat ke rumah sakit,” jawab detektif tersebut.
Benar, Jayden kembali mengingat akan mimpinya sebelum pembunuhan Jackson terjadi.
Dia melihat dua orang yang menjadi korban pembunuhan. Dan kini tersisa satu orang yang berhasil dia dan yang lainnya selamatkan.
__ADS_1
Jayden, Ansel dan Kaison saling melempar pandangan satu sama lain seolah mereka tengah berkomunikasi melalui tatapan mata.
Seperti yang Jayden katakan, semuanya baru di mulai. mereka harus focus menyelesaikan apa yang ada di hadapan mereka saat ini, bukan apa yang akan terjadi di masa depan.
“Maaf, bisakah kalian mengikuti kami sebentar untuk di mintai keterangan sebagai saksi pembunuhan Jackson dan penemuan mayat-mayat ini,” ujar anak buah Vernon itu yang menyadarkan Jayden dan kedua temannya.
“Baiklah, ayo pergi!” sahut Jayden.
“Bisakah kalian memberikan kami makanan terlebih dahulu sebelum melakukan interogasi,” pinta Kaison yang suda tidak bisa menahan rasa laparnya lagi.
“Benar sekali, sejak kejadian itu kami belum makan apapun,” imbuh Ansel yang juga merasakan hal yang sama dengan Kaison.
Sebenarnya Jayden juga lapar, tapi karena kedua temannya itu sudah meminta makanan terlebih dahulu dia pun memilih diam. Ketiganya pun di bawa ke markas sementara yang di dirikan di lokasi area syuting pertama kali.
...****************...
Disisi lain, Malaikat maut masih berada di dunia bawah untuk membicarakan beberapa hal dengan Tuan hades.
Sebenarnya Tuan Hades sendiri juga sudah mengetahui apa yang ingin di sampaikan oleh Malaikat maut, sebab dia juga sudah mendapat dokumen terbaru tentang daftar penghuni baru di dunia bawah.
“Kirimkan segera para roh yang sudah melalui pendataan kalian ke dunia bawah agar kami juga bisa menangani pendatang baru di sini,” ujar Tun Hades mengingatkan tentang para roh yang berhasil mereka temukan.
“Apakah kau sudah menerima daftar terbarunya?” tanya Tuan Hades pada Malaikat maut.
“Maksudmu tentang waktu kematian Jhon Felix?” Malaikat mau ingin lebih memastikan.
“Benar, seharusnya daftar itu sudah tiba lebih dahulu sebelum aku,” ujar Tuan Hades yang sudah mendapatkan jawabannya sendiri.
“Aku juga tidak menyangka sudah tiba saatnya aku menjemput orang itu,” imbuh Malaikat maut yang tersenyum kecut.
“Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada anak itu! Apakah dia akan berlarut dalam kesedihan dan terjebak dalam godaan iblis atau dia akan merelakannya dengan ikhlas,” jelas Tuan Hades yang mengkhawatirkan keadaan Jayden kedepannya.
“Dia tidak akan sendirian, karena kedua temannya itu pasti tidak akan membiarkan dia merasa sendirian di dunia ini. Aku yakin dia bahkan akan tumbuh lebih kuat dari sekarang,” ujar Malaikat maut penuh keyakinan.
“Kau benar selama masih ada kebaikan di dunia ini, maka tidak akan pernah ada orang yang merasa sendirian.” Tuan Hades membenarkan.
...----------------...
Sementara di rumah sakit, akhirnya Vernon kembali ke mobilnya setelah selesai mengumpulkan kesaksian dari Suga. Vernon sangat terkejut ketika dari kejauhan melihat hantu Aira yang sedang menangis di dalam mobilnya.
__ADS_1
Vernon terkejut bukan karena dia takut terjadi sesuatu pada hantu Aira, melainkan terkejut karena baru mengetahui bahwa hantu bisa menangis.
“Hay, hantu juga bisa menangis ‘yah?” tanya Vernon begitu masuk ke dalam mobilnya.
“Kau pikir hanya manusia saja yang memiliki perasaan dan bisa menangis,” ketus hantu Aira.
“Mana aku tahu, aku ‘kan belum pernah mati,” gumam Vernon.
“Makanya aku memberitahumu sebelum kau mati,” tukas hantu Aira.
“Sampai kapan kau akan terus mengikutiku seperti ini,” tanya Vernon yang lebih memilih mengubah topik pembicaraan dari pada harus berdebat dengan hantu Aira.
Entah itu hantu maupun manusia, jika sudah menyangkut yang namanya wanita segala jenis perdebatan pasti pria yang akan selalu mengalah.
“Sampai aku bertemu Jayden,” jawab hantu Aira yang sejak awal terus membicarakan Jayden.
“Kenapa kau terus membicarakan Jayden? Kau sungguh tidak menyukainya, bukan?” cecar Vernon yang takut Jayden sudah di targetkan oleh hantu Aira untuk balas dendam atau lain sebagainya.
Namun, hantu Aira enggan menjawabnya. Dia kembali mengalihkan pandangannya dan hanya diam membuat Vernon harus bersabar dengan kelakuan hantu cantik yang satu ini.
Tak lama kemudian, Vernon mendapatkan pesan dari anak buahnya bahwa Jayden, Kaison dan Ansel telah berhasil di temukan. Vernon pun segera melajukan mobilnya kembali ke hutan.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...